
Yao Han diam sejenak sebelum menanggapi cerita singkat Jiu Jinyu. "Kenapa Guru Feng tidak pernah bercerita tentang ini?" gumamnya sambil mengelus dagu.
"Mungkin Angin Timur menganggapnya sebagai pengalaman yang tidak penting untuk diceritakan." Jiu Jinyu menanggapi singkat lalu mencicipi sedikit Arak Persik Bulan. "Hm, rasanya manis..."
Jangankan pada Yao Han, Meirong, atau Yutian yang saat itu masih belum meninggalkan Pulau Bulan Bintang, bahkan pada Bing Lizi, Chen Long, dan Xi Lei saja tidak pernah Feng Xian ceritakan kisahnya tentang pertemuannya dengan salah satu kaum Rubah Api Giok.
Yao Han kemudian mengamati Jiu Jinyu selama beberapa saat. Ratu Rubah itu menikmati dengan perlahan Arak Persik Bulan seakan-akan dia tidak akan pernah minum arak lagi selama sisa hidupnya.
Jiu Jinyu yang merasa diamati, berhenti minum arak dan melemparkan pertanyaan yang membuat Yao Han terbatuk keras.
"Kenapa kau melihat Ratu ini seperti itu? Jangan bilang kau jatuh hati pada parasku yang sangat cantik dan mempesona ini?"
"Cantik dan mempesona? Maaf, tapi Guruku Dewi Pedang Api lebih unggul daripada kau, Senior."
Jiu Jinyu merasa tersinggung karena baru pertama kali ada yang berkata demikian padanya. Sejak dulu sampai akhirnya menjadi pemimpin kaum Rubah Api Giok, Jiu Jinyu dianggap sebagai yang tercantik. Dia menoleh pada Meirong yang ternyata menatap ke arahnya. Hanya dua detik sebelum dia kembali menoleh pada Yao Han.
"Aku juga pernah mendengar tentang Dewi Pedang Api. Tidak kusangka dia berakhir menjadi Feniks. Harus kuakui, diantara kalangan manusia, kecantikan gurumu itu adalah nomor satu."
"Tentu saja. Memangnya siapa yang bisa menandingi kecantikan guruku? Guru Hong adalah perempuan tercantik di Benua Bulan Biru."
Jiu Jinyu berdecak pelan tapi tidak membantah pernyataan Yao Han, lalu berganti dirinya mengamati Yao Han selama beberapa saat sebelum dia mendapatkan sebuah kesimpulan.
"Kau adalah salah satu manusia yang tidak terpengaruh dengan kecantikan Ratu ini. Kupikir itu karena kau murid Angin Timur, tapi ternyata karena juga memiliki guru yang begitu cantik."
Menurut Jiu Jinyu, hampir tidak ada manusia yang bisa tahan terhadap pengaruh keindahan paras kaum Rubah Api Giok saat berada dalam wujud manusia. Kelebihan mereka satu ini yang membuat mereka dapat memperdaya banyak manusia.
"Salah satu? Siapa saja yang lain?"
"Gurumu Feng Xian, juga dua manusia busuk itu. Lalu, mungkin manusia ular itu." Jiu Jinyu menunjuk Yutian.
"Hmph, kenapa aku harus terpengaruh dengan kecantikan rubah? Bisa sial seumur hidup." Yutian mendengkus kesal.
"Berani sekali kau berkata seperti itu pada Ratu ini..." Jiu Jinyu menatap Yutian penuh permusuhan, tapi tidak banyak yang bisa dia lakukan karena kekuatannya sedang ditekan.
Jiu Jinyu menarik napas dalam lalu mengamati Yao Han lagi.
"Lima akar roh murni dan juga menembus batas Ranah Dasar tingkat lima belas... mungkin, kau bisa masuk ke dalam daftar kultivator yang pernah membentuk Pondasi Surgawi atau bahkan Pondasi Abadi di benua ini, Yao Zi."
Yao Han menjadi antusias. "Ada yang pernah membentuk Pondasi Surgawi atau Pondasi Abadi? Bagaimana caranya?"
Jiu Jinyu tertawa. "Tentu saja ada. Tiga rumor kultivasi yang beredar sejak ribuan tahun lalu memang benar adanya. Kaum kami menemukan dan menyimpan rahasia kebenaran itu agar tidak terdengar keluar, apalagi diketahui oleh bangsa manusia..."
Jiu Jinyu menambahkan, jika saja Chen Long dan Bing Lizi tidak menemukan Dimensi Saku yang menjadi tempat tinggal kaum Rubah Api Giok, dua dari tiga rumor kultivasi tidak akan pernah diketahui manusia.
Jika Yao Han terus berusaha, dia akan mencapai puncak Ranah Dasar yang sebenarnya, yaitu tingkat dua puluh dan berpeluang membentuk pondasi yang lebih kuat dibandingkan Pondasi Langit.
Beberapa kultivator manusia dimasa lalu bisa menembus batas Ranah Dasar tingkat lima belas secara alami. Seiring berjalannya waktu, kemampuan alami itu menghilang. Dimasa sekarang, untuk menembusnya membutuhkan usaha keras dan pengorbanan besar yang bisa mengancam nyawa.
Menurut Jiu Jinyu, sebenarnya berhasil mencapai Ranah Dasar tingkat delapan belas dan membentuk Pondasi Surgawi saja sudah cukup untuk Yao Han. Dia akan menjadi kultivator yang lebih kuat dibandingkan Feng Xian dimasa depan.
Bukannya ragu, Yao Han tidak terpengaruh dan tetap berkeinginan untuk mencapai Ranah Dasar tingkat dua puluh agar dia bisa membentuk Pondasi Abadi, pondasi terkuat yang pernah di ceritakan Bing Lizi dulu.
"Ada beberapa cara untuk menembus Ranah Dasar tingkat delapan belas yang akan kau lakukan. Namun untuk membentuk Pondasi Surgawi atau Pondasi Abadi adalah hal lain..."
Jiu Jinyu mengetahui ada satu cara untuk membentuk kedua pondasi tersebut, hanya saja dia meminta syarat yang mengundang amarah Yao Han.
"Ratu ini tidak keberatan memberitahumu, asalkan guru cantikmu itu mau memberikan beberapa helai bulu Feniks pada Ratu ini." Jiu Jinyu tersenyum manis yang terlihat licik dan berbahaya.
Yao Han mengerutkan dahi, lalu mengeluarkan Kipas Dong Feng dan mengacungkannya ke wajah Jiu Jinyu.
Sementara suasana menjadi tegang, Chen Long tersenyum tipis melihat Kipas Dong Feng. Tanpa Yao Han bercerita panjang, hanya dengan melihat kipas besar itu, Chen Long bisa mengetahui Yao Han adalah penerus Feng Xian.
'Pusaka warisan turun temurun itu ternyata sudah berpindah kepemilikan.'
"Bisa Senior ulangi kata-kata barusan? Aku tidak mendengarnya dengan jelas."
Yao Han menampilkan senyuman ramah, tapi tidak bisa menahan kekuatan dan hawa pembunuhnya yang merembes keluar. Senyuman Jiu Jinyu perlahan luntur. Kalau bukan karena kekuatannya ditekan, Jiu Jinyu tidak akan takut.
"Tenanglah, Han'er."
Meirong menepuk pundak Yao Han, berusaha menenangkannya. Yao Han segera menarik kembali kekuatannya dan menarik napas dalam.
"Bicaralah dan aku akan memberimu ini." Meirong menatap Jiu Jinyu sambil menunjukkan sehelai bulu Feniks yang berwarna merah keemasan.
Langsung saja Yao Han dan Chen Long protes, terutama Yao Han yang sangat keberatan Meirong memberikan bulu Feniks karena tahu betapa menyakitkannya mencabut satu helai bulu saja.
Meirong menebak Jiu Jinyu meminta beberapa helai bulu Feniks untuk menumbuhkan kembali sembilan ekornya.
"Tidak perlu khawatir. Lagipula hanya satu saja."
Yao Han dan Chen Long tidak bisa protes lagi karena Meirong bersikeras.
Meirong memiliki tiga bulu Feniks tersisa. Tanpa sepengetahuan Yao Han, dia mencabut dan mengumpulkan bulu-bulu Feniks agar bisa digunakan Yao Han dalam keadaan darurat.
"Satu helai tidak cukup, tapi melihat pengorbananmu untuk anak ini, aku memberikan keringanan."
Jiu Jinyu mengambil bulu Feniks dan menyimpannya hati-hati. Kemudian dia mengeluarkan sebuah gulungan kertas tua dan menyerahkannya pada Yao Han.
"Dengan bantuan pil khusus, kau akan lebih mudah membentuk Pondasi Abadi. Bahan-bahannya tertulis dalam gulungan itu."
Bersambung...
Catatan:
Yao Zi bisa diartikan sebagai Bocah Yao, panggilan khusus dari Jiu Jinyu untuk Yao Han.