
Orang yang menjadi lawan Yun Mohei sebelumnya adalah Wang Hu, yang saat itu bertarung ditemani oleh seekor harimau putih bersayap perak, salah satu koleksi hewan roh kuat yang dia miliki.
Meskipun Yun Mohei berhasil melewati hadangan Wang Hu, bukan berarti dia lolos tanpa mengalami luka. Namun pada saat yang sama, dia juga berhasil melukai Wang Hu lebih parah bahkan menewaskan harimau putih bersayap perak berkekuatan Ranah Jiwa tahap menengah itu.
Masih berada di lokasi pertarungan dengan Yun Mohei sebelumnya, Wang Hu yang tetap bisa bertahan hidup mencoba memulihkan sebagian kecil kekuatannya. Wajahnya pucat karena kehilangan banyak darah dan satu hal yang membuatnya merasa begitu pahit adalah kehilangan salah satu koleksi hewan roh.
Harimau putih bersayap itu dalam kondisi begitu buruk. Sebagian besar tubuhnya hancur dan kepalanya terpenggal. Wang Hu terpaksa mengakui Yun Mohei lebih unggul darinya meskipun sebenarnya Wang Hu tidak membawa hewan roh atau siluman terkuat yang dia miliki.
"Kejadian hari ini akan memicu gejolak besar. Aku harus segera kembali ke sekte dan memberitahu Patriark... Ah! Aku hampir melupakan Bei'er."
Wang Hu mendekati mayat harimau putih bersayap itu dan menyimpannya ke dalam cincin ruang, nantinya mayat harimau itu akan dia kuburkan di sekte, lalu berjalan dengan langkah tertatih menuju gedung pertemuan.
**
Sebelum tiba, Xue Gang, Tetua Benteng Es Utara yang mengawal Bing Xueyu dan Bing Xinhai bisa melihat dari kejauhan gedung pertemuan sudah tidak berbentuk seperti semula. Perasaannya menjadi buruk, lalu mendarat dengan tergesa. Langkahnya terburu-buru saat mendengar suara keras.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?!"
Suara keras itu berasal dari Bao Wei yang begitu kaget saat dia dan Fang Jun kembali setelah mencari bantuan dari pusat hanya untuk menyaksikan gedung pertemuan hancur sebagian dan beberapa jenius muda dalam kondisi terluka bahkan kritis.
"Kemana perginya gadis itu?!" Bao Wei bertanya dengan napas memburu. "Dia kabur?!"
Xue Gang yang sempat panik, khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Bing Xueyu dan Bing Xinhai bisa bernapas lega setelah melihat keduanya baik-baik saja, sama sekali tidak terlihat terluka.
"Xinhai, apa yang terjadi disini? Bagaimana gadis itu bisa melarikan diri? Ada seseorang yang membantunya?"
Xue Gang ragu Yun Mohei yang membantu lolosnya Yun Lian dari formasi penghalang es buatannya. Tidak mungkin juga para jenius muda disini mampu melawan kultivator Ranah Jiwa Agung. Dia menebak Yun Mohei terlibat pertarungan dengan Wang Hu ditempat yang berbeda sebelum berhasil membawa Yun Lian pergi.
"Tetua Xue, gadis dari Sekte Awan Bulan itu memiliki kekuatan mengerikan. Entah ilmu aneh apa yang dia pelajari, bahkan bisa menghancurkan formasi penghalang yang Tetua buat. Dia kemudian bertarung dengan saudara dan saudari yang lain."
"Jadi dia mampu keluar dengan kekuatannya sendiri? Bagaimana bisa kultivator Ranah Dasar mampu berbuat demikian?"
"Entahlah, sekarang kita harus menolong saudara dan saudari lain dari kondisi kritis. Serangan gadis itu begitu mematikan."
Satu-satunya obat yang paling ampuh adalah Serum Penyembuh yang dibawa Shenghao. Xue Gang terkejut dengan obat itu dan lebih terkejut mengetahui pembuatnya.
Xue Gang yang mencoba membantu mengeluarkan Qi merah darah Yun Lian dari tubuh Ji Wentian mengerutkan dahi karena Qi itu menolak seolah menolak untuk dihilangkan.
"Qi yang aneh sekaligus mengerikan."
Tidak lama kemudian, tetua pengawal jenius muda lainnya tiba di gedung pertemuan dan menjadi panik. Beberapa luka yang mereka dapatkan saat bertarung dengan Xie Hong dan Mo Zha seolah terabaikan karena melihat kondisi buruk jenius muda sekte masing-masing.
Bao Wei hanya sebentar melihat kondisi para jenius itu dan gedung pertemuan sebelum berlutut ditanah dengan kondisi lemas dan wajah tak bersemangat.
Fang Jun menepuk pundak seniornya itu. Tidak ada kata-kata yang bisa dia keluarkan untuk menghibur Bao Wei, tetapi pada saat yang sama dia memikirkan cara agar bisa meringankan beban pikiran Bao Wei.
Keduanya sepakat dalam benak masing-masing, bahwa konflik besar yang terjadi di Kota Harta Giok tidak hanya akan membawa dampak buruk bagi Menara Harta Giok, melainkan juga dunia kultivator secara keseluruhan.
**
Kondisi para jenius muda aliran putih tidak kunjung membaik meskipun para tetua pengawal masing-masing sudah turun tangan membantu. Shenghao juga hampir menghabiskan Serum Penyembuh yang dia miliki.
Pada akhirnya mereka sepakat membawa para jenius itu kembali ke sekte untuk mendapatkan pertolongan yang lebih baik.
Beberapa jam setelahnya, Qian Shan dan Fang Han, dua Tetua Menara yang bertarung dengan Xie Hong dan Mo Zha di luar Kota Harta Giok muncul di markas pusat Menara Harta Giok. Kedatangan mereka dengan kondisi tidak baik-baik saja mengejutkan beberapa petinggi yang ada disana.
Dahi Qian Shan terus mengeluarkan darah, sedangkan Fang Han lebih buruk lagi. Qian Shan menggendong tubuhnya karena nyaris kehilangan kesadaran dan mendapat luka hampir disekujur tubuh.
"Tetua, apa yang terjadi dengan kalian?!" Bao Fan, Patriark Menara Harta Giok bertanya dengan panik.
"Patriark, kau harus bertindak cepat. Kumpulkan semua Tetua Menara dan petinggi sekte. Kita adakan rapat darurat."
Bao Fan ingin mengajukan pertanyaan lebih lanjut, tapi kata-kata Qian Shan membuatnya langsung memahami ada hal yang jauh lebih penting untuk diutamakan. Dia kemudian meminta orang lain membantu dua Tetua Menara itu agar luka mereka segera diobati, sementara dirinya melakukan permintaan Qian Shan.
**
Kabar tentang konflik yang terjadi di Kota Harta Giok menyebar cepat. Sekte Awan Bulan bahkan mengetahui kabar ini sebelum kedatangan Yun Mohei dan Yun Lian. Tidak lama setelah mereka, Xie Hong dan Mo Zha tiba dengan kondisi yang memprihatinkan.
Kondisi Mo Zha kurang lebih sama dengan Yun Mohei, tetapi kondisi Xie Hong jauh lebih parah. Sulit untuk mengatakan apakah dia masih hidup atau tidak, tetapi beruntungnya dia masih bisa bernapas meski lemah.
Dari hasil pertarungan mereka, Mo Zha melukai Fang Han dengan parah. Berbeda dengan Xie Hong yang mendapat luka parah dari pertarungannya dengan Qian Shan.
"Maafkan kecerobohanku, Kakek, Paman..."
Yun Lian berlutut nyaris bersujud didepan Yun Ming dan Yue Song, beserta beberapa petinggi penting sekte. Yun Zihao yang termasuk salah satunya, segera mendekati Yun Lian, membantu keponakannya itu berdiri.
"Lian'er..."
Yun Ming menghela napas panjang. Wajahnya menunjukkan kesulitan. Yue Song menepuk pundaknya, sebagai tanda untuk menyemangatinya.
"Pulihkan kondisi kalian berempat, kemudian laporkan semua rincian kejadian besok."
Yun Lian dan tiga tetua itu mengangguk pelan, sekaligus merasa lega tidak langsung mendapatkan amukan dari Yun Ming saat mereka tiba.
- - -