
Zi Dan tidak tahu apa yang membuat Yao Han tetap tenang dan tanpa beban menyebut nama Lembah Hati Racun, bahkan dia hampir mengumpat. Melihat sikap tenang Yao Han, secara perlahan itu menular pada Zi Dan serta enam murid lainnya.
"Benarkah mereka dari Lembah Hati Racun? Kau tidak sedang bercanda, bukan?"
Sebenarnya terlambat Zi Dan bertanya demikian, tetapi dia bahkan tidak menyadarinya.
"Benar, Senior. Temanku itu yang mengatakannya sendiri. Sekali lagi aku mengingatkan tidak perlu khawatir dengan mereka, karena seharusnya Lembah Hati Racun berhutang pada kalian sudah menemukan anak Patriark mereka."
Zi Dan tersenyum canggung, merasa Yao Han tidak memahami situasi dan politik sekte yang berbeda aliran. Bisa jadi bukannya merasa berhutang, Lembah Hati Racun akan salah paham dan berakhir dengan membinasakan Sekte Bintang Ungu.
"Saudara muda, kau bicara semudah itu seolah kau tidak mengetahui Lembah Hati Racun adalah salah satu besar aliran hitam."
Zi Dan memperhatikan Yao Han lebih teliti. Dia ragu Yao Han termasuk kultivator bebas, karena mustahil ada kultivator bebas menyebut tentang sekte besar semudah dia mengedipkan mata. Sikap Yao Han yang tidak takut dengan nama besar Lembah Hati Racun membuat Zi Dan bertanya-tanya darimana sumber keberanian Yao Han.
Hanya kultivator bebas tertentu saja yang tidak takut pada sekte besar, contoh nyatanya adalah Jagoan Empat Penjuru. Justru sebaliknya, sekte-sekte besar yang tidak berani berurusan dengan mereka berempat kalau tidak ingin dihancurkan, terutama karena takut pada Angin Timur.
Banyak hal yang ingin ditanyakan Zi Dan, tetapi pikirannya masih belum tenang dan jernih. Namun setelah beberapa saat diam, dia teringat dengan Yao Han yang ingin menanyakan sesuatu pada mereka.
"Bukankah ada sesuatu yang ingin kau tanyakan, Saudara muda?"
"Ah, iya. Itu sebenarnya masalah yang sangat sepele..." Yao Han tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Aku hanya ingin bertanya tentang temanku yang menjadi murid Sekte Bintang Ungu."
Zi Dan mengerutkan dahi, "Temanmu? Siapa namanya?"
"Hua Feng dari Kota Bukit Bunga."
Sekte Bintang Ungu memiliki banyak murid, jadi Zi Dan tidak bisa mengingat seluruh nama murid. Dia menoleh pada enam murid didekatnya. Mereka tampak bergumam dan salah satu dari mereka bertepuk tangan sekali sambil berseru pelan.
"Oh, aku tahu! Anak walikota itu, bukan?"
"Ya, benar." Yao Han menyahut antusias, "Kau mengenalnya, saudara?" Zi Dan serta lainnya sama penasarannya dengan Hua Feng ini.
"Aku tidak mengenalnya dekat, tapi aku tahu dia."
Zi Dan kemudian ikut masuk ke dalam pembicaraan, "Saudara muda, apa ada urusan kau dengan murid sekte kami ini?"
"Hm, ya. Selain aku ingin bertemu dengannya, aku diberi amanah oleh ayahnya untuk memberikan sesuatu pada temanku ini."
Yao Han menjelaskan dia adalah teman masa kecil Hua Feng dan sesuatu yang ingin diberikannya ini bersifat pribadi, jadi harus diberikan secara langsung.
"Apa Senior bisa membantuku bertemu dengannya?"
Zi Dan mengelus dagu, "Dengan posisiku sebagai salah satu tetua, aku bisa membawamu, saudara muda. Namun masalahnya..."
Yao Han segera mengerti Zi Dan menggantung kalimatnya, itu karena dia masih mengkhawatirkan dua anggota Lembah Hati Racun yang berbagi atap dengan mereka. Kemungkinan besar dua orang ini akan ikut dengan Yao Han, yang bisa berujung membawa masalah pada Sekte Bintang Ungu.
"Aku mengerti, Senior. Tentang mereka berdua serahkan padaku, tapi mungkin kita tidak bisa langsung ke Sekte Bintang Ungu karena aku harus mengobati kakak temanku itu lagi."
Zi Dan menaikkan alisnya, dia baru teringat dan menyadari sesuatu, "Kau mengobatinya? Kau seorang tabib? Ah tidak, kau mungkin Kultivator Racun juga?" Pada kalimat terakhir, Zi Dan hati-hati bertanya.
Mata Zi Dan mengerjap beberapa kali, mendengar Yao Han sebagai tabib membuat kepalanya mendadak pusing. Dia belum pernah mendengar ada tabib kultivator memiliki kemampuan seperti Yao Han, apalagi yang juga mempelajari racun.
"Senior, mengingat kondisi kakak temanku, sepertinya kita harus berada disini selama semalam dan baru bisa besok ke Sekte Bintang Ungu, apa kau keberatan?"
Zi Dan berpikir sejenak sambil melirik enam murid lainnya. Wajah mereka menunjukkan keberatan, sebenarnya begitu juga dengan dirinya. Namun karena belum mengetahui latar belakang Yao Han dengan jelas, ditambah bisa berteman dengan anak Patriark Lembah Hati Racun, Zi Dan mengambil pilihan aman.
"Baiklah, tidak masalah, saudara muda. Kami juga tidak terburu-buru pulang."
Enam murid disana hendak protes tapi tidak bisa berbuat banyak. Yao Han memahami kegelisahan mereka kemudian mengeluarkan tujuh botol giok.
"Sebagai ganti sebelumnya telah membuat kalian menunggu lama dan meminta kalian menunggu lagi, aku ingin memberikan ini."
Yao Han memberikan tujuh botol giok itu pada mereka. Zi Dan serta lainnya mencium aroma obat samar saat masing-masing dari mereka menerima satu botol. Saat memeriksa isinya, napas mereja tertahan cukup lama.
"I-Ini..." Zi Dan kesulitan menanggapi, begitu juga dengan yang lain, "Pil kualitas sempurna..."
Mereka bertujuh pernah mendengar pil kualitas sempurna yang memancarkan sinar berdasarkan warna dasar pil, tapi baru kali ini mereka pertama kali melihatnya secara langsung.
"Darimana kau mendapatkan pil ini?" Suara Zi Dan bergetar.
"Tidak dari mana-mana, aku membuatnya sendiri."
Zi Dan begitu juga enam murid lainnya melotot kaget, "Kau seorang Alkemis?!"
Yao Han mengangguk pelan, "Ya, kurang lebih seperti itu."
Zi Dan tidak tahu harus menanggapi seperti apalagi. Dirinya sudah cukup kagum dengan Yao Han sebagai tabib kultivator, tapi mengetahui kenyataan Yao Han sebagai Alkemis membuatnya terguncang. Sedikit yang menjadi keheranan Zi Dan adalah jawaban Yao Han yang tidak pasti apakah dirinya Alkemis atau bukan.
"Kau tidak berbohong, bukan?"
"Tidak, Senior boleh tidak percaya. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban lain selain aku yang membuat pil dalam botol itu."
Pikiran Zi Dan mendadak kosong sebentar, 'Bisa membuat pil kualitas sempurna semuda ini... Dia semuda yang terlihat atau kultivator senior yang menyamar? Atau jangan-jangan..."
Sedikit ragu Zi Dan bertanya, tapi dia tidak bisa menahan rasa penasaran.
"Saudara muda, apa kau murid Senior Angin Timur?"
Pertanyaan itu mengejutkan enam murid didekatnya, tetapi hanya membuat Yao Han menaikkan kedua alis.
"Kenapa Senior berpikir demikian?"
"Beberapa bulan lalu terdengar kabar kemunculan kembali Senior Angin Timur ke dunia luar. Tidak berselang lama, terdengar kabar lain tentang muridnya. Kau adalah Alkemis, bisa membuat pil kualitas sempurna diusia muda... aku jadi berpikir liar kau adalah murid Senior Angin Timur."
Yao Han menggaruk pipinya canggung, "Guruku adalah Guru Feng Xian dan benar beliau berjulukan Angin Timur."
---