Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 236 - Kabar Terbaru



Yao Han kembali mengamati Pedang Kaisar Langit dengan lebih teliti. Dahinya mengerut setelah beberapa saat dan wajahnya menunjukkan kebingungan.


Karat tebal yang menempel pada Pedang Kaisar Langit sedikit berkurang, terutama pada bagian gagangnya. Setelah diam berpikir cukup lama, Yao Han menggeleng pelan karena tidak menemukan jawaban pada keanehan pada pedang itu.


"Meskipun Pedang Kaisar Langit ini termasuk pedang Pusaka Abadi, kurasa tidak akan ada orang yang mau berusaha merebutnya. Dilihat dari sudut manapun, entah itu sekilas atau lebih teliti, tetap saja terlihat seperti pedang karatan biasa yang tidak bisa digunakan dan sangat layak dibuang."


Dikarenakan penampilannya, Pedang Kaisar Langit memang lebih tepat disebut sebagai pedang sampah. Jika tidak melihat secara langsung cara pengambilan pedang itu yang susah, Yao Han dan lainnya akan beranggapan Pedang Kaisar Langit sebagai pedang Pusaka Abadi adalah omong kosong.


"Lihat sisi baiknya. Han'er adalah salah satu orang-orang terpilih. Pedang Kaisar Langit ini sudah menemukan pemilik yang tepat."


Yao Han tersenyum tipis pada Meirong yang mengelus lembut rambutnya.


"Bagaimana cara kita membersihkan pedang ini, Guru?"


Sebelum Meirong bisa menjawab, Chen Long terlebih dulu menyela.


"Pusaka yang tidak bisa disentuh sembarang orang sulit dibersihkan dengan cara biasa. Terutama pedang karatan itu, mungkin untuk membersihkannya akan menghabiskan sumber daya yang tidak sedikit."


Penjelasan Chen Long membuat Yao Han menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tian Jian dan Meirong yang lebih ahli dalam hal yang berkaitan dengan pedang menyetujui penjeasan Chen Long.


Yao Han melirik Pedang Kaisar Langit sejenak lalu terbersit sebuah ide. Dia melukai jarinya dan menuangkan setetes darah pada pedang itu yang ternyata bereaksi. Pedang Kaisar Langit bergetar selama dua detik sebelum diam kembali.


"Kau membuat kontrak darah?" Yao Han mengangguk pelan. "Kalau begitu, selain dirimu, orang lain tidak bisa menggunakan pedang gitu, kecuali kau sudah mati dan ada orang terpilih lainnya."


Tian Jian mencoba membuktikan kebenaran ucapan Chen Long. Yao Han meminjamkan Pedang Kaisar Langit dan setelah berpindah tangan, Tian Jian merasakan pedang itu sangat berat. Tangannya tertarik ke bawah, mengikuti Pedang Kaisar Langit yang menancap agak dalam ke tanah.


Tian Jian berusaha menariknya sekuat tenaga, tapi tidak berhasil. Tidak ada pergerakan dari pedang itu.


"Ucapanmu memang benar, Senior Chen." Tian Jian tersenyum canggung.


"Sudah kukatakan. Nona Hong, cobalah."


Meirong melakukan saran Chen Long untuk menemukan dia mendapat hasil yang sama dengan Tian Jian. Sekalipun dia mengalirkan Qi bahkan melapisi kedua tangannya dengan Api Feniks, tetap tidak berhasil.


"Pedang ini menolak Qi milikku ataupun Api Feniks." Meirong berdecak pelan.


Giliran Yao Han yang mencobanya dan berhasil. Yao Han mengangkat Pedang Kaisar Langit tanpa kesulitan berarti. Dia kemudian mengalirkan Qi miliknya pada Pedang Kaisar Langit dan pedang itu mau menerima Qi Yao Han.


Yao Han kemudian menemukan bahwa Pedang Kaisar Langit bisa dibersihkan dengan cara mengalirkan Qi secara terus menerus. Tindakannya mengalirkan Qi sebelumnya bisa menghilangkan secuil karat yang menempel.


"Bersihkan secara perlahan. Jika langsung membersihkannya dalam satu waktu, kau bisa kehabisan Qi. Meskipun kau memiliki kapasitas Qi yang jauh lebih banyak dari kultivator setingkatmu, aku sarankan tidak melakukan hal itu."


Yao Han tidak membantah karena dia tidak mau melakukan hal konyol yang berakibat buruk. Kemudian dia menyimpan Pedang Kaisar Langit ke dalam cincin ruang.


Langit mulai gelap ketika mereka kembali ke dunia luar, tapi tidak mengetahui lama waktu di yang telah berlalu. Mereka kemudian memutuskan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan besok pagi.


Menurut perhitungan kasar Chen Long, satu hari pada Dimensi Bunga Anggrek sama dengan satu bulan dunia luar. Meskipun tidak ada pergantian waktu di Dimensi Bunga Anggrek, Chen Long memperkirakan Yao Han dan lainnya sudah berada disana selama tujuh hari yang setara dengan tujuh bulan.


"Selama itu?!" Yao Han dan lainnya terkejut.


"Tujuh bulan..." Yao Han tersenyum canggung, lalu setelahnya terkejut karena tiba-tiba Giok Suaranya menyala terang, yang menandakan Feng Xian menghubunginya.


Yao Han tidak segera menerima sambungan Giok Suara karena membayangkan dia akan terkena omelan panjang Feng Xian.


"Terima saja. Aku akan membantumu menjelaskan situasinya." Bing Lizi menenangkan Yao Han seolah mengerti isi pikirannya.


Yao Han mengangguk pelan dan tepat setelah dia menerima sambungan Giok Suara, teriakan Feng Xian adalah yang pertama dia dengar.


"Monster kecil-! Apa yang sebenarnya terjadi?! Kenapa aku tidak bisa menghubungimu selama beberapa bulan terakhir?!"


Seluruh tubuh Yao Han merinding karena baru pertama kali Feng Xian membentaknya. Yao Han sampai kesulitan menelan ludah.


"G-Guru Feng..."


"Ceritakan dengan jelas atau aku akan menyeretmu kembali ke Pulau Bulan Bintang dan menendang bokongmu sebagai hukuman!"


"B-baik, Guru..."


Yao Han menjelaskan agak terbata-bata karena masih terbayang dengan bentakan Feng Xian. Setelah dia selesai bercerita, Feng Xian tertawa lepas.


"Jadi kau sudah menemukan Lao Chen itu? Dan dia menjadi naga sungguhan?" Feng Xian tertawa keras diujung sana. "Baguslah. Aku pun juga sudah menemukan Lao Xi. Ternyata memang benar dugaan Saudara Bing. Dia berada di Lembah Petir Abadi. Kondisinya serupa dengan kondisi Xiao Hong, Xiao Tian, dan Saudara Bing saat ini."


"Serupa? Maksud Guru..."


"Kau akan mengetahui lebih jelasnya setelah kembali ke Pulau Bulan Bintang. Apa kau masih ingin mengikuti lelang?"


"Tentu saja, Guru. Aku masih belum mendapatkan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa untuk Paman Guru Tian."


"Baiklah, terserah kau saja. Tetaplah berhati-hati. Situasi semakin kacau dan orang-orang bodoh itu semakin bertingkah."


"Aku mengerti, Guru. Apa Guru ingin berbicara dengan Paman Guru Chen?"


"Tidak. Nanti saja setelah aku bertemu langsung dengannya. Ingat pesanku, monster kecil."


Feng Xian langsung memutuskan sambungan Giok Suara mereka, membuat Yao Han terkejut dan terheran-heran.


"Ada apa dengan Guru Feng?" Yao Han kebingungan dengan sikap gurunya itu.


Yao Han kemudian menceritakan semua pembicaraan pada lainnya. Bing Lizi dan Chen Long senang mendengar Xi Lei sudah berhasil ditemukan dan dalam kondisi baik-baik saja.


"Serupa denganku? Apa mungkin Saudara Xi juga menjadi hewan roh? Jika benar, apa yang sudah dilalui Saudara Xi saat berada disana?" Bing Lizi mencoba menebak-nebak.


"Anggap saja itu benar, kemungkinan besar Senior Xi mengalami sesuatu yang membahayakan nyawa tapi berhasil bertahan hidup dengan menjelma menjadi hewan roh. Masuk akal dia tidak segera kembali dengan kondisinya saat itu, mungkin terjebak dan sangat sulit keluar." Chen Long menanggapi.


Bersambung...