Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 206 - Salah Tingkah



Kalau berkenan, kalian bisa mendukung author melalui k4ry4k4r54. Cari aja akun @maswaw. Author juga butuh dukungan, cuy. Hahaha.


###


Ketika mendengar kabar mengenai Angin Timur yang kembali muncul setelah menutup diri selama beberapa tahun, Shui Lan tidak terlalu terkejut. Shui Lan lebih terkejut dengan kabar yang datang bersamaan dengan itu, yaitu mengenai Angin Timur yang memiliki seorang murid.


Kabar tentang Angin Timur yang akhirnya memiliki murid tentu mengejutkan dan menarik perhatian banyak orang. Siapa yang menyangka sosok yang begitu terkenal, disegani sekaligus ditakuti itu mendapatkan penerus Dao Alkemi, padahal hampir selama seribu tahun, tidak ada kabar pernah memiliki murid.


Sebagian besar orang berpendapat, ada suatu hal yang menyebabkan Angin Timur mengangkat murid, seperti kemungkinan Angin Timur yang mendekati akhir usianya.


Meskipun belum pernah melihat murid Angin Timur, siapapun akan berpendapat sama bahwa sang murid akan menyerupai sang guru. Bukan karena bakat alkemi atau ilmu pengobatan, melainkan karakternya. Tidak ada yang meragukan karakter seorang guru akan menurun pada muridnya, baik itu sedikit atau banyak.


Ada beberapa hal yang Shui Lan pikirkan sebelum bertemu dengan murid Angin Timur, tetapi saat bertemu langsung dengan Yao Han, Shui Lan sulit menjelaskan mengenai pemuda itu dengan kalimat sederhana.


“Selamat datang di Rumah Pengobatanku yang sederhana ini.”


Yao Han berdiri dan memberi salam pada rombongan kecil itu. Sambutan dan pembawaan yang disertai senyuman ramah juga hangat, membuat mereka sedikit salah tingkah. Dugaan dan bayangan mereka tentang karakter murid Angin Timur jauh berbeda dari yang mereka lihat saat ini.


Namun ada hal yang cukup membuat mereka mengganggu sampai sempat menahan napas sejenak, yaitu aura aneh disekitar tubuh Yao Han yang cukup mengintimidasi, berlawanan dengan sikap Yao Han pada mereka.


Shui Lan baru pertama kali melihat ada pemuda seramah sekaligus seaneh dan semenakutkan Yao Han. Selain itu, tingkat kultivasi Yao Han terbaca pada Ranah Dasar tingkat sembilan. Shui Lan tidak cukup bodoh mengetahui Yao Han yang sengaja menutupi tingkat praktiknya.


‘Kenapa dia melakukannya?’


Dibandingkan heran, Shui Lan lebih penasaran pada tingkat kultivasi Yao Han yang sebenarnya. Dia merasa aneh karena sulit membaca Yao Han, tetapi berpikir Yao Han lebih kuat dibandingkan Shui Lan ataupun Bing Xueyu.


‘Pemuda yang misterius… kurasa dia memiliki sesuatu yang istimewa sampai Senior Angin Timur mengangkatnya sebagai murid.’


Sementara untuk Bing Xueyu, dia akhirnya mengerti semua ucapan Shenghao saat itu mengenai pemuda didepannya. Memang hanya dengan bertemu langsung baru bisa menjelaskan tentang Yao Han.


Bing Xueyu juga mengingat beberapa kalimat pujian ayah dan adiknya pada Yao Han. Beruntung untuknya, Bing Xinhai tidak ikut atau dia akan digoda habis-habisan oleh sepupunya yang sering menyebalkan itu.


“Sebuah kerhormatan bagiku kedatangan tamu yang berasal dari dua sekte besar. Sepertinya hari ini aku begitu diberkahi langit.”


Shui Lan dan rombongan kecilnya semakin dibuat salah tingkah. Dengan latar belakangnya, sebenarnya Yao Han tidak perlu bersikap sopan atau ramah seperti itu, setidaknya begitulah yang mereka pikirkan.


‘Jadi kabar tentang sifatnya bertolakbelakang dengan gurunya itu benar.’


Shui Lan mulai menyukai Yao Han karena karakternya dan berharap tidak dibuat-buat atau berubah menjadi seperti sang guru. Yao Han kemudian mempersilahkan mereka masuk ke dalam Rumah Pengobatan.


Tata ruang didalam bangunan itu kembali membuat rombongan Shui Lan terheran-heran.


‘Sihir unsur kayu? Bagaimana mungkin? Benarkah dia murid Angin Timur, bukannya Naga Selatan?’ Shui Lan bertanya-tanya dalam hati saat melihat ranjang yang terbuat dari sulur tanaman penuh daun.


Yao Han memperhatikan empat orarng tamunya satu per satu. Pandangannya sempat berhenti selama dua detik pada Bing Xueyu, sebelum mengalihkannya pada Shui Lan.


“Apakah anda adalah Matriark Shui Lan?”


Empat orang itu membuka topeng giok es bersamaan dan Shui Lan membenarkan pertanyaan Yao Han.


Shui Lan memperkenalkan tiga orang yang datang bersamanya. Yao Han mengangguk pelan dan tersenyum pada Bing Xueyu yang diperkenalkan terakhir.


“Aku mendengar dari Adik Yunzi bahwa Nona Bing begitu cantik sampai dijuluki Peri Es. Melihatmu secara langsung, kurasa Nona Bing jauh lebih cantik daripada yang kudengar. Senang bertemu denganmu, Nona Bing.”


Di Dimesi Pagoda, Bing Lizi tertawa geli. “Kemampuannya memuji seorang gadis meningkat.”


“Han'er belajar dari ahlinya. Siapa lagi kalau bukan ular bodoh ini.” Meirong menanggapi sambil melirik sinis Yutian, sementara Yutian diam saja, malas berdebat.


Pujian Yao Han membuat Bing Xueyu tersipu, buru-buru dia menanggapi untuk menutupi reaksinya.


“Senang bertemu denganmu, Saudara… Eh, bagaimana aku memanggilmu? Saudara Yao atau Tabib Yao?”


“Nona Bing bisa memanggilku Saudara Yao. Tolong jangan bersikap sungkan.”


“Kalau begitu Saudara Yao juga jangan bersikap sungkan padaku.”


“Baiklah, Saudari Bing.”


Interaksi singkat keduanya membuat Shui Lan dan Tetua Mu terkejut juga penasaran. Mereka tidak menyangka keduanya cukup dekat, tetapi mengingat Yao Han pernah menolong adik Bing Xueyu, Shui Lan merasa itu wajar saja.


“Saudara muda, aku kemari untuk meminta bantuan. Aku harap kau tidak keberatan karena kami berasal dari aliran putih.”


“Matriark, apakah aku terlihat keberatan karena anda berasal dari aliran putih?” Shui Lan tidak bisa langsung menjawab, sementara Yao Han melanjutkan, “Berbeda dengan guruku, aku terbuka pada siapapun.”


Suasana mendadak canggung, tetapi Yao Han tetap bersikap biasa. Shui Lan bisa melihat Yao Han tidak bergurau dengan kata-katanya.


“Kalau begitu aku tidak akan sungkan. Muridku, Hua’er sedang terluka. Aku ingin memintamu menyembuhkannya.”


Yao Han sudah bisa menduga gadis yang terlihat lemah itu yang menjadi pasiennya, lalu mendekat untuk memeriksa.


Yao Han mengetahui setiap anggota Sekte Ombak Bunga tidak boleh disentuh sembarang orang, khususnya laki-laki. Namun untuk kasus ini, Shui Lan memberi pengecualian.


Yao Han menyentuh pergelangan tangan Shui Hua dan mengalirkan Qi sambil mengaktifkan kemampuan mata khususnya.


Keramahan dan ketenangan pada wajahnya perlahan menghilang digantikan raut wajah serius dan kerutan dahi dalam. Shui Lan yang melihat perubahan wajah Yao Han mendadak cemas.


“Apa-apaan… Bagaimana bisa kondisi murid Anda seperti ini, Matriark?”


Dengan kemampuan mata khususnya, Yao Han menemukan ada sekumpulan Qi merah darah yang merusak organ dalam Shui Hua. Sifatnya ganas seperti racun, baru pertama kali dia melihat jenis Qi seperti itu.


Shui Lan menghela napas panjang. “Hua’er terkena serangan Tapak Awan Maut dari gadis Sekte Awan Bulan.”


Giliran Yao Han yang menghela napas panjang. “Tapak Awan Maut… Sekte Awan Bulan… Sebuah keberuntungan tinggi Nona Shui masih bisa bertahan hidup sampai saat ini.”


“Saudara muda, apa kau bisa menolong muridku? Tenang saja, kami akan membayarmu dengan harga tinggi.”


- - -