
Yun Tian dan Yue Di saling melirik mendengar tanggapan Yun Ming.
"Aku sudah mendengar tentang Angin Timur dan muridnya. Memang mengejutkan, tapi apapun itu bukanlah suatu hal yang perlu dibahas saat ini. Ada hal yang jauh lebih penting."
Sebenarnya Yun Ming masih ingin membahas tentang murid Angin Timur, tetapi mengurungkannya karena ucapan Yun Tian.
"Apakah maksud Senior tentang perang yang mungkin terjadi?"
"Bukan mungkin lagi, tapi sudah pasti akan terjadi. Aliran putih tidak akan tinggal diam, begitupun juga dengan kita. Jika dua puluh tahun lalu mereka bersatu untuk menghancurkan Lembah Hati Racun, maka perang berikutnya mereka akan bersatu untuk menghancurkan kita. Sebelum terlambat, kita harus terlebih dahulu menyerang."
Yun Tian menekankan agar Yun Ming dan lainnya mengumpulkan semua kekuatan. Dimulai dari Sekte Awan Bulan sendiri dan sekte-sekte aliran hitam dibawah naungan mereka. Selain itu, untuk menandingi aliansi yang akan dibentuk aliran putih, Sekte Awan Bulan perlu mengundang sekte besar lainnya untuk bergabung dalam aliansi hitam.
"Mereka tidak mungkin akan menolak. Aliansi hitam pasti terbentuk, meskipun ikatan aliansi hitam tidak sebaik aliansi putih."
Yun Tian menambahkan dia akan mengerahkan semua pasukan khusus sekte untuk ikut dalam perang, termasuk dirinya dan Yue Di yang juga akan terlibat langsung.
Sebenarnya, setelah tidak lagi menjabat sebagai Patriark dan Tetua Agung, Yun Tian dan Yue Di berakhir menjadi ketua dan wakil ketua pasukan khusus Sekte Awan Bulan. Hanya Yun Ming, Yue Song, dan semua petinggi penting yang mengetahui posisi mereka tersebut.
"Apakah Senior serius?" Yun Ming antusias jika Yun Tian benar-benar ikut turun tangan.
"Kau meragukan ayahmu sendiri?" Yun Tian menaikkan sebelah alis.
"Tidak, aku percaya."
"Tentu saja kau harus percaya. Kita akan mengejutkan dan menunjukkan pada dunia, khususnya aliran putih, Sekte Awan Bulan adalah yang terkuat diseluruh Benua Bulan Biru." Tawa Yun Tian menggelegar sampai menggetarkan seluruh dinding ruangan.
Yue Di yang sejak awal kedatangannya hanya diam dan memperhatikan, melirik Yun Tian dengan malas sebelum membuka suara.
"Pada akhirnya yang kau inginkan adalah perang besar, bukan? Dua puluh tahun lalu kau tidak ikut turun tangan, tapi perang yang akan datang kau akan memimpin seluruh anggota pasukan khusus dalam medan pertempuran."
Yun Tian menepuk-nepuk pundak Yue Di penuh semangat. "Memangnya apa yang salah? Mengikuti perang akan membuat hidup lebih menantang."
"Aku lebih tertantang untuk memperbaiki isi kepalamu."
Tawa Yun Tian semakin keras. Namun sekejap menghilang setelah mendengar pertanyaan Yun Ming.
"Senior, bagaimana dengan Angin Timur dan muridnya?"
Yun Tian terdiam dan berpikir cukup lama, membuat semuanya penasaran dengan jawaban yang akan pria tua itu berikan.
Sekte Awan Bulan memiliki ambisi yang mungkin juga dimiliki sekte lain, ingin menjadi sekte terkuat diseluruh Benua Bulan Biru.
Namun setelah perang besar dunia kultivator dua puluh tahun lalu, gelar itu tercabut. Posisi kedua sekte itu ikut berubah bersamaan dengan menghilangnya Dewi Pedang Api dan Gerbang Racun tanpa jejak.
Posisi Sekte Gunung Langit lebih baik karena mereka menjadi sejajar dengan sekte aliran putih bahkan netral lainnya. Berbeda dengan Lembah Hati Racun yang kalau bukan karena keberadaan Xu Lao dan She Liu, mereka tidak akan menempati posisi terbaik kedua di aliran hitam.
Beberapa pihak menganggap Sekte Awan Bulan sebenarnya lebih kuat dibandingkan Lembah Hati Racun yang saat itu masih memiliki Gerbang Racun. Namun anggapan itu belum terbukti karena Sekte Awan Bulan sengaja tidak menunjukkan kebenarannya.
Ambisi Sekte Awan Bulan lebih besar daripada sekedar menjadi sekte terkuat tiga aliran. Mereka ingin menjadi penguasa tunggal seluruh Benua Bulan Biru. Ambisi itu terlalu besar dan sulit dilakukan karena menyadari semua pihak akan bersatu menghentikan bahkan menghancurkan mereka.
Setidaknya posisi sebagai sekte terkuat aliran hitam atau tiga aliran sudah mereka capai secara tidak langsung. Ambisi menguasai dunia memang membutuhkan waktu yang begitu lama.
Bisa saja mereka menjalankan ambisi dengan menjadi penguasa sebuah negeri, tepatnya Negeri Hutan Hijau sebagai negeri terkecil dan terlemah. Namun tak bisa dilakukan karena keberadaan tiga sekte besar aliran netral saat itu, terlebih juga Jagoan Empat Penjuru sebagai penjaga negeri secara tidak langsung.
Jika benar menjalankan ambisi itu, Sekte Awan Bulan akan lebih dulu pusing memikirkan cara mengatasi masing-masing Jagoan Empat Penjuru, karena berhadapan dengan Jagoan Empat Penjuru dianggap lebih merepotkan dibandingkan seluruh sekte yang berada di Negeri Hutan Hijau.
Sebagai yang terkuat dari Jagoan Empat Penjuru, Angin Timur menjadi yang paling repot dihadapi. Tentu saja perlu berpikir berulang kali untuk mengambil keputusan berhadapan dengannya atau tidak.
Reputasi yang membuat Angin Timur ditakuti adalah pernah melenyapkan enam sekte besar, dua diantaranya adalah sekte bintang sepuluh. Semua sekte yang lenyap itu tidak lagi diingat karena benar-benar musnah tanpa tersisa sampai ke akar-akarnya.
"Angin Timur, ya..." Yun Tian menarik napas dingin dan menghela napas panjang. Bahkan dia sebagai kultivator terkuat di Sekte Awan Bulan akan merinding saat menyebut atau mendengar nama Angin Timur. "Cepat atau lambat, kita akan berurusan dengannya. Untuk sementara, jangan sampai kita bersinggungan dengannya. Perang akan dimulai di perbatasan Negeri Hutan Hijau dan Negeri Tanah Merah, kita pusatkan perhatian disana."
Yun Tian kemudian meninggalkan ruangan bersama Yue Di. Yun Mohei, Xie Hong, dan Mo Zha juga diminta ikut bersamanya. Sidang dadakan telah selesai. Yun Lian diantar Yun Zihao kembali ke ruangannya. Sementara Yun Ming dan Yue Song mulai disibukkan menyusun strategi dan lain-lain terkait perang kultivator.
**
Setelah Feng Xian pergi, Yao Han kembali membuka Rumah Pengobatan. Hari itu Yao Han menerima delapan pasien. Di sore hari setelah dirasa tidak ada pengunjung lagi, Yao Han melakukan beberapa persiapan. Dia berjalan menghampiri setiap pohon besar yang dia dirikan didepan Rumah Pengobatan.
Seorang pria tua manusia biasa yang pernah menjadi pasien Yao Han berjalan mendekat karena penasaran dengan gerak-gerik aneh Yao Han.
"Tabib Yao, apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya memeriksa pohon-pohon ini, Paman. Apakah masih bisa berdiri cukup kuat atau tidak."
Yao Han terpaksa berbohong. Pria tua itu hanya mengangguk saja, dia hanya tahu pohon-pohon itu diciptakan oleh Yao Han dengan bantuan sihir aneh.
Yao Han memang melakukan sesuatu pada sepuluh pohon besar itu sebelum pergi meninggalkan Kota Rubah Salju di malam hari.
- - -