Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 66 - Cepat dan Mudah



Qi yang mengelilingi tubuh Shenghao berubah warna dari biru menjadi keemasan, serta membentuk seekor naga yang melilit tubuhnya. Tubuh naga yang terbuat dari Qi itu memancarkan kekuatan petir yang juga berwarna keemasan.


Yao Han melirik Honghao. Sedikit mirip dengan seniornya, warna biru Qi Honghao menjadi lebih gelap. Masing-masing di kepalan tangan Honghao terbentuk kepala macan api berwarna biru.


Yao Han bisa melihat keduanya menjadi sosok yang berbeda setelah mengeluarkan teknik mereka.


Mengikuti keduanya, Yao Han juga bersiap. Dia mengambil seruling yang tersemat di pinggangnya dan menggunakannya sebagai pedang.


Jika Shenghao dan Honghao melihat ini mereka akan keheranan, tetapi keduanya terfokus pada siluman dan terlebih dahulu mengambil tindakan menyerang.


Shenghao berjalan maju sambil melakukan beberapa gerakan. Perlahan naga yang melilit tubuhnya melayang di atas kepalanya. Kedua tangan Shenghao membentuk cakar lalu mengarahkannya pada dua siluman didekatnya.


"Rasakan ini siluman jahat-! Cakar Naga Petir!"


Naga petir keemasan itu melesat cepat dan memberi luka cakaran pada dua siluman yang tidak sempat bereaksi. Tubuh dua siluman tumbang dan bergetar hebat. Cakaran naga petir Shenghao menyebabkan pendarahan hebat dan mengambil nyawa dua siluman itu.


Honghao yang bergerak dalam waktu hampir bersamaan tidak ingin ketinggalan dari seniornya. Dengan dua kepala macan api biru di kedua tangannya, Honghao maju dan memberikan hantaman di kepala, dada, dan perut pada tiga siluman.


"Tinju Macan Api!"


Tidak hanya ketiga siluman itu mati dengan luka amat fatal, juga terdapat luka bakar pada bagian tubuh yang terkena serangan Honghao.


"Senior, aku unggul satu poin darimu." Honghao berseru pelan, membuat Shenghao berdecak pelan.


"Situasinya berbeda dari sebelumnya, ini bukan waktunya memikirkan siapa yang lebih banyak membunuh siluman."


"Maaf, maaf." Honghao terkekeh pelan.


Melihat lima kaum mereka terbunuh dengan satu serangan, siluman yang tersisa tidak takut malah semakin berani. Para siluman itu menjadi berang dan bergerak bersama menyerang Shenghao dan Honghao.


Dua pemuda itu mundur satu langkah bersamaan dan berdiri berdampingan. Menghadapi beberapa siluman haus darah ini, keduanya berusaha tetap tenang.


"Senior, ayo kita gunakan teknik gabungan itu."


Shenghao melirik sejenak sebelum mengangguk pelan.


Honghao menyatukan kedua tangannya dan dua kepala macan api menyatu kemudian membentuk seekor macan api berukuran cukup besar dihadapannya. Shenghao membentuk segel tangan, naga petir yang melayang disekitarnya bergerak melilit macan api Honghao.


Shenghao dan Honghao membentuk segel tangan lain. Kepala naga petir dan macan api membesar lalu membuka mulut lebar-lebar mengarah pada para siluman beruang macan rubah.


"Auman Naga dan Macan!"


Groaaarrr!!!


Seiring dengan seruan Shenghao dan Honghao, dari kepala naga dan macan itu melepaskan gelombang kejut hebat disertai suara keras, membuat para siluman terpental mundur cukup jauh.


Serangan gabungan tadi membuat beberapa siluman muntah darah dan tubuh mereka kesakitan, serta meninggalkan rasa ketakutan yang mendalam, terlihat dari tubuh para siluman itu yang tidak berhenti gemetaran.


Belum hilang rasa takut siluman dari serangan gabungan Shenghao dan Honghao, dalam waktu nyaris bersamaan mereka tumbang dalam kondisi kepala bocor dan tidak lagi bernyawa tanpa sempat bereaksi.


Pelaku dibalik kejadian itu adalah Yao Han yang memukul bagian belakang kepala siluman memakai serulingnya.


"Sepertinya aku yang mendapat poin paling banyak." Yao Han tertawa pelan sambil melirik Honghao.


Honghao terpana dengan mulut terbuka, sementara Shenghao sempat melirik ke satu arah, dimana terdapat jasad-jasad siluman beruang macan rubah tanpa kepala yang ditumpuk. Shenghao penasaran dengan cara Yao Han menebas kepala siluman hanya menggunakan seruling.


Kedua pemuda nyaris botak itu tidak menyangka, seruling berwarna hijau giok indah milik Yao Han menjadi senjata mematikan bagi siluman yang tadinya berniat menjadikan mereka santapan makan malam.


***


Sebenarnya Yao Han tidak membual atau berniat menyombongkan diri dihadapan Shenghao dan Honghao, tetapi dia memang memiliki kemampuan untuk menghilangkan nyawa para siluman tadi tanpa bantuan siapapun.


Terbukti Yao Han dalam waktu singkat menghabisi lebih banyak siluman daripada Shenghao dan Honghao. Sikap tenang Yao Han sebelumnya menunjukkan dia sama sekali tidak menganggap para siluman itu sebagai ancaman yang berarti.


Seandainya Yao Han masih takut menghadapi para siluman rendahan seperti itu dan diketahui Feng Xian, Yao Han akan mendapat tendangan keras dibokong dari gurunya.


Shenghao dan Honghao masing-masing membunuh dua dan tiga siluman, sementara Yao Han membunuh belasan, termasuk pemimpin kelompok siluman berkekuatan Pondasi Fana tahap awal.


Setelah dihitung bersama pemimpinnya, jumlah siluman beruang macan rubah itu ada dua puluh dua ekor. Sebuah kelompok siluman yang bisa dikatakan besar.


Terlalu fokus pada pertarungan sendiri, Shenghao dan Honghao tidak menyadari kapan Yao Han bergerak. Kecepatannya dalam menghabisi siluman juga membuat mereka penasaran sejauh mana kemampuan Yao Han, tetapi mereka masih bisa menahan diri untuk tidak bertanya yang bersifat pribadi.


"Aku mengetahui kalian adalah murid jenius Sekte Teratai Putih, tetapi aku tidak menyangka kalian juga termasuk anggota Pasukan Teratai. Harusnya aku menyadari ini dari awal." Yao Han tersenyum tipis pada keduanya.


Yao Han sudah pernah mendengar tentang pasukan khusus Sekte Teratai Putih ini, tetapi dia tidak terpikirkan menghubungkan kejeniusan Shenghao dan Honghao dalam hal praktik dengan status khusus ini. Yao Han juga tidak sempat atau ingin bertanya tentang status Shenghao dan Honghao di sekte mereka.


Perkataan Yao Han didasarkan pada seruan Meirong dari Dimensi Pagoda saat melihat teknik yang ditunjukkan oleh Shenghao dan Honghao. Dua teknik tersebut merupakan bagian dari tujuh teknik khusus yang diturunkan kepada tujuh anggota Pasukan Teratai.


"Saudara Yao, apakah latar belakang kami begitu penting? Andaikan iya, dihadapanmu kami kalah istimewa, bukankah begitu?" Shenghao tersenyum penuh makna.


"Jangan merendah, Saudara Shenghao. Bukankah nama Pasukan Teratai dari Sekte Teratai Putih begitu terkenal?"


"Kau akan lebih terkenal daripada kami jika dunia mengetahui tentang dirimu, Saudara Yao." Kali ini ganti Honghao yang membalas.


"Aku tidak berniat terkenal, lagipula semua karena latar belakang guruku dan aku tidak mau memanfaatkan hal itu untuk kepentingan pribadi."


Ada beberapa hal lain yang ingin Yao Han sampaikan sebagai sanggahan, tetapi dia urungkan. Yao Han kemudian mengalihkan pembicaraan dengan membahas siluman beruang macan rubah.


Saat dia mengatakan ingin membagi rata permata siluman yang mereka dapatkan, Shenghao dan Honghao menolak. Dua pemuda itu hanya ingin mengambil permata siluman dari siluman yang mereka bunuh sendiri.


"Bagaimana dengan bagian tubuh siluman lainnya?"


---