
Tidak ada perbedaan secara fisik dan mental antara Feng Xian yang asli dengan klon yang dia buat. Semuanya sama persis, kecuali bagian tingkat kekuatannya saja.
Dalam waktu singkat, klon Feng Xian tiba di Kota Cahaya Bulan dengan mendarat perlahan tidak jauh dari Toko Harta Giok cabang Kota Cahaya Bulan. Situasi disana cukup ramai dan semua perhatian mengarah padanya.
Selain karena sudah mengetahui tentang satu-satunya orang yang berani terbang di Kota Cahaya Bulan, kebanyakan kultivator disana juga mengenal Feng Xian terutama karena penampilannya yang khas, yaitu jubah putih beraksen hitam dan raut wajahnya yang tegas.
"Waktu penjualan pil Senior Angin Timur masih beberapa minggu lagi, kenapa dia datang kemari lebih cepat?" bisik seseorang pada teman disampingnya.
"Entahlah, mungkin dia memiliki keperluan lain."
"Hei, apa mungkin Senior Angin Timur sudah mengetahui tentang kabar perang yang akan terjadi karena konflik di Kota Harta Giok?" tanya orang ketiga.
Dua orang yang bersamanya mengangkat bahu tanda tak tahu.
"Misalkan dia belum mengetahuinya, Senior Angin Timur pasti akan diberitahu oleh Manajer Fu. Apapun itu, aku khawatir perang akan berakhir sama seperti dua puluh tahun lalu, bahkan jauh lebih buruk." Salah satu dari mereka menghela napas panjang, sementara dua lainnya menelan ludah gugup.
Klon Feng Xian bisa mendengar jelas percakapan tiga orang yang cukup jauh darinya, tapi dia mau ambil pusing dan mengacuhkan mereka.
Saat dirinya hampir sampai dipintu masuk Toko Harta Giok cabang Kota Cahaya Bulan, dua penjaga berkekuatan Pondasi Bumi tahap puncak berkeringat dingin.
"Ambil ini."
Meskipun mendapat kebebasan dari membayar pajak masuk, klon Feng Xian tetap memberikan satu buah batu roh biru pada salah satu penjaga, lalu masuk tanpa menunggu tanggapan dari mereka.
Satu batu roh biru setara dengan seratus batu roh kuning atau batu roh biasa. Bagi orang lain itu sangat berharga, tapi tidak untuk Feng Xian. Dia menganggap satu batu roh biru seperti butiran pasir yang mudah didapatkan dan dibuang sesukanya.
Cukup banyak pengunjung di dalam Toko Harta Giok saat klon Feng Xian masuk ke dalamnya. Cukup dengan kehadirannya saja, semua terdiam dan memandangnya kaget. Suara agak ramai mendadak hening, bahkan ada beberapa orang yang menahan napas dan berkeringat dingin.
Seseorang memberanikan diri mendekati klon Feng Xian lalu memberi salam.
"Senior..." Tubuh orang itu sedikit lemas dan gemetaran berdekatan dengan Feng Xian.
"Hm, seingatku kau adalah wakil manajer Toko Harta Giok ini. Kurasa namamu Fu San, bukan?"
"Benar, Senior. Apa ada yang bisa aku bantu?"
"Aku ingin bertemu dengan manajermu, antarkan aku padanya."
"Baik, Senior. Mari ikut denganku."
Klon Feng Xian bisa saja langsung menemui Fu Mian selaku orang dengan jabatan tertinggi di Toko Harta Giok cabang Kota Cahaya Bulan, tapi dia masih memiliki tata krama. Oleh karena itu dia meminta Fu San mengantarkannya pada Fu Mian.
Fu San tidak berani membantah permintaan itu dan memandu Feng Xian menuju ruangan Fu Mian yang berada di lantai tertinggi.
Tok. Tok. Tok.
"Masuk."
Fu San membuka pintu, Fu Mian dari balik meja melihat ke arahnya, lalu buru-buru bangkit dan mendekat saat melihat klon Feng Xian.
"Senior."
Klon Feng Xian mengangguk pelan, lalu melirik Fu San, "Ambil ini dan tinggalkan kami berdua. Ada hal penting yang ingin kubicarakan dengannya."
Fu San terkejut saat klon Feng Xian menyerahkan satu buah batu roh biru. Namun itu hanya sebentar. Setelah menerimanya dan berterimakasih, dia buru-buru keluar ruangan dan menutup pintu dengan amat pelan.
Pertanyaan klon Feng Xian itu disadari Fu Mian sebagai basa-basi, bukan sebagai bentuk perhatian.
"Tidak, Senior. Ada sesuatu lain yang sedang aku pikirkan."
"Oh, apa itu berkaitan dengan konflik di Kota Harta Giok?"
Mata Fu Mian melebar karena terkejut, "Senior tahu tentang itu?"
Klon Feng Xian mendengkus pelan, "Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Namun aku hanya tahu garis besarnya saja, jadi aku kemari untuk meminta rincian informasi tentang konflik ini. Kau dan manajer toko cabang lain pasti sudah mendapatkan kabar dari pusat Menara Harta Giok, bukan?"
Fu Mian menghela napas panjang. Singkat cerita, sebenarnya Fu Mian diberi pesan khusus agar sebaiknya Feng Xian mengetahui kabar tentang konflik di Kota Harta Giok yang akan berujung perang besar ini. Dikarenakan Feng Xian sudah tahu garis besarnya, dia hanya bisa bercerita rinciannya.
Klon Feng Xian menolak jamuan ringan dari Fu Mian karena dia akan segera kembali ke Pulau Bulan Bintang setelah mendengar informasi lengkap dari Fu Mian.
"Baiklah, Senior. Hm, aku harus bercerita mulai dari mana, ya? Ah, iya, ini bermula dari Pertemuan Kultivator Muda di Kota Harta Giok..."
Cukup lama Fu Mian bercerita. Klon Feng Xian diam mendengarkan, sesekali mengangguk mengerti dengan raut wajah datar.
Klon Feng Xian terdiam cukup lama seolah merenung setelah mendengarkan semua rincian cerita yang disampaikan tanpa ditutupi sama sekali.
"Jadi begitu. Melihat skala konflik dan jumlah pihak yang terlibat, aku rasa perang sudah pasti akan terjadi. Entah kapan atau siapa yang memulai lebih dahulu."
Klon Feng Xian kemudian mengeluarkan sebuah botol giok dan memberikannya pada Fu Mian.
"Anggap ini sebagai rasa terimakasihku atas informasimu. Pil didalamnya akan memudahkanmu memasuki Ranah Jiwa, meskipun tidak mengonsumsi pil khusus yang biasanya digunakan untuk naik tingkat ke Ranah Jiwa."
Fu Mian kesulitan menanggapi dan menerima botol giok itu dengan tangan gemetar.
Sangat langka Feng Xian bersikap baik hati seperti ini. Terakhir kali yang Fu Mian ingat adalah sekitar lima belas tahun lalu. Saat itu Feng Xian berbaik hati memberikannya pil untuk menaikkan praktiknya yang tertahan di Ranah Inti tahap menengah.
"T-terima kasih banyak, Senior."
Klon Feng Xian mengangguk pelan dan bangkit dari duduknya, hendak segera kembali ke Pulau Bulan Bintang menemui tubuh aslinya.
Fu Mian ingin mengantarnya keluar, tapi klon Feng Xian menolak. Saat mencapai pintu, klon Feng Xian berkata sesuatu.
"Seandainya memang terjadi, aku harap perang tidak sampai ke wilayah Negeri Hutan Hijau. Jika meluas dan memasuki wilayah Negeri Hutan Hijau, semua pihak yang terlibat dalam perang akan menerima akibatnya."
Klon Feng Xian tidak menunggu tanggapan Fu Mian dan menghilang dibalik pintu, tanpa menyadari Fu Mian yang menjadi pucat dan berkeringat dingin.
Ucapan Feng Xian barusan adalah pesan peringatan dan Fu Mian segera mengambil giok suara untuk menghubungi Bao Fan, Patriark Menara Harta Giok.
"Patriark, Senior Angin Timur baru saja kemari dan sudah mengetahui rincian konflik yang terjadi di Kota Harta Giok beberapa hari lalu. Dan sebelum pergi, beliau menyampaikan pesan peringatan..."
Fu Mian tidak mengetahui, raut wajah Bao Fan tidak kalah pucatnya setelah mendengar penyampaian ulang pesan peringatan Feng Xian. Tidak lama setelah itu, Bao Fan segera mengumpulkan para petinggi penting untuk mengadakan pertemuan mendadak.
---
Catatan Author:
Sembilan chapter selama tiga hari berturut-turut. Fiuh.
Monggo apresiasinya, gaes.