
Jadilah pembaca yang baik dengan memberikan like pada setiap chapternya. Dan kalau bersedia meluangkan waktu, monggo spam komen, ya.
Btw, popularitas novel ini sudah mencapai 1M alias satu juta! Wohoo-! Semua berkat pembaca baik dong. Hahaha.
*
Menyediakan dua kamar tamu bukan masalah besar bagi keluarga Chu. Masing-masing dari Yao Han dan Xu Yin mendapatkan sebuah kamar berukuran besar dan terkesan mewah. Wajar mengingat keluarga Chu adalah keluarga saudagar kaya di kota yang didatangi Yao Han.
"Sebenarnya tidak perlu sampai menyediakan kamar untuk kami, Paman Chu. Kami bisa mencari penginapan di kota ini."
"Mana bisa begitu, kau dan nona muda adalah tamu kehormatan kami. Lagipula lebih baik kau menginap dikediamanku daripada tempat lain. Jangan bersikap sungkan, buatlah diri kalian senyaman mungkin. Jika ada sesuatu, kalian bisa menyampaikan pada pelayan kami."
"Baiklah, Paman Chu. Terima kasih banyak."
Chu Zi mengangguk pelan kemudian membiarkan kedua tamunya untuk beristirahat.
Pada hari itu, seluruh kediaman Chu sudah mengetahui bahwa anggota keluarga Chu yang sakit sudah sembuh dan ada dua tamu yang menginap di kediaman besar itu.
Yao Han baru saja ingin masuk kamar yang disediakan untuknya sesaat setelah Chu Zi tidak lagi terlihat, tetapi Xu Yin menghalangi langkahnya.
"Kenapa kau menerima undangan itu? Bukankah perjalanan kita akan tertunda? Begitu juga dengan pencarian kakakku."
"Tidak sopan menolak tawaran baik. Tidak ada salahnya juga menunda perjalanan selama dua hari, karena keperluanku tidak mendesak. Sedangkan mencari kakakmu..." Yao Han menggantung kalimatnya, "... sejujurnya bukan urusan penting bagiku. Kau bisa mencarinya sendiri tanpaku."
"Dasar menyebalkan!" Xu Yin menjerit lalu mendorong Yao Han. Dengan wajah kesal dan hati dongkol, gadis itu pergi meninggalkan Yao Han dan masuk ke dalam kamar untuknya.
Yao Han akui kalimatnya terkesan kasar, tetapi dia harus mengatakan itu karena pencarian Xu Yang memang bukan prioritas utamanya.
Dia bersedia menolong jika bertemu dengan Xu Yang, tetapi jika mencari pemuda itu tanpa petunjuk, akan menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga.
Sementara itu, Xu Yin didalam kamar menggerutu dan mengumpati Yao Han. Bisa saja dia pergi mencari sendiri, tetapi karena dia sudah bertemu dengan sosok yang akan menolong kakaknya, mau tidak mau dia harus menahan diri.
Semakin lama kekhawatiran Xu Yin pada kakaknya semakin besar. Ditambah lagi dia kebingungan dengan arah pencarian. Dia hanya bisa terus berharap pada langit untuk segera mempertemukannya dengan Xu Yang.
Saat Yao Han dan Xu Yin berada di dalam kamar, hari sudah hampir sore. Didalam kamarnya, Yao Han memeriksa sekitar, sementara semua penghuni Dimensi Pagoda keluar. Bing Lizi, Meirong, dan Yutian langsung menciptakan formasi pelindung berlapis.
"Kasur... sudah lama aku tidak merasakan keempukan benda satu ini." Yutian langsung merebahkan badannya dan menikmati kasur empuk dengan nyaman.
"Dasar ular bodoh. Ini kasur untuk Han'er, kenapa malah kau yang menikmatinya? Pergi sana!" usir Meirong.
Yutian berdecak kesal, "Burung payah, kau tidak tahu betapa aku merindukan kasur empuk. Biarkan aku menikmatinya sebentar saja."
"Aku memang tidak tahu dan tidak mau tahu. Cepat menyingkir." Meirong sudah bersiap-siap untuk menarik kaki Yutian, tetapi Yao Han menahannya.
"Tidak apa-apa, Guru Hong."
"Han'er terlalu baik. Sayang sekali dia memiliki guru tidak tahu diri seperti ular jelek ini." Meirong menyindir Yutian sambil mengelus kepala Yao Han.
"Kita akan terus melihat adegan rumah tangga seperti ini, Senior Bing."
"Benar, kita juga harus memupuk kesabaran melihat tingkah konyol mereka."
Meirong dan Yutian seolah tidak menyadari bertingkah kekanakan mereka dihadapan dua senior mereka.
Tidak ingin melihat Meirong dan Yutian terlibat dalam perdebatan yang tidak penting lagi, Yao Han meminta Meirong menemaninya masuk ke dalam Dimensi Pagoda, meninggalkan yang lain karena dia ingin melanjutkan meningkatkan praktiknya.
Bing Lizi dan penghuni Dimensi Pagoda yang lain hanya bisa menunggu karena selama Yao Han berada di Dimensi Pagoda, mereka tidak akan bisa masuk ke dalam dimensi tersebut.
Kurang dari satu jam, Yao Han dan Meirong muncul kembali. Yao Han baru saja berhasil meningkatkan praktik akar roh unsur air ke Ranah Dasar tingkat delapan belas. Namun begitu, Yao Han tetap membuat praktiknya terbaca pada Ranah Dasar tingkat sembilan.
Atas permintaan Yao Han, Meirong memeriksa keadaan Xu Yin di kamar sebelah. Meirong memberitahu gadis itu sedang berlatih dan baru saja memasuki praktik di Ranah Dasar tingkat sebelas.
Memanfaatkan waktu luang yang dia miliki, Yao Han ingin mencoba membuat Serum Waktu untuk pertama kalinya. Yao Han duduk bersila bersandar didepan ranjang kasur. Punggung tangan kanannya bertumpu pada telapak tangan kiri dan menghadap ke atas.
Langkah-langkah dalam slip giok berisi pembuatan serum waktu sudah dihapal Yao Han diluar kepala dan dia pun memulai prosesnya.
Mengubah Qi menjadi cairan hijau giok yang tidak lain serum waktu terbilang cukup mudah. Namun yang mengejutkan Yao Han adalah dia harus mengorbankan lima persen dari seluruh Qi miliknya hanya untuk menghasilkan satu tetes serum waktu.
"Meskipun serum waktu terdengar hebat, ternyata proses pembuatannya cukup menguras banyak Qi." Meirong berkomentar.
"Setidaknya Saudara Chen menciptakan teknik yang sangat bagus, terutama bagi seorang alkemis dan bisa mendapatkan sumber daya tanaman sihir berusia tua dalam waktu singkat."
Kondisi khusus Yao Han membuatnya memiliki jumlah Qi yang jauh lebih banyak dibandingkan kultivator lain dengan tingkat praktik yang sama. Jika itu dilakukan oleh orang lain, maka bisa menghabiskan sampai tiga puluh persen Qi untuk bisa menghasilkan satu tetes Serum Waktu saja.
Yao Han mengamati sejenak satu tetes cairan hijau giok pada telapak tangannya, lalu menyimpannya dalam sebuah botol kaca bening. Setelah itu dia kembali melanjutkan membuat serum waktu. Yao Han baru berhenti setelah menghasilkan total sepuluh tetes serum waktu.
Lima puluh persen Qi dia habiskan untuk mendapatkan sepuluh tetes hijau giok itu. Namun ada efek lain yang terbilang baik, yaitu pembuatan Serum Waktu membantu Yao Han mengalirkan Qi menjadi lebih baik dan juga semakin mempercepat waktu pemulihan Qi yang terbuang.
Saat malam tiba, pintu kamar Yao Han diketuk. Bing Lizi dan yang lain kembali ke Dimensi Pagoda setelah formasi pelindung dihilangkan. Didepan kamarnya, Yao Han melihat Chu Fang dan Xu Yin.
"Tabib Yao dan Nona Yin, sudah waktunya makan malam. Mari ikut denganku ke ruang makan."
Saat perjalanan ke ruang makan, Chu Fang menceritakan bahwa keluarga calon istri adiknya datang kemari atas permintaan Chu Fu. Sehingga makan malam nanti akan lebih meriah. Bisa dibilang sebagai perayaan kesembuhan tiga perempuan dari keluarga Chu.
"Ah, ini dia orangnya. Calon besan, dialah pemuda yang kuceritakan tadi." Chu Zi dengan penuh semangat memperkenalkan Yao Han pada Jia Wu, calon besannya.
"Jadi inikah murid Angin Timur itu? Sangat muda sekali."
Jia Wu kagum melihat aura dan pembawaan Yao Han, kesan pertama itu membuatnya berpikir Yao Han lebih cocok disebut sarjana muda dibandingkan seorang tabib.
"Salam Tuan Jia, namaku Yao Han."