
“Saudara muda, apa kau bisa menolong muridku? Tenang saja, kami akan membayarmu dengan harga tinggi.”
Shui Lan tidak menyadari kalimatnya membuat suasana hati Yao Han menjadi buruk. Raut wajah Yao Han tetap jelek, tapi kali ini karena alasan berbeda.
Auranya menjadi lebih menakutkan dari sebelumnya dan tatapannya menjadi dingin.
“Harga tinggi? Baiklah, aku akan meminta separuh kekayaan Sekte Ombak Bunga sebagai bayaranku.”
Shui Lan tersedak karena kaget luar biasa. Perubahan sikap Yao Han membuatnya terkejut, begitupun dengan yang lain.
“Saudara muda, ini…”
Shui Lan sulit berkata-kata. Separuh kekayaan sekte jelas bukan nominal yang sedikit. Sekte tingkat manapun akan keberatan mengeluarkan harta sebanyak itu untuk biaya satu kali pengobatan. Menghabiskan setengah kekayaan sama saja dengan meruntuhkan setengah pondasi sekte.
Penghuni Dimensi Pagoda mulai mengeluarkan pendapatnya.
"Sikapnya tiba-tiba menyerupai Saudara Feng." Bing Lizi terbatuk pelan.
"Ini pertama kalinya aku melihat Han'er bereaksi demikian. Ternyata dia bisa juga bersikap seperti itu." Yutian ikut menanggapi.
"Saudari Shui salah bicara. Kata-katanya menyinggung Yao Han." Meirong mengenal karakter Yao Han dengan baik dan menyayangkan Shui Lan yang salah dalam memilih kata yang melukai harga diri Yao Han.
Tian Jian hanya diam tapi wajahnya menunjukkan keterkejutan karena reaksi Yao Han.
"Kenapa? Matriark keberatan? Setengah kekayaan Sekte Ombak Bunga kurasa tidak berlebihan, bukan? Mengingat Nona Shui adalah murid Anda dan calon Matriark masa depan." Nada bicara Yao Han dingin dan sinis.
Shui Lan semakin dibuat tidak bisa berkata-kata. Perubahan sikap dan nada bicara Yao Han membuatnya tidak bisa langsung menanggapi.
Jika dalam situasi lain, orang yang bersikap padanya seperti itu pasti sudah mati atau berakhir tragis. Namun berbeda dengan Yao Han, yang dianggapnya sebagai orang paling memungkinkan untuk menyembuhkan Shui Hua. Dia tidak mungkin mendatangi Angin Timur karena pasti ditolak bahkan diusir dengan kasar.
"Matriark, menurut Anda, apakah aku mendirikan Rumah Pengobatan ini untuk mencari uang?"
Shui Hua berusaha mencerna pertanyaan Yao Han dan mulai menyadari kesalahannya dalam berbicara. Soal uang, Yao Han sangat mudah mendapatkannya, tetapi alasan Yao Han membuka Rumah Pengobatan adalah sesuatu yang tidak bisa diukur dengan uang semata.
"Hmph! Lupakan saja, Matriark. Apa Anda berpikir aku gila harta? Jangan samakan aku dengan guruku."
Shui Lan, Tetua Mu, dan Bing Xueyu tersedak lalu terbatuk-batuk. Penghuni Dimensi Pagoda bereaksi sama, tapi suara batuknya lebih keras.
Entah Yao Han sadar atau tidak, dia baru saja mengata-ngatai gurunya sendiri.
Shui Lan juga salah paham dengan kata-kata Yao Han. Dia mengira Yao Han mendadak menolak menolong Shui Hua karena kesalahannya. Shui Lan berusaha membujuk Yao Han, tetapi perhatiannya teralihkan pada Shui Hua yang tubuhnya bergetar hebat. Kondisi tubuh gadis itu memburuk lebih cepat.
"Hua'er!"
"Saudari Shui!"
Shui Lan dan Tetua Mu mulai disibukkan dengan kondisi Shui Hua, sementara Bing Xueyu mencoba membujuk Yao Han.
"Saudara Yao..."
Yao Han menarik napas dalam dan mengendalikan emosinya, lalu mendekati Shui Hua.
"Tolong beri aku ruang. Aku tidak ingin ada gangguan. Kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal dan aku tidak mau menanggung resikonya."
Secara tidak langsung, kalimat Yao Han ditujukan pada Shui Lan. Mereka bertiga menjaga jarak dengan Yao Han dan Shui Hua, sambil menunggu harap-harap cemas.
Yao Han menarik napas dalam lagi untuk mendapatkan ketenangan. Tanpa terganggu dengan kondisi Shui Hua, Yao Han meletakkan kedua tangan gadis itu diperut dan menahannya disana.
Secara perlahan tapi pasti, Yao Han menarik keluar Qi merah darah ganas itu melalui tangan kirinya, sementara tangan kanannya menahan pundak Shui Hua. Yao Han menarik keluar semua Qi ganas itu kecuali yang berkumpul dijantung.
Shui Lan hampir mengeluarkan suara saat melihat cara pengobatan Yao Han yang beresiko. Bukan resiko pada Shui Hua melainkan pemuda itu sendiri. Qi merah darah yang terkumpul pada tangan kiri Yao Han berusaha menyerangnya.
Yao Han menatap datar Qi merah darah itu. Orang lain akan khawatir atau takut membiarkan Qi itu menempel pada mereka dalam waktu lama, tapi tidak dengan Yao Han. Dua tarikan napas berikutnya, Yao Han memunculkan Api Feniks pada tangan kirinya, membakar sempurna Qi ganas itu.
Tindakannya mengejutkan Shui Lan dan lainnya, terutama karena kemunculan Api Feniks. Shui Lan yakin itu bukan api biasa karena tingkat panasnya yang berbeda. Api itu terlihat indah, tapi menakutkan pada waktu yang sama.
Langkah selanjutnya bagi Yao Han adalah mengeluarkan Qi merah darah itu dari jantung Shui Hua. Ini langkah yang paling penting juga sulit, karena kesalahan sedikit saja dapat membunuh Shui Hua karena akan merusak jantungnya.
Api Feniks ditangan kirinya masih menyala, lalu Yao Han sebarkan ke seluruh tubuh Shui Hua. Jika bukan karena dihentikan Tetua Mu dengan kuat, Shui Lan sudah menjerit dan mendekati Yao Han sambil mempertanyakan metode penyembuhannya yang gila.
"Matriark, tolong jangan gegabah. Kita percayakan saja padanya." Tetua Mu berbisik pelan.
"Tapi..."
Bing Xueyu tidak tinggal diam dan ikut menenangkan Shui Lan.
Penguasaan Yao Han pada Api Feniks sebagai pengobatan sudah meningkat sampai tujuh puluh lima persen. Dia tidak akan melakukan metode penyembuhan seperti ini jika tidak yakin.
Tangan kanannya mulai mengalirkan Qi biru keemasan. Secara perlahan, sedikit demi sedikit, Yao Han memasukkan Api Feniks dan Qi biru keemasan dari dua jalur yang berbeda tetapi menuju satu titik yang sama. Jantung Shui Hua.
Kombinasi Qi biru keemasan dan Api Feniks mulai menyerang dan memusnahkan Qi merah darah di jantung Shui Hua. Yao Han sangat fokus, seolah mengabaikan dan tidak mendengar apapun disekitarnya. Kurang lebih selama lima menit, Yao Han akhirnya berhasil menghilangkan sepenuhnya Qi merah darah itu dari jantung Shui Hua.
Setelah menarik napas lega sejenak dan menghilangkan Api Feniks, Yao Han mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi cairan bening. Yao Han membuka sedikit mulut Shui Hua, lalu memasukkan langsung dua tetes Serum Penyembuh.
Proses penyembuhan terakhir berlangsung selama kurang lebih satu menit. Menggunakan sihir unsur es, Yao Han meringankan beban Shui Hua yang suhu tubuhnya meningkat. Melihat itu, Shui Lan kembali dibuat terkejut. Bing Xueyu bereaksi lebih ringan, karena dia mengetahui Yao Han mendapatkan sihir unsur es dari ayahnya sebagai hadiah.
Shui Hua sembuh total. Kondisinya begitu baik seolah tidak pernah terkena serangan Tapak Awan Maut. Setelah gadis itu sembuh sempurna, Yao Han bisa melihat kecantikan Shui Hua yang mengimbangi kecantikan Bing Xueyu.
Shui Hua membuka matanya perlahan dan tatapannya bertemu dengan Yao Han.
Butuh dukungan buat dana kenakalan, eh...
Serius, lho. Gyahaha.
Ekonomi sulit, pikiran jadi sempit. Butuh banyak duit, demi gaya hidup elit. Lah...