
Yue Song mendengkus kesal melihat wajah sombong Yun Ming. Mereka berdua berteman sejak kecil dan seringkali bersaing sampai memiliki konflik skala kecil. Namun itu cepat terselesaikan karena mereka menyadari konflik besar berkepanjangan akan berakibat buruk terhadap perkembangan sekte.
Kali ini Yue Song kalah telak dengan Yun Ming. Yun Lian, cucu Yun Ming itu bahkan jauh lebih unggul dari segi bakat dan paras daripada seluruh keturunan klan Yue maupun klan Yun yang satu generasi dengannya.
Beberapa tahun lalu, masih ada beberapa kultivator muda satu generasi dengan Yun Lian yang mampu menyaingi bakat gadis itu, tetapi beberapa tahun setelahnya Yun Lian menunjukkan hasil yang lebih mengesankan.
Kepergian Yun Lian dari sekte demi mencari pengalaman agar mentalnya terlatih. Dikarenakan kedepannya akan menjalani latihan tertutup lagi untuk memasuki Ranah Pondasi dengan membentuk Pondasi Langit.
Cobaan atau tribulasi dalam proses pembentukan Pondasi Langit sendiri sangat mengerikan, dimana kultivator akan menghadapi dua cobaan, yaitu Api Pondasi dan Petir Surgawi.
Jika dalam prosesnya gagal melewati salah satu saja dari dua cobaan ini, maka sudah dipastikan kultivator akan tewas mengenaskan.
Selama ini diketahui ada tiga pondasi yang bisa dibentuk kultivator saat memasuki Ranah Pondasi, yaitu Pondasi Fana, Pondasi Bumi, dan Pondasi Langit. Sementara Pondasi Surgawi hanya sebatas rumor yang beredar sejak ribuan tahun lalu dan belum terbukti ada yang bisa membentuknya.
Lama waktu untuk pembentukan juga berbeda. Satu minggu untuk Pondasi Fana, satu bulan untuk Pondasi Bumi, dan sepuluh bulan sampai satu tahun untuk Pondasi Langit.
Hanya setelah memasuki Ranah Pondasi, seorang kultivator mendapat tambahan umur. Tambahan umur ini tergantung dari jenis pondasi yang bisa dibentuk.
Enam puluh tahun untuk Pondasi Fana, seratus tahun untuk Pondasi Bumi, dan seratus lima puluh tahun untuk Pondasi Langit.
Cukup banyak kultivator mengira, jika ada seorang kultivator yang berhasil Pondasi Surgawi, maka akan mendapat tambahan umur sekitar seratus delapan puluh sampai dua ratus tahun.
Diantara tingkatan kultivasi dunia kultivator Benua Bulan Biru, Ranah Pondasi bisa dibilang tingkatan yang paling unik. Ketiga pondasi bukan hanya sebagai jenis pondasi, melainkan juga tingkatan pondasi.
Penjelasannya adalah sebagai berikut.
Pencapaian saat masih berada di Ranah Dasar menjadi modal penting untuk memasuki Ranah Pondasi. Qi yang dikumpulkan dan tersimpan dalam Dantian kultivator Ranah Dasar akan diubah menjadi kristal yang dikenal sebagai Kristal Pondasi.
Jumlah Kristal Pondasi tergantung jenis pondasi yang berhasil dibentuk. Satu kristal untuk Pondasi Fana, tiga kristal untuk Pondasi Bumi, dan lima kristal untuk Pondasi Langit.
Pencapaian saat masih berada di Ranah Dasar menjadi modal penting saat memasuki Ranah Pondasi. Misalnya saja untuk kultivator Ranah Dasar tingkat lima belas sebagai calon kultivator Pondasi Langit.
Pada saat memasuki latihan tertutup, maka kultivator ini akan melewati proses pembentukan Pondasi Fana terlebih dahulu dengan membentuk satu Kristal Pondasi. Praktiknya bahkan langsung berada di Pondasi Fana tahap puncak.
Lalu menghadapi cobaan Api Pondasi selama satu bulan demi membentuk Pondasi Bumi dan tiga Kristal Pondasi, serta praktik langsung berada di Pondasi Bumi tahap puncak. Dan beberapa bulan setelahnya membentuk lima Kristal Pondasi.
Semua proses ini berlangsung sepuluh bulan sampai satu tahun dan tidak boleh mengalami gangguan atau berhenti ditengah jalan.
Saat terbentuknya Kristal Pondasi kelima, maka akan muncul cobaan Petir Surgawi. Diatas langit tempat menjalani latihan tertutup, akan muncul gumpalan awan merah yang akan menurunkan sebuah petir berwarna merah terang dan menyambar tubuh si kultivator.
Setelah berhasil menahan serangan Petir Surgawi, maka kultivator dinyatakan sah memasuki Ranah Pondasi dengan membentuk Pondasi Langit. Praktiknya berada di Pondasi Langit tahap awal dan mendapat tambahan usia sebanyak seratus tahun.
Hal yang sama berlaku untuk kultivator Ranah Dasar tingkat dua belas, tiga belas, dan empat belas yang 'ingin' membentuk Pondasi Bumi.
Meskipun kultivator memiliki modal yang cukup dengan praktik di Ranah Dasar tingkat dua belas sampai lima belas, tidak semua berkeinginan membentuk Pondasi Bumi atau Pondasi Langit.
Tercatat dalam sejarah, ada beberapa kultivator yang seperti ini hanya 'mau' membentuk Pondasi Bumi atau bahkan Pondasi Fana saja. Alasannya sederhana, karena kurangnya persiapan mental untuk menghadapi salah satu dari dua cobaan ini. Dan lagi tidak ada cobaan saat membentuk Pondasi Fana.
Dan bagi kultivator yang modalnya tidak cukup, karena praktik hanya mencapai Ranah Dasar tingkat sembilan, sepuluh, atau sebelas, mereka tetap bisa memasuki Ranah Pondasi dan membentuk Pondasi Fana dengan bantuan dua tiga butir Pil Penempa Pondasi.
"Saudara Yun, cucumu adalah permata yang sudah dinantikan begitu lama Sekte Awan Bulan. Generasi kultivator Ranah Dasar dari sekte besar lain saat ini juga banyak yang menjadi saingannya. Kita harus benar-benar memastikan keselamatannya dalam perjalanan."
Yue Song menyarankan untuk menambah satu pengawal lagi untuk Yun Lian yang melindungi dari kejauhan. Yun Mohei dan Xie Hong akan diberitahu nanti.
Sebenarnya Yun Ming merasa dua orang itu sudah cukup. Saudara Yun Mohei berada di Ranah Jiwa tahap puncak dan Xie Hong termasuk kultivator Ranah Jiwa Agung. Namun Yun Lian bersedia mendengarkan masukan teman lamanya ini.
"Diantara anggota Pasukan Barisan Awan, Mo Zha yang paling jarang meninggalkan sekte. Kita suruh dia saja."
Yun Lian mengelus dagunya, "Ya daripada terlalu sering mengurung diri melakukan percobaan anehnya, lebih baik dia diberi misi pengawalan ini. Baiklah, aku serahkan padamu Saudara Yue."
Yue Song mengangguk pelan lalu keluar aula utama sekte untuk menemui Mo Zha.
"Bocah Mo!"
Yue Song menuju ruang bawah tanah sebuah tempat yang menjadi kediaman Mo Zha.
"Tetua Agung? Kenapa Anda kemari?"
Yue Song berdecak pelan melihat penampilan Mo Zha yang acak-acakan dan dari tubuhnya tercium aroma gosong.
"Aish, hal aneh apa lagi yang kau coba buat? Lihatlah dirimu. Tinggal menunggu waktu mati dalam ledakan percobaan anehmu."
"Tetua Agung, hal aneh bagimu ini adalah calon mahakaryaku. Kau akan berdecak kagum saat melihatnya nanti."
"Mahakarya apanya? Hmph!" Yue Song mendengkus keras, "Lupakan saja. Bukan ini yang ingin kubicarakan denganmu. Bersiaplah, ada sebuah misi untukmu. Kau akan menjadi pengawal ketiga dalam perjalanan Matriark Muda."
"Eh? Bukankah sudah ada Tetua Yun Mohei dan Tetua Xie Hong?"
"Memang. Tapi Matriark Muda butuh pengawalan ekstra. Kau akan mengawasi mereka dari kejauhan agar tidak menarik terlalu banyak perhatian."
"Hm, baiklah kalau begitu. Sudah lama juga aku tidak pergi." Mo Zha kemudian mengulurkan kedua tangannya, "Tetua Agung, bisakah Anda memberikanku beberapa ribu batu roh untuk perbekalan?"
Yue Song ingin sekali memukul kepala bawahannya satu ini.
---