
Shenghao ingin melanjutkan penjelasannya lebih lanjut sekaligus mengakhirinya karena menurutnya penjelasan yang dia sampaikan agak sulit dibayangkan. Akan lebih mudah mengetahui kebenaran tentang penjelasannya jika sudah bertemu langsung dengan Yao Han.
Namun sebelum Shenghao bisa melakukannya, terdengar suara keributan dari luar gedung pertemuan. Semuanya memberikan reaksi yang sama, yaitu mengerutkan dahi.
"Ada apa diluar sana?" gumam Bing Xinhai sambil melihat pintu keluar. Yang lainnya juga melakukan hal yang sama.
Bao Wei dan Fang Jun saling melihat satu sama lain. Raut wajah mereka terlihat khawatir dan firasat buruk menghampiri benak mereka.
"Tenang, Saudara-Saudari sekalian. Tetaplah ditempat duduk kalian, aku dan juniorku akan memeriksa."
Baru saja Bao Wei dan Fang Jun berpamitan dan berjalan tiga langkah, seorang pria mengenakan pakaian anggota Menara Harta Giok masuk dengan langkah tergesa-gesa dan panik.
"Ada apa, Tetua?"
"Tuan Muda Bao, Tuan Muda Fang, diluar ada..."
Pria itu berbicara pelan yang hanya bisa didengarkan kedua pemuda itu. Segera saja hal yang disampaikan pria itu membuat raut wajah Bao Wei dan Fang Jun menjadi pucat.
"Argh, aku sudah menduga salah satu dari mereka akan membuat masalah. Kita harus segera kesana!" Bao Wei menjadi gusar sambil menahan amarah.
Sikapnya membuat para tamu menjadi sangat penasaran, terutama karena dia pergi terburu-buru.
"Seperti yang bisa diduga, pertemuan ini akan mendatangkan masalah, entah itu kecil atau besar."
Celetukan Bing Xinhai mendapat reaksi peringatan dari sepupunya, Bing Xueyu. "Xinhai, jaga ucapanmu."
Bukannya takut, Bing Xinhai memasang senyum menyebalkan. "Jangan terlalu kaku, sepupuku. Tidak ada yang salah dari ucapanku, kurasa semua orang disini berpikir hal yang sama, bukan?"
Tanggapan santai tanpa mempedulikan sekitar dari Bing Xinhai membuat Bing Xueyu hampir kehilangan kesabaran untuk tidak melayangkan satu pukulan keras diwajah sepupunya yang senang sekali usil itu.
Meskipun demikian, tanpa menanggapi Bing Xinhai, tamu generasi muda lainnya kurang lebih menyetujui ucapan pemuda itu.
Shenghao dan Honghao sebagai perwakilan Sekte Teratai Putih menghela napas panjang sambil berharap keributan diluar sana yang belum diketahui jelas penyebabnya tidak menimbulkan permasalahan yang panjang.
"Wentian, kau mau kemana?"
Semuanya menoleh pada Huang Mingzhu yang bertanya pada Ji Wentian. Pemuda itu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar gedung pertemuan.
"Tentu saja aku ingin melihat siapa yang berani membuat keributan diluar sana. Firasatku mengatakan orang itu berasal dari Sekte Taring Buas. Ah, siapa nama perwakilan mereka? Kalau tidak salah namanya Wang Bei. Entah keributan macam apa yang dia timbulkan."
Wang Bei yang dimaksud Ji Wentian adalah putra Wang Hao yang dikenal sebagai Raja Buas sekaligus Patriark Sekte Taring Buas. Bersama dengan Sekte Pedang Suci, sekte ini yang mengusulkan Pertemuan Kultivator Muda dengan nuansa berbeda di Kota Harta Giok ini.
"Jangan menuduh yang tidak-tidak, seolah kau tidak pernah membuat keributan saja."
Ji Wentian menoleh malas sambil menaikkan sebelah alisnya saat mendengar suara cibiran dari Shen Qi.
"Sebelum berkata seperti itu, sebaiknya kau berkaca terlebih dahulu, Shen Qi. Tingkahmu saat pertama kali tiba disini membuatku muak dan mual. Menjijikkan sekali. Lebih baik kau diam, itu lebih cocok untuk orang yang bakat kultivasinya biasa-biasa saja sepertimu."
Kalimat yang dilontarkan Ji Wentian berhasil membakar emosi Shen Qi. Dengan muka memerah, pemuda itu mendekati Ji Wentian yang tersenyum mengejek. Bing Xinhai tidak tinggal diam menonton saja, dia berusaha melerai dan berdiri diantara keduanya.
Bing Xinhai memperhatikan kedua pemuda ini yang saling bertatapan penuh permusuhan, lebih tepatnya Shen Qi yang memberikan tatapan demikian, seolah berharap tatapannya mampu merobek-robek tubuh Ji Wentian.
"Kalimat itu lebih tepatnya kau tujukan padanya, Saudara Bing. Jelas sekali sikapnya selalu mengundang masalah." Ji Wentian mencibir pelan.
"Ji Wentian-! Sepertinya hanya pedang yang bisa membuatmu bungkam!" Shen Qi menarik pedang dipunggungnya dan mengalirkan Qi.
Ji Wentian masih bisa bersikap santai tapi tangannya sudah menyentuh gagang pedang yang tersemat dipinggangnya.
"Oh, kau ingin beradu pedang? Apakah kau yakin mengingat bakat pedangmu biasa saja, hm?"
"Ji Wentian-! Apa kau pikir memiliki Tubuh Roh Pedang membuatmu unggul diatas segalanya? Aku ingin melihat apa kau masih bisa tenang merasakan kehebatan pedangku!"
Namun, sebelum suasana menjadi lebih panas dan tegang, terdengar suara datar bernada mengejek.
"Kalian berdua suka sekali menciptakan masalah, ya. Apakah kalian tidak bisa duduk tenang sampai menunggu Saudara Bao kembali? Berhentilah mempermalukan diri sendiri, terlebih kalian mewakili sekte masing-masing."
Suara itu berasal dari Huo Li yang jengah dengan pertikaian Ji Wentian dan Shen Qi. Semua pandangan mengarah pada Huo Li yang menopang dagu malas.
"Kau tidak perlu ikut campur." Ji Wentian mencibir.
"Jika kalian tidak membuat ulah, aku tidak mungkin ikut campur. Aku..."
BRAKKK!!!
Ucapan Huo Li terpotong dengan suara keras dari arah pintu gedung pertemuan. Suaranya yang keras menandakan ada sesuatu berukuran besar menghantam pintu gedung pertemuan itu. Semua generasi muda perwakilan sekte disana segera berdiri dan memasang sikap waspada.
"Siluman!"
Shenghao dan Honghao berseru bersamaan melihat sesuatu yang menghantam sekaligus menghancurkan pintu gedung pertemuan berwujud seekor kera besar berbulu hitam, bertaring panjang, dan memiliki empat lengan.
Kemunculan seekor siluman berukuran besar membuat Shenghao dan Honghao bereaksi keras. Sebagai anggota sekte yang berusaha keras membasmi segala jenis siluman, mereka tidak bisa tinggal diam.
"Saudara Shenghao, Saudara Honghao, jangan gegabah. Jika firasatku benar, kera itu harusnya milik Wang Bei. Lihatlah, siluman itu memiliki kekuatan setara Pondasi Langit "
Shenghao dan Honghao mengamati siluman kera yang terbaring tak berdaya itu dengan lebih teliti. Kekuatan yang dipancarkannya menandakan kera itu bukan siluman kera yang hidup di alam bebas. Hanya sekte seperti Sekte Taring Buas yang bisa membuat siluman seperti itu mencapai kekuatan setara Pondasi Langit pada saat memasuki Ranah Pondasi.
"Argh-! Xiao Hei-! Kau harus mendapatkan balasannya, Gadis Iblis!"
Teriakan seorang pemuda dikejauhan terdengar keras oleh semua tamu dalam gedung pertemuan. Tanpa melihat orangnya, semua bisa menyimpulkan suara itu milik Wang Bei yang meratapi nasib siluman kera yang terbaring tak berdaya, sedang dalam ambang hidup dan mati.
Namun dibandingkan itu, mereka lebih penasaran dengan Gadis Iblis yang disebutkan Wang Bei. Para tamu dalam pertemuan itu segera beranjak keluar untuk mendapatkan kejelasan, kecuali perwakilan Benteng Es Utara dan Sekte Ombak Bunga.
Bing Xueyu menghela napas panjang, mulai menyesali dirinya hadir dalam pertemuan ini.