
Yao Han membuka gulungan kertas tua itu dengan hati-hati. Setelah terbuka sepenuhnya, dahinya mengerut. Semakin lama dia membaca, semakin dalam kerutan pada dahinya.
Meirong yang ikut membaca isi gulungan itu menggunakan Indera Surgawi agar lebih cepat bereaksi lebih keras.
"Apa-apaan isi gulungan ini, Ratu Rubah?! Kau bercanda denganku?!" Meirong menatap tajam Jiu Jinyu yang dibalas tatapan datar.
"Ratu ini sudah menduga kalau kau atau salah satu dari kalian akan bereaksi seperti itu..."
Bukannya tanpa alasan Meirong mendadak marah, karena isi gulungan kertas tua itu adalah daftar bahan pembuatan pil obat yang jika ditotal mencapai seratus buah. Masalahnya adalah usia tanaman sihir yang harus tua dan kualitas beberapa bahan lainnya pada tingkat tertentu.
Dalam daftar itu tertulis beberapa tanaman sihir berusia ratusan tahun, sedangkan sisanya ribuan tahun. Bahan lainnya adalah inti roh dari hewan roh berkekuatan setidaknya di Ranah Inti, dan permata siluman dari Raja atau Ratu Siluman.
"Apa-apaan ini..." Chen Long tercengang dengan daftar bahan pembuatan pil yang disebut akan membantu memudahkan Yao Han dalam proses pembentukan Pondasi Abadi. "Hanya ada daftar bahannya? Kemana cara pembuatannya? Jangan bercanda, rubah licik!"
"Hmph-! Terserah kalian percaya atau tidak, tapi kaum kami hanya menemukan daftar bahannya..."
Jiu Jinyu menjelaskan kaum Rubah Api Giok mencari susah payah resep pil khusus yang dimaksud sejak mengetahui rahasia kebenaran kultivasi ribuan tahun silam, tetapi hanya bisa menemukan daftar bahannya saja.
"Daftar bahannya disusun ulang oleh kaum kami ratusan tahun lalu dan diwariskan secara turun temurun pada pemimpin kaum Rubah Api Giok. Ratu ini adalah pewaris terakhir gulungan kertas itu."
"Yang benar saja..." Yao Han dan Meirong masih tidak percaya dengan penjelasan Jiu Jinyu.
"Sebenarnya semua tanaman sihir dalam daftar ini tidak langka, tapi usianya..." Meirong tidak meneruskan kalimatnya. Bukan hanya dia, semua disana baru pertama kali mengetahui ada pil dengan bahan pembuatannya sebanyak itu dengan usia dan kualitas yang bukan main-main.
Jangankan membuat pil, untuk mengumpulkan semua bahannya saja terbilang susah, terutama permata siluman. Kalaupun bisa didapatkan dengan cara dibeli, akan dibutuhkan sampai jutaan batu roh.
Yao Han menarik napas dalam, berusaha menenangkan diri. "Guru, kenapa kita harus panik? Usia tanaman bukanlah masalah karena aku bisa menambah usia tanaman sihir menggunakan Serum Waktu."
Meirong terdiam lalu tertawa pelan. "Kau benar juga. Masalahnya adalah pada waktu. Usia yang dibutuhkan mencapai ribuan tahun. Entah berapa lama waktu yang kau habiskan hanya untuk membuat Serum Waktu."
"Xiao Han tidak sendiri, ada aku yang akan membantunya membuat Serum Waktu."
Chen Long bisa merasa bangga karena sihir ciptaannya yang dulu pernah dianggap aneh oleh Feng Xian dan Xi Lei karena digunakan untuk hal yang tidak begitu penting menjadi sangat penting.
Yao Han dan lainnya tidak lagi memikirkan masalah tentang tanaman sihir berusia tua. Mengenai inti roh dan permata siluman, dia bisa mendapatkannya melalui tiga cara.
Pertama, membelinya di salah satu cabang Toko Harta Giok. Kedua, membelinya dari Sekte Taring Buas. Dan ketiga, kembali ke Pulau Bulan Bintang dan meminta bantuan Feng Xian untuk menghabisi beberapa ekor Raja atau Ratu Siluman.
"Kalau begitu, kita tinggal memikirkan cara membuatnya..." Meirong bisa merasakan pil khusus ini akan sangat sulit dibuat. Mungkin pil tersulit yang pernah dibuat sejauh ingatannya.
Yao Han menyimpan gulungan kertas tua itu, lalu menanyakan hal lain. "Senior Jiu, lalu bagaimana dengan rumor ketiga? Tentang tingkatan yang lebih tinggi dari Ranah Jiwa?"
Jiu Jinyu mengulurkan tangannya, seolah meminta sesuatu. "Kalau kau ingin mengetahuinya, berikan Ratu ini satu helai Feniks lainnya."
Yao Han berdecak kesal. Lalu Chen Long terlebih dulu buka suara.
"Lupakan saja dia, Xiao Han. Biarkan aku yang memberitahumu."
"Paman Guru Chen mengetahuinya?"
"Ya, aku tahu, setelah berhasil memaksa rubah licik ini bicara dengan sedikit ancaman."
"Kerja bagus, Saudara Chen." Bing Lizi menimpali kemudian tertawa bersama dengan Chen Long. Yang lain melihat mereka dengan pandangan aneh.
Chen Long berdeham sebelum memberitahu tingkatan yang lebih tinggi dari Ranah Jiwa sekaligus yang menjadi puncak kultivasi Benua Bulan Biru bernama Ranah Abadi. Sebuah tingkatan kultivasi yang sudah sejak lama diungkap kebenarannya dan dicapai oleh seluruh kultivator Ranah Jiwa Agung.
Untuk mencapai tingkatan tertinggi itu, ada dua cara dengan beberapa syarat penting yang harus dipenuhi.
Pertama, kultivator harus membentuk Pondasi Langit saat mencapai Ranah Pondasi dan setidaknya Inti Perak saat mencapai Ranah Inti, lalu berusia seribu tahun dan memiliki tingkat kultivasi Ranah Jiwa Agung.
Kedua, jika tidak ingin menunggu hingga usia seribu tahun, maka harus membentuk Pondasi Surgawi atau Pondasi Abadi, lalu setidaknya membentuk Inti Perak. Dan ketika sudah mencapai Ranah Jiwa Agung, tinggal menunggu waktu tidak lama untuk mencapai Ranah Abadi.
Ketika ada kultivator manusia, hewan roh, atau siluman yang mencapai Ranah Abadi, akan terjadi fenomena alam yang akan bisa dilihat semua orang di seluruh Benua Bulan Biru.
Semua terdiam lama setelah mendengar penjelasan Chen Long.
"Diantara kita, yang memenuhi syarat cara pertama hanya Saudara Xi. Usianya sudah mencapai seribu tahun, tapi karena belum muncul kembali, artinya dia belum mencapai Ranah Abadi..." Bing Lizi berpendapat.
Dimasa lalu, diantara mereka yang berhasil membentuk Pondasi Langit dan Inti Emas adalah Xi Lei, Chen Long, dan Meirong.
Dimasa sekarang, Chen Long dan lainnya yang memiliki wujud lain sebagai hewan roh tidak terlalu dipusingkan dengan syarat tersebut. Mereka dapat dengan mudah membentuk Pondasi Langit dan Inti Emas, hanya tinggal menunggu waktu hingga seribu tahun.
"Apakah tidak ada cara lainnya? Sangat lama sekali bagi kita menunggu seribu tahun."
"Kalau saja tidak menjadi hewan roh, kau akan menjadi yang pertama diantara kita yang mencapai Ranah Abadi, Senior Bing. Usia mentalmu memang mencapai seribu tahun, tapi usia fisikmu yang sekarang jauh lebih muda."
Bing Lizi hanya menghela napas panjang mendengar penjelasan Chen Long.
Jiu Jinyu kemudian ikut masuk ke dalam pembicaraan. "Terlambat untuk menyesali kondisimu sekarang. Lagipula masih ada Angin Timur, satu-satunya manusia yang paling dekat dengan Ranah Abadi. Usianya hampir mencapai seribu tahun, bukan?"
Yao Han setuju karena dia juga berpikir demikian. Dulu, Feng Xian berhasil membentuk Pondasi Langit dan membentuk Inti Perak. Usianya pun hampir mencapai seribu tahun.
Selama ratusan tahun terakhir, Feng Xian juga pernah mencoba menembus ke tingkat yang lebih tinggi, tapi belum berhasil sebanyak apapun mencoba. Meskipun gagal, praktik Feng Xian semakin stabil dan kokoh, membuat kekuatannya semakin bertambah berkali-kali lipat.
Bersambung...
Catatan:
Update terbaru tingkatan kultivasi di ******** MTI (secara umum):
Ranah Dasar - Ranah Pondasi - Ranah Inti - Ranah Jiwa - Ranah Abadi