
"Lima akar roh murni... Praktik menembus Ranah Dasar tingkat lima belas..." suara Bolang bergetar dan matanya melebar menatap Yao Han didepannya, "Tuan Yao, kau ini manusia apa monster?"
"Hm... sejauh yang aku ketahui dan kuingat, aku seratus persen manusia." Yao Han menjawab santai.
Bolang kesulitan membalas tanggapan Yao Han yang seolah tanpa beban itu, "Aku memang pernah mendengar ada legenda manusia yang terlahir memiliki dua akar roh, tetapi lima akar roh murni..."
"Oh, kalau itu memang benar ada. Guru She memiliki dua akar roh murni, unsur racun dan logam." Yao Han melirik Yutian yang baru saja menegak secangkir Arak Persik Bulan.
Mulut Bolang terbuka lebar, meski tidak selebar saat dia bereaksi setelah mendengar fakta baru tentang Yao Han.
"Entah bagaimana aku menyebutnya... Mungkin kau manusia monster yang memiliki keberuntungan begitu besar, Tuan Yao." Bolang menanggapi dengan senyuman canggung.
Yao Han tertawa pelan, "Aku lebih suka menyebutnya sebagai keberuntungan besar. Aku beruntung masih bisa selamat setelah tersambar petir, aku beruntung akhirnya memiliki akar roh sehingga menjadi kultivator, dan yang pasti aku beruntung memiliki guru-guru hebat."
"Han'er tidak perlu merendah. Terlepas dari keberuntungan yang kau dapatkan, tidak ada kultivator muda jenius sepertimu yang mempelajari dan menyerap banyak ilmu dalam waktu singkat." Meirong mengusap lembut kepala Yao Han.
"Guru Hong, dulu aku pernah membaca buku cerita tentang legenda kultivator jenius. Kalau aku disebut monster, dia jauh lebih monster lagi. Dia memiliki sembilan akar roh murni dan memiliki kemampuan mengerikan dengan meniru jurus orang lain bahkan membuatnya lebih baik. Dia adalah kultivator serba bisa dan kemampuannya dalam membuat pil berkualitas sempurna yang membuat namanya begitu terkenal dalam usia yang jauh lebih muda daripada aku."
"Sembilan?! Aku rasa itu terlalu mengada-ada. Bagaimana bisa dia memilikinya? Cukup masuk akal jika dia mengalami hal yang serupa denganmu, Han'er." Yutian menanggapi tidak percaya.
"Entahlah Guru She, biarpun legenda tetapi aku percaya itu adalah kenyataan. Dia hidup di dunia lain dan alasan dia bisa memiliki sembilan akar roh adalah karena dia mempelajari ilmu terlarang yang bisa mengubah kualitas akar roh dimana awalnya dia memiliki akar roh lima unsur, hampir mirip sepertiku. Saat melakukannya, dia hampir tewas. Setelah berhasil, dia justru 'terlahir' kembali sebagai pemilik Takdir Keabadian."
"Takdir Keabadian..." gumam Meirong dan Yutian bersamaan.
Karena perlu membiasakan diri dengan kekuatan barunya, Yao Han menggunakan waktu luangnya untuk berlatih hal lain. Mengingat dirinya juga mendalami ilmu penempaan tubuh, Yao Han kembali meneruskan latihannya ini.
Dalam waktu seminggu, Yao Han berhasil menyelesaikan lima puluh dua persen tahap kedua Delapan Gerbang Penempaan. Petir yang menyambar tubuhnya setiap kali latihan penempaan tubuh membuat para penduduk keheranan.
Mereka akan melihat fenomena alam akan turunnya hujan dan petir menyambar satu kali yang kemudian menghilang dengan cepat tanpa tahu penyebab keanehan tersebut.
Yao Han sudah memutuskan, sebelum dia meninggalkan Kota Bukit Bunga, dia harus mencapai Ranah Dasar tingkat delapan belas untuk semua akar roh murni miliknya dan berhasil menyelesaikan tahap kedua Teknik Delapan Gerbang Penempaan.
Setelah Yao Han menyelesaikan tahap kedua ini secara sempurna, maka dengan hanya mengandalkan kekuatan fisiknya, Yao Han akan kebal pada serangan fisik semua jenis Pusaka Kuno tingkat menengah ke bawah.
"Oh, Han'er! Kenapa kau datang kemari? Apa yang kau perlukan?"
Hua Ren sedikit terkejut dengan kedatangan Yao Han tiba-tiba ke rumahnya.
"Walikota, untuk sementara aku ingin berkeliling ke sekitar kota, jadi beberapa hari aku akan tidak berada di rumah..."
Yao Han menjelaskan dia ingin memeriksa sekaligus memburu siluman yang kemungkinan berkeliaran di sekitar Kota Bukit Bunga, setidaknya dia ingin penduduk kota tidak khawatir dengan keberadaan siluman lagi.
Sengaja dia menyampaikan hal ini agar dirinya tidak disangka anak hilang lagi karena tidak terlihat di rumahnya selama beberapa hari. Yao Han juga tidak berniat meninggalkan Kota Bukit Bunga tanpa berpamitan.
"Apa kau butuh bantuan? Aku bisa membantumu mencarikan orang untuk menemanimu berburu?"
"Apa kau yakin? Jangan memaksakan diri, kau bisa kelelahan bahkan terluka..."
"Tentu saja aku yakin, Walikota. Anda mungkin lupa fisikku sangat kuat, apalagi sekarang aku adalah kultivator. Masalah siluman bagiku sebenarnya hal kecil, tetapi butuh waktu lama dan aku juga ingin menikmati 'tugas kecil' ku ini." Yao Han tertawa.
Hua Ren menghela napas pendek, "Baiklah kalau itu maumu. Hati-hati, Han'er."
Yao Han langsung menuju tempat kesukaannya, yaitu tepi sungai di balik hutan kecil pinggiran kota. Seringkali datang kesana, tidak ada tanda-tanda keberadaan siluman, sehingga Yao Han memperluas area perburuan.
Meski Yao Han tidak membutuhkan bantuan, tetapi kedua gurunya dan Bolang menawarkan diri untuk membantu karena tidak banyak kegiatan yang mereka lakukan selain berlatih dan bersantai.
Yao Han tidak bisa menolak, setelah meminta tas ruang untuk menyimpan jasad siluman yang diburu, ketiganya melesat berpencar. Bahkan Meirong dan Yutian membuat taruhan siapa yang mengumpulkan siluman lebih sedikit diantara keduanya, harus rela tidak minum Arak Persik Bulan selama seminggu ke depan.
Yao Han berdiri melayang dengan bantuan kipas Gunbai beberapa puluh meter dari permukaan tanah sambil mengaktifkan kekuatan mata khususnya.
Satu hal yang membuat Yao Han senang adalah kini mata khususnya memiliki jarak penglihatan tembus pandang sejauh seratus lima puluh meter. Sementara untuk Meirong, Yutian, dan Bolang, Indera Surgawi mereka mampu melihat jauh dengan jarak satu kilometer.
Sambil berburu, Meirong, Yutian, dan Bolang juga berusaha agar jarak mereka dengan Yao Han tidak melebihi satu kilometer.
Perburuan dimulai sedikit siang dan baru berhenti saat menjelang sore. Meirong dan Yutian mendapatkan hasil imbang, yaitu empat belas siluman, Bolang mendapat dua belas siluman, sementara Yao Han hanya mendapat sembilan siluman.
Hal unik yang dialami Yao Han saat perburuan siluman hari itu adalah dia sempat menemui dua siluman yang sedang kawin. Yao Han menunggu kegiatan mereka selesai sebelum akhirnya membunuh mereka. Sedikit kejam memang, tetapi harus dia lakukan agar tidak menjadi ancaman di masa depan bagi penduduk Kota Bukit Bunga.
Selesai berburu, Yao Han tidak kembali ke rumah, dia memilih bermalam di tenda sederhana yang terbuat dari sihir elemen kayu. Yao Han dan yang lain berkumpul di dekat api unggun di depan tenda.
Di malam hari setelah makan malam, Yao Han memainkan seruling sebagai hiburan sambil bersandar di tubuh Bolang yang berubah wujud menjadi Serigala Malam. Alunan suara seruling yang merdu membuat Bolang menyukai permainan musik Yao Han.
"Hei, Rongrong, hasil berburu kita memang seri hari ini, tetapi salah satu siluman yang kudapatkan berkekuatan di Pondasi Fana tahap awal, sementara dirimu hanya mendapat siluman di Ranah Dasar, jadi bisa dibilang aku lebih unggul darimu."
Meirong menatap Yutian dengan alis naik sebelah lalu mendengkus pelan, "Omong kosong apa yang kau katakan, ular jelek? Kita bertaruh dalam hal jumlah, bukan tingkat praktik siluman. Jangan mencoba licik padaku, tidak ada gunanya."
Yutian berdecak pelan. Sebenarnya dia sedikit bingung Meirong mengajaknya bertaruh. Namun karena yang dipertaruhkan adalah Arak Persik Bulan, mau tidak mau Yutian menyanggupi tantangan Meirong.
Yutian yakin, jika Meirong menang, maka wanita cantik itu akan senang melihatnya menderita karena tidak bisa menikmati Arak Persik Bulan selama seminggu penuh.
"Tuan Yao, hanya perasaanku saja atau kedua gurumu ini tidak akur?" bisik Bolang pelan.
"Mereka memang begitu. Biarkan saja, kau akan terbiasa melihatnya." Yao Han menanggapi santai sambil berbaring nyaman beralaskan bulu hitam lembut Bolang yang wangi Bunga Teratai Biru.
---
Kalian bisa mendukung author dengan memberikan tips melalui aplikasi Kary*karsa. Nama pengguna author disana adalah Maswaw.