
Jauh dari posisi Yao Han di Kota Bukit Bunga, di salah satu wilayah Negeri Tanah Merah, terdapat sebuah lembah diantara dua gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi.
Lembah ini berukuran sangat luas, setara dengan sepuluh kota besar dan menjadi markas utama sebuah sekte bernama Sekte Awan Bulan.
Bagi orang yang pertama kali mendengar nama Sekte Awan Bulan, maka akan mengira sekte ini termasuk sekte kultivator aliran putih atau setidaknya aliran netral. Namun, kenyataannya tidak demikian.
Sekte Awan Bulan termasuk salah satu sekte kultivator aliran hitam, yang juga termasuk salah satu sekte besar bintang sepuluh yang sejajar dengan Lembah Hati Racun dan Sekte Langit Kelabu.
Dimasa lalu, Sekte Awan Bulan bukanlah sebuah sekte, melainkan perkumpulan klan kultivator. Sejak awal didirikan, ada dua klan besar yang menjadi penopang utama Sekte Awan Bulan, yaitu klan Yun dan klan Yue. Selama ratusan tahun, kepala klan Yun dan klan Yue secara bergantian menduduki jabatan Patriark dan Tetua Agung.
Selama dua ratus tahun terakhir, Patriark Sekte Awan Bulan dijabat oleh kepala klan Yun generasi sebelumnya bernama Yun Ming. Sementara jabatan Tetua Agung diisi oleh kepala klan Yue generasi sebelumnya bernama Yue Song.
Yun Ming dan Yue Song tidak hanya menjabat sebagai Patriark dan Tetua Agung Sekte Awan Bulan. Telah mencapai tingkat praktik tinggi dan memiliki kekuatan besar, menjadikan keduanya bagian dari Jagoan Gerbang kultivator aliran hitam.
Yun Ming sang Gerbang Maut dan Yue Song sang Gerbang Darah. Ditambah Sekte Awan Bulan yang memiliki pasukan khusus bernama Pasukan Barisan Awan, membuat sekte ini menjadi sekte kultivator aliran hitam terkuat saat ini.
Sebelumnya, karena keberadaan She Yutian sang Gerbang Racun, pihak Sekte Awan Bulan tidak berani unjuk gigi dan menempati posisi sekte kedua, tepat dibawah Lembah Hati Racun. Namun, menghilangnya Gerbang Racun itu menjadikan posisi terkuat aliran hitam beralih tangan ke Sekte Awan Bulan dan tidak ada yang berani menyanggah hal ini.
Sebagai salah satu sekte terbesar bintang sepuluh, tentunya Sekte Awan Bulan memiliki generasi jenius disetiap generasinya. Kultivator Ranah Dasar paling jenius dan berbakat generasi terbaru mereka jatuh kepada keponakan kepala klan Yun saat ini, Yun Zihao yang sekaligus cucu Gerbang Maut, Yun Ming.
Dia adalah gadis yang sangat cantik bernama Yun Lian. Dijuluki sebagai Peri Awan Darah, karena nama klan yang tersemat pada namanya dan juga karena selalu memakai pakaian berwarna merah darah.
Secara fisik, sulit untuk menemukan tandingan kecantikan Yun Lian. Tubuhnya ideal dan memiliki bentuk yang menggoda. Rambutnya hitam kemerahan. Kulitnya berwarna putih bersih, halus, dan mulus tanpa cacat.
Matanya adalah salah satu Mata Surgawi bernama Mata Bulan Darah, menyebabkan matanya berwarna merah gelap, serasi dengan warna rambutnya. Yang unik adalah bibir ranumnya yang berwarna merah seperti darah segar.
Kecantikan Yun Lian sangat terkenal di seluruh Sekte Awan Darah, tetapi itu banyak terdengar dari mulut ke mulut. Semua orang hanya bisa melihat setengah kecantikannya melalui sepasang matanya, karena sejak kecil dia memakai cadar merah darah yang memiliki kelebihan tidak bisa ditembus Indera Surgawi sekalipun.
Kerabat dekat Yun Lian mengira dirinya memiliki Tubuh Surgawi, karena menyadari meridian Yun Lian sejak bayi bersih dari kotoran. Sehingga perjalanan praktiknya terbilang lancar tanpa menemui hambatan berarti.
Berkat bakat kultivasinya yang tinggi, Yun Lian menjadi sosok yang paling dinantikan oleh Sekte Awan Bulan. Ini bisa terlihat setelah Yun Lian keluar dari latihan tertutup selama tiga tahun sejak dirinya mencapai Ranah Dasar tingkat sepuluh.
Tepat berumur delapan belas tahun, Yun Lian berhasil mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas. Pencapaian besar yang membuatnya berpeluang membentuk Pondasi Langit.
Sekte Awan Darah sudah menunggu selama hampir dua ribu tahun untuk kembali memiliki kultivator Ranah Dasar tingkat lima belas dan calon kultivator Pondasi Langit. Yun Lian menjawab harapan besar tersebut.
Setelah tiga hari keluar dari pengasingan, Yun Lian diminta datang ke aula utama sekte. Dirinya pergi kesana didampingi oleh pamannya, Yun Zihao dan pria paruh baya bernama Yun Mohei, teman lama sekaligus tangan kanan Yun Ming.
Biarpun wajahnya terlihat datar dan tampak tidak peduli pada apapun, sebenarnya Yun Lian gugup saat memasuki aula utama sekte yang ternyata didalamnya berkumpul semua petinggi sekte, tetua, dan pasukan khusus.
"Cucuku Lian'er..." Yun Ming tersenyum lebar dan bangga, "Selamat telah berhasil mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas."
"Selamat untuk Matriark Muda!" seru seorang pria disamping Yun Ming dengan kencang dan penuh semangat.
"Selamat untuk Matriark Muda!"
Satu seruan dari Yue Song segera diikuti oleh semua orang di aula utama, mengejutkan Yun Lian.
"Terima kasih." Yun Lian menundukkan kepala sambil tersenyum tipis dibalik cadar merah darahnya.
Seruan itu juga menandakan semua orang disana setuju bahwa Yun Lian ditunjuk sebagai calon Matriark Sekte Awan Bulan dimasa depan. Ini akan menjadi pertama kalinya untuk Sekte Awan Bulan dipimpin oleh seorang wanita, sehingga tidak berlebihan jika memanggil Yun Lian sebagai Matriark Muda.
"Lian'er, kau telah meraih pencapaian besar yang jarang sekali kultivator muda mencapainya. Kami berharap banyak padamu."
"Lian akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi harapan Sekte Awan Bulan."
"Aiyo, Matriark Muda, kakekmu sedikit berlebihan. Jangan terlalu dipikirkan ucapan kakekmu. Lakukan saja sebaik mungkin, tetapi jangan terlalu memaksakan diri. Kami tidak ingin kau tertekan." Yue Song angkat bicara setelah menyikut pelan Yun Ming.
"Lian mengerti, Tetua Agung."
Dalam pertemuan itu, Yun Lian diberitahu agar mencari pengalaman keluar sekte demi persiapan sebelum memasuki Ranah Pondasi dan membentuk Pondasi Langit.
Yun Lian merasa tidak keberatan, malah cukup senang. Kepergian dirinya keluar sekte bisa dihitung jari. Seingat Yun Lian, terakhir kali dia keluar sekte saat berusia sepuluh tahun.
"Kau tidak akan pergi sendiri. Kau akan pergi bersama Saudara Yun Mohei dan Tetua Xie Hong."
Yun Mohei biasa dipanggil Paman Hei oleh Yun Lian, sedangkan Xie Hong adalah salah satu anggota pasukan khusus Sekte Awan Bulan. Kedua orang ini memiliki praktik Ranah Jiwa Agung.
Setelah memberitahu beberapa hal pada Yun Lian, Yun Ming menyilahkan Yun Lian pergi. Tidak lama, disusul oleh semua tetua yang ada hingga tersisa Yun Ming dan Yue Song.
"Saudara Yun, kau sungguh membuatku iri." Yue Song berdecak pelan.
Yun Ming tertawa lepas, menyadari hal yang membuat Yue Song iri padanya. Yun Ming memiliki cucu perempuan yang begitu cantik dan sangat berbakat. Namun, Yue Song hanya bisa pasrah karena tidak ada kultivator dari klan Yue mampu mengimbangi Yun Lian.
"Bukankah aku begitu diberkahi langit?" Yun Ming menunjukkan wajah bangga yang menjengkelkan.
---