
Raut wajah Yao Han sedikit berubah saat melihat perubahan sikap Shenghao dan Honghao padanya, sesuatu yang tidak dia sukai.
"Maaf karena sikapku kurang sopan padamu, Saudara Yao. Sebuah kehormatan bertemu dengan murid Senior Angin Timur."
Shenghao bersikap seperti awal mula bertemu dengan Yao Han. Honghao mengikuti sikap seniornya itu.
Yao Han menghela napas panjang, "Kenapa kalian menjadi seperti itu? Apa karena identitasku? Aku lebih suka kalian tidak bersikap sungkan dan menganggapku tidak memiliki latar belakang yang biasa-biasa saja."
Shenghao dan Honghao tersenyum canggung, sulit bersikap seperti yang diminta Yao Han setelah mengetahui latar belakang pemuda itu.
"Kami pikir akan bertemu dengan sosok yang disebut sebagai murid Senior Angin Timur ketika sampai di Pulau Bulan Bintang, ternyata lebih cepat daripada yang kami duga."
"Aku membuka identitasku bukan untuk kalian hormati atau semacamnya, tetapi karena ingin membantu kalian. Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku diam saja." Yao Han menghela napas panjang lagi.
"Saudara Yao, jangan seperti itu. Kami akan bersikap biasa saja, tetapi setidaknya kami harus berterima kasih atas pil-pil ini."
"Tidak masalah, aku masih memiliki beberapa persediaan untuk kalian jika masih kurang. Namun sebelum itu, biarkan aku memeriksa kalian terlebih dahulu."
Yao Han meminta Shenghao mengulurkan tangannya dan mulai mengalirkan Qi ke seluruh tubuh Shenghao. Pemuda nyaris botak itu bisa merasakan Qi yang terasa kuat dan murni mengalir ke seluruh bagian dalam tubuhnya.
'Dari kekuatan Qi ini, hampir tidak mungkin Saudara Yao berada di Ranah Dasar. Apa dugaanku salah?' batin Shenghao yang menahan napas kaget.
Yao Han mempelajari bagian tubuh manusia dengan baik melalui Kitab Bintang Surgawi maupun ajaran ketiga gurunya, jadi hal seperti ini bukan masalah sulit baginya.
Dari pemeriksaan itu dia menemukan Shenghao tidak akan kesulitan mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas dengan pil buatannya. Yao Han kemudian menggunakan Teknik Dewa Racun untuk membersihkan racun pil yang terdapat dalam tubuh Shenghao.
Shenghao yang merasa tubuhnya jauh lebih ringan dari sebelumnya keheranan kemudian bertanya, "Saudara Yao, apa yang barusan kau lakukan tadi?"
"Aku membantumu menghilangkan racun pil."
"Maaf, Saudara Yao jika ucapanku menyinggungmu. Kupikir kau alkemis karena murid Senior Feng, tetapi jika kau bisa mengatasi racun dengan Qi, itu artinya kau adalah Kultivator Racun?" Shenghao tampak ragu, sementara Honghao sedikit mengubah pandangannya terhadap Yao Han.
Yao Han tersenyum tipis, "Aku sendiri kebingungan menyebutku kultivator jenis apa. Aku belajar alkemi, tetapi disaat yang sama aku juga belajar ilmu racun."
"Bagaimana mungkin?"
"Hm? Kenapa tidak? Aku belajar ilmu racun untuk memperkuat ilmu alkemiku. Aku mengerti kalian yang berasal dari aliran putih menganggap mempelajari ilmu racun adalah hal tabu, tetapi aku adalah kultivator bebas seperti guruku yang tidak terlalu peduli dengan ini. Bukankah begitu, Saudara Honghao?" Yao Han melirik pemuda disamping Shenghao.
"Eh? Kenapa kau bertanya padaku?" Honghao sedikit kaget.
"Karena dirimu juga adalah seorang alkemis. Aku tidak bermaksud menyombongkan kemampuanku, tetapi sebaik apapun kau menyembunyikan aroma pil, aku masih bisa menciumnya secara samar dari tubuhmu." Yao Han tersenyum tipis.
Honghao tersenyum canggung sambil menggaruk kepala nyaris botaknya yang tidak gatal.
"Tidak salah Senior Feng mengangkatmu menjadi murid, Saudara Yao. Kemampuanmu sungguh mengerikan."
Honghao mendapat perlakukan dan bantuan yang sama dengan Shneghao. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengagumi kemampuan Yao Han dalam menghilangkan racun pil dalam tubuhnya.
Baik Shenghao dan Honghao tidak mempermasalahkan lebih jauh tentang Yao Han yang mempelajari ilmu racun, tetapi mereka sangat penasaran dengan teknik yang digunakan Yao Han. Honghao bahkan sempat berpikir untuk meminta Yao Han mengajari teknik itu kalau tidak menyadari hal tersebut bukanlah tindakan yang sopan.
Setelah mengulurkan bantuan kecilnya, Yao Han berdasarkan pengetahuan yang dia dapat dari Meirong dan Yutian mengambil kesimpulan bahwa keduanya merupakan dua jenius kultivator generasi Ranah Dasar.
Tidak seperti keduanya yang tidak bisa membaca tingkat praktiknya dengan jelas, Yao Han dengan mudah mengetahui kedua pemuda didepannya sama-sama memiliki praktik di Ranah Dasar tingkat dua belas. Sesuatu yang umumnya hanya bisa dicapai oleh murid jenius dari sekte besar.
"Apakah setelah ini kalian akan kembali ke sekte?" Yao Han bertanya karena beranggapan mereka berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan.
"Aku tidak yakin, situasinya sedikit berbeda dari yang kami pikirkan sebelumnya, jadi aku perlu menghubungi sekte terkait hal ini. Apa kau membutuhkan sesuatu dari kami, Saudara Yao?"
"Bukan begitu, tadinya aku ingin melanjutkan perjalananku, hanya saja aku perlu melihat perkembangan kalian setelah mengonsumsi pil obat dariku."
***
Yao Han mengajak Shenghao dan Honghao ke tempat yang lebih sepi dan cukup jauh dari pandangan orang-orang. Mereka duduk dibawah pohon besar dan rindang.
Sementara Shenghao dan Honghao fokus dalam proses menaikkan praktik mereka, Yao Han mengerjakan hal lainnya, yaitu membuat arak. Yutian tampak senang karena persediaan araknya akan bertambah lagi. Dia belum tahu hanya akan mendapat jatah arak sedikit karena sebagian besar akan diberikan pada Feng Xian.
Diam-diam Yao Han pergi ke Dimensi Pagoda untuk menyimpan tong berisi cairan Arak Persik Bulan, karena menyimpannya di gelang ruang atau cincin ruang percuma karena waktu akan terhenti dan mengganggu proses pembuatan arak.
Kepadatan Qi di tempat mereka saat ini tidaklah bagus, beberapa kali lebih rendah dibandingkan kepadatan Qi di Kota Cahaya Bulan. Namun itu tidak terlalu membatasi Shenghao dan Honghao dalam berlatih.
Menjelang tengah hari, dari tubuh Shenghao dan Honghao terdengar suara ledakan teredam diikuti pancaran Qi yang kuat. Yao Han tersenyum tipis melihat dua pemuda itu berhasil menembus ke Ranah Dasar tingkat tiga belas dalam waktu hampir bersamaan.
Shenghao dan Honghao saling berpandangan dan tersenyum lebar. Guru dan Mahaguru mereka pasti senang dengan pencapaian mereka saat ini.
"Selamat Saudara Shenghao, Saudara Honghao."
"Terima kasih, Saudara Yao. Ini semua berkat pil pemberianmu."
"Jangan merendah. Sumber daya memang membantu, tetapi semua kembali pada bakat seseorang. Kalian jelas-jelas termasuk murid sekte yang jenius."
"Aih, Saudara Yao terlalu memuji." Shenghao tersenyum tipis, "Tapi Saudara Yao, dari percakapanku sebelumnya, Senior Feng mengatakan kalau dirimu tidak membutuhkan pil-pil ini, boleh kutahu apa maksudnya?"
"Ah, itu... daripada tidak membutuhkan, lebih tepat mengatakannya pil itu tidak lagi berguna untukku." Jawaban Yao Han menambah kebingungan Shenghao. Sebelum dia bertanya lagi, Yao Han melanjutkan ucapannya yang mengejutkan dirinya dan Honghao.
"Setidaknya aku tahu pil buatanku ini tidak percuma. Sejauh ini baru kalian berdua yang mengonsumsi pil ini."
Honghao yang pertama bereaksi, "Buatanmu?! Saudara Yao, itu artinya... dirimu Alkemis Emas?!"
---