
Puluhan orang mendatangi Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju. Mereka ini adalah orang-orang yang pernah mendapatkan pengobatan dari Yao Han. Mereka penasaran dengan identitas asli Yao Han, tetapi tidak berani menanyakan langsung pada Yao Han.
Ada dua orang yang mereka datangi untuk mendapatkan jawaban demi memastikan dugaan liar mereka sebelumnya. Siapa lagi kalau bukan Zhao Yi dan Zhao Er. Entah kebetulan atau tidak, dua orang ini terlihat berada diluar Toko Harta Giok sambil berbincang santai.
"Ah, langit memberkahi Toko Harta Giok dengan mengirim kalian dalam jumlah besar sebagai pelanggan." Zhao Yi tersenyum lebar membayangkan keuntungan besar yang diperoleh toko dibawah pengawasannya ini.
"Manajer Zhao, kami kemari bukan untuk membeli barang, melainkan untuk menanyakan sesuatu."
"Ah, sangat disayangkan. Apa yang ingin kalian tanyakan?" Zhao Yi menanggapi santai.
"Apa kau mengenal Tabib Yao?"
"Tabib Yao? Aku tidak bisa dibilang mengenalnya, tetapi setidaknya aku tahu identitas aslinya "
"Nah, itu dia. Seperti yang kau tahu, kami memberikan julukan Tabib Teratai Biru pada Tabib Yao, tetapi kemudian kami baru menyadari julukan ini sama dengan julukan murid Angin Timur yang kemunculannya pernah kalian sebarkan beberapa waktu lalu. Setelah dipikir kembali, apa mungkin dugaan kami benar?"
Zhao Yi dan Zhao Er saling berpandangan lalu tertawa lepas, membuat orang-orang yang datang ini kebingungan.
Sementara itu, pegawai Toko Harta Giok yang melihat keduanya hanya tersenyum tipis karena sudah mengetahui identitas asli Yao Han. Memang di Kota Rubah Salju, sejauh ini hanya pihak Toko Harta Giok yang mengetahui kebenarannya dan sengaja mereka rahasiakan.
"Saat aku mendengar kabar kalian memberi julukan yang sama murid Senior Angin Timur, aku hanya bisa tertawa. Dan kalian baru menyadarinya? Hahaha!"
"J-Jadi, Tabib Yao itu benar-benar murid Angin Timur?"
"Benar. Saudara Yao, Tabib Yao, dan Tabib Teratai Biru adalah orang yang sama."
"Kenapa kalian tidak mengatakan itu sebelumnya?!" Beberapa dari mereka menjerit tertahan, merasa gemas dengan Zhao Yi dan Zhao Er.
"Nah sekarang kalian sudah tahu. Cukup itu saja yang ingin kalian tanyakan, bukan? Kalau begitu aku akan menyelesaikan urusanku dulu." Zhao Yi masuk ke dalam diikuti Zhao Yi sambil terkikik geli.
Para pelanggan yang mendengar percakapan mereka menjadi berisik dan saling berbisik-bisik. Sikap santai dua petinggi toko itu terbilang wajar dengan keberadaan Yao Han, karena Menara Harta Giok sudah dikenal luas menjalin hubungan bisnis dengan Angin Timur. Namun mengetahui keberadaan murid Angin Timur di kota mereka memberi efek mengejutkan yang lebih menghebohkan daripada kabar perang besar kultivator.
Disisi lain, Bing Lizi yang mencuri dengar percakapan orang-orang dengan Indera Surgawi memberi tahu Yao Han.
"Mereka sudah mengetahui siapa kau sebenarnya, Xiao Han."
Yao Han tersenyum kecut, "Aku tidak tahu ini akan menjadi hal baik atau bukan. Kuharap tidak ada masalah yang merepotkan."
"Memangnya masalah apa yang akan kau dapatkan dengan nama besar Senior Feng?" celetuk Yutian.
"Dasar ular bodoh, kau seperti tidak mengetahui karakter Han'er saja." Meirong menimpali yang membuat Yao Han tertawa pelan.
Dan benar saja, kurang dari satu jam, Kota Rubah Salju menjadi heboh karena kabar tentang keberadaan murid Angin Timur yang tidak lain adalah Tabib Yao, pemuda yang mereka kenal membuka rumah pengobatan dan memiliki cara pembayaran jasa aneh yang baru pertama kali mereka ketahui.
"Jarang-jarang sekali melihat Anda datang langsung kemari, Walikota. Biasanya bawahanmu yang datang untuk membeli sumber daya." Zhao Yi menyambut kedatangan Xue Huli dengan hangat.
Xue Huli hanya tersenyum tipis, "Manajer Zhao, kurasa kau tahu alasanku datang kemari. Kenapa kau tidak segera memberitahuku jika murid Senior Angin Timur ada di kota ini?"
Sikap Walikota Xue terlihat segan pada Zhao Yi. Walaupun posisinya tidak terlalu tinggi, tapi latar belakangnya sebagai salah satu bagian dari kelompok terbesar dan terkaya di seluruh Benua Bulan Biru membuat posisi Zhao Yi diatas Xue Huli.
"Jangan salah paham, Walikota. Sebenarnya aku juga terkejut saat dia tiba-tiba datang kemari. Namun aku bingung, kenapa aku harus memberitahumu?"
Xue Huli berdecak pelan, "Kalau kau memberitahuku lebih awal, setidaknya aku bisa memberikan sambutan."
Kedua alis Zhao Yi naik bersamaan, "Sambutan, ya? Oh, kupastikan dia tidak menyukai itu. Kuberitahu satu hal padamu, Walikota. Terlepas dari latar belakangnya yang besar, Saudara Yao tidak suka diperlakukan istimewa. Itu yang bisa aku simpulkan setelah berkenalan dengannya selama beberapa waktu."
"Mana mungkin begitu. Kau pastinya bercanda."
"Sangat mungkin. Menurutmu kenapa dia membuka rumah pengobatan di kota ini dan membiarkan pengunjungnya membayar sesuai kemampuan mereka? Jika bukan karena sikap rendah hatinya, mereka akan membayar dengan harga mahal untuk jasanya yang besar."
Xue Huli terdiam lama kemudian pergi meninggalkan Toko Harta Giok. Berpikir selama beberapa saat, Xue Huli bersama bawahannya menuju rumah pengobatan Yao Han.
Saat bertemu langsung dengan Yao Han, Xue Huli kebingungan untuk bersikap. Baru pertama kali Xue Huli bertemu dengan anak muda yang ramah sekaligus menakutkan disaat bersamaan, membuatnya agak gugup dan gemetaran.
"Anda Walikota? Ah, maaf aku tidak menyambut Anda dengan baik."
"Bukan masalah besar, seharusnya aku yang harus meminta maaf karena tidak memberikan sambutan dengan baik. Sebuah kehormatan bagi kota kami karena kau datang kemari."
Yao Han berusaha menyembunyikan senyum kakunya, "Walikota terlalu sungkan. Jadi, apa yang bisa kubantu?"
Xue Huli datang hanya untuk bertemu dengan Yao Han tanpa ada niat untuk berobat atau semacamnya. Namun karena ditanya demikian, Xue Huli hanya bisa berpura-pura memiliki keluhan pada tubuhnya.
"Begitukah? Mari aku periksa, Walikota."
Yao Han menggenggam tangan Xue Huli dan tidak menemukan keluhan berarti selain kandungan racun pil dalam jumlah besar yang menghambat praktik. Untuk sekian kalinya, Yao Han menggunakan Teknik Dewa Racun untuk membersihkan racun pil.
Setelah 'diobati', praktik Xue Huli mengalami peningkatan dan hampir mencapai Pondasi Bumi tahap puncak. Xue Huli juga meminta tolong Yao Han untuk melakukan hal yang sama pada bawahannya, padahal bawahannya tidak berniat diobati.
Karena perasaanya sedang dalam suasana baik, Xue Huli bersedia membayar jasa Yao Han untuk dirinya sendiri dan semua bawahannya yang dia bawa saat itu.
Yao Han mendapat sekitar lima ratus batu roh. Setelahnya, Xue Huli dan bawahannya pergi dengan senyuman lebar sambil membawa masing-masing sebuah Bunga Teratai Biru.
---