
Provinsi Rusa Putih merupakan salah satu provinsi di Negeri Hutan Hijau dan Kota Cahaya Bulan adalah salah satu kota di wilayah provinsi ini. Rusa Putih juga termasuk salah satu provinsi dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
Keunikan provinsi satu ini adalah tidak berada dibawah kekuasaan pemerintahan Negeri Hutan Hijau atau sekte tingkat manapun. Hal ini sudah berlangsung selama ratusan tahun sejak nama Feng Xian sebagai Angin Timur yang tinggal menyendiri di Pulau Bulan Bintang dikenal luas oleh dunia kultivator atau manusia biasa.
Ada beberapa sekte kecil yang berdiri di wilayah provinsi Rusa Putih, begitu juga dengan desa atau kota manusia biasa. Dan yang paling umum adalah kultivator bebas mudah ditemui disini.
Secara keseluruhan, bisa dikatakan provinsi Rusa Putih adalah tempat paling damai kalau tidak disebut sebagai wilayah paling netral.
Dengan banyaknya manusia yang hidup disana, mudah saja Yao Han melanjutkan kegiatan yang dia lakukan sebelumnya di Kota Cahaya Bulan, yaitu memberikan pengobatan gratis. Dan atas saran Meirong, Yao Han tidak lagi membagikan pil secara gratis kecuali dalam kondisi yang diperlukan.
Umumnya, orang sakit atau yang membutuhkan pengobatan akan mendatangi tabib, tetapi Yao Han dengan sikap uniknya akan mendatangi hampir semua orang yang dia lihat dan menawarkan jasa pengobatan.
Tidak semua orang mau menerima tawaran Yao Han karena melihat betapa mudanya dia sehingga orang-orang meragukan kemampuannya. Orang yang menerima atau menyambut baik tawarannya dikarenakan pembawaannya yang ramah.
Setiap selesai memberikan pengobatan, Yao Han selalu memberikan satu Bunga Teratai Biru. Tindakannya ini membuat orang-orang berpikir di adalah sosok yang dipanggil sebagai Tabib Teratai Biru yang muncul di Kota Cahaya Bulan.
Beberapa orang kemudian mencoba mendapatkan pil dari Yao Han, terutama mereka yang merupakan kultivator dengan praktik Ranah Dasar, tetapi Yao Han menolak dengan halus dan memberikan penjelasan singkat agar mereka membelinya di Toko Harta Giok yang ada di Kota Cahaya Bulan.
Yao Han menyadari ada beberapa orang yang mencoba mengambil kesempatan untuk merebut sesuatu berharga darinya, tetapi dia tidak takut. Pada akhirnya, orang-orang ini mengurungkan niatnya karena dalam dunia kultivator, jauh lebih baik tidak mencari masalah dengan orang yang latar belakangnya tidak diketahui.
Dimata orang-orang, Yao Han adalah sosok misterius dengan tingkat praktik yang tidak bisa dibaca secara jelas. Terlepas dari wajahnya yang menampilkan senyum ramah, aura aneh yang menyelimuti dirinya juga membuat orang lain berpikir ulang untuk berbuat sesuatu yang buruk padanya.
Suatu sore menjelang malam, Yao Han merasakan akar roh unsur tanah miliknya akan mencapai Ranah Dasar tingkat enam belas, jadi dia mencari tempat sepi. Mudah baginya mencari tempat sunyi dibalik pepohonan yang mirip seperti hutan karena kondisi umum di wilayah Negeri Hutan Hijau.
"Han'er, fokus saja pada praktikmu, kami akan memastikan tidak ada pengganggu disekitar sini," ujar Meirong sambil mengelus lembut rambut Yao Han.
"Baik, Guru Hong."
Yao Han kemudian duduk bersila disamping batu besar berwarna hitam lalu mulai menyerap Qi.
Meirong dan Yutian berada di posisi saling berlawanan, menjaga jarak sekitar sepuluh langkah dari Yao Han, lalu membentuk pelindung kasat mata berbentuk lingkaran yang menghalangi pandangan kultivator Ranah Inti ke bawah pada Yao Han.
Keduanya mengamati Yao Han sambil mengedarkan Indera Surgawi untuk mengawasi daerah sekitar.
Kurang dari sepuluh menit, dari tubuh Yao Han terpancar Qi yang kuat. Dia berhasil menaikkan akar roh unsur tanah ke Ranah Dasar tingkat enam belas. Beberapa waktu berikutnya dia habiskan untuk mengokohkan praktiknya agar stabil.
Yao Han mendongak ke atas. Mendung. Langit ditutupi awan gelap membuat hari yang menjelang malam seperti tengah malam yang pekat.
Yao Han membentuk mantra tangan dan tangannya yang bersinar kehijauan dia hentakkan ke tanah. Satu meter darinya muncul sulur-sulur tanaman sebesar lengan manuisa dewasa yang kemudian saling merajut membentuk kubah.
Sebenarnya ada sihir dengan tingkatan lebih tinggi lagi yang berguna untuk membuat rumah sederhana, tetapi tidak dia lakukan. Kubah ini cukup kokoh dan lebih dari cukup untuk tiga orang tinggal didalamnya.
"Aku hampir tidak pernah mendengar ada sihir unsur yang digunakan untuk hal remeh seperti ini," komentar Yutian setelah meminum Arak Persik Bulan.
Yao Han tertawa kecil, sementara Meirong kurang setuju dengan pendapat Yutian. Pernyataan itu kurang tepat karena sihir unsur seperti ini sangat berguna jika ingin beristirahat ditempat yang tidak memungkinkan atau jauh dari pemukiman, meski sebenarnya bagi kultivator tidak terlalu membutuhkan hal ini.
"Tidak heran Senior Chen menjadi salah satu pengguna sihir unsur kayu terbaik yang pernah ada."
Sejak dahulu kala, Qi atau sihir unsur kayu yang berkaitan dengan energi kehidupan paling umum digunakan sebagai penyembuhan.
Sedikit kultivator yang mampu menciptakan atau menguasai sihir unsur kayu untuk digunakan diluar bidang kesehatan dan Chen Long dalam waktu seribu tahun terakhir adalah kultivator dengan akar roh murni unsur kayu terbaik.
Dalam slip giok yang menjadi peninggalan Chen Long itu juga terdapat sihir unik yang mampu meningkatkan energi kehidupan dan Feng Xian selama menyimpan peninggalan ini menggunakan teknik satu ini, begitu juga dengan Yao Han sehingga dia memiliki energi kehidupan yang besar meski masih berada di Ranah Dasar.
Yao Han kembali melanjutkan latihannya. Tidak lagi menyerap Qi untuk menaikkan praktik, tetapi untuk menempa tubuhnya. Yao Han sudah menyelesaikan tahap pertama teknik Sembilan Gerbang Penempa. Dia sudah memasuki tahap kedua dan saat meninggalkan Pulau Bulan Bintang, Yao Han baru menyelesaikan sekitar dua puluh empat persen.
"Hatchi-! Hatchi-!"
Baru setengah jam berlatih, Yao Han terpaksa berhenti karena bersin tiba-tiba mengganggunya.
"Aish..." Yao Han mengusap hidungnya.
"Sepertinya ada yang membicarakanmu, Han'er," celetuk Yutian lalu kembali minum arak.
"Mungkin..." Yao Han tidak terlalu memikirkan hal itu, lalu melanjutkan latihannya.
Suara gemuruh dari langit yang awalnya terdengar sesekali kini semakin sering dan makin keras. Satu jam setelah Yao Han memulai latihannya, satu petir turun menyambarnya.
BLAARRR!!!
Meirong dan Yutian sudah beberapa kali melihat hal seperti ini pada Yao Han, tetapi mereka masih belum terbiasa. Petir yang menyambar Yao Han ini akan muncul saat Yao Han berhasil menyelesaikan setiap kelipatan lima persen dalam setiap tahap teknik penempaan tubuh.
Malam itu, Yao Han berhasil mencapai angka dua puluh lima persen tahap kedua teknik Sembilan Gerbang Penempa dan dibantu sambaran petir yang mengandung energi besar, Yao Han mendapat tambahan satu persen, menjadi dua puluh enam persen.
---