
Yao Han baru saja memainkan seruling untuk menghibur penduduk di kota yang dia datangi dan memberikan jasa pengobatan gratis. Orang-orang juga senang karena pembawaan Yao Han yang ramah dan selalu tersenyum hangat.
Tidak lupa juga mereka memberikan sesuatu pada Yao Han karena kebaikan hatinya. Meski sudah mengatakan hal itu tidak perlu, orang-orang tetap memaksa Yao Han untuk menerima pemberian mereka. Lagipula orang dermawan seperti Yao Han sangat langka.
Selepas orang-orang yang berkerumun menjauh darinya, Yao Han menemukan ada dua pemuda dengan penampilan yang sama mendekatinya. Berkepala nyaris botak dan memakai jubah sederhana.
Dengan cepat Yao Han menebak mereka berasal dari tempat atau perkumpulan yang sama karena jubah yang mereka kenakan, tetapi sebelum dia bisa menebak lebih jauh, suara Meirong terdengar dari Dimensi Pagoda.
"Han'er, mereka berasal dari Sekte Teratai Putih."
Raut wajah Yao Han yang tadinya sedikit keheranan berubah menjadi ramah dan tersenyum kembali.
"Salam, Senior."
Kedua alis Yao Han terangkat saat dua pemuda didepannya menyapa dan memanggilnya sebagai senior.
Sebelum mendekati Yao Han, dua pemuda ini, Shenghao dan Honghao, sepakat menganggap Yao Han sebagai senior karena tidak mudah menemukan pil berkualitas sempurna dalam suatu tempat. Dan Yao Han membagikannya pada orang-orang secara gratis.
Terlepas dari penampilannya yang muda atau sikapnya yang terlalu baik hati, Shenghao dan Honghao mengira Yao Han tidaklah semuda yang mereka perkirakan.
Kultivator dan dunianya memang unik. Bisa saja berusia ratusan tahun, tetapi memiliki penampilan remaja. Contoh sederhananya adlssh Meirong dan Yutian yang berusia lima ratus tahun lebih, tetapi tampak berusia pertengahan dua puluh tahun.
"Saudara sekalian, tidak perlu memanggilku senior. Kita sepertinya seumuran, namaku Yao Han. Boleh kutahu nama dua saudara ini?"
Shenghao dan Honghao saling berpandangan. Tebakan mereka ternyata salah. Berarti hanya satu kemungkinan yang mereka yakini, yaitu latar belakang Yao Han yang tidak biasa.
"Maaf saudara, namaku Wu Shenghao. Ini adalah adik seperguruanku, namanya Wu Honghao. Kami dari Sekte Teratai Putih. Salam kenal, Saudara Yao." Shenghao menangkupkan tangannya diikuti Honghao.
"Salam kenal, Saudara Yao."
Yao Han tersenyum tipis dan membalas, "Salam kenal juga, Saudara Shenghao, Saudara Honghao. Senang bertemu dengan anggota salah satu sekte terbesar aliran putih bintang sepuluh."
Sekte Teratai Putih pernah hadir dalam cerita Meirong dan Yutian saat menceritakan tentang sekte-sekte besar bintang sepuluh.
Selama tinggal di Pulau Bulan Bintang, Feng Xian seringkali terlihat berusaha mencuci pikiran Yao Han untuk tidak terlalu dekat dengan sekte, tingkat apapun itu, dengan alasan mereka hanya akan menjadi pengganggu.
Mungkin pengecualian terhadap Menara Harta Giok yang berhubungan dengan bisnis jual beli pil dan Sekte Teratai Putih yang Yao Han dengar pemimpin tertinggi mereka yaitu Wu Bai memiliki hubungan cukup dekat dengan Feng Xian.
Meski termasuk sekte aliran putih, Sekte Teratai Putih hampir selalu mengambil pilihan netral dalam setiap kesempatan terutama jika perang kultivator terjadi.
Saat perang besar dua puluh tahun lalu pun juga begitu dan terpaksa ikut campur demi memukul mundur pihaka Kiran hitam karena melihat perang tidak segera berakhir.
Namun, sebelum mereka melaksanakan hal tersebut, Feng Xian justru mendatangi medan perang dan menghentikan perang dengan kekuatannya.
Yao Han kemudian menanyakan urusan Shenghao dan Honghao, meski mengetahui kebiasaan anggota sekte mereka, tetapi provinsi Rusa Putih sangat jarang didatangi oleh mereka yang berasal dari sekte besar aliran putih jika tidak benar-benar diperlukan.
"Hm, aku tidak menyangka kabar tentang beliau muncul kembali akan secepat ini terdengar oleh sekte kalian yang berada di Negeri Awan Biru." Yao Han berpendapat sambil mengelus dagunya.
"Sebenarnya sekte kami pun belum mendapat kabar ini. Kami berdua baru mendengarnya beberapa waktu lalu sebelum memasuki Provinsi Rusa Putih. Bukan masalah berarti jika memang Senior Angin Timur masih menutup diri, tetapi sepertinya langit mempermudah urusan kami."
Yao Han manggut-manggut mengerti, "Memang benar beliau terlihat di Kota Cahaya Bulan, aku bertemu dengan beliau di Toko Harta Giok."
Mata Shenghao dan Honghao melebar, kemudian Honghao berseru pelan, "Kau bertemu langsung dengannya? Kau sungguh beruntung, Saudara Yao."
"Apa maksudmu aku beruntung?"
"Tentu saja kau beruntung, sebagai generasi muda, tidak setiap hari kau bisa bertemu langsung dengan salah satu sosok terkenal dan berpengaruh di dunia kultivator."
Dengan pikiran sederhananya, Yao Han merasa ucapan Honghao cukup berlebihan. Namun, jika dipikir kembali Honghao ada benarnya. Feng Xian tidak pernah bersembunyi dari dunia dan diketahui secara luas tinggal menyendiri di Pulau Bulan Bintang, tetapi bertemu dengannya tidak semudah yang dibayangkan, bahkan untuk kultivator sepuh sekalipun.
Seingat Yao Han, sejauh ini yang menemui langsung Feng Xian adalah Bing Houyi dan anak bungsunya, Bing Yunzi. Dan tidak ada orang lain, kecuali tiga orang jagoan Empat Penjuru lainnya yang mendatangi Feng Xian di Pulau Bulan Bintang sesuka hati mereka.
Yao Han juga menanyakan bagaimana cara mereka ke Pulau Bulan Bintang.
"Kami berencana menyewa kapal yang ada di dermaga Kota Cahaya Bulan. Meski belum pernah ada yang mendatangi Pulau Bulan Bintang dengan cara ini, kami yakin pemilik kapal bersedia membantu kami setelah menerima beberapa batu roh."
Yao Han tersenyum canggung, 'Ini namanya penyuapan...'
"Saudara Shenghao, jujur aku ingin mengetahui lebih rinci tugas kalian, tetapi itu sangat sopan. Terlebih aku adalah orang asing yang baru saja berkenalan dengan kalian. Tugas dari Mahaguru Wu pastilah sangat penting dan aku ingin membantu agar kalian bisa menyelesaikan tugas lebih cepat dan mudah."
Shenghao dan Honghao saling berpandangan bingung, "Apa maksudmu, Saudara Yao?"
Yao Han menarik napas dalam. Sebenarnya dia tidak ingin mengatakan tentang latar belakangnya, tetapi karena Shenghao dan Honghao berasal dari Sekte Teratai Putih, jadi dia memutuskan mengatakan kebenarannya.
"Apakah kalian percaya jika aku adalah murid Angin Timur?"
Hening cukup lama, Shenghao dan Honghao sama-sama menatap Yao Han seperti melihat hantu.
"Maaf, Saudara Yao... apa kau sedang bercanda?"
"Apa aku terlihat sedang bercanda?" Yao Han balik bertanya sambil tersenyum tipis.
Shenghao menatap Yao Han lebih teliti. Dari pancaran mata Yao Han, Shenghao menyadari pemuda didepannya ini tidak bercanda. Pengalaman Shenghao terhadap dunia tidak begitu banyak, jadi dia tidak terlalu yakin dengan ucapan Yao Han.
"Senior, kurasa dia berkata jujur. Coba ingat pil yang dia keluarkan sebelumnya. Pil kualitas sempurna." Honghao berbisik.
Dia juga sama tidak yakinnya seperti Shenghao, tetapi keraguannya sedikit runtuh mengingat pil bersinar yang diberikan Yao Han pada orang-orang yang dia sembuhkan sebelumnya.
---