
Di kalangan hewan roh dan siluman, ras naga menempati urutan teratas karena derajatnya adalah tertinggi, apapun itu jenisnya. Naga juga menjadi hewan mitologi yang paling terkenal dan keramat selain Feniks. Semua catatan sejarah yang bisa ditemukan di Benua Bulan Biru akan mengatakan hal yang sama.
Umumnya, naga memiliki energi kehidupan yang dahsyat dan dapat berusia begitu panjang sehingga bisa dikatakan sebagai makhluk abadi. Kehebatan ras naga hanya bisa ditandingi oleh ras Feniks yang juga dianggap sebagai simbol energi kehidupan dan umur panjang karena dapat terlahir kembali setelah mati.
Naga dengan sisik hijau kecoklatan yang Bing Lizi dan lainnya lihat itu berhenti turun dan tetap melayang sekitar lima puluh meter dari atas tanah. Sepasang matanya yang tajam menatap orang-orang dibawahnya.
Auranya yang terpancar terasa mendominasi, keistimewaan alami karena statusnya yang seringkali dianggap sebagai pemimpin dari seluruh ras hewan roh dan siluman.
Bing Lizi tidak asal mengatakan naga yang mereka lihat adalah sosok lain Chen Long, karena dia sangat ingat salah satu sihir unsur kayu Chen Long dapat membuatnya menjadi seekor naga kayu dengan wujud serupa dengan naga yang dilihatnya saat ini. Perbedaannya hanya pada bagian warna saja.
"Senior Bing?!"
Setelah beberapa saat, terdengar suara menggema dengan nada terkejut dari naga itu. Bing Lizi tersenyum lebar karena ucapannya terbukti benar. Suara itu tidak lain milik Chen Long yang sangat tidak asing ditelinganya.
Tubuh naga itu memancarkan cahaya hijau terang dan beberapa tarikan napas berikutnya, tubuh naga itu menghilang. Sebagai gantinya, seorang pria yang terlihat berusia tiga puluhan tahun turun perlahan dan mendekati rombongan Bing Lizi dengan cepat.
"Kau benar-benar Senior Bing!" Chen Long berseru senang lalu tertawa keras. "Senang bertemu denganmu lagi, Senior." Chen Long memberi salam setelah dirinya cukup tenang.
"Begitu juga denganku, Saudara Chen." Bing Lizi menepuk pundak Chen Long. Pria berjulukan Naga Selatan itu sedikit terlihat berbeda dari ingatannya, tetapi Bing Lizi tidak salah mengenali orang.
Pandangan mata Chen Long tidak sengaja mengarah pada Jiu Jinyu yang menatapnya sinis.
"Kau-! Bagaimana kau bisa bebas?!" Chen Long mengulurkan tangannya yang kemudian berubah menjadi belasan akar pohon besar dan melilit tubuh Jiu Jinyu.
"Argh! Naga busuk sialan! Lepaskan Ratu ini! Lepaskan!" Jiu Jinyu berteriak sambil berusaha meronta-ronta, tetapi lilitan akar pohon Chen Long sangat kuat membuatnya sulit bergerak bebas.
"Kau tidak perlu sampai segitunya. Dia bisa bebas karena bantuan kami sebagai syarat agar mau memberitahu keberadaanmu. Lagipula dia tidak terlihat berbahaya."
Chen Long menghela napas. "Rubah betina ini sangat licik, Senior Bing. Jangan sampai terpengaruh dengan semua yang dia katakan."
"Kau yang licik! Semua keluargamu yang licik! Ratu ini memerintahkanmu melepaskan akar-akar busuk ini!"
Chen Long mengabaikan Jiu Jinyu dan mengalihkan perhatiannya pada orang-orang yang bersama Bing Lizi.
Kedua alisnya terangkat saat melihat bergantian sosok Meirong dan Yutian.
"Kalian... bagaimana bisa ada di tempat yang sama dan berdiri berdampingan dengan tenang?" Chen Long kebingungan. "Pria tertampan dan wanita tercantik di Benua Bulan Biru, Gerbang Racun She Yutian dari Lembah Hati Racun dan Dewi Pedang Api Hong Meirong dari Sekte Gunung Langit."
Meirong dan Yutian memberi salam hormat bersamaan.
"Junior Hong memberi salam pada Senior Chen.
"Junior She memberi salam pada Senior Chen."
Chen Long mengangguk pelan sambil berusaha menekan rasa penasarannya, lalu melihat yang lain.
"Raja Pedang Langit Tian Jian dari Sekte Pedang Suci. Apa yang terjadi dengan tubuh fisikmu?"
"Sebuah kehormatan Senior Chen masih mengingat Junior." Tian Jian memberikan salam hormat. "Kondisiku ini... ceritanya panjang."
Dahi Chen Long mengerut saat melihat Bo Lang. "Kau bukan manusia, melainkan hewan roh."
"Tuan Besar Chen benar. Namaku Bo Lang. Wujud asliku adalah Serigala Malam."
Chen Long merasa aneh saat Bo Lang memanggilnya Tuan Besar dan bersikap sangat hormat. Pandangannya berpindah pada Yao Han yang ditatapnya agak lama hampir tidak berkedip.
"Anak muda, auramu mirip dengan Angin Timur. Siapa kau dan apa hubunganmu dengannya?" Chen Long berdiri satu meter didepan Yao Han.
Berhadapan langsung dengan Chen Long yang menatapnya tajam dan penasaran, Yao Han masih bisa tetap tenang.
"Sebuah kehormatan bertemu dengan Anda, Leluhur Chen. Junior kecil ini bernama Yao Han, murid Angin Timur Guru Feng Xian."
Chen Long melebarkan matanya dan berseru, "Kau murid Senior Feng?!"
Ini adalah pertama kalinya ada orang yang memanggilnya Leluhur Chen, tetapi Chen Long lebih terkejut dengan status Yao Han. Chen Long menoleh kebelakang dan bertanya, "Senior Bing, apa yang sebenarnya terjadi?"
Bing Lizi tertawa karena reaksi Chen Long. "Tenanglah, kau akan mendengarkan cerita panjang."
"Sulit untuk tenang, Senior. Angin Timur akhirnya memiliki murid? Bahkan aku tidak pernah membayangkannya." Chen Long lebih terkejut mendengar tentang murid Angin Timur dibandingkan keanehan keberadaan Bing Lizi dan lainnya di tempat itu.
Chen Long kemudian mengajak semuanya duduk bersama di bawah pohon raksasa, mengabaikan Jiu Jinyu yang tidak berhenti meronta agar dilepaskan.
"Aku ingin mendengar ceritanya dengan jelas, serinci mungkin, dan jangan ada yang kau tutupi. Kau mengerti, anak muda?"
Yao Han mengangguk pelan dan berpikir sejenak untuk menceritakan awal mulanya.
Cerita Yao Han sangat panjang dan lama. Selain dari Yao Han, Chen Long juga mendengar cerita dari Meirong, Yutian, Bing Lizi, Tian Jian dan Bo Lang. Chen Long menghela napas panjang sambil memijat kepalanya setelah mendengarkan semua cerita itu.
"Semua cerita ini sangat sulit diterima bahkan oleh logika akal sehat dunia kultivator sekalipun. Namun sekuat apapun menyangkalnya, semua adalah kenyataan."
Chen Long tertawa seolah merasa geli. "Aku, Senior Bing, Nona Hong, dan kau Yutian memiliki wujud lain sebagai hewan roh. Bisa dibilang ini takdir langit dan kutukan disaat yang sama."
Yang paling pertama menanggapi adalah Jiu Jinyu. "Apanya yang takdir langit?! Jelas-jelas itu adalah kutukan! Kau dan temanmu itu pantas menerimanya setelah perbuatan kalian pada kaum rubah kami!"
Tanpa mempedulikan Jiu Jinyu dan makiannya, Chen Long bertanya pada Yao Han.
"Anak muda, bagaimana Senior Feng memanggilmu?"
"Hm, dulu Guru Feng memanggilku bocah, lalu berganti Xiao Han, dan akhir-akhir ini aku dipanggil monster kecil."
Chen Long kembali tertawa, kali ini lebih keras sampai tubuhnya terguncang hebat sambil memegangi perutnya.
"Tidak salah dia memanggilmu begitu. Sebagai guru, Senior Feng adalah monster tua dan memiliki murid monster kecil. Benar-benar sebutan yang cocok untuk menggambarkan kalian."
Ilustrasi pertarungan Chen Long dan Jiu Jinyu.
Green Wood Dragon vs Nine Tailed Jade Flame Fox.