Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 194 - Jauh Lebih Kuat



Kecuali Bing Xueyu dan Bing Xinhai, yang lain bersikap waspada saat Yun Lian melangkah keluar dari penghalang yang sudah hancur sambil memancarkan aura pembunuh. Penampilannya yang serba merah ditambah dengan Qi berwarna merah darah membuatnya terlihat lebih menakutkan dari sebelumnya.


Orang yang pertama kali bereaksi adalah Wang Bei. Wajahnya tidak menunjukkan ketakutan, karena dia merasa urusannya dengan Yun Lian belum selesai. Dia ingin membalaskan dendam atas kematian Xiao Hei, siluman kera yang menjadi salah satu siluman kesayangannya.


"Sebelum kau bisa mengambil nyawa mereka, nyawamu yang kuambil terlebih dulu."


Yun Lian melirik singkat. "Aku tidak ada urusan denganmu."


"Jangan pura-pura lupa, Gadis Iblis!" Wang Bei murka. "Xiao Bai, habisi dia!"


Xiao Bai, siluman singa itu mengaum keras, menimbulkan gelombang kejut, lalu menyemburkan api besar. Yun Lian mengambil satu lompatan panjang mundur.


Xiao Bai mengurangi jarak diantara mereka sambil menyerang gadis itu. Namun gerakan Yun Lian yang lincah membuatnya mampu menghindari semua serangan. Dan setelah lima kali menghindar, Yun Lian mendaratkan sebuah pukulan keras yang mengenai leher siluman singa itu.


Xiao Bai memuntahkan darah segar sebelum terpental jauh menghantam sisi lain dinding gedung pertemuan.


"Xiao Bai!" Wang Bei menjerit keras. Dia segera berlari mendekati Xiao Bai dan memastikan siluman singa itu masih bisa bertahan hidup. Wang Bei tidak ingin kehilangan siluman kesayangannya yang lain lagi.


Tatapan Yun Lian terpaku pada Ji Wentian dan Shen Qi berulang kali, sama sekali tidak berniat melepaskan targetnya.


Yun Lian terhenti saat sepasang anak kembar, Huo Li dan Huo Lin menghadang jalannya.


"Aku tidak mengenal kalian. Tolong menyingkir. Aku hanya berurusan dengan dua orang disana."


Huo Li bersama saudari kembarnya Huo Lin menatap tajam Yun Lian.


"Aku tidak peduli kau berurusan dengan siapa. Suasana hatiku sedang buruk sejak awal berada disini dan semakin buruk karena kehadiranmu. Setidaknya kau bisa kujadikan bahan pelampiasan."


Tangan Huo Lin berlapiskan api, kemudian dia melakukan serangan pada Yun Lian. Gadis bercadar merah itu mampu menghindari serangan Huo Lin tanpa kesulitan berarti, sebelum memberikan serangan balasan.


Beberapa serangan Yun Lian yang mematikan bisa Huo Lin hindari, tetapi pada akhirnya dia terpaksa kalah setelah menerima tiga serangan.


Salah satu serangan itu membuatnya terluka cukup serius, membuatnya terpental mundur. Huang Mingzhu berhasil menangkap tubuhnya sebelum jatuh ke tanah.


“Saudari Huo…”


Wajah Huo Lin menjadi pucat dan darah mengalir keluar dari tepi bibirnya. Huo Lin kesulitan bicara dan hanya bisa meringis kesakitan.


Sejak awal, pada saat berhadapan dengan siluman singa Wang Bei, Yun Lian sudah menggunakan kekuatan penuh. Sehingga dia mampu melukai Xiao Bai dan Huo Lin dengan mudah dalam waktu singkat.


Kekalahan Huo Lin yang begitu cepat membuat yang lain terkejut. Huo Li juga tidak tinggal diam dan segera bereaksi.


"Jangan berpikir kau bisa berbuat seenaknya. Aku tidak akan menahan diri meskipun kau seorang perempuan!"


Yun Lian tidak menanggapi. Huo Li memancarkan Qi yang kuat dari seluruh tubuhnya, kedua tangannya dilapisi oleh api yang lebih panas daripada api yang digunakan Huo Lin sebelumnya. Baik Yun Lian dan Huo Li saling menyerang dan menghindar, sampai pada satu kesempatan tapak keduanya saling bertemu.


Terdengar suara keras yang disebabkan kedua tapak saling beradu, diikuti gelombang kejut yang menggetarkan ruangan pertemuan.


"Menghindar!"


"Situasinya semakin berantakan." Bing Xueyu mengeluh sambil menggeleng pelan melihat pertarungan Yun Lian dan Huo Li.


Tapak Yun Lian dan Huo Li masih terus menempel. Keduanya saling beradu tingkat kekuatan Qi. Yun Lian masih terlihat santai, sementara wajah Huo Li terlihat tegang dan memerah dengan urat-urat menonjol.


Setelah mengalirkan lebih banyak Qi pada telapak tangannya, Yun Lian berhasil memaksa Huo Li terlempar mundur beberapa langkah.


Seluruh tubuh Huo Li seolah menjerit kesakitan, terutama organ-organ dalam tubuhnya. Tidak bisa ditahan, Huo Li memuntahkan seteguk darah segar.


“Kau sama sekali bukan tandinganku. Sebaiknya kau berhenti mengganggu sebelum kau terbunuh.”


Peringatan Yun Lian tidak membuat Huo Li mundur. “Kau berkata seolah bisa membunuhku…” Huo Li membentuk mantra tangan. Qi diseluruh tubuhnya perlahan-lahan membentuk perisai dan bola-bola api. “Sebaliknya, aku akan membakarmu habis menjadi abu!”


Yun Lian memandangi bola-bola api itu. "Apimu tidak cukup panas hingga mampu membakarku menjadi abu."


“Kau akan menyesali kata-katamu!”


Huo Li bergerak maju menyerang bersama dengan bola-bola apinya.


***


Suara ledakan yang berasal dari tempat pertarungan Yun Lian dan Huo Li terdengar saling bersahutan. Ji Wentian dan lainnya yang menonton dari kejauhan memperlihatkan raut wajah khawatir.


Huang Mingzhu meminta Shui Hua untuk menjaga sementara Huo Lin, lalu dia mendekati Ji Wentian.


“Wentian, Saudara Huo tidak bisa bertahan lebih lama. Gadis itu bisa saja membunuhnya.”


Ji Wentian mengerutkan dahi. “Kau mengatakan gadis itu kuat. Namun Saudara Huo berasal dari sekte bintang sepuluh, seharusnya dia bisa mengimbanginya, bahkan menang melawannya.”


Huang Mingzhu membantah pernyataan itu dikarenakan Yun Lian dan Huo Li sama-sama berasal dari sekte bintang sepuluh. Ada beberapa hal yang membuat keduanya seimbang satu sama lain, kecuali segi kekuatan maupun pengalaman bertarung. Ditambah lagi, kebanyakan disekte aliran hitam, hampir setiap anggotanya seringkali terlibat dalam situasi hidup dan mati, sehingga kemampuan bertarung mereka sangat terlatih.


“Lalu bagaimana menurutmu? Aku harus membantunya?”


“Entahlah, gadis itu jelas membenci setiap anggota Sekte Gunung Langit dan Sekte Pedang Suci. Dia memang berniat membunuh kita, tetapi jangan gegabah juga. Sebaiknya…” Huang Mingzhu ingin berkata agar mereka melihat situasi lebih lanjut, tetapi terpotong karena terdengar suara keras.


Ledakan besar tiba-tiba saja terjadi yang menciptakan sebuah lubang besar pada atap ruangan pertemuan. Dari lubang itu, muncul Yun Lian dan Huo Li yang melanjutkan pertarungan diatas atap.


Terlihat jelas Huo Li kesusahan bernapas, kebalikan dari Yun Lian yang masih tenang dan napasnya masih teratur. Dari kondisinya, Huo Li tampak telah menerima beberapa serangan dengan telak, tetapi tidak dengan Yun Lian yang masih baik-baik saja.


“Dia sekuat itu?!”


Ji Wentian begitupun lainnya terkejut dan bisa menilai Yun Lian lebih unggul dari segala sisi dalam sekali lihat.


Huo Lin memasang wajah begitu buruk karena baru pertama kali melihat kondisi saudara kembarnya yang mengenaskan dalam sebuah pertarungan. Gadis itu sulit untuk percaya ada yang bisa melukai Huo Li saat saudara kembarnya itu menggunakan teknik tingkat tinggi dari Istana Bintang Api.


- - -