
Setelah beberapa waktu, untuk ketiga kalinya rumah pengobatan Yao Han kedatangan pengunjung. Bukan orang asing yang belum pernah dilihat atau dikenal Yao Han. Dia adalah Zhao Er, orang berpengaruh nomor dua di Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju sekaligus wakil manajer toko dagang itu.
"Ada yang bisa kubantu, Senior?" Yao Han beranjak dari duduknya dan meninggalkan kegiatan membuat jimat.
Zhao Er tersadarkan dari keterpanaan melihat pemandangan luar dan dalam rumah pengobatan Yao Han.
"Ehm, Saudara Yao..." Zhao Er tersenyum canggung, "Aku kemari karena mendengar tentang yang kau lakukan disini dari Manajer Zhao. Aku melihat beliau terlihat jauh lebih sehat dan kuat dari sebelumnya, jadi..."
"Apa Senior ingin seperti Manajer Zhao juga?"
"Ya, apakah ada pil semacam itu?"
"Ada, tapi kondisi Manajer Zhao saat ini bukan karena bantuan pil, melainkan tangan kosong. Tolong ulurkan tangan Senior."
Masih berusaha mencerna kalimat Yao Han, Zhao Er mengulurkan tangan kanannya yang kemudian digenggam Yao Han dibagian pergelangan. Sesaat kemudian, Zhao Er merasakan aliran Qi yang kuat masuk ke dalam tubuhnya.
Yao Han menemukan racun pil dalam tubuh Zhao Er lebih banyak dibandingkan Zhao Yi. Menggunakan Teknik Dewa Racun, Yao Han dengan mudah menghilangkan racun pil itu dalam waktu singkat. Setelahnya, Zhao Er merasakan tubuhnya jauh lebih kuat dan sehat. Untuk praktik, tidak jauh dari Ranah Inti Kuning tahap menengah.
"Ini..."
Zhao Er terlihat antusias dengan 'pengobatan' Yao Han dan tidak bisa menahan senyuman lebarnya. Namun itu hanya sebentar saat menyadari dia harus membayar Yao Han.
"Saudara Yao, aku sangat berterimakasih padamu, tapi..." Zhao Er mengeluarkan kantung kain kecil, "... aku tidak punya banyak simpanan harta jika dibandingkan Manajer Zhao, jadi aku hanya bisa membayarmu dengan ini."
Ada tujuh puluh batu roh kuning didalam kantung kain itu dan Yao Han menerimanya dengan senang hati.
"Aku terima ini."
"Kau tidak keberatan hanya dengan bayaran kecil seperti itu?"
"Hm? Kecil? Tidak. Aku sengaja tidak mematok harga pengobatan dan membiarkan pasienku untuk menentukan harganya. Apa Senior melewatkan membaca tulisan dipapan pengumuman di depan itu?"
"Aku sempat membacanya, tapi..." Zhao Er menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau mau, aku bisa saja memasang harga pengobatan setidaknya seratus bahkan seribu batu roh untuk semua orang tak peduli keluhan sakit yang diderita, karena bisa kupastikan keluhan semua orang yang kuobati akan hilang. Namun aku tidak melakukannya, karena hanya untuk bersenang-senang atau mengisi waktu luang."
Zhao Er diam tidak menanggapi. Dalam hati dia berkata, 'Hanya dia seorang yang mungkin menganggap mengobati orang sebagai kegiatan ringan menyenangkan.'
Setelah berterimakasih sekali lagi, Zhao Er pamit kembali ke Toko Harta Giok dan tidak lupa membawa sebuah Bunga Teratai Biru sebagai kenang-kenangan dari Yao Han.
Ditengah jalan, Zhao Er dihampir belasan orang. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan salah satunya tenang harga pengobatan.
"Kalau kau memberinya sehelai daun pun dia akan menerimanya. Kalian boleh mencoba jika tidak percaya."
"Lalu siapa dia? Apa termasuk anggota Menara Harta Giok? Atau setidaknya bagian dari Toko Harta Giok?"
"Tidak keduanya. Dia adalah salah satu kultivator bebas dan sama sekali tidak terikat dengan kelompok manapun."
"Bukan. Dia orang netral, tapi lebih lurus dari aliran putih kebanyakan dan kulihat tidak terlihat ciri khas aliran hitam padanya. Dia orang baik, bahkan terlalu baik kurasa. Jangan mencoba menyinggungnya, kalau kalian tidak ingin Kota Rubah Salju rata dengan tanah. Latar belakangnya bukan sesuatu yang bahkan Menara Harta Giok bisa anggap sebelah mata."
"Saudara Zhao, bercandamu tidak lucu. Jangan mencoba menakuti kami seperti itu."
Zhao Er mendengkus pelan, "Kalian boleh mencobanya asalkan Toko Harta Giok kami tidak ada lagi dikota ini, karena kami tidak ingin mengalami kerugian dan kehilangan apapun."
Sepeninggalnya Zhao Er, orang-orang ini tetap merasa kebingungan. Sudah dua kali mereka diingatkan oleh dua petinggi Toko Harta Giok dikota mereka itu.
Mereka memang tidak berencana mengganggu Yao Han. Mereka hanya tahu Yao Han sebagai Tabib Yao, memiliki sihir aneh langka, membuka rumah pengobatan, dan seorang pemuda yang mendapatkan dukungan dari Toko Harta Giok menurut pandangan mereka.
"Pemuda yang tidak bisa disinggung Menara Harta Giok... apa ada yang mengenal pemuda dengan latar belakang setinggi ini?"
Pertanyaan salah satu orang itu dijawab kompak dengan gelengan kepala. Saat itu mereka hanya belum menyadari satu hal saja.
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Memangnya apa lagi yang bisa kita lakukan selain melihat? Kalau ada yang memiliki keluhan, datangi saja Tabib Yao itu dan bayar sesuai kemampuan."
***
Sudah mendapatkan empat pasien, Yao Han kedatangan lebih banyak orang lagi. Bertemu dengan Yao Han dan setelah mendapat pengobatan, mereka tidak lagi penasaran dengannya.
Sejauh ini pasien Yao Han adalah orang-orang yang tinggal di Kota Rubah Salju, sebagian besar dari mereka adalah kultivator. Tidak semua membayar dengan batu roh, ada yang membayar dengan barang yang sebenarnya tidak ada nilainya dimata Yao Han, terutama barang dari orang-orang bukan kultivator.
Yao Han mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan lebih banyak orang dibandingkan perjalanan sebelumnya. Tidak semua orang adalah orang baik, ada juga yang berusaha mencari celah untuk mendapatkan keuntungan darinya, tetapi akhirnya itu hanya sebatas niat belaka setelah bertemu dengan Yao Han secara langsung.
Tidak akan ada yang menyangka, pemuda dengan wajah ramah dan pembawaan tenang seperti Yao Han memiliki aura yang bisa membuat buku kuduk merinding. Kalau bukan sikapnya yang hangat, orang-orang akan berpikir dua kali untuk mendekati Yao Han.
Hari kedua Yao Han membuka rumah pengobatannya, pengunjung yang datang lebih banyak. Rumah pengobatan Yao Han juga menjadi topik pembicaraan hangat di Kota Rubah Salju itu.
Ada beberapa orang yang berpendapat rumah pengobatan Yao Han akan menyaingi Toko Harta Giok dan Restoran Nagarasa di kota itu berkaitan dengan jumlah pengunjung jika bertahan lama disana.
Satu hal unik yang mereka ketahui dari Yao Han adalah kebiasaannya memberikan Bunga Teratai Biru pada setiap pasien setelah memberi pengobatan. Lalu karena hal ini, orang-orang di Kota Rubah Salju itu seolah sepakat memberikan julukan Tabib Teratai Biru pada Yao Han.
"Eh? Tabib Teratai Biru... bukankah julukan ini tidak asing? Aku seperti pernah mendengarnya di suatu tempat?"
"Aku juga merasa begitu..."
"Hei, apa kalian tidak menyadari julukan yang kita berikan pada Tabib Yao itu sama dengan julukan murid Angin Timur?"
Orang-orang terdiam dan berpikir.
"Atau mungkin... sebenarnya Tabib Yao itu adalah murid Angin Timur?"