Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 232 - Pedang Karatan



"Kau yakin tidak salah melihat?"


Yao Han mencoba memeriksa kembali sesuatu dibalik formasi pelindung itu. Tetap pemandangan yang sama, sebuah pedang yang tertancap pada gundukan tanah tidak terlalu tinggi.


Bukannya Tian Jian meragukan penglihatan Yao Han, hanya saja dia masih tidak bisa menerima semakin banyaknya keanehan sejak memasuki Dimensi Bunga Anggrek, terutama keanehan pada formasi pelindung itu.


"Apakah hanya ada pedang saja?"


Yao Han mengangguk pelan.


"Hm, setelah formasi pelindung ini terlihat oleh mata, kekuatannya menjadi lebih lemah." Bing Lizi berpendapat setelah memeriksa dinding luar formasi pelindung itu.


Yutian meminta semuanya menjauh karena dia ingin menghancurkan sekali lagi penghalang itu menggunakan Tinju Penghancur Dunia.


BAAMMM!!!


Krakk!! Krakk!!


Hasil pengamatan Bing Lizi memang benar adanya. Formasi pelindung ini sedikit melemah. Terbukti serangan Yutian dapat membuat retakan kecil pada dinding formasi pelindung, meskipun sebagian besar serangannya kembali dipentalkan ke berbagai arah.


"Ah, ini..."


Yao Han dan lainnya kembali dikejutkan dengan melihat formasi pelindung itu seolah mampu memperbaiki dirinya sendiri secara perlahan setelah mengalami sedikit kerusakan dan menjadi utuh seperti semula.


"Gunakan serangan gabungan. Yutian, gunakan lagi Tinju Penghancur Dunia, aku akan membuat retakannya lebih besar dengan energi pedang."


"Ide yang bagus."


Yutian menganggukkan setuju dengan ide Meirong. Perempuan cantik itu menyentuh sabuk perak yang melilit pinggangnya. Sabuk itu kemudian berubah wujud menjadi sebuah pedang berwarna keperakan. Tidak lain itu adalah Pedang Langit Perak, pedang Pusaka Kuno tingkat tinggi yang sudah menemani Meirong selama ratusan tahun.


BAAMMM!!!


Krakk!! Krakk!! Krakk!!


Serangan Yutian kali ini menggunakan Qi yang lebih banyak. Tepat setelah terbentuknya retakan pada dinding formasi pelindung, Meirong melaksanakan serangan energi pedang. Satu tebasan pedang itu, membuat retakan semakin lebar.


"Lagi!" seru Meirong.


Yutian yang sudah siap dengan serangan selanjutnya, melepaskan Tinju Penghancur Dunia sekali lagi, yang kemudian diikuti serangan energi pedang dari Meirong, kali ini dilapisi oleh Api Feniks.


Kerusakan yang dihasilkan dari serangan gabungan kedua lebih besar. Yutian kembali melepaskan serangan tinju. Meirong juga dibantu Chen Long dalam wujud naga yang melepaskan bola energi panas berwarna hijau dari mulutnya. Sementara Bing Lizi menggunakan sihir unsur es untuk memperlambat pemulihan alami dinding formasi pelindung itu.


Empat serangan gabungan itu akhirnya membuahkan hasil. Hanya sepertiga bagian dinding formasi yang masih tersisa. Yang agak mengejutkan adalah dinding formasi pelindung itu ternyata sangat tebal, sekitar dua jengkal tangan pria dewasa.


Sekarang semua bisa melihat apa yang dilihat Yao Han menggunakan kekuatan Mata Tembus Pandang. Memang benar hanya ada sebuah pedang yang menancap diatas sebuah gundukan tanah.



"Hm? Apa aku salah melihat? Itu pedang karatan, bukan?" Tian Jian bertanya entah pada siapa.


"Penglihatanmu tidak salah, Senior. Pedang itu memang karatan." Meirong menanggapi.


"Kalau pedang itu adalah kunci jalan keluar dari tempat ini, sebaiknya berhati-hati mencabutnya. Aku punya firasat buruk tentang ini."


"Jian, kurasa kau terlalu berlebihan. Bukan firasat buruk, tapi ucapanmu saja yang berdasarkan trauma masa lalu." Bing Lizi menanggapi, membuat Tian Jian tersenyum canggung.


"Aku harap juga begitu, Senior."


"Tidak ada aura terpancar dari pedang itu yang kurasakan. Apa mungkin bukan termasuk pedang pusaka?" Meirong bergumam ragu.


"Aku setuju dengan Saudara She." Tian Jian menimpali.


Tidak ada yang berinisiatif mendekati pedang karatan itu lalu mencabutnya, sampai kemudian Chen Long yang pertama bertindak. Tanpa perlu mendekat, Chen Long menggunakan sihir unsur kayu yang membentuk akar pohon panjang untuk mencabut pedang itu dari gundukan tanah.


"Eh? Kenapa tidak mau tercabut?"


Chen Long terkejut saat dia kesulitan mencabut pedang karatan itu. Dia menggunakan lebih banyak tenaga dan mencoba berulang kali, tetapi hasilnya sama saja.


"Aish, lagi-lagi ada hal aneh di tempat ini," keluh Chen Long lalu berdecak kesal.


Bing Lizi dan Yutian bergantian menggunakan sihir dari jarak jauh seperti yang dilakukan Chen Long, tetapi hasilnya tetap sama. Pedang karatan itu tidak mau tercabut.


"Kurasa keistimewaan pedang karatan itu terletak pada kemampuannya membuat orang yang ingin mencabutnya marah. Bagaimana bisa ada pedang yang sulit tercabut seperti itu? Aneh sekali."


Yao Han dan lainnya tertawa karena reaksi jengkel Yutian.


"Sebenarnya tidak terlalu aneh. Beberapa pusaka memang ada yang sulit disentuh dengan cara biasa. Bahkan beberapa pusaka hanya bisa disentuh oleh orang-orang terpilih. Contoh paling nyata adalah Kipas Dong Feng." Chen Long berpendapat.


Mendengar hal itu, Meirong langsung menyuruh Yao Han mencabut pedang karatan itu.


"Guru Hong, memangnya aku termasuk orang-orang terpilih?" tanya Yao Han sambil tersenyum canggung.


"Bisa dibilang kau salah satu dari orang-orang terpilih itu. Jika bukan, kau tidak akan ditakdirkan memiliki lima akar roh murni, lengkap dengan mata dan tubuh khusus."


Yao Han menggaruk pipinya canggung, sedikit tidak yakin dengan penjelasan Meirong, tetapi dia tetap menuruti perintah guru cantiknya itu.


Ketika berada didalam formasi pelindung yang hampir hancur sepenuhnya itu, Yao Han selama diam beberapa saat menatap pedang karatan pedang itu.


Dilihat lebih dekat, pedang karatan itu sangat buruk rupa, dalam artian karatnya sangat tebal. Hampir seluruh bagian pedang tertutupi oleh karat. Sepertinya akan butuh waktu lama untuk membersihkan pedang itu dari semua karat yang melekat.


Yao Han mencoba mencabut pedang itu dengan satu tangan, tidak terjadi reaksi. Lalu dengan dua tangan dan menggunakan lebih banyak tenaga, tetap tidak berhasil.


"Sepertinya pedang ini bukan pedang biasa. Jadi harus dicabut dengan cara tidak biasa juga."


Yao Han mengalirkan Qi murni miliknya yang berwarna biru keemasan. Tidak hanya pada kedua tangannya, melainkan ke seluruh tubuh.


"Tercabutlah, wahai pedang."


Yao Han menarik napas dalam dan mulai menarik pedang karatan itu sekuat tenaga. Usaha Yao Han menunjukkan hasil. Secara perlahan, pedang itu bisa ditarik.


Yao Han mengalirkan Qi lebih banyak dan mengerahkan tenaga lebih besar. Kurang lebih lima menit setelahnya, pedang itu tercabut sempurna.


"Akhirnya..."


Yao Han menghela napas panjang, merasa lega luar biasa. Hanya mencabut pedang karatan hampir menyamai kesulitan membuat salah satu jenis pil.


"Kerja bagus, Han'er." Meirong berseru senang sambil bertepuk tangan.


Yao Han memandangi pedang itu sesaat. Dibandingkan semua pedang yang pernah dipegangnya, pedang karatan itu terasa lebih berat karena pengaruh karat tebal yang menempel.


Yao Han mendekat pada yang lain. Baru beberapa tarikan napas setelah Yao Han dan lainnya merasa senang karena pedang karatan itu tercabut, terjadi sesuatu pada seluruh Dimensi Bunga Anggrek itu.


"Firasat burukku benar-benar terjadi!"


Bersambung...