
"Paman Chu tidak perlu minta maaf karena Paman tidak salah apapun padaku. Aku sama sekali tidak memikirkan bayaran atau imbalan yang akan Paman berikan padaku. Kita kesampingkan itu, mohon terimalah hadiah pernikahan dariku ini."
Chu Zi merasa sedikit lega saat menyadari dirinya yang salah mengartikan ucapan Yao Han dan beruntungnya pemuda itu tidak tersinggung.
Karena Yao Han tidak menerima penolakan lebih jauh, Chu Zi menerima hadiah itu sambil terus berterima kasih. Jia Wu juga menerima hadiah itu setelah Chu Zi.
Dua jenis pil yang diberikan Yao Han termasuk pil yang terdengar akrab oleh mereka, tetapi Yao Han menjelaskan perbedaan khasiat pil buatannya. Setelah mendengar itu, mereka bersyukur tidak menolak hadiah Yao Han dan merasa bodoh sendiri sempat mencoba menolak kemurahan hati Yao Han sebelumnya.
"Tabib Yao, tentang imbalan dariku, aku tetap ingin memberikannya padamu nanti saat kau akan melanjutkan perjalananmu."
Yao Han langsung tersenyum penuh makna, "Paman Chu, bagaimana jika aku mengatakan imbalan yang harus Paman berikan padaku adalah semua harta yang Paman miliki?"
Chu Zi tersedak napasnya, lalu terbatuk-batuk keras, "Tabib Yao, ini..."
Yao Han tertawa pelan, "Paman, aku hanya bercanda. Tidak perlu pikirkan itu."
Chu Zi mengelus dadanya, sulit baginya untuk menolak permintaan Yao Han jika pemuda itu benar-benar menginginkannya. Dia tidak bisa menolak karena takut dengan latar belakang Yao Han sebagai murid Angin Timur.
"Paman Chu sekeluarga sudah mengundangku menjadi tamu kehormatan di pernikahan Saudara Chu Fu yang akan datang, selain itu juga memberikan tempat tinggal untukku dan temanku menginap sementara, itu sudah lebih dari cukup."
Dalam hati, Chu Zi dan Jia Wu memuji kerendahan hati Yao Han. Terlepas dari latar belakangnya sebagai murid dari sosok terkenal di dunia kultivator, Yao Han sama sekali tidak menunjukkan sikap arogan.
Sekali lagi dalam benaknya Chu Zi berterimakasih pada langit bisa dipertemukan pemuda langka seperti Yao Han.
Acara jamuan makan malam itu berakhir. Keluarga Jia pulang dan dua tamu kehormatan keluarga Chu, yaitu Yao Han dan Xu Yin kembali ke kamar mereka untuk beristirahat. Sebelum Yao Han masuk ke dalam kamar, Xu Yin menghentikannya.
"Ada apa, Yinyin?"
Xu Yin terbatuk pelan mendengar panggilan Yao Han, dia masih belum terbiasa dengan itu.
"Bisa kau jual pil untuk membantu praktik kultivasi padaku?"
Yao Han mengeluarkan dua botol penuh pil pada Xu Yin, "Ambillah, tidak perlu membayar." Yao Han segera berbalik, tetapi Xu Yin dengan cepat mencegah langkahnya.
"Apa kau pikir aku tidak punya batu roh? Aku punya lebih dari cukup untuk membeli banyak pil darimu."
"Bukannya aku tidak butuh batu roh. Aku berniat memberimu saat kita berpisah nanti, tetapi kau memintanya sekarang, jadi kebetulan saja."
Xu Yin menyipitkan matanya, menatap Yao Han penuh curiga, "Kenapa kau baik sekali padaku? Kau tidak sedang jatuh hati padaku, bukan?"
Segera saja Yao Han memberikan satu sentilan pada dahi gadis cantik itu, "Sudah kubilang kau terlalu percaya diri." Yao Han segera masuk ke dalam kamar.
"Hei-! Kau menyakitiku!" Xu Yin mengelus dahinya yang memerah, "Awas saja kalau kau benar-benar jatuh hati denganku, saat kau menyatakan perasaanmu, akan kutolak!" geram Xu Yin.
Sementara itu, penghuni Dimensi Pagoda tertawa terbahak-bahak.
***
Pasalnya adalah Xu Yin 'memaksa' Yao Han menemaninya jalan-jalan, seolah tidak ingin menghadiri acara pernikahan. Gadis itu sama sekali tidak memberikan wajah pada keluarga Chu atau Jia.
Chu Zi hanya bisa tersenyum pahit melihat sikap Xu Yin, dia juga menyadari latar belakang gadis itu sama besarnya dengan Yao Han karena bisa bersikap biasa saja di hadapan Yao Han. Chu Zi akhirnya membiarkan dua tamu kehormatannya pergi jalan-jalan.
Secara otomatis, Yao Han dan Xu Yin akan melewatkan upacara pernikahan, tetapi Yao Han berjanji akan menghadiri pestanya. Chu Zi memberikan dua kartu undangan untuk berjaga-jaga.
Selain merasa jengkel dengan sikap Xu Yin, Yao Han merasakan firasat buruk terkait pernikahan Chu Fu dan Jia Lin. Dua hari ini belum diketahui siapa yang mengirimkan hadiah perhiasan terkutuk pada keluarga Chu.
Hampir seharian Yao Han menemani Xu Yin berjalan-jalan. Ini juga menjadi peluang bagi keduanya bisa menemukan Xu Yang secara kebetulan, meskipun menyadari peluangnya amat kecil.
Saat hari sudah sore menjelang malam, Yao Han mengajak Xu Yin menuju restoran terbaik di kota ini, di tempat ini pula diadakan pesta pernikahan keluarga Chu dan Jia.
Baru beberapa langkah, Yao Han dan Xu Yin melihat seorang pria lari tergesa-gesa ke arah mereka.
"Ah-! Tabib Yao! Tabib Yao!"
Yao Han mengerutkan dahinya, dia mengenali pria ini sebagai salah satu penjaga kediaman keluarga Chu.
"Ada apa, Paman? Apa yang terjadi denganmu?" Mereka bertiga menjadi pusat perhatian beberapa orang, tapi Yao Han lebih fokus pada pria ini. Dia tampak pucat dan mengalami beberapa luka.
"Tabib Yao... tolong cepat ke restoran... ada pengacau... yang datang! Tolong... bantu kami..." Susah payah pria itu menyampaikan.
"Apa?!" Yao Han langsung mengerti alasan dibalik firasat buruknya. Dia dengan cepat mengalirkan Qi unsur kayu untuk menyembuhkan luka pria itu. Dalam sekejap saja sudah sembuh, "Aku segera kesana!"
Sebelum pergi, penjaga itu memberitahukan bahwa pengacau yang datang adalah sekelompok kultivator berjumlah banyak.
Mendengar ini, Yao Han menggunakan Langkah Angin Surgawi, yang diikuti susah payah oleh Xu Yin ke restoran tempat pesta pernikahan berlangsung. Penjaga itu terpana melihat kecepatan Yao Han dan Xu Yin. Setelah tersadar, dia mengikuti mereka.
Yao Han mengetahui letak restoran ini karena sempat ditunjukkan oleh Chu Fu sehari sebelumnya, jadi dia tidak kebingungan. Hanya saja setelah tiba di sana, napasnya sempat tertahan sejenak.
Pintu masuk restoran menghilang entah kemana. Di bagian depan restoran, para penjaga dan penerima tamu tergeletak bersimbah darah. Yao Han segera masuk ke dalam dan menemukan pesta pernikahan yang kacau serta berubah menjadi pernikahan berdarah.
Ada sekelompok orang berbaju hitam memancarkan hawa pembunuh tanpa menyadari kedatangan Yao Han dan Xu Yin. Sementara itu beberapa orang di dalam restoran ada yang terluka ringan sampai mati dengan kondisi mengenaskan.
"Berani-beraninya kalian membuat kekacauan disini!"
Yao Han berteriak lantang sambil melepaskan aura pembunuh. Xu Yin terkejut lalu bergerak mundur beberapa langkah karena aura pembunuh Yao Han lepas begitu saja.
Salah satu orang berbaju hitam itu menatap Yao Han sambil mengerutkan dahi. Dia terlihat seperti pria berusia lima puluhan tahun.
"Siapa kau anak muda?! Jangan ikut campur urusan kami!"
---