Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 213 - Kota Musim Semi



Meskipun memiliki kepadatan Qi yang cukup tinggi dan terdapat cukup banyak kultivator didalamnya, Kota Musim Semi bukanlah termasuk kota kultivator. Peran dan fungsi utama kota terbesar kedua setelah Kota Harta Giok itu sebagai ibukota pemerintahan Negeri Hutan Hijau.


Sebagian besar penduduk yang tinggal di Kota Musim Semi adalah manusia biasa. Sementara sisanya atau sekitar dua puluh persen penduduknya adalah kultivator. Diantara dua puluh persen itu, tidak semua selalu menetap di Kota Musim Semi, terkadang berpergian berkelana atau urusan lain.


Ada beberapa bangunan besar yang berdiri di Kota Musim Semi, yang terbesar dan terluas adalah kawasan bangunan istana sebagai gedung pemerintahan juga menjadi tempat tinggal Kaisar dan Permaisuri.


Selama beberapa minggu terakhir, Kota Musim Semi didatangi lebih banyak kultivator. Penyebab utamanya adalah kabar tentang lelang tahunan yang diadakan Menara Harta Giok melalui toko dagang mereka dipindahkan ke kota ini.


Pemindahan tempat pelelangan tidak semudah yang dipikirkan. Menara Harta Giok harus meminta ijin Kaisar untuk melakukannya, karena nantinya Kota Musim Semi akan didatangi begitu banyak kultivator dari berbagai sekte dan aliran, tidak sedikit yang berada di tingkat Ranah Jiwa.


Untuk pengurusan ijin dan perundingan lebih lanjut, Menara Harta Giok mengutus salah satu generasi muda terbaik mereka, yaitu Peri Harta Qian Yue. Gadis cantik itu datang menemui Permaisuri Negeri Hutan Hijau yang mewakili Kaisar dengan rasa percaya diri penuh karena mengemban tugas penting dari sektenya.


Diwaktu yang hampir bersamaan dengan diadakannya Pertemuan Kultivator Muda di Kota Harta Giok, Qian Yue sedang bertemu dengan sang Permaisuri di istana. Mereka sedang duduk bersama sambil minum teh.


Permaisuri Negeri Hutan Hijau bernama Xin Yu atau lebih dikenal sebagai Permaisuri Xin. Bukan hanya sebagai Permaisuri, Xin Yu juga adalah kultivator terkuat setelah Kaisar di seluruh Kota Musim Semi. Tingkat kultivasinya berada di Ranah Jiwa Agung dan dia mencapai tingkat itu sejak tiga puluh tahun lalu.


Qian Yue merasa lega dan senang karena pihak penguasa negeri memberikan ijin pemindahan tempat lelang. Ada satu syarat sebenarnya, tetapi syarat itu bisa langsung dipenuhi markas pusat Menara Harta Giok.


Pihak penguasa negeri meminta Menara Harta Giok mau mengerahkan bantuan untuk menjaga keamanan Kota Musim Semi menjelang sampai berakhirnya acara lelang.


Pihak penguasa negeri tidak akan sanggup mengatasi masalah yang mungkin timbul, meskipun memiliki pasukan keamanan khusus tersendiri.


Pasukan ini dikenal sebagai Pasukan Musim Semi yang sebenarnya baru terbentuk saat Kaisar generasi sekarang naik tahta. Kekuatan pasukan khusus ini bahkan bisa mengimbangi sekte bintang empat atau mungkin lima.


Anggota Pasukan Musim Semi adalah kultivator bayaran dengan tingkat kultivasi setidaknya berada di Pondasi Fana dan beberapa diantara mereka yang memiliki posisi penting berada di Ranah Inti. Mereka bertanggungjawab langsung pada Kaisar atau Permaisuri.


"Nona Qian, bagaimana persiapan lelang?"


Xin Yu mengundang Qian Yue ke istana dan membawa gadis itu ke salah satu bangunan yang digunakan untuk menjamu tamu penting.


"Persiapan lelang berjalan lancar, Permaisuri, hanya tinggal menyisakan beberapa persen sebelum semuanya lengkap."


Qian Yue menambahkan dirinya berhasil mengundang lebih banyak sekte sebagai tamu lelang dan juga membujuk sektenya sendiri melelang lebih banyak barang. Lelang ini akan menjadi lebih meriah daripada beberapa lelang yang pernah diadakan dimasa lalu.


"Aku ikut senang mendengarnya. Namun dengan semakin banyaknya tamu yang bisa kau undang, kurasa kita perlu meningkatkan keamanan. Aku tidak ingin mendengar ada pertikaian didalam ibukota, sekecil apapun itu."


Qian Yue tersenyum tipis. "Anda bisa tenang, Permaisuri. Markas pusat kami bahkan berencana mengirimkan tiga orang Tetua Menara demi memastikan kelancaran dan keamanan lelang di Kota Musim Semi."


"Oh..." Xin Yu sedikit melebarkan matanya karena terkejut. Dia mengetahui semua Tetua Menara adalah kultivator terkuat yang dimiliki Menara Harta Giok.


Xin Yu kemudian menanyakan kemungkinan tentang kehadiran murid Angin Timur di acara lelang.


Xin Yu tertawa kecil sambil menutupi mulutnya, tidak terkejut dengan langkah yang diambil Qian Yue. Angin Timur dan muridnya sudah menjadi dua orang penting bagi Menara Harta Giok, tidak heran mereka lebih mengistimewakan mereka.


"Aku harap dia datang dan ikut dalam pelelangan. Jika dia datang ke kota ini, aku ingin bertemu dengannya. Hanya mendengar ceritamu tentangnya tidak cukup, Nona Qian."


"Aku pun ingin bertemu dengannya lagi, Permaisuri."


Xin Yu dan Qian Yue tertawa bersama. Suasana hangat dan ceria itu sedikit terusik dengan kehadiran Tetua Toko Harta Giok.


"Maafkan aku, Permaisuri, Nona Qian. Aku tidak bermaksud lancang dan mengganggu, tapi ada berita sangat penting yang harus aku sampaikan."


Xin Yu menghela napas. Dia tidak marah, karena bisa melihat wajah pucat dan panik Tetua itu.


"Tolong sampaikan."


Tetua itu menarik napas dalam. "Pertemuan Kultivator Muda di Kota Harta Giok berakhir kacau. Beberapa jenius muda disana terluka parah. Dalangnya adalah anggota Sekte Awan Bulan..."


Kabar itu sontak membuat Qian Yue menahan napas dan pucat, sedangkan Xin Yu mengerutkan dahi dan wajahnya terlihat tegang.


"Kekacauan akan terjadi lagi..."


**


Jika pemikiran tentang menikah saja belum pernah terlintas dalam benak Yao Han, apalagi tentang jumlah istri ingin dia miliki. Yao Han pernah mendengar bahwa hal yang wajar jika seorang kultivator pria memiliki banyak istri. Semakin kuat mereka, semakin banyak pula perempuan yang bisa dijadikan istri.


Yao Han adalah salah satu calon kultivator yang kuat, bahkan akan melampaui Feng Xian dimasa depan selama dirinya tidak bermalas-malasan. Sangat mungkin Yao Han akan memiliki banyak istri dari berbagai kalangan yang disukainya.


Namun, sejak lahir sampai usianya saat ini, Yao Han lebih memusatkan perhatian pada latihan kultivasi, mendalami banyak ilmu, dan lain-lain. Bukan berarti dirinya tidak akan menikah, tapi Yao Han ingin menikmati masa lajangnya lebih lama.


Pernikahan mungkin adalah hal terakhir yang dipikirkan Yao Han, karena tidak ada orang terdekatnya pernah menikah. Pengecualian untuk Bo Lang, meski dia pernah menikah bahkan punya anak, tapi itu kasus yang sebaiknya tidak perlu dibahas.


"Kau yakin ingin melanjutkan perjalanan?"


"Tentu saja, Guru. Situasi dunia mungkin sedang bergejolak, tapi aku akan baik-baik saja. Guru tidak perlu khawatir, masih ada Paman Guru Bing dan lainnya yang bisa melindungiku."


"Siapa yang mengkhawatirkanmu? Kau masih saja keras kepala saat kuberi nasehat. Kau mungkin akan ikut terseret dalam perang, tapi jangan sampai kau mati."


Yao Han terbatuk pelan. "Meskipun itu bukan nasehat yang tepat, aku tidak akan mati dengan mudah."


- - -