
Chapter ini kelanjutan dari chapter 177. Pembaca yang pintar pasti tahu kenapa chapter 180-204 perlu dibuat. Beberapa chapter sebelum chapter 180 kan emang udah disinggung tentang konflik, tapi gak dijelaskan lebih lanjut, jadi memang perlu dibuat.
Dan mungkin ada yang menyadari kalo beberapa nama orang, tempat, dan istilah kok ada yang gak konsisten, karena memang mau Author edit, tapi malas ngecek satu per satu. Contoh: Sekte Pedang Abadi diubah ke Sekte Pedang Suci. Terus, Kipas Gunbai yang nantinya berubah nama jadi Kipas Dong Feng.
Salam panas dingin. Selamat membaca.
###
Selepas kepergian Tang An yang ternyata juga dikenal sebagai Raja Jimat, Yao Han belum mendapatkan pengunjung lagi, jadi dia memilih menutup Rumah Pengobatan selama beberapa waktu.
Dipangkuannya ada buku tebal pemberian Tang An yang berisi pengetahuan tentang Dao Jimat. Yao Han mengamati bagian sampulnya sebentar sebelum mulai membuka setiap halaman dan membacanya sekilas.
Kecuali Bo Lang, semua penghuni Dimensi Pagoda keluar menemani Yao Han sambil berdiskusi kecil mengenai Tang An.
"Raja Jimat Tang An... Aku sudah sering mendengar julukannya, tapi baru pertama kali melihat sosok dan mendengar nama aslinya." Tian Jian berpendapat.
"Aku saja yang sudah hidup lebih lama darimu baru mengetahuinya hari ini." Bing Lizi menanggapi Tian Jian. "Karena dia suka sekali berkelana ke banyak tempat dalam jangka waktu pendek, sulit untuk menemui atau mengenalinya. Padahal nama besarnya sebagai Raja Jimat sudah dikenal lebih dari tujuh ratus tahun."
"Senior, bukankah kau dan Senior Xi juga demikian. Julukan kalian sudah dikenal hampir seribu tahun, tapi hampir tidak ada yang bisa menemui atau mengenali kalian dengan mudah." Giliran Yutian yang menanggapi.
Bing Lizi tertawa sebentar. "Meskipun julukan kami masih diingat, tapi kami memang tidak berniat dikenali. Lebih menyenangkan berbaur dengan orang banyak tanpa harus ditakuti atau diperlakukan istimewa. Lagipula orang-orang yang bisa mengenali kami bisa dihitung jari, sisanya sudah tiada atau bersembunyi entah dimana."
"Aku sebenarnya penasaran sejak lama, siapa sebenarnya yang memberi julukan Jagoan Empat Penjuru? Mengingat julukan Pilar aliran putih atau Gerbang aliran hitam lebih tua dibandingkan julukan Jagoan Empat Penjuru."
"Hm? Saudara Feng tidak memberitahumu? Julukan itu diberikan oleh Kaisar Negeri Hutan Hijau tujuh generasi sebelumnya. Dia sengaja menyematkan julukan itu dan menyebarluaskannya untuk menakuti dua negeri besar lain agar tidak gegabah menyerang Negeri Tanah Hijau."
"Begitu rupanya." Yutian mengangguk beberapa kali.
Kembali membahas Tang An, mereka hanya tidak menyangka bisa bertemu dengannya ditempat itu. Yao Han sendiri masih ingat penjelasan Shenghao yang mengatakan Tang An adalah sosok yang paling ingin ditemui Kera Jenaka Wu San, murid ketiga Wu Bai yang juga mendalami Dao Jimat.
Meskipun sedikit yang mendalaminya dan hampir menjadi jenis Dao yang punah, Dao Jimat masih terjaga kelestariannya karena cukup banyak anggota Sekte Teratai Putih dan beberapa kultivator lain yang menjadi kultivator pengguna jimat.
"Dia bahkan memberikan buku Dao Jimatnya pada Xiao Han. Sebelumnya dia mengatakan pernah bertemu Senior Feng dan Senior Chen. Kemunculannya seperti kebetulan yang mengejutkan."
"Hm, karena mereka berdua tidak pernah menceritakannya, kurasa Raja Jimat hanya melihat mereka dari kejauhan."
Meirong yang sejak tadi diam mendengarkan disamping Yao Han buka suara sambil mengelus kepala muridnya itu. "Kebetulan atau tidak, bukanlah hal penting. Sisi baiknya, Han'er beruntung bisa mendapatkan buku ini dengan mudah dari Senior Tang. Dengan begini, kemampuan Han'er dalam Dao Jimat bisa meningkat."
Yao Han hanya tersenyum sambil terus membaca isi buku itu. Ada beberapa jenis jimat yang menarik perhatiannya tetapi tidak berniat langsung ingin mencoba membuatnya.
Selama dua hari dua malam, Yao Han terus menutup Rumah Pengobatan hanya untuk membaca lebih jauh isi buku pemberian Tang An. Dia baru membuka diri di pagi hari pada hari ketiga. Yao Han duduk santai didekat pintu masuk Rumah Pengobatan sambil memainkan serulingnya.
Permainan seruling Yao Han disukai banyak orang di Kota Rubah Salju yang mendengarnya. Yao Han mencampurkan Qi saat memainkan seruling, membuat alunan suaranya bisa terdengar sampai radius dua ratus meter.
**
Shui Lan menemui dua Matriark lainnya untuk meminta pendapat mereka atas saran Bing Xueyu. Keduanya sama terkejutnya dan mulai mempertimbangkannya.
"Murid Senior Angin Timur, ya... Kurasa kita bisa mencobanya. Lagipula kita tidak punya banyak pilihan. Semoga saja dia mau membantu dan bisa menyembuhkan Hua'er."
Shui Lan kurang lebih setuju dengan pendapat Shui Rong. Namun satu hal menjadi masalah adalah mereka yang tidak mengetahui keberadaan Yao Han. Bing Xueyu memberitahukan murid Angin Timur itu sedang berkelana berkeliling Negeri Hutan Hijau, tetapi tidak mengetahui lokasi pastinya.
Salah satu tetua kemudian datang membawa sebuah kabar bahwa Yao Han saat ini berada di Kota Rubah Salju dan membuka Rumah Pengobatan yang terbuka untuk semua orang. Tetua itu mengetahuinya saat mengunjungi Toko Harta Giok terdekat dari Sekte Ombak Bunga.
Shui Lan dan Bing Xueyu saling berpandangan dan sama-sama berpikir bahwa jalan keluar untuk menyelesaikan masalah Shui Hua sepertinya terbuka lebih lebar daripada yang mereka pikirkan.
Tanpa membuang waktu lama dan melakukan sedikit persiapan, Shui Lan berangkat sambil membawa Shui Hua yang kondisinya kembali melemah. Dia juga ditemani seorang tetua Ranah Jiwa tahap awal, karena Bing Xueyu turut serta.
Setibanya di Kota Rubah Salju, rombongan kecil itu mengejutkan orang-orang yang mengenali identitas mereka dari pakaian yang dikenakan. Sebagian orang segera menjauh untuk tidak mencari atau terlibat masalah dengan mereka.
Shui Lan membawa rombongan kecil mereka ke Toko Harta Giok yang berdiri disana untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Manajer Zhao Yi turun tangan langsung menyambut kedatangan tamu besar itu.
Zhao Yi memberi hormat dan bersikap sopan, lalu memperkenalkan dirinya. "Namaku Zhao Yi, manajer toko cabang Kota Harta Giok. Matriark Shui, adakah yang bisa kubantu?"
"Manajer Zhao, aku datang ke kota ini untuk mencari murid Senior Angin Timur. Dimana aku bisa menemuinya?"
"Eh, Saudara Yao? Dia ada di..."
Zhao Yi menunjukkan sebuah lokasi, bahkan menawarkan diri mengantarkan mereka. Shui Lan menolak dengan halus, dia bisa melacak lokasinya melalui Indera Surgawi. Dia kemudian berterimakasih dan meninggalkan Zhao Yi yang masih berdiri mematung ditempatnya.
Rombongan kecil Shui Lan sempat merasa aneh saat melewati sepuluh pohon besar didepan Rumah Pengobatan Yao Han. Shui Lan merasa pohon itu bukan pohon biasa karena memancarkan Qi yang aneh.
Empat orang itu kemudian terpana sejenak melihat sebuah bangunan yang penampilannya sama sekali tidak biasa. Rumah Pengobatan Yao Han memang akan membuat siapapun yang pertama kali melihatnya akan merasa terpana sekaligus aneh.
Mereka bisa melihat ada seorang pemuda berjubah abu-abu gelap yang duduk santai didepan Rumah Pengobatan itu sambil memakan sesuatu dan bisa menebak identitasnya sebagai murid Angin Timur.
Semakin dekat jarak mereka dengan Yao Han, rombongan kecil itu dibuat heran sekaligus waspada.
"Selamat datang di Rumah Pengobatanku yang sederhana ini."
Sambutan hangat Yao Han membuat mereka sedikit salah tingkah.