Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 62 - Dao Jimat



"Saudara Yao, kau adalah Alkemis dan kupikir sudah cukup sulit mempelajari Dao Alkemi dan... ilmu racun, apa kau yakin mempelajari Dao Jimat juga?"


Dari ucapannya, Yao Han mengerti Shenghao tidak keberatan atas permintaannya dan khawatir dia mengalami kesulitan mempelajari Dao Jimat. Honghao ikut memandangi Yao Han dengan heran.


"Sangat yakin, sederhananya aku suka mendalami banyak ilmu."


Shenghao menggaruk pipinya mendengar jawaban singkat itu. Melihat tekad dimata Yao Han, Shenghao menerima permintaan Yao Han. Lagipula itu bukan permintaan sulit.


"Paman Guru Wu San selalu mengatakan tidak masalah jika aku mengajarkan teknik miliknya pada orang lain. Namun, Saudara Yao, maaf jika pengetahuanku tidak seberapa karena ini bukan bidang terbaikku."


"Memiliki sedikit pengetahuan dan kemampuan lebih baik daripada tidak memilikinya sama sekali, Saudara Shenghao."


Waktu istirahat makan siang kemudian dihabiskan oleh Yao Han belajar jimat dari Shenghao. Honghao sendiri memilih menyendiri untuk berlatih menyerap Qi.


Shenghao belum pernah mengajari seseorang sebelumnya, sehingga kebingungan memulai darimana. Dia kemudian terpikirkan untuk menunjukkan beberapa jimat buatannya sebagai langkah awal.


"Dari kiri ke kanan adalah Jimat Bola Api, Jimat Petir, dan Jimat Pembersih Jiwa." Shenghao menyebutkan nama tiga jimat yang dia jejerkan didepan Yao Han.


Yao Han mengambil Jimat Bola Api dan mengamatinya perlahan, "Perasaanku saja atau jimat memang terlihat biasa saja?"


Shenghao tertawa pelan, tidak terlihat tersinggung.


"Aku juga bereaksi sama sepertimu saat pertama kali melihat kertas jimat ini." Shenghao meminta Yao Han mengalirkan Qi pada jimat yang dipegangnya dan melemparkannya ke satu arah.


Yao Han menuruti Shenghao, dia mengalirkan Qi sebelum melemparkannya ke satu arah. Kertas itu terbakar dan berubah menjadi bola api berukuran cukup besar.


Mata Yao Han melebar, "Menarik. Sangat menarik."


"Jimat yang baru saja kau gunakan tadi mampu mengeluarkan bola api yang memiliki kekuatan setara dengan Ranah Dasar tingkat delapan atau sembilan.


Shenghao menambahkan dia baru bisa mencapai kemampuan seperti ini. Jika diasah lebih jauh, maka dalam waktu setahun, dia bisa membuat Jimat Bola Api yang berkekuatan diatas Ranah Dasar tingkat sepuluh.


Yao Han mencoba Jimat berunsur petir, setelah mengalirkan Qi dia melemparkan jimat ke arah pepohonan, petir-petir berwarna kuning keemasan muncul dan menghantam salah satu pohon. Terdapat bekas kerusakan cukup besar pada batang pohon itu.


"Jimat ini jauh lebih kuat dari jimat bola api tadi, ya?"


"Kau benar, Saudara Yao. Aku mendalami teknik unsur petir, oleh karena itu aku berusaha lebih keras untuk membuat jimat berunsur petir lebih baik. Jimat tadi setidaknya mampu mengimbangi kekuatan Ranah Dasar tingkat sebelas atau dua belas."


Jimat petir bukan hanya yang paling dikuasai Shenghao, melainkan juga jimat paling banyak yang dia miliki.


Yao mengangguk mengerti sebelum melirik ke arah jimat terakhir, yaitu Jimat Pembersih Jiwa dan menanyakan fungsinya.


"Jimat satu ini sedikit istimewa, dia akan memancarkan cahaya terang dan menjadi musuh alami roh jahat."


Saat Yao Han ingin mencobanya, Shenghao memberi peringatan.


"Sebaiknya kau berhati-hati, Saudara Yao. Karena kau baru pertama kali menggunakannya, cahaya terang dari jimat ini mungkin bisa membuatmu buta sejenak."


Yao Han tidak meremehkan peringatan Shenghao. Setelah dia mengalirkan Qi dan melemparkan Jimat Pembersih Jiwa ke satu arah, dia segera mengangkat tangan menutupi kedua matanya.


Persiapannya membuat cahaya terang yang tercipta dari jimat itu tidak terlalu menyilaukan matanya, tetapi dia menemukan satu hal.


"Mungkin aku yang salah, tetapi menurutku kekuatan cahaya tadi tidak sekuat jimat petir."


Unsur cahaya sebenarnya jauh lebih ampuh dalam membasmi roh jahat, jauh lebih baik daripada unsur api dan petir yang merupakan turunan dari unsur cahaya.


"Menurut perkiraanku, cukup dengan sepuluh kertas Jimat Pembersih Jiwa dapat memberikan luka serius pada roh jahat berkekuatan Ranah Dasar tingkat dua belas atau Pondasi Fana tahap awal."


"Begitu, aku mengerti." Yao Han mengangguk antusias.


Shenghao kemudian mengeluarkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan jimat. Shenghao menyampaikan ilmu dasar yang dia ketahui dari Wu San. Dia bahkan tidak menyadari begitu larut dalam mengajari Yao Han yang dengan semangat mendalami Dao Jimat.


Setelah merasa dirinya cukup dengan pengetahuan dasar Dao Jimat, Yao Han mulai mencoba membuatnya. Setidaknya dia sudah mengalami kegagalan sekitar lima puluh kali percobaan dalam membuat Jimat Bola Api.


Sempat merasa frustasi, tidak membuat Yao Han menyerah begitu saja. Dia mencoba berhenti sejenak untuk bermeditasi. Shenghao diam-diam mengagumi Yao Han yang memiliki semangat belajar tinggi.


Setelah bermeditasi, Yao Han melanjutkan lagi percobaannya dan akhirnya berhasil di percobaan ketujuhpuluhdua. Disaat yang sama, Honghao menghentikan latihannya.


Yao Han menarik napas dalam dan mulai mengalirkan Qi pada jimat buatannya lalu melemparkannya ke satu arah. Kertas itu terbakar dan membentuk bola api yang ukurannya lebih kecil dari bola api yang tercipta dari jimat buatan Shenghao.


"Bagaimana menurutmu, Saudara Shenghao?" Yao Han meminta pendapat Shenghao atas pencapaian pertamanya.


"Dimata ahli, kemampuanmu tidak buruk, tetapi karena kau bertanya padaku, jelas bakatmu luar biasa, Saudara Yao. Kurasa kau lebih berbakat daripada diriku."


Shenghao masih ingat saat dia pertama kali belajar Dao Jimat. Butuh tiga hari dan setidaknya seratus empat puluh empat percobaan atau dua kali berusaha lebih keras dari Yao Han untuk berhasil membuat satu Jimat Bola Api. Itupun hanya berkekuatan setara Ranah Dasar tingkat dua, sementara jimat buatan Yao Han setara dengan Ranah Dasar tingkat tiga atau empat.


"Kupikir sudah cukup mengerikan mengetahui dirimu seorang Alkemis Emas, Saudara Yao. Nyatanya kau juga berbakat dalam Dao Jimat," puji Honghao yang terkejut dengan pencapaian Yao Han dalam waktu kurang dari satu hari.


"Kalian berdua terlalu memuji. Ini semua juga berkat ajaran Saudara Shenghao. Mungkin juga dipengaruhi oleh diriku yang suka belajar banyak hal. "


"Jangan merendah begitu. Alasanmu terlalu sederhana untuk menjelaskan bakatmu yang tidak kecil ini."


"Senior, aku terpikirkan satu hal. Melihat bakat Saudara Yao, semisal Saudara Yao bukan murid Senior Angin Timur atau belum tergabung dengan suatu kelompok, aku ingin mengajaknya bergabung dengan sekte kita."


"Ah, kau benar. Aku setuju denganmu."


Kemudian ketiganya tertawa bersama.


Yao Han menghentikan tawanya saat melihat langit yang mulai menunjukkan warna jingga.


"Sepertinya aku terlalu bersemangat belajar membuat jimat. Rupanya hari sudah sore."


Yao Han menggaruk pipinya canggung, ucapannya membuat Shenghao dan Honghao ikut menatap langit.


"Kurasa sebaiknya kita mencari tempat menginap sebelum hari terlalu malam."


"Tidak perlu, aku bisa membuat penginapan sederhana disini."


Yao Han bergerak cepat membentuk beberapa segel tangan, cahaya kehijauan menyelimuti tangannya. Setelah meletakkan kedua tangannya ditanah, muncul sulur-sulur tanaman yang membentuk sebuah kubah cukup besar.


"Sudah selesai." Yao Han tersenyum tipis.


Shenghao dan Honghao diam mematung menyaksikan kemampuan yang baru saja Yao Han tunjukkan.


---