Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 181 - Pertemuan Kultivator Muda



Meskipun awalnya terkejut karena rombongan Benteng Es Utara tiba yang paling awal bersama dengan rombongan Sekte Ombak Bunga, diam-diam Bao Wei merasa beruntung dan lega karena merekalah yang menjadi pihak yang tiba pertama.


Baik itu Benteng Es Utara maupun Sekte Ombak Bunga merupakan dua pihak yang tidak menunjukkan kearoganan mereka didepan Bao Wei yang tingkat kultivasinya dibawah dua gadis cantik ini.


Bao Wei merasa tidak perlu banyak usaha untuk menahan rasa sabar dengan dua tamu yang datang karena mereka juga membalas sikap ramahnya dengan baik. Jika pihak pertama yang tiba berasal dari Sekte Teratai Putih, maka Bao Wei akan merasa lebih senang lagi, karena dia sangat yakin sikap dari perwakilan sekte satu ini jauh lebih ramah, hangat, dan bersahabat.


Bing Xueyu dan Shui Hua diarahkan ke ruangan yang telah disediakan dan duduk pada tempat yang memang sudah diatur sedemikian rupa oleh pihak Menara Harta Giok. Keduanya duduk bersebelahan, sedangkan dua muda mudi yang menjadi pendamping mereka duduk sedikit agak di belakang mereka.


Bao Wei memperhatikan kedua tamu yang datang sejenak. Sejak awal pertemuan, dia dan Fang Jun merasakan hawa dingin samar yang berasal dari Bing Xueyu dan Shui Hua. Sedikit banyak Bao Wei mengetahui penyebabnya demikian, jadi dia tidak terlalu heran.


Hawa dingin dari Bing Xueyu karena pengaruh ilmu unik Benteng Es Utara yang dia pelajari sejak menjadi kultivator, sedangkan untuk Shui Hua, hawa dingin yang dia pancarkan karena memiliki tubuh khusus yang langka.


"Aku pikir kami akan datang paling akhir, ternyata yang paling awal. Baguslah." Bing Xinhai, sepupu sekaligus pendamping Bing Xueyu dalam pertemuan ini menyeletuk lalu tertawa pelan.


"Sebelumnya aku juga berpikir demikian, Saudara Bing. Kalian pasti berangkat lebih awal dari lainnya agar tidak datang terlambat. Perjalanan jauh sangat melelahkan, silahkan beristirahat sejenak sambil menikmati jamuan yang kami sediakan."


"Terima kasih, Saudara Bao. Jamuannya sangat nikmat dan mewah. Namun daripada lelah, aku lebih merasa kecewa. Dalam perjalanan kemari kami mendengar sebuah kabar tentang seseorang. Aku pikir kami bisa bertemu dengannya."


Diakhir kalimatnya, Bing Xinhai melirik sepupunya sambil menaikturunkan kedua alisnya. Gadis berjulukan Peri Es itu sedikit menoleh dan suaranya yang merdu menegur Bing Xinhai.


"Diamlah, Xinhai. Berhenti berkata omong kosong."


"Seseorang?" Bao Wei merasa kebingungan. Tidak mendapat gambaran seseorang yang dimaksud Bing Xinhai.


Selain Bing Xueyu, ada Shui Hua dan pendampingnya, Shui Rong yang mengetahui seseorang yang dimaksud sepupu Peri Es itu.


Shui Hua hanya tidak habis pikir Bing Xinhai mengabaikan peringatan Bing Xueyu untuk tidak menggoda gadis itu lagi dengan membahas seseorang yang membuat Bing Xueyu malu bukan main.


Bao Wei ingin meminta Bing Xinhai menjelaskan, tetapi perhatiannya teralihkan dengan kedatangan sebuah rombongan sekte berikutnya. Hampir disaat yang bersamaan, Fang Jun juga muncul untuk mendampingi Bao Wei menyambut rombongan ini.


"Selamat datang, Saudara Huo, Saudari Huo. Kuharap tidak ada halangan selama perjalanan kalian kemari. Silahkan duduk dan nikmati jamuan dari kami."


Bao Wei memberi salam dan berusaha menahan rasa tidak nyaman karena wajah arogan terlihat jelas diwajah dua saudara kembar berbeda jenis kelamin ini.


Dua anak kembar, Huo Li sebagai kakak dan Huo Lin sebagai adik. Keduanya adalah anak dari Huo Wang, Patriark Istana Bintang Api. Huo Wang dulunya dijuluki Raja Api, tetapi karena sektenya berubah haluan aliran kultivator dari netral menjadi putih, maka julukannya berganti menjadi Pilar Api.


"Tamu yang datang pertama sangat mengejutkanku. Aku merasa sedikit malu datang lebih lambat dari kalian, padahal jarak sekte kami jauh lebih dekat dibandingkan dengan Benteng Es Utara atau Sekte Ombak Bunga."


Istana Bintang Api terletak di wilayah paling Utara Negeri Hutan Hijau yang berbatasan langsung dengan wilayah paling selatan Negeri Awan Biru dan menjadi satu-satunya sekte bintang sepuluh aliran putih yang berada di wilayah Negeri Hutan Hijau.


Huo Li menekan sedikit rasa arogannya dan menunjukkan sedikit keramahan pada dua perwakilan yang sudah datang lebih dahulu. Berbeda dengan saudari kembarnya yang menunjukkan wajah masam.


Reaksi gadis berjulukan Peri Api itu bukan karena persaingan dan perbandingan sektenya dengan Benteng Es Utara di masa lalu, melainkan murni karena dia merasa kalah cantik dihadapan Peri Es dan Peri Bunga.


Perasaannya memburuk saat menyadari bahwa dirinya adalah gadis peri dengan kecantikan terbawah dan hanya unggul diatas Shui Rong. Huo Lin sendiri tidak menyadari dirinya masih kalah cantik jika dibandingkan dengan Peri Harta yang berhalangan hadir, yang tepat satu tingkat lebih unggul diatasnya.


Perwakilan Benteng Es Utara dan Sekte Ombak Bunga berdiri dan menjawab salam kedua tamu yang barusan datang. Aura persaingan cukup terasa dalam ruangan itu. Bisa dikatakan, tingkat kultivasi Huo Li yang tinggi hanya bisa diimbangi Bing Xueyu.


Kultivasi keduanya sama-sama hampir mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas, hanya butuh sedikit usaha lebih keras lagi. Diatas kertas, kekuatan keduanya hampir berimbang, hanya unggul atau kalah tipis terhadap satu sama lain jika saling beradu kekuatan.


Bao Wei menyadari situasi sedikit berubah menjadi lebih panas karena aura persaingan. Sebelum dia sempat berusaha mengubah situasi, terdengar sebuah suara pemuda yang baru saja tiba bersama rombongan kecilnya.


"Padahal kami sudah berusaha datang lebih cepat, ternyata sudah ada yang tiba lebih dulu."


Dari suara dan sikapnya, pemuda ini tampak cukup ramah dan bersahabat. Aura kearoganan hanya terasa tipis. Senyumnya cukup lebar menghiasai wajahnya yang tampan.


Pemuda ini adalah Ji Wentian, anak dari Patriark Ji Tianshan. Disampingnya ada seorang gadis yang penampilannya secara keseluruhan mampu membuatnya menjadi pusat perhatian seluruh orang yang berada dalam ruangan.


Harus Bao Wei akui bahwa gadis ini adalah gadis tercantik yang pernah dia lihat dan memang tidak salah dinobatkan sebagai gadis tercantik diantara para gadis peri generasi saat ini.


Dari balik cadar kuning keemasan tipis yang dia kenakan, terlihat senyuman sopan menawan dari seorang Peri Cahaya Huang Mingzhu, putri Pilar Cahaya Ji Guang. Sebuah senyuman yang mampu menyihir dan memikat semua orang tanpa pandang bulu.


Ji Wentian dan Huang Mingzhu, sepasang muda mudi paling berbakat yang mewakili Sekte Gunung Langit dalam Pertemuan Kultivator Muda ini.


Kedatangan keduanya menimbulkan aura persaingan yang lebih kuat dari sebelumnya dan itu berasal dari Huo bersaudara, Huo Li dan Huo Lin.


- - -