
Setelah menyerahkan pajak masuk berupa sepuluh batu roh kuning pada salah satu penjaga, Yao Han masuk ke dalam Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju itu. Suasana terbilang ramai, baik karena pengunjung yang datang maupun suara mereka.
Sayup-sayup Yao Han mendengar suara samar dari cukup banyak orang yang membicarakan tentang kondisi dunia kultivator saat ini, apalagi kalau bukan tentang perang besar yang akan terjadi tidak lama lagi.
Belum lagi Yao Han mencoba mencuri dengar pembicaraan orang-orang sambil melihat-lihat barang yang ada, seorang gadis muda berpenampilan menarik mendekatinya. Dari fisiknya mungkin berusia beberapa tahun diatas Yao Han dan merupakan kultivator Pondasi Bumi tahap menengah.
"Tuan Muda, apakah ada yang bisa kubantu? Biarkan aku menemanimu berbelanja."
Yao Han kemudian menyadari gadis itu adalah salah satu pekerja Toko Harta Giok.
"Aku tidak berniat berbelanja. Aku kemari untuk menemui manajer Toko Harta Giok kota ini." Yao Han kemudian mengeluarkan sebuah medali, "Bisakah kau membantuku menyerahkan ini padanya?"
"Eh?"
Gadis itu menerima medali itu sedikit bingung. Selama beberapa waktu dia mencoba mengenali medali yang ada ditangannya.
"Maaf, Tuan Muda. Bisakah anda menunggu sebentar? Aku akan menemui atasanku."
"Baik, tidak masalah. Aku akan menunggu disini."
Yao Han sedikit bergeser dari tempatnya berdiri agar tidak terlalu menghalangi orang. Beberapa orang sempat memperhatikan interaksinya dengan gadis pekerja tadi. Tidak lama kemudian gadis itu kembali bersama dengan pria dewasa yang terlihat berusia empat puluhan tahun awal.
Pria yang berjalan didepan gadis itu tampak sedikit tegang dan berjalan didepan gadis tadi dengan langkah yang agak terburu-buru.
"Tuan Muda, aku adalah wakil manajer Toko Harta Giok disini. Namaku Zhao Er." Pria itu menyapa Yao Han dan memberi salam. Akibatnya, cukup banyak orang yang memperhatikannya, "Medali ini... benarkah Anda Tuan Muda Yao?" Zhao Er bertanya dengan bisikan pelan sambil menunjukkan medali ditangannya.
"Benar, Senior Zhao. Namaku Yao Han. Senior tidak perlu memanggilku Tuan Muda, cukup memanggil namaku saja."
"Ah, begitu. Aku sudah pernah mendengar tentangmu dan akhirnya kita bertemu disini. Aku juga tidak menyangka kau berkunjung kemari, tapi tidak mengherankan mengingat kau sedang berkelana. Senang berkenalan denganmu, Saudara Yao."
Yao Han tidak keberatan dengan panggilan itu, "Aku kemari setelah menyelesaikan urusan dengan temanku di Sekte Bintang Ungu. Ada yang ingin kubicarakan dengan manajer, bisakah aku bertemu dengannya?"
"Bisa, beliau ada diruangannya. Mari aku antarkan."
Melihat ada anak muda bersama dengan wakil manajer Toko Harta Giok membuat banyak orang memperhatikan keduanya. Mereka bertanya-tanya sekaligus penasaran, tapi setidaknya mereka mengetahui anak muda itu memiliki latar belakang yang tidak biasa.
Yao Han dibawa Zhao Er ke lantai tertinggi dan menuju salah satu ruangan yang tertutup. Zhao Er mengetuk pelan pintu sebelum memberi salam pada orang didalamnya.
"Manajer Zhao, ini aku Zhao Er. Ada tamu yang ingin bertemu denganmu."
"Masuk."
Zhao Er membuka pintu dan memberi tanda pada Yao Han untuk ikut masuk bersamanya.
Dibalik sebuah meja cukup besar, duduk seorang pria yang terlihat berusia lima puluhan tahun. Raut wajahnya terlihat sedikit lelah.
"Hm? Inikah tamunya? Siapa anak muda yang kau bawa ini, Zhao Er?"
Zhao Er tersenyum tipis sambil menyerahkan medali milik Yao Han pada Manajer Zhao, "Anda pasti mengenali medali milik tamu kita ini."
Hanya butuh tiga hitungan Manajer Zhao sudah mengenali medali khusus ditangannya. Hanya dua orang yang memiliki medali khusus yang diberikan oleh Menara Harta Giok sebagai tamu istimewa mereka.
Manajer Zhao buru-buru berdiri dan mendekati Yao Han, "Tuan Muda Yao, namaku Zhao Yi. Senang bisa bertemu denganmu."
Namun jika bukan karena ada pengaruh nama besar gurunya, Yao Han tidak memiliki medali khusus Menara Harta Giok dan mendapatkan informasi yang jauh lebih rinci melalui Toko Harta Giok.
"Manajer Zhao bisa memanggilku Saudara Yao."
"Oh, baiklah. Apa yang membawamu kemari, Saudara Yao? Apa ada yang kau butuhkan untuk bekal perjalananmu?"
Menara Harta Giok dan semua toko dagang mereka, khususnya yang berada di Negeri Hutan Hijau mengetahui Yao Han sedang berkelana. Mereka juga yang menyebarkan informasi tentang Yao Han sebagai murid Angin Timur dan menyematkan julukan Tabib Teratai Biru padanya.
"Ada beberapa, tapi yang utama adalah aku ingin mengetahui informasi rinci tentang perang besar yang akan terjadi tidak lama lagi."
Zhao Yi tidak langsung menjawab, melainkan saling berpandangan sebentar dengan Zhao Er. Mereka kemudian melihat Yao Han heran.
"Aku pikir kau sudah mengetahui rinciannya dari gurumu, Saudara Yao."
"Apa?!" Yao Han terkejut, yang menambah keheranan dua orang didekatnya, "Guru Feng ternyata sudah tahu? Aish..."
"Iya, sekitar dua hari yang lalu dan beliau mengetahui rinciannya dari Manajer Fu yang ada di Kota Cahaya Bulan. Apa ada yang salah?"
Menurut Zhao Yi, wajar jika Feng Xian mengetahui kabar tentang perang, tapi berbeda dengan Yao Han yang mengetahui ada hal lain jika gurunya mengetahui informasi ini.
"Kenapa Guru tidak menghubungiku..." gumam Yao Han tidak menjawab pertanyaan Zhao Yi, "Hm, Manajer Zhao, aku hanya mendengar garis besarnya dari salah satu Tetua Sekte Bintang Ungu karena aku memiliki urusan disana, jadi aku kemari untuk mendengar rinciannya darimu."
"Baiklah, akan kuceritakan padamu."
Zhao Er keluar ruangan dan membiarkan Zhao Yi hanya berdua dengan Yao Han. Keduanya duduk saling berhadapan dipisahkan dengan meja.
"Kami diperintahkan pihak pusat agar hanya menyebarkan tentang garis besar pemicu perang besar yang akan terjadi. Namun untukmu aku bisa memberi pengecualian, Saudara Yao..."
Lalu mulailah mengalir rincian cerita dari Zhao Yi. Yao Han mendengarkan tanpa menyela sedikit pun, sesekali dahinya mengerutkan dahi. Setengah jam kemudian, selesailah cerita itu.
Setelah hening beberapa saat, Yao Han menghembuskan napas panjang.
"Perang besar tidak bisa dihindari..." gumam Yao Han. Zhao Yi yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.
"Aku mendengar pihak pusat mengusahakan perang tidak memasuki wilayah Negeri Hutan Hijau dan hanya terjadi di Negeri Tanah Merah. Atau setidaknya di wilayah perbatasan Negeri Hutan Hijau dan Negeri Tanah Merah."
"Apa Menara Harta Giok akan terlibat dalam perang ini?"
Zhao Yi tersenyum kaku, "Menara Harta Giok tidak pernah terlibat secara langsung. Setiap perang besar terjadi, kami berusaha menjaga kenetralan kami."
Yao Han tidak menanggapi, sementara penghuni Dimensi Pagoda selain Bo Lang tertawa sinis dengan lantang.
"Omong kosong! Semua orang tahu jika Menara Harta Giok selalu diuntungkan setiap terjadinya perang!"
---
Penting gak penting supaya ada yang komen. Coba tebak, kenapa Menara Harta Giok selalu diuntungkan setiap ada perang kultivator?
Fufufu.