
Jiu Jinyu lebih memusatkan perhatiannya untuk menikmati Arak Persik Bulan secara perlahan agar tidak cepat habis sambil diam-diam mendengarkan perbincangan Yao Han dan lainnya. Sesekali dia buka suara dan ikut masuk ke dalam perbincangan sambil menanggapi beberapa hal.
Sebab itulah Jiu Jinyu terkejut saat Yao Han mengayunkan tangan ke arahnya, yang dalam sekejap membuat dirinya berpindah tempat ke Dimensi Pagoda.
"Apa-apaan ini, Yao Zi?! Kau menjadikan Ratu ini sebagai kelinci percobaan?! Dasar kurang ajar! Cepat keluarkan Ratu ini dari tempat ini!"
Jiu Jinyu semakin murka karena Yao Han tidak segera menuruti ucapannya, justru tertawa bersama Chen Long. Jiu Jinyu bisa melihat dan mendengar semua hal diluar dari dalam Dimensi Pagoda, tapi yang bisa mendengar suaranya dari dalam hanya Yao Han sebagai pemilik dan menjalin kontrak darah dengan Pagoda Bintang Merah.
Sebenarnya bukan niat Yao Han menjadikan Jiu Jinyu sebagai kelinci percobaan pertama setelah dia mengatur ulang kontrak darah dengan Pagoda Bintang Merah, Chen Long yang menyuruh Yao Han melakukan itu untuk mengerjai Jiu Jinyu.
"Bukannya berterimakasih, kau malah bercanda dengan Ratu ini. Kalau kau bukan murid Angin Timur dan Ratu ini tidak berhutang nyawa dengannya, kau sudah kumakan, Yao Zi." Jiu Jinyu menatap Yao Han dengan kesal.
"Sebelumnya terima kasih, Senior Jiu dan maafkan aku. Senior bisa protes pada Paman Guru Chen yang tadi menyuruhku begitu." Yao Han mencari aman dan melimpahkan semuanya pada Chen Long.
Jiu Jinyu menatap Chen Long dingin. "Dasar naga busuk sialan!"
"Diam kau, rubah betina. Bagaimana pun juga kau akan tinggal di dalam Dimensi Pagoda bersama denganku dan lainnya. Jadi biasakan dirimu."
"Hah-! Tinggal bersama dengan kalian? Tidak sudi! Lebih baik Ratu ini mati membusuk ditempat ini!"
"Jangan membantah dan lebih baik kau menurut. Dengan kondisimu sekarang, kau tidak bisa berbuat banyak." Chen Long menanggapi santai.
Jiu Jinyu menatap Chen Long dengan tatapan membunuh. Ingin sekali dia berubah wujud dan mencabik-cabik Chen Long, tapi kondisinya membuat Jiu Jinyu hanya bisa terdiam sambil menahan amarah.
Merasa frustasi dengan kondisinya, Jiu Jinyu menjauh dari Yao Han dan lainnya.
"Aku baru tahu Paman Guru Chen suka menindas yang lebih lemah."
Chen Long terbatuk pelan sambil tersenyum kecut. "Xiao Han, kau bisa berkata begitu karena tidak berada diposisiku. Seratus tahun lalu, kalau saja dia mendengarkan penjelasanku dan Senior Bing, kami tidak akan bertarung dan kaumnya tidak akan terbantai, lalu menyisakan rubah licik itu sendirian."
Yao Han melebarkan matanya, terkejut. "Hanya tersisa Senior Jiu dari kaum Rubah Api Giok?"
"Seperti itulah. Dia adalah lawan terakhir dan kekuatannya sangat luar biasa. Wajar mengingat posisinya sebagai Ratu Rubah dan memiliki sembilan ekor sempurna."
"Kasihan sekali nasib Senior Jiu..."
"Kenapa kau kasian padanya? Memangnya kau tidak kasihan padaku atau Senior Bing yang terpaksa harus bertarung mati-matian dengan ratusan Rubah Api Giok berkekuatan Ranah Jiwa saat itu?"
"Menurutku, mengasihani Paman Guru Bing dan Paman Guru Chen karena kejadian itu adalah penghinaan. Tapi beda halnya dengan Senior Jiu."
"Penghinaan? Berbeda? Memangnya apa yang berbeda?"
"Paman Guru Bing dan Paman Guru Chen adalah Es Utara dan Naga, dua dari Jagoan Empat Penjuru yang kekuatannya setara dengan dua atau tiga sekte bintang sepuluh jika digabungkan. Pada saat pertarungan itu, bukankah kalian punya pilihan tidak membunuh semua kaum Rubah Api Giok?"
"Tidak ada pilihan lain. Terpaksa kami melakukannya jika tidak ingin terbunuh."
"Bukankah kekuatan semua ras rubah akan melemah drastis saat semua ekornya terpotong? Kenapa tidak melakukan itu saja daripada membunuh mereka?"
"Memang benar, tapi mengingat situasi dan kondisi saat itu, tidak semudah yang kau katakan."
"Kalau dipikir kembali, Paman Guru Chen bisa menggunakan sihir untuk menekan kekuatan mereka, lalu Paman Guru Bing akan mengurung mereka dalam penjara es tebal. Tidak perlu membunuh dan masalah selesai."
Dua hal penyebabnya adalah lokasi pertarungan berada di markas Rubah Api Giok dan stamina hewan roh satu itu yang sangat luar biasa, sepuluh kali lipat lebih banyak daripada Chen Long dan Bing Lizi dalam kondisi prima.
Satu kelebihan kaum Rubah Api Giok adalah mereka mampu melepaskan kekuatan besar menggunakan sangat sedikit Qi. Serangan mereka berupa semburan api giok juga tidak mudah dipadamkan dan hanya sedikit kalah mematikan dibandingkan Api Feniks.
Yao Han kemudian mendekati Jiu Jinyu, sementara Meirong mewakili Yao Han meminta maaf pada Chen Long.
"Han'er masih belum banyak pengalaman dan memiliki sudut pandang yang berbeda dari kultivator kebanyakan. Aku harap Senior Chen tidak mengambil hati karena kata-katanya."
Chen Long menghela napas panjang. "Kurasa Xiao Han ada benarnya. Bagaimana menurutmu, Senior Bing?"
"Kurasa juga begitu." Setelahnya Bing Lizi tertawa, sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Yao Han.
"Anak itu aneh. Tidak seperti Senior Feng, dia lebih mudah bersimpati bahkan pada hewan roh." Chen Long menggeleng pelan, lalu menghabiskan arak.
Sementara itu, Jiu Jinyu melirik sinis Yao Han yang mendekat padanya.
"Kenapa kau kemari, Yao Zi?" ketus Jiu Jinyu.
"Senior Jiu, bukankah kita tidak memiliki masalah?" Yao Han tersenyum canggung karena Jiu Jinyu tiba-tiba bersikap dingin padanya.
"Sekarang Ratu ini memiliki masalah denganmu."
"Kenapa Senior tidak mau tinggal di Dimensi Pagoda lalu ikut aku berkelana?"
"Memangnya apa keuntungan yang Ratu ini dapatkan? Tidak ada."
"Hanya tinggal sementara. Setelah kembali ke Pulau Bulan Bintang, aku akan membuatkan tempat tinggal untuk Senior disana."
"Kau mengejekku yang sudah tidak punya tempat untuk kembali? Lalu menyuruhku tinggal berdampingan dengan para siluman rendahan? Jangan harap Ratu ini mau." Jiu Jinyu semakin bersikap dingin dan ketus.
"Senior salah paham, aku tidak bermaksud begitu. Memangnya Senior benar-benar ingin tetap tinggal sampai membusuk di tempat aneh ini?"
Jiu Jinyu terdiam lama sebelum menghela napas panjang. "Ikut denganmu bukan ide buruk, tapi tidak mudah untukku menerimanya."
"Aku berjanji akan membuatkan tempat tinggal yang bagus seperti istana untuk Senior di Pulau Bulan Bintang. Bahkan lebih bagus dari tempat tinggal Senior sebelumnya."
Jiu Jinyu menatap Yao Han agak lama. "Ratu ini bersedia, asalkan kau mengabulkan dua permintaan."
"Aku akan berusaha sebaik mungkin."
Permintaan pertama Jiu Jinyu langsung ditolak dengan tegas karena meminta bulu Feniks lebih banyak. Sebagai gantinya, Yao Han bersedia memberikan Arak Persik Bulan lebih banyak untuknya setiap hari.
Jiu Jinyu menolak, tetapi ucapan Yao Han setelahnya membuat dia terpojok.
Bersambung...
Ilustrasi sosok Ratu hewan roh Rubah Api Giok, Jiu Jinyu.