
Selepas melewati serangkaian proses pengobatan, Shui Hua berhasil disembuhkan. Organ-organ tubuh yang sebelumnya rusak seolah menjadi baru. Kondisinya kembali sama seperti sebelum terkena serangan Tapak Awan Maut atau Qi merah darah Yun Lian.
Wajah yang sebelumnya pucat kini menjadi cerah, menunjukkan kecantikan parasnya yang bisa mengimbangi kecantikan Bing Xueyu. Perlahan, Shui Hua membuka mata dan mengatur napas. Kemudian tatapannya bertemu dengan Yao Han yang juga menatap ke arahnya.
Shui Hua menyadari dia sedang bertatapan dengan lawan jenis tanpa mengenakan topeng giok es. Menurut aturan, anggota Sekte Ombak Bunga diharuskan selalu memakai topeng jika ada tamu yang berkunjung atau berada di luar sekte. Bertatapan dengan Yao Han membuat perasaan Shui Hua tak karuan, sedangkan Yao Han biasa saja.
"Terima kasih sudah menyelamatkanku."
Sebagai jawaban, Yao Han hanya tersenyum tipis sambil mengangguk kecil.
Mengetahui Yao Han sudah selesai dan Shui Hua yang mampu duduk sempurna, Shui Lan dan lainnya berjalan mendekat. Ketiga orang itu menunjukkan kelegaan karena Shui Hua berhasil sembuh sempurna.
Yao Han menjauh, memberi ruang pada para tamunya. Dia kemudian menyajikan Teh Rumput Perak untuk mereka.
"Silahkan diminum, ini teh hasil racikanku sendiri. Maaf jika aku hanya bisa menyajikan teh. Mohon pengertiannya."
"Terima kasih, Saudara Yao. Dan tolong jangan merendah." Bing Xueyu mewakili Shui Lan dan lainnya menanggapi Yao Han.
Sikap Yao Han yang kembali ramah dan hangat seperti awal mereka bertemu membuat mereka bertanya-tanya, kemana perginya sosok Yao Han yang bersikap dingin dan marah-marah sebelumnya. Entah salah melihat atau tidak, yang jelas mereka berusaha berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu didepan Yao Han.
Dari tempatnya duduk, Yao Han memperhatikan Bing Xueyu dan Shui Hua bergantian. Tatapannya tidak membuat risih, tetapi membuat mereka salah tingkah.
"Apakah ada sesuatu yang salah dengan kami, Saudara Yao?" tanya Bing Xueyu.
"Ah, maaf jika aku membuat kalian tidak nyaman. Tidak ada yang salah. Aku hanya tidak menyangka selain kedatangan tamu dari dua sekte bintang sepuluh, juga kedatangan dua gadis dengan kecantikan tinggi seperti Saudari Bing dan Nona Shui."
Kata-kata Yao Han bernada tulus, tidak ada niat menggoda didalamnya, tapi membuat Bing Xueyu dan Shui Hua tersipu, reaksi yang tidak biasa mereka tunjukkan ketika ada pemuda yang memuji kecantikan mereka.
"Saudara Yao terlalu memuji..."
"Benarkah?"
Yao Han hanya membalas singkat. Shui Lan heran karena sepertinya Yao Han tidak terlihat menunjukkan ketertarikan pada Bing Xueyu dan Shui Hua karena kecantikan mereka.
Shui Lan hanya tidak mengetahui Yao Han yang tidak mudah silau dengan kecantikan perempuan, terutama karena dia sudah terbiasa dengan kecantikan gurunya, Meirong.
Shui Lan dan lainnya menikmati teh buatan Yao Han. Rasanya manis dan aromanya yang wangi membuat orang tak tahan untuk tidak segera menikmatinya. Yao Han dipuji karena teh buatannya.
"Benteng Es Utara dan Sekte Ombak Bunga diberkahi langit dengan memiliki kalian berdua. Yang satu lahir dengan akar roh murni unsur es, yang satunya lagi lahir dengan tubuh khusus bernama Tubuh Yin. Kalian adalah generasi emas saat ini, bukan?"
Bing Xueyu dan Shui Hua saling pandang. Shui Lan terkejut karena Yao Han bisa mengetahui keistimewaan yang dimiliki Shui Hua, karena tidak banyak orang yang bisa mengetahuinya hanya dalam sekali lihat.
"Ditambah dengan Nona Shui, berarti aku sudah bertemu dengan empat orang yang terlahir dengan tubuh khusus..."
"Salah satunya adalah orang yang melukai Nona Shui, gadis dari Sekte Awan Bulan."
Mata Bing Xueyu melebar. "Saudara Yao, kau pernah bertemu dengan cucu Gerbang Maut?"
"Iya, saat dalam perjalanan sebelum aku tiba dan menetap sementara di kota ini. Gadis itu bersama tiga tetua pengawalnya sedang dalam perjalanan ke Kota Harta Giok. Aku sudah memperingatkan mereka, tetapi mereka justru membuat kekacauan disana." Yao Han tertawa sinis.
Shui Lan tidak merasa Yao Han berbohong. Orang lain pastinya mencari mati jika berhadapan dengan anggota Sekte Awan Bulan, tetapi Yao Han dengan latar belakangnya memiliki kapasitas untuk memberi peringatan pada mereka.
"Jika mengetahui lebih awal, mungkin sebaiknya aku melenyapkan gadis itu saat kami bertemu." Yao Han kembali tertawa.
Shui Lan dan lainnya langsung merasa ada yang salah dengan isi kepala Yao Han, karena seolah tidak menyadari beban berat dari ucapannya.
"Saudara Yao, apa kau melantur?"
"Tidak. Lagipula aku sudah mendengar kabar tentang konflik di Kota Harta Giok. Kenyataannya, konflik itu menelan korban, salah satunya adalah Nona Shui. Jika bukan karena langit masih menyayanginya, Nona Shui pasti sudah lama mati."
Bing Xueyu tidak bisa membantah ucapan Yao Han yang sengaja tidak disaring itu.
"Apa kau sudah menyadari gadis itu berbahaya, Saudara muda?" tanya Shui Lan bertanya.
Berbahaya atau tidak, menurut Yao Han tergantung dari sudut pandang yang melihatnya. Baginya, Yun Lian tidak terlihat berbahaya. Dia mungkin bisa saja melenyapkan gadis itu, tetapi beresiko menciptakan permusuhan dengan Sekte Awan Bulan.
"Dibanding berbahaya, aku lebih merasa gadis itu memiliki bakat tinggi. Bukan hanya tubuh khusus, tapi dia juga lahir dengan mata khusus, Mata Giok Darah. Bakat kultivasinya secara keseluruhan sangat tinggi."
Shui Lan dan lainnya terkejut saat Yao Han menyebutkan Mata Giok Darah. Sejauh ini, sebenarnya orang luar yang mengetahui tentang mata khusus Yun Lian adalah Yao Han dan Huang Mingzhu.
"Jika Nona Shui dan Saudari Bing adalah generasi emas sekte terbesar aliran putih dan netral, maka gadis bermarga Yun itu adalah generasi emas sekte terbesar aliran hitam saat ini..."
Berbeda dengan sekte aliran putih dan sebagian sekte aliran netral, Yao Han tidak terlalu memusingkan ada generasi jenius yang lahir dari sekte aliran hitam. Selama tidak ada dari pihak mereka yang mencari masalah dengannya, Yao Han juga tidak akan bermusuhan dengan mereka.
Pada waktu yang sama Yao Han sedang berbincang dengan rombongan kecil Shui Lan, seorang pria terbang turun di Kota Rubah Salju. Kemunculan pria berjubah putih bergaris-garis hitam itu membuat banyak orang heran, terutama karena jarang ada kultivator yang memasuki kota dengan cara seperti itu.
Tanpa mempedulikan banyak orang yang membicarakannya, pria itu melepaskan Indera Surgawi untuk melacak keberadaan seseorang. Setelah menemukannya, pria itu berjalan menuju satu arah, tepatnya ke Rumah Pengobatan Yao Han.
Pria itu mematung saat membaca tulisan pada papan pengumuman di depan Rumah Pengobatan.
"Terkadang aku tidak memahami isi kepala monster kecil itu." Pria itu menatap bangunan tertutup didepannya. "Oh, dia memiliki tamu yang tak biasa."