
Salah satu faktor yang membuat kondisi Shui Hua begitu buruk adalah serangan yang dia dapat begitu telak menyerang jantung. Faktor lainnya adalah dia menjadi yang terlemah diantara jenius muda aliran putih dan netral, kemungkinan hanya unggul diatas Bao Wei.
Jenius muda selain Shui Hua yang mengalami kritis terbilang parah adalah Shen Qi. Langit masih menyayanginya dengan membuat dia berhasil selamat. Namun, penanganannya tidak terlalu baik karena Sekte Pedang Suci tidak memiliki pil penyembuh tingkat tinggi yang cocok untuknya.
Pengobatan Shen Qi juga berdampak pada tingkat kultivasinya yang turun menjadi Ranah Dasar tingkat dua belas. Setelah mengetahui hal ini, Shen Qi menjadi gusar dan marah. Dia mengamuk tanpa ada yang mau atau berani menenangkannya. Shen Qi tidak menyalahkan orang lain tentang kondisinya, melainkan diri sendiri.
Disaat emosinya mulai cukup stabil, bayangan wajah cantik Yun Lian terlintas dalam benaknya, membuat Shen Qi kembali gusar dengan alasan yang berbeda. Hatinya tidak tenang dan berkecamuk dalam waktu yang lama. Sampai dia berteriak keras yang terpaksa harus dihentikan oleh ayahnya sebelum melakukan hal yang memalukan.
**
Tidak hanya satu melainkan dua, dimana salah satunya terluka parah. Pilar Api Huo Wang sekaligus Patriark Istana Api hampir hilang kendali dan mengamuk besar melihat dua anaknya kembali dalam kondisi terluka. Jika bukan karena halangan Tetua Agung, tetua yang mengawal mereka akan kehilangan nyawa ditangannya.
Huo Wang sudah kehilangan istrinya saat kelahiran dua anak kembar itu, dia tidak ingin kehilangan orang terkasihnya lagi.
Huo Lin bisa pulih lebih cepat karena kondisinya tidak separah Huo Li. Saudara kembar Huo Lin itu tidak hanya ditangani oleh Huo Wang, melainkan juga Tetua Agung dan beberapa orang yang memahami ilmu pengobatan tingkat tinggi.
Usaha mereka berhasil meskipun berefek samping pada tingkat kultivasi Huo Li yang turun satu tingkat. Efeknya tidak terlalu buruk jika dibandingkan serangan yang dia dapatkan.
**
Shenghao yang sehari-hari dikenal ramah, sopan, dan tenang tidak terlihat demikian saat melihat adik seperguruannya Honghao tidak kunjung membaik meskipun dia sudah hampir menghabiskan Serum Penyembuh.
Setibanya di sekte, Macan Api Wu Er sebagai guru Honghao turun tangan langsung mengobatinya. Lagipula dia adalah alkemis dan ahli pengobatan terbaik yang dimiliki Sekte Teratai Putih.
Wu Er mengerahkan usaha yang keras dengan menggunakan hampir seluruh Qi yang dia miliki hanya untuk menghilangkan Qi merah darah yang bersarang dalam tubuh Honghao. Usahanya berhasil meski harus menerima Honghao mengalami penurunan kultivasi menjadi Ranah Dasar tingkat tiga belas.
Kondisi Honghao membaik sepenuhnya setelah menyerap Serum Penyembuh. Wu Er hanya tidak habis pikir ada jenis Qi yang bersifat ganas dan sulit dihilangkan seperti itu, terlebih dimiliki kultivator Ranah Dasar. Bahkan Pilar Bumi Wu Bai ikut dibuat pusing.
**
Korban lain dari serangan Yun Lian adalah Ji Wentian. Dia ditangani oleh sang ayah Ji Tianshan, bersama dengan Tetua Agung Pilar Cahaya Ji Guang dan tujuh Tetua Gunung. Bantuan dari para petinggi sekte terkuat berhasil menyelamatkan Ji Wentian tanpa efek samping.
Hanya satu hal yang mereka dapatkan, yaitu wajah yang menjadi lebih pucat dan tubuh yang kelelahan. Selepas menangani Ji Wentian, mereka beristirahat sebelum kembali berkumpul dalam pertemuan penting.
Huang Mingzhu lega setelah mengetahui Ji Wentian berhasil diselamatkan dan datang menjenguknya. Bukan berarti gadis itu peduli karena menaruh perasaan pada Ji Wentian, tetapi lebih kepada simpati sebagai sesama anggota sekte dan teman sejak kecil.
Gadis Peri Cahaya itu kemudian dipanggil bersama dengan Ji Wentian untuk menceritakan rincian konflik di Kota Harta Giok. Penyampaian keduanya membuat ruang pertemuan terdiam cukup lama sebelum menyimpulkan akan ada gejolak besar yang terjadi tidak lama lagi.
**
Tidak ada sesuatu yang bisa dikatakan Bing Xueyu selain wajahnya yang menunjukkan kekhawatiran. Dia berharap Shui Hua bisa sembuh sepenuhnya, tetapi bahkan pengobatan gabungan tiga Matriark dan enam Tetua Agung sekalipun seolah tidak berarti dihadapan Qi merah darah itu.
"Setidaknya Hua'er tidak kritis lagi. Selanjutnya kami tinggal memikirkan cara terbaik untuk mengatasi Qi ganas itu. Tolong temani dia."
Bing Xueyu tidak keberatan dengan permintaan Shui Lan. Bersama dengan Hua Mei, dia masuk ke ruang pengobatan dan menemani Shui Hua yang terbaring di ranjang. Gadis Peri Bunga itu diapit disisi kiri dan kanan.
Tiga hari berlalu, Bing Xueyu terus menemani Shui Hua tanpa pernah meninggalkan ruang pengobatan. Selama tiga hari itu, Shui Hua belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik. Sebenarnya, ketiga Matriark mengkhawatirkan satu hal dan hal itu terjadi pada hari keempat.
Solusi terbaik masih belum ditemukan, Qi merah darah yang menyatu dengan jantung Shui Hua berulah. Seolah memiliki pemikiran, Qi merah darah itu memperbanyak diri dan mulai menggerogoti organ dalam Shui Hua.
Sekali lagi, sembilan orang itu menggunakan kemampuan mereka dan menghabiskan cukup banyak sumber daya untuk menghilangkan Qi ganas itu. Situasi yang menegangkan itu membuat Bing Xueyu tidak bisa menahan diri dan memberanikan diri memberi sebuah saran sebagai solusi.
"Kami menghargai semua bantuan yang memungkinkan, jadi katakan saja saranmu." Shui Rong mengijinkan Bing Xueyu bicara.
Saran Bing Xueyu sempat membuat sembilan orang petinggi disana menahan napas sejenak, sebelum tersenyum masam diikuti helaan napas panjang.
"Meminta bantuan Senior Angin Timur? Itu sangat tidak mungkin. Dia tidak akan mau menolong siapapun dari aliran putih tanpa terkecuali."
"Bantuan Senior Angin Timur sulit didapatkan, tetapi masih ada harapan jika kita meminta bantuan muridnya."
"Muridnya?" Shui Lan mengerutkan dahi. "Maksudmu pemuda yang dikenal sebagai Tabib Teratai Biru itu?"
"Benar, Matriark."
Shui Lan diam sejenak. Kabar mengenai Angin Timur yang kembali membuka diri dan muridnya sudah terdengar selama beberapa bulan terakhir. Kabar mengenai Angin Timur yang memiliki murid mengejutkan siapapun, tetapi banyak yang meragukan tentang sifat murid dan guru yang bertolakbelakang itu, termasuk Shui Lan.
Bing Xueyu kemudian sempat menyinggung tentang adiknya yang pernah sakit dulu dan memberitahukan bahwa murid Angin Timur yang mengobatinya sampai sembuh sempurna, bahkan membantunya menjadi kultivator.
Shui Lan juga sudah pernah mendengar tentang sakitnya adik Bing Xueyu yang sampai membuat Bing Houyi nyaris putus asa padahal sudah mencari begitu banyak pertolongan. Namun Shui Lan terkejut karena baru mengetahui adik Bing Xueyu sudah sembuh dan yang mengobatinya adalah murid Angin Timur.
"Aku memang belum pernah bertemu dengannya, tetapi aku yakin dia bersedia membantu."
- - -