
Berseberangan jauh dengan Pulau Bulan Sabit, ada sebuah kota bernama Kota Cahaya Bulan. Kota yang sudah berusia ratusan tahun ini juga memiliki pelabuhan cukup besar karena bersisian langsung dengan Danau Cahaya Bulan.
Kota Cahaya Bulan merupakan salah satu kota kultivator yang ada di wilayah Negeri Hutan Hijau. Awalnya didirikan oleh para kultivator bebas dan semakin lama semakin banyak yang tinggal disini, termasuk manusia biasa.
Kota Cahaya Bulan tidak dikuasai kelompok atau sekte manapun, sehingga disebut sebagai kota paling netral tidak hanya di Negeri Hutan Hijau, melainkan juga di seluruh Benua Bulan Biru.
Awalnya, kota ini hanya kota biasa meski terdapat cukup banyak kultivator, kemudian berkembang cepat menjadi kota kultivator besar dan memiliki lebih banyak penduduk sejak kejadian yang melibatkan salah satu tokoh terkenal dalam dunia kultivator Benua Bulan Biru, yaitu Feng Xian sang Angin Timur.
Kurang lebih tiga ratus tahun lalu, Feng Xian mendatangi pusat salah satu sekte besar aliran netral bintang sepuluh bernama Menara Harta Giok yang berada di Kota Harta Giok, kota kultivator terbesar di Negeri Hutan Hijau.
Daripada sekte, lebih tepat disebut sebagai kelompok, dimana mereka memfokuskan diri dalam bidang perdagangan dan menjual segala kebutuhan bagi kultivator.
Kedatangan Feng Xian kala itu menghebohkan pihak Menara Harta Giok, karena mereka tidak pernah memimpikan akan kedatangan seseorang yang hampir tidak pernah meninggalkan kediamannya, terlebih Feng Xian datang secara terang-terangan tanpa menyamar atau menutupi identitas sebenarnya.
Petinggi Menara Harta Giok bahkan turun tangan langsung menemui Feng Xian untuk menanyakan maksud kedatangannya, tetapi mereka dibuat termenung lama setelah mendengar keperluan Feng Xian.
Sederhana, Feng Xian hanya ingin menjual pil buatannya ke Menara Harta Giok. Sebuah kesempatan yang sangat menggiurkan dan tidak butuh waktu lama tawaran Feng Xian diterima oleh mereka.
Bodoh sekali jika menolak, karena pil yang dijual Feng Xian adalah pil tingkat tinggi dan yang paling rendah berada di kelas delapan, yang mana setidaknya alkemis bergelar Raja Pil yang bisa membuatnya. Selain itu, pil yang dijual memiliki kualitas super dan sempurna.
Feng Xian memberikan harga jual cukup tinggi, tetapi bukan masalah bagi pihak Menara Harta Giok karena dua alasan. Pertama, mereka adalah sekte terkaya di Benua Bulan Biru dan kedua, pil yang mereka dapatkan berasal dari alkemis nomor satu yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.
Kejadian itu bukan hanya sekali dan pihak Menara Harta Giok sudah bisa menebaknya. Pada akhirnya, diketahui Feng Xian akan datang setiap enam bulan sekali alias dua kali dalam setahun.
Kabar mengenai tindakan Feng Xian kemudian menyebar ke seluruh penjuru dan menyebabkan pusat Menara Harta Giok selalu didatangi banyak kultivator dari berbagai sekte dan aliran demi membeli pil tidak lama setelah Feng Xian datang.
Keuntungan yang didapatkan Menara Harta Giok meningkat drastis dan para petinggi sepakat menjadikan Feng Xian sebagai tamu istimewa dan terhormat nomor satu bagi Menara Harta Giok, meski sebenarnya mereka tahu Feng Xian juga tidak akan peduli terhadap hal ini.
Setelah beberapa tahun, pada suatu kedatangan Feng Xian, pihak petinggi mengatakan agar Feng Xian tidak perlu repot-repot datang jauh ke pusat Menara Harta Giok lagi untuk menjual pil.
Pihak mereka akan membangun toko dagang di Kota Cahaya Bulan dan Feng Xian bisa menjual pil disana. Sebagian pil ini akan dijual kembali oleh toko mereka pada para kultivator di Kota Cahaya Bulan dan sebagian lagi akan dikirimkan ke pusat Menara Harta Giok.
Feng Xian menerima niat baik mereka. Lagipula dia tidak asing dengan toko dagang ini. Menara Harta Giok memiliki toko dagang yang menyebar di seluruh kota kultivator di Benua Bulan Biru, yang bernama Toko Harta Giok. Toko ini juga menjadi sumber utama penghasilan Menara Harta Giok.
Semenjak kemunculan Toko Harta Giok di Kota Cahaya Bulan, semakin banyak kultivator berdatangan. Ada juga beberapa kelompok dengan kekuatan besar datang dan mendirikan usaha di kota ini. Kota Cahaya Bulan akan semakin padat saat datang periode waktu Feng Xian menjual pil.
Oleh karena itu, secara tidak langsung Feng Xian membuat Kota Cahaya Bulan semakin besar dan terkenal. Nama Feng Xian juga sangat dihormati oleh penghuni Kota Cahaya Bulan dan para pendatang.
***
Dari bentuk tubuhnya, diketahui dia adalah seorang laki-laki. Jubahnya terdiri dari dua lapis, bagian dalam berwarna putih dan bagian luar berwarna abu-abu gelap, serta celananya berwarna hitam. Mampu berjalan diatas air menunjukkan dia adalah kultivator.
Laki-laki ini adalah Yao Han. Setelah menjalani latihan keras, dia bisa berdiri dan berjalan diatas air dengan santai.
Dia bisa saja melakukannya menggunakan sihir unsur es, membuat setiap pijakannya meninggalkan jejak es. Namun, dia tidak menggunakannya agar lebih terbiasa dengan kemampuannya ini.
Hanya kultivator Ranah Dasar tingkat dua belas ke atas yang bisa berdiri diatas air, tetapi untuk mampu berjalan dengan bebas diatasnya, setidaknya harus mencapai puncak Pondasi Bumi.
Yao Han memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, saat jaraknya dengan pelabuhan sekitar satu kilometer.
Semakin dekat Yao Han dengan pelabuhan, semakin banyak orang yang memandanginya penasaran sekaligus heran. Wajah Yao Han sangat asing bagi mereka. Penampilannya meski tidak mewah, tetapi rapi. Apalagi dia datang dari arah yang tidak terduga.
Berbanding terbalik dengan orang-orang yang keheranan dengan kemunculannya, Yao Han tampak antusias dengan keramaian di depannya.
"Akhirnya, daratan..."
Yao Han berlutut, kepala dan kedua tangannya mengarah ke atas. Wajahnya dipenuhi sukacita sekaligus kelegaan. Tingkah aneh Yao Han mengundang orang-orang berkomentar aneh padanya.
Meirong dan Yutian yang berada di Dimensi Pagoda tertawa kecil. Mereka memahami tingkah Yao Han tidaklah berlebihan. Ini adalah pengalaman pertama Yao Han menyeberangi Danau Cahaya Bulan.
Meski sudah mengetahui betapa luasnya danau tersebut, Yao Han kaget dirinya membutuhkan waktu setidaknya sepuluh jam terbang menggunakan kipas Gunbai untuk tiba di Kota Cahaya Bulan. Dia sampai di kota saat hari sudah menjelang sore.
"Siapa anak muda itu? Apa yang dia lakukan?"
"Kenapa dengannya?"
"Kau pikir aku tahu? Mungkin dia sedang kehilangan akal sehatnya."
"Aih, sangat disayangkan. Wajahnya tidak terlalu buruk dan pakaiannya cukup bagus, tetapi sayang dia gila."
"Kasihan sekali..."
Sebenarnya Yao Han tidak peduli dengan komentar orang-orang, tetapi jika dibiarkan akan menimbulkan masalah yang tidak perlu.
Kemudian dia berdiri dan menepuk-nepuk bagian jubahnya yang sedikit kotor lalu pergi mencari sebuah bangunan bernama Toko Harta Giok.
---