
Xu Yin kembali dibuat terkejut dengan kemunculan tiba-tiba Yutian dalam wujud ular giok. Dia dan Yao Han sedang membicarakan 'seseorang' yang dimaksud, tahu-tahunya muncul begitu saja.
"Guru She?" bisik Yao Han sangat pelan.
"Biarkan aku yang menjelaskan pada gadis ini. Kau pasti lelah menjawab pertanyaan darinya."
"Guru yakin?"
"Cepat atau lambat, mereka akan mengetahui kebenarannya. Memberitahu gadis ini sekarang atau nanti juga tidak ada bedanya."
"Terserah guru saja."
Xu Yin memperhatikan Yutian dalam wujud ular giok dengan penuh ketertarikan. Sebenarnya dia penasaran dengan ular ini karena selain langka, seingat Xu Yin, Ular Penguasa Langit Giok termasuk jenis hewan roh yang terikat kontrak darah atau nama lainnya adalah Hewan Dao.
Sangat mustahil Hewan Dao bisa muncul begitu saja tanpa seorang kultivator melakukan segel kontrak darah dan Xu Yin tidak melihat Yao Han melakukan itu untuk memunculkan ular giok ini.
Yutian hadir dalam wujud ular giok dengan ukuran tubuh paling mungil dan melilit lengan Yao Han, membuat Xu Yin yang memperhatikannya merasa gemas.
"Dilihat-lihat, ular ini tampak imut dan lucu..." Hanya gadis aneh seperti Xu Yin yang menyebut seekor ular beracun berbahaya imut dan lucu, "Coba kau lihat dua tanduk kecilnya, hihihi..."
Xu Yin mengulurkan tangannya, ingin menyentuh kepala ular Yutian dengan jari telunjuknya. Yao Han dengan sigap menjauhkan lengan kanannya dari Xu Yin.
"Jangan sembarangan menyentuh. Dasar gadis tak punya sopan santun."
"Kenapa kau begitu pelit? Itu hanya seekor ular."
"Kau..."
Yao Han tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena tubuh Yutian memancarkan cahaya giok terang dan kemudian tampaklah Yutian dalam wujud aslinya. Dia duduk bersila disamping Yao Han.
Wujud aslinya adalah pria usia pertengahan dua puluhan tahun, penampilan serba hijau mulai dari rambut, mata, dan pakaiannya. Yang unik adalah pola ungu disekitar matanya dan pupil matanya yang seperti pupil mata ular.
Xu Yin sangat terkejut, mata dan mulutnya terbuka lebar. Kekagetannya karena ular giok itu bisa berubah wujud menjadi manusia bercampur dengan penampilan Yutian yang sangat tampan dan gagah.
"Sadarkan dirimu, gadis kecil." Yutian menjentikkan jari didepan wajah Xu Yin yang terpana melihat parasnya.
Xu Yin menutup mulutnya dan mengerjapkan mata beberapa kali. Matanya tidak lepas dari wajah Yutian.
"Kau sangat mirip dengan ibumu, gadis kecil. Kau mengingatkanku dengan Adik Liu Yin. Bahkan namamu sama dengannya."
"Eh?" Xu Yin semakin kaget karena Yutian menyebut tentang mendiang ibunya yang sudah lama tiada.
"Bagaimana kau tahu tentang ibuku?"
Yao Han yang lebih dulu bereaksi, "Jangan bicara sembarangan. Kau bicara dengan guruku, tunjukkan sopan santunmu."
"Gurumu?" Xu Yin refleks menjauhkan diri, masih sambil menatap Yutian, "Kenapa gurumu menyamar menjadi hewan roh?"
Xu Yin mengira Yutian adalah Feng Xian, karena Yao Han secara tidak langsung memperkenalkan Yutian sebagai gurunya dan setahu gadis itu, Yao Han adalah murid Angin Timur, Feng Xian.
Yutian menepuk pundak Yao Han, mencegahnya menanggapi Xu Yin lebih jauh.
"Bukan begitu, gadis kecil. Aku bukan Senior Feng yang kau kenal sebagai Angin Timur. Ini pertama kalinya kita bertemu, tapi mungkin pernah mendengar namaku di Lembah Hati Racun. Namaku She Yutian."
Yao Han gemas sendiri dengan Xu Yin yang bicara tidak sopan pada gurunya, tapi dia menahan diri karena gadis itu masih belum jelas mengetahui tentang Yutian sebenarnya.
"Ya jelas sama karena aku memang senior Xu Gang dan Liu Yin, ayah dan ibumu. Kau memiliki kakek buyut bernama Xu Lao, si Kakek Kodok. Bagaimana aku bisa tahu? Karena aku, She Yutian, adalah murid Nenek Ular, Guru She Liu. Aku juga dulunya adalah salah satu Jagoan Gerbang aliran hitam, Gerbang Racun sekaligus Tetua Agung Lembah Hati Racun yang menghilang sebelum perang besar dunia kultivator dua puluh tahun lalu."
"Hah?"
Xu Yin melongo mendengar kalimat panjang Yutian sebagai perkenalan dirinya yang lengkap. Cukup lama dia terdiam, sampai kemudian benaknya teringat dengan sosok yang pernah dia lihat melalui slip giok pemberian ayahnya.
Sosok itu memiliki wajah yang sama persis dengan sosok dihadapannya sekarang, tetapi sosok didepannya ini terlihat jauh lebih muda dan tampan.
"Paman Yutian?"
Yutian tersenyum tipis lalu tertawa kecil, "Terakhir kali aku mendengar panggilan itu dari Han'er sebelum menjadikannya sebagai murid. Kali ini aku mendengar panggilan yang sama dari keponakanku sendiri."
"Kau benar-benar Paman Yutian?! Paman ternyata masih hidup?!" Mata Xu Yin melebar, hampir tidak percaya dengan kejutan yang dia dapatkan saat itu.
Yutian membuat segel tangan sederhana dan mengibaskan tangannya, membuat formasi pelindung untuk mencegah pembicaraan mereka terdengar keluar.
"Kau akan lebih percaya saat melihat ini." Yutian menyentuh dahi Xu Yin yang tidak sempat mengelak, mengirim cukup banyak ingatan ke dalam benak gadis itu.
Dalam pikirannya, Xu Yin melihat gambaran beberapa kejadian yang pernah dilalui Yutian. Saat bersama She Liu, Xu Lao, Xu Gang, bahkan Liu Yin. Xu Yin juga melihat ingatan tentang pertarungan antara Yutian dengan Meirong, serta saat Yao Han sedang berkumpul bersama dengan ketiga gurunya di sebuah kediaman di puncak gunung.
Lima menit setelahnya Yutian melepaskan jari telunjuknya. Hal pertama yang langsung ditanyakan Xu Yin membuat Yutian tertawa geli.
"Siapa wanita cantik berjubah merah yang kulihat tadi?"
"Kalau kau pernah mendengar tentang penyebab perang dua puluh tahun lalu, harusnya kau bisa menebak siapa dia."
"Maksud Paman... Dewi Pedang Api dari Sekte Gunung Langit?" Yutian menggangguk membenarkan, "Kalau Paman masih hidup, bagaimana dengan Dewi Pedang Api?"
"Dia juga masih hidup. Karena suatu kejadian..."
Yutian menceritakan beberapa hal yang Xu Yin perlu ketahui sementara ini. Diakhir cerita, Xu Yin masih belum bisa menerima paman gurunya berakhir menjadi hewan roh, tetapi dia bersyukur Yutian masih hidup. Yutian adalah orang kedua setelah ibunya yang Xu Yin harapkan untuk bisa dia lihat secara langsung tanpa melalui slip giok.
"Kau mewarisi warna mata dan tumbuh menjadi gadis cantik seperti ibumu." Yutian tertawa kecil mengusap rambut hijau keunguan milik Xu Yin.
Pipi gadis gadis itu merona, "Paman terlalu memuji. Eh, aku hampir lupa." Buru-buru Xu Yin bersujud didepan Yutian, "Xu Yin memberi salam pada Paman Yutian."
Yutian tergelak lalu meminta Xu Yin bangkit, "Terima kasih atas penghormatanmu, tapi lain kali tidak perlu bersikap formal."
"Baik, Paman. Tapi aku penasaran... kenapa Dewi Pedang Api tidak muncul bersama Paman?"
Yutian tidak menjawab, melainkan menoleh ke arah Yao Han yang sedari tadi diam.
---
Catatan:
Yutian dengan Xu Gang dan Liu Yin tidak saling mengangkat sebagai saudara. Yutian sebenarnya senior langsung dari Liu Yin. Jadi anak Xu Gang dan mendiang Liu Yin (Xu Yang dan Xu Yin) bisa disebut sebagai 'keponakan murid' Yutian. Sama halnya dengan posisi Yutian selain menjadi murid langsung She Liu, juga sebagai 'keponakan murid' Xu Lao, karena Xu Lao adalah senior She Liu.