
"Saudara Yao, kau menguasai sihir unsur kayu?" Honghao terlebih dahulu tersadar dari keterkejutannya.
"Hm, iya. Apakah ada yang salah?" Yao Han terlihat bingung dengan reaksi dua pemuda didepannya.
"Eh, kau tidak menyadarinya? Sihir unsur kayu seperti yang kau tunjukkan ini sangat langka, karena umumnya hanya untuk penyembuhan."
Mendengar itu, Yao Han bereaksi santai, "Kupikir ada apa, ternyata itu rupanya."
Shenghao dan Honghao merasa ada yang salah dengan isi kepala Yao Han. Mereka berpikir mungkin karena Yao Han adalah murid sosok Angin Timur yang begitu tersohor, sehingga dirinya tampak biasa saja dengan hal yang dianggap orang lain sebagai sesuatu yang luar biasa.
Meirong dan Yutian yang mendengar percakapan kecil ketiganya hanya tertawa kecil. Mereka berdua tidak kaget dengan sikap santai Yao Han.
"Kau bukan hanya berbakat, melainkan juga hebat dapat menguasai sihir unsur kayu yang langka. Tidak kusangka Senior Angin Timur menguasai sihir satu ini. Kau sungguh beruntung, Saudara Yao." Honghao berdecak kagum, begitu pun Shenghao.
Yao Han menyadari Shenghao dan Honghao salah paham, jadi dia berusaha meluruskan dan membuka sedikit rahasia miliknya.
"Aku tidak tahu berapa banyak sihir unsur kayu yang dikuasai guruku, tetapi bukan dari beliau aku belajar sihir ini."
"Jika bukan dari Senior Feng, lalu kau belajar dari siapa, Saudara Yao?" Shenghao dan Honghao sama sekali tidak memikirkan nama orang lain karena belajar dari Feng Xian sang Angin Timur sudah menjadi hal luar biasa.
"Sederhananya... aku belajar sendiri dari warisan yang ditinggalkan Senior Chen."
Shenghao dan Honghao sama-sama mengerutkan dahi, "Siapa itu Senior Chen?"
"Eh, kalian tidak mengenalnya, ya... Beliau bernama lengkap Chen Long, salah satu Empat Penjuru yaitu Naga Selatan."
"Naga Selatan?!" Shenghao dan Honghao menjerit pelan. Mata kedua melebar sambil menatap Yao Han seperti melihat siluman berusia ratusan tahun.
"Kau juga belajar dari beliau, Saudara Yao?! Artinya Senior Naga Selatan akhirnya muncul kembali setelah seratus tahun menghilang?!" Honghao bertanya dengan napas memburu. Dia jauh lebih terkejut daripada saat pertama kali mengetahui Yao Han adalah murid Feng Xian.
Yao Han menggeleng pelan. Saking terkejutnya, Honghao tidak terlalu memperhatikan perkataan Yao Han sebelumnya. Yao Han dengan sabar menjelaskan Feng Xian memberinya warisan Chen Long berupa kumpulan sihir unsur kayu dan mempelajarinya sendiri tanpa bimbingan gurunya.
"Hm, begitu rupanya." Shenghao manggut-manggut mengerti, dirinya tampak lebih tenang dibandingkan Honghao yang masih sedikit bingung dan terkejut, "Aku hampir jantungan jika kau benar-benar bertemu dan belajar dari Senior Naga Selatan."
"Sudah menjadi rahasia umum beliau tidak terlihat selama seratus tahun lebih, tetapi aku berharap dalam perjalananku keluar Pulau Bulan Bintang bisa bertemu dengan beliau atau dua senior lainnya sehingga aku bisa belajar dari mereka."
Shenghao terbatuk-batuk mendengar penjelasan Yao Han yang tanpa beban.
"Jika itu orang lain yang berbicara, hanya bisa dianggap sebuah lelucon. Namun kau berbeda karena latar belakangmu yang tidak biasa, Saudara Yao."
Bagi sebagian kultivator, bisa melihat atau bertemu langsung dengan salah satu dari Empat Penjuru adalah sebuah anugerah. Bisa belajar satu dua hal dari salah satu diantara mereka adalah keberuntungan. Menjadi murid salah satunya adalah hal luar biasa dan Yao Han mendapatkan ketiga hal tersebut.
"Sekarang aku mempercayai sepenuhnya kau senang belajar banyak hal. Tidak cukup menjadi murid dari Senior Feng, kau juga ingin belajar dari tiga senior Empat Penjuru lainnya? Apa gurumu tidak marah jika mengetahui hal ini?"
"Nah karena itu jangan sampai ketahuan." Yao Han tertawa kecil, menutupi kebenarannya. Padahal Feng Xian lah yang mendorong dirinya belajar dari Empat Penjuru lainnya, "Terlalu jauh memikirkan apakah aku bisa belajar dari mereka atau tidak karena keberadaan mereka saja tidak ada yang tahu sampai sekarang."
Honghao meringis sambil mengusap rusuk kirinya yang baru disikut Shenghao. Dia melihat seniornya itu sedikit melotot padanya, membuat Honghao agak bergidik ketakutan.
"Kau ini... kau tahu tidak permintaanmu itu sangat tidak sopan? Jangan bersikap lancang." Shenghao berbisik tetapi memberi penekanan pada setiap kata-katanya dan Yao Han masih bisa mendengar apa yang dia katakan.
Shenghao mungkin tidak bereaksi demikian jika orangnya bukan Yao Han. Dia khawatir Yao Han tersinggung.
Tidak seperti yang dipikirkan Shenghao, Yao Han sama sekali tidak tersinggung, dia malah berdiskusi dengan kedua gurunya.
"Guruku tidak mengatakan aku tidak boleh mengajarkan sihir ini pada orang lain. Namun, aku hanya bisa memberimu paling banyak sepuluh jenis sihir unsur kayu, Saudara Honghao."
"Oh, tidak masalah. Itu sudah lebih dari cukup buatku." Honghao tersenyum lebar, tidak berusaha menutupi antusiasnya.
Shenghao menahan diri untuk tidak menegur adik seperguruannya sekali lagi, disisi lain dia juga senang Honghao mendapatkan ilmu baru, apalagi berasal dari sosok seperti Yao Han.
Saat mendengar Feng Xian sang Angin Timur memiliki murid, awalnya Shenghao sempat berpikir Yao Han akan sama seperti gurunya, terutama dari segi sifat.
Terlepas dari latar belakangnya, ternyata Shenghao dan Honghao mendapat kejutan bahwa Yao Han bersifat bertolakbelakang dari sang guru yang sifatnya sudah dikenal luas.
Mungkin karena itu, Shenghao dan Honghao menjadi cepat akrab dengan Yao Han dengan pembawaannya yang ramah dan santai. Keduanya juga menjadi lebih terbuka tentang diri mereka sendiri.
Dari keduanya, Yao Han mengetahui nasib mereka tidak berbeda jauh dengannya, tidak mengenal siapa orangtua mereka.
Bukan hanya mereka berdua saja, tetapi hampir seperempat sampai sepertiga anggota muda Sekte Teratai Putih merupakan anak yatim piatu atau dulunya adalah bayi yang seolah sengaja 'dibuang' ke Sekte Teratai Putih.
Di malam hari, Yao Han memainkan seruling sebagai bentuk hiburan untuk ketiganya sekaligus penduduk kota.
Shenghao hampir saja lupa dengan kemampuan unik Yao Han satu ini dan sekali lagi dia dibuat kagum karena Yao Han mendalami Dao Musik. Shenghao tidak tahu seberapa sulit Dao Musik, tetapi mendalami banyak jenis Dao jelas bukan hal mudah.
Saat mengetahui Yao Han mempelajari Dao Musik dari Feng Xian, Shenghao dan Honghao dibuat terkejut. Sesuatu yang sama sekali tidak terpikirkan oleh mereka terhadap sosok alkemis nomor satu di Benua Bulan Biru itu.
Setelah puas memainkan seruling, Yao Han mengeluarkan sebuah kantung kecil. Sebagai alkemis, Honghao langsung mengenali tanaman yang ada didalamnya dan dimakan dengan santai oleh Yao Han.
Rumput madu bukanlah tanaman sihir langka ataupun mahal, tetapi Honghao baru pertama kali ada yang menjadikannya sebagai camilan di waktu luang seperti yang Yao Han lakukan. Dalam waktu kurang dari satu hari, Shenghao dan Honghao menerima beberapa kejutan dari Yao Han.
"Saudara Yao, apakah gurumu tidak pernah berkomentar tentang kebiasaan unikmu ini?" Honghao tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
"Pernah, beliau bahkan menyebutku sebagai orang gila karena ini." Yao Han justru tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya, membuat Shenghao dan Honghao tersenyum canggung.
"Apa kalian mau? Aku masih punya banyak." Yao Han menawari rumput madu.
Shenghao dan Honghao kompak menjawab, "Tidak, terima kasih."
---