
"Memang tidak ada yang salah dengan ucapanmu, Wei-gege. Itu jika Pertemuan Kultivator Muda hanya dihadiri perwakilan aliran putih terbesar. Sedangkan pertemuan kali ini berbeda dan terjadi untuk pertama kalinya. Apa kau tidak merasa akan timbul masalah yang tidak diinginkan? Ya, kau tahu maksudku, bukan?"
Senyuman yang menghiasi wajah Bao Wei menipis. Dalam hati dia sependapat dengan juniornya ini, tetapi tidak ada hal yang bisa dia lakukan. Jangankan dirinya yang merupakan anak Patriark, bahkan ayahnya pun tak berdaya, begitu juga dengan para petinggi kelompok mereka.
Kecuali pihak Menara Harta Giok, pihak aliran putih dan netral terbesar lain sepakat untuk melakukan Pertemuan Kultivator Muda yang berbeda dari tradisi aliran putih. Awalnya diusulkan oleh Sekte Taring Buas, sebelum langsung disepakati tanpa pikir panjang oleh Sekte Pedang Abadi. Kemudian pihak lain pun akhirnya ikut sepakat pula.
Alasannya sederhana dan cukup logis. Tidak hanya mempererat hubungan harmonis antara aliran putih dan netral, juga dikarenakan situasi dunia kultivator saat ini juga terbilang damai dalam waktu cukup lama setidaknya selama dua puluh tahun terakhir.
Semua pihak sepakat menunjuk Menara Harta Giok sebagai tuan rumah penyelenggara untuk pertemuan generasi muda mereka ini. Mau tidak mau, Menara Harta Giok pun akhirnya bersedia memenuhi 'permintaan' yang besar ini dan berusaha melakukan yang terbaik.
Hanya orang bodoh yang tidak memahami bahwa pertemuan ini penuh dengan kepentingan politik, bahkan lebih besar dari sebelumnya karena jumlah peserta yang hadir lebih banyak dan berasal dari dua aliran berbeda.
Secara pribadi, Bao Wei kurang menyukai kepentingan politik sekte dalam dunia kultivator, karena lebih sering merugikan banyak pihak daripada menguntungkan. Sebuah prinsip yang sebenarnya bertentangan dengan prinsip leluhur Menara Harta Giok.
"Untuk menghindari salah satu kejadian yang tidak diinginkan, pihak kita sudah melakukan hal yang terbaik. Salah satunya adalah meniadakan lelang di Kota Harta Giok..."
Memang benar akan diadakan lelang oleh Menara Harta Giok di kota terbesar Negeri Hutan Hijau itu. Namun karena Pertemuan Kultivator Muda diadakan juga di Kota Harta Giok, pihak mereka memutuskan untuk memindahkan acara lelang di kota yang berbeda dan diadakan tidak lama setelah pertemuan ini.
Acara lelang akan diadakan di Kota Musim Semi, pusat pemerintahan Negeri Hutan Hijau. Perwakilan yang ditunjuk untuk menemui Kaisar atau Permaisuri adalah Peri Harta Qian Yue, karena keahlian gadis cantik itu dalam negosiasi adalah yang terbaik diantara generasi muda Menara Harta Giok.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak. Mari kita ambil sisi baiknya. Ah, bukan, maksudku sisi bagusnya. Pertemuan ini akan menjadi acara berkumpulnya para gadis cantik." Bao Wei menunjukan senyuman menggoda.
Fang Jun termenung sejenak sebelum raut wajahnya menjadi lebih baik lalu tertawa pelan.
"Kau benar, Wei-gege. Akan ada Peri Cahaya, Peri Es, Peri Bunga, dan Peri Api. Sayangnya, Yue-jiejie berhalangan hadir. Kalau bukan karena tugasnya, maka lengkaplah sudah para gadis cantik berkumpul dalam pertemuan ini."
"Kau benar. Namun satu hal yang perlu kau ingat adalah jangan sampai menggoda atau menyinggung salah satu gadis. Kau tahu siapa gadis yang kumaksud, bukan?"
Fang Jun langsung mengangguk dengan senyum sedikit kecut. Gadis yang dimaksud adalah Peri Cahaya Huang Mingzhu, anak sekaligus murid Pilar Cahaya Ji Guang dari Sekte Gunung Langit.
Tetua Agung Sekte Gunung Langit itu sangat menyayangi sang putri dan mengawasi ketat pergaulannya agar terhindar dari gangguan pemuda atau pria yang menggodanya.
Singkat kata, siapapun pengganggu gadis ini sehingga membuatnya tidak nyaman atau suasana hatinya menjadi buruk akan berakhir mengenaskan ditangan Pilar Cahaya langsung.
Sikap perlindungan yang keras Pilar Cahaya Ji Guang pada putri satu-satunya juga sudah menjadi hal yang banyak orang tahu, terutama kalangan atas aliran putih dan netral.
"Hm? Oh, sudah waktunya kita menunjukkan hal terbaik. Rombongan pertama sudah tiba."
Bao Wei melihat ke luar gedung pertemuan, Fang Jun mengikuti arah pandangan seniornya. Ada sebuah rombongan yang terdiri dari dua kelompok berbeda jika dilihat dari penampilan mereka secara keseluruhan.
"Aku juga berpikir begitu, Wei-gege. Melihat mereka datang bersamaan, sepertinya mereka bertemu secara kebetulan dalam perjalanan."
Dua kelompok yang datang dalam satu rombongan adalah perwakilan Benteng Es Utara dan Sekte Ombak Bunga. Tokoh utama dari dua kelompok ini adalah Peri Es Bing Xueyu dan Peri Bunga Shui Hua.
Benteng Es Utara berada di wilayah paling jauh jika dibandingkan sekte lain yang perwakilannya akan datang dalam pertemuan ini. Jadi, kedua pemuda itu cukup terkejut Bing Xueyu dan lainnya tiba yang paling awal.
Bao Wei dan Fang Jun maju perlahan menyambut kedua kelompok yang datang dengan senyuman ramah.
"Salam pada para tetua, saudara, dan saudari sekalian. Selamat datang di Kota Harta Giok. Namaku Bao Wei dan ini adalah juniorku Fang Jun, kami adalah perwakilan Menara Harta Giok untuk Pertemuan Kultivator Muda ini." Bao Wei memberi salam, mewakili dirinya sendiri dan Fang Jun.
Kedua kelompok itu menerima dengan baik sambutan dari Bao Wei dan Fang Jun. Bisa dibilang ini adalah pertama kalinya mereka bertemu satu sama lain, kecuali Bao Wei dengan Shui Hua yang pernah bertemu satu kali dalam sebuah kesempatan langka.
Bing Xueyu dan Shui Hua bergantian memperkenalkan diri dan anggota lain yang datang bersama mereka.
"Saudara Bao, ini bukan pertama kalinya kita bertemu, tetapi sikapmu terlalu formal." Suara indah Shui Hua terdengar mengalun. Kata-katanya sedikit menyindir sikap Bao Wei.
Reaksi Bao Wei hanya tersenyum tipis diikuti kekehan pelan. "Saudari Shui, kau pasti tahu aku tidak bermaksud demikian."
Meskipun belum pernah berkenalan secara langsung, jauh-jauh hari sebelum pertemuan ini para generasi muda sudah saling mengetahui identitas satu sama lain. Informasi ini sifatnya terbuka, sementara yang sifatnya tertutup semua pihak mencarinya diam-diam untuk berantisipasi.
Bersikap formal memang melelahkan untuk Bao Wei, tetapi tetap harus dia lakukan demi nama baik diri sendiri dan Menara Harta Giok.
Bao Wei sempat ingin melanjutkan basa-basinya dengan memuji kecantikan kedua gadis ini, tetapi segera dia batalkan. Bao Wei hanya bisa melihat dengan jelas kecantikan Bing Xueyu dibalik cadar biru tipis yang gadis itu kenakan, sedangkan wajah Shui Hua sama sekali tidak bisa terlihat, kecuali pada bagian matanya saja, karena topeng giok es bahkan mampu menghalangi penglihatan Indera Surgawi.
Selanjutnya, Bao Wei dan Fang Jun menjalankan peran masing-masing. Bao Wei akan menjamu para kultivator muda yang satu generasi dengannya, sedangkan Fang Jun akan menjamu tetua pengawal di ruangan khusus yang tidak terlalu jauh dari ruangan pertemuan.
- - -
Visual Peri Es Bing Xueyu, nyaris seratus persen cocok dengan bayangan author. Gimana nih dengan 'tunangan' tokoh utama kita. Cocok?
Visual Peri Bunga Shui Hua. Gak ada topeng giok es, cadar tipis okelah. Dua tangkai bunga mewakili dia dari Sekte Ombak Bunga.