Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 218 - Jalur Aman



Salah satu keunikan pada sihir unsur kayu warisan Chen Long adalah penggunanya dapat menarik kembali Qi yang telah digunakan untuk membentuk atau menciptakan sesuatu.


Sebelumnya Yao Han menggunakan sejumlah Qi untuk menciptakan sepuluh pohon besar di depan Rumah Pengobatan agar para pengunjung yang menunggu tidak tersengat sinar matahari.


Sebagai salah satu persiapan, Yao Han menarik kembali Qi miliknya pada sepuluh pohon besar itu. Gerak-gerik Yao Han terlihat aneh, secara bergantian menempelkan sebelah tangannya pada setiap pohon menimbulkan rasa penasaran.


Untungnya, orang yang bertanya pada Yao Han sebelumnya tidak bertanya lebih jauh dan langsung pergi. Yao Han juga malas menjelaskan lebih jauh karena akan membuatnya semakin banyak berbohong dan berkata omong kosong.


Tepat setelah matahari terbenam, Yao Han kembali menutup Rumah Pengobatan. Meskipun dia sudah melakukannya beberapa kali, tetap saja orang-orang selalu keheranan karena Yao Han menutup diri lebih awal beberapa hari terakhir.


Didalam Rumah Pengobatan, Yao Han melakukan hal yang sama pada bangunan itu. Prosesnya sedikit lebih lama karena bentuknya lebih rumit dan besok akan mulai terlihat hasil dari tindakan Yao Han. Rumah Pengobatan dan sepuluh pohon besar yang berdiri selama hampir satu bulan itu akan rapuk atau layu dalam waktu singkat sehingga bisa dibersihkan dengan mudah.


Yao Han akan menunggu sampai tengah malam. Sampai saat itu tiba, Yao Han menyibukkan diri mempelajari buku tebal pemberian Tang An dan bermeditasi.


"Xiao Han, sudah waktunya untuk pergi." Bing Lizi membangunkan Yao Han dari posisi meditasi tepat tengah malam.


Yao Han mengangguk pelan, lalu mengeluarkan secarik kertas yang telah berisi tulisan yang dia buat sebelumnya. Kertas itu berisi pesan untuk Zhao Yi yang akan pria itu atau orang lain dari Toko Harta Giok temukan saat memeriksa Rumah Pengobatan.


Yao Han keluar melalui pintu belakang dan melangkah pergi dengan cepat menggunakan teknik Langkah Angin Surgawi. Dalam waktu cukup singkat, Yao Han sudah berada disisi luar Kota Rubah Salju. Tidak ada yang menyadari kepergian Yao Han karena gerakannya yang cepat dan suasana kota yang sepi pada tengah malam.


"Fiuh, sudah waktunya untuk melanjutkan perjalanan," gumam Yao Han sambil melihat ke belakang.


Sudah cukup lama dia tinggal disana. Awalnya hanya singgah sebentar untuk mendapatkan informasi lebih lanjut setelah menemui teman lamanya di Sekte Giok Ungu, tetapi berakhir tinggal sedikit lebih lama disana dengan membuka Rumah Pengobatan.


Sisi baiknya, dia sempat menolong Shui Hua yang dalam kondisi kritis dan sulit disembuhkan dengan bantuan petinggi sektenya sendiri. Yao Han menyadari Shui Lan membawa Shui Hua padanya karena meskipun sudah menjelaskan panjang lebar situasinya, tetap sulit untuk mendapatkan bantuan dari Feng Xian.


Yao Han tidak terlalu memikirkannya, tetapi pertolongannya membuat Shui Lan, Shui Hua, atau Sekte Ombak Bunga secara keseluruhan berhutang hal penting padanya.


"Paman Guru Bing, sebaiknya aku pergi ke arah mana?"


Yao Han akan menuju Kota Musim Semi, karena situasi dunia kultivator sedang tidak baik, Yao Han merasa perlu mendengarkan saran Bing Lizi untuk mencari jalur yang lebih aman.


Bing Lizi adalah orang yang paling tepat untuk dimintai saran, karena telah hidup lebih lama dan mengetahui cukup banyak seluk beluk wilayah Negeri Hutan Hijau.


Ada jalur aman yang diingat Bing Lizi, hanya saja dia tidak tahu kondisinya saat ini karena sudah seratus tahun berlalu dia menghilang. Jika kondisinya masih sama, jalur itu akan menjadi jalur paling aman untuk Yao Han lalui.


"Senior, apakah ada yang istimewa dari jalur yang kau sebut ini?" Meirong bertanya.


Bing Lizi menjelaskan daripada keistimewaan, lebih tepat menyebutnya sebagai keunikan. Jalur itu terbilang aman karena tidak akan ada siluman yang Yao Han temui disana. Masih mungkin Yao Han bertemu dengan kultivator, manusia biasa, atau hewan roh yang tidak terlalu berbahaya.


"Selama kondisinya tidak berubah setelah seratus tahun berlalu, jalur itu akan tetap menjadi jalur yang aman untuk dilewati siapapun. Aku harap begitu."


"Tidak perlu khawatir. Jalur itu sudah berusia hampir lima ratus tahun. Seingatku, sebelum aku menghilang, kondisi jalur itu tidak pernah berubah."


Yao Han dan lainnya semakin dibuat penasaran, tapi Bing Lizi tidak menjelaskan lebih jauh.


"Kalian akan mengerti maksudku saat kita tiba disana." Bing Lizi tersenyum penuh arti.


Yao Han dan lainnya kemudian dibuat terkejut saat Bing Lizi mengatakan jalur aman itu berupa hutan lebat.


"Senior Bing, jangan bercanda. Hutan lebat selalu identik dengan siluman atau hal bahaya." Meirong protes karena merasa Bing Lizi menjerumuskan Yao Han dalam bahaya.


"Aku tidak bercanda dan jangan salah paham. Hutan ini berbeda dengan jenis hutan lain, terlebih sangat bertolakbelakang dengan hutan seperti Hutan Kabut Racun. Seperti yang kukatakan sebelumnya, kalian akan mengerti maksudku saat kita tiba disana." Bing Lizi bersikap santai sambil tersenyum menenangkan.


Yao Han yang sama sekali tidak memiliki gambaran tentang jalur hutan yang dimaksud, hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bing Lizi berpikir sejenak, sebelum meminta Yao Han meneruskan perjalanan menuju.


"Jika dari Kota Rubah Salju, kau harus pergi ke arah barat laut. Jalur aman terdekat ada disana."


"Terdekat? Berarti ada yang terjauh? Berapa banyak jalur aman yang ada di Negeri Hutan Hijau, Senior Bing?" tanya Yutian.


"Hm, semuanya ada delapan jalur dan sama-sama berupa hutan lebat. Masing-masing tersebar di delapan penjuru mata angin Negeri Hutan Hijau."


Meirong, Yutian, dan Tian Jian mengerutkan dahi. "Jika sebanyak itu, kenapa kami tidak pernah mendengarnya?"


"Itu karena kalian bukan penduduk asli Negeri Hutan Hijau dan hampir tidak pernah menginjakkan kaki disini kecuali untuk berperang. Sedangkan aku sudah menjadi bagian dari Negeri Hutan Hijau sejak berusia tiga puluh tahun."


Secara tidak langsung Bing Lizi menyindir ketiga orang itu, membuat mereka agak malu.


Sepanjang perjalanan, Yao Han bertemu dengan beberapa siluman. Bukannya merasa kerepotan, Yao Han senang karena kesempatan itu dia gunakan untuk melemaskan otot-ototnya.


Terkadang Yao Han akan berhadapan dengan satu ekor jenis siluman, terkadang pula satu kelompok yang berisi tidak lebih dari lima ekor siluman. Jumlahnya yang tidak banyak dan kekuatan mereka yang tidak terlalu tinggi, membuat Yao Han relatif mudah mengalahkan mereka.


Satu dua ekor siluman berakhir menjadi hidangan makanan Yao Han dan penghuni Dimensi Pagoda, sementara sisanya menjadi nutrisi Dimensi Pagoda.


Lima hari perjalanan, Yao Han akhirnya tiba di jalur hutan yang dimaksud Bing Lizi.


- - -


Selamat menyambut bulan baru. Oktober menyapa! Siapapun yang lahir di bulan Oktober, selamat ulang tahun, ya. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan hidupnya semakin berkah. Aamiiin.