Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 167 - Terima Bayaran



Semua murid Sekte Bintang Ungu dibuat kebingungan karena para tetua mengumpulkan semua pil yang mereka miliki. Namun mereka tidak mendapat penjelasan lebih lanjut dan hanya bisa menurut.


Para tetua tidak sekedar mengumpulkan, melainkan mencatat jumlah dan jenis pil yang dimiliki setiap murid atau anggota sekte lain. Selain memudahkan Yao Han, juga memudahkan mereka untuk mengembalikan pil yang sudah diperbaiki kualitasnya pada mereka sesuai catatan mereka sebelumnya.


Yao Han menerima pil-pil yang sudah dikumpulkan saat sore hari dihari yang sama setelah dia kembali dari pertemuannya dengan petinggi sekte dan memulai proses penyelesaian pesanan pil. Saat itu, Yao Han yang dibantu oleh Meirong sudah membuat Pil Pengumpul Qi dan Pil Hati Perak kualitas sempurna sekitar dua ratus butir.


Zi Dan adalah salah satu dari tiga tetua yang ikut mengantarkan pil yang telah mereka kumpulkan ke ruangan Yao Han. Saat mereka masuk ke dalam, mereka mematung karena mencium aroma kuat pil obat yang harum, juga kaget dengan jumlah pil yang sudah Yao Han berhasil buat.


Terdengar berlebihan, tapi hanya dengan mencium aroma pil buatan Yao Han, Zi Dan beserta dua tetua yang bersamanya merasa kultivasi mereka mengalami peningkatan. Buru-buru mereka meninggalkan Yao Han agar tidak menggangu dan memberitahukan pada Patriark dan petinggi sekte lain.


Disisi lain, sebelum kedatangan tiga tetua sekte itu, penghuni Dimensi Pagoda selain Yutian dibuat kagum dengan aksi kombinasi Yao Han dan Meirong dalam membuat pil. Bing Lizi sudah sering melihat Feng Xian saat membuat pil dimasa lalu, tapi melihat kegiatan Yao Han dan Meirong ada perbedaan rasa tersendiri.


Warna Api Alkemi milik Meirong dan Yao Han juga menarik perhatian Bing Lizi. Ungu bercampur merah keemasan untuk Meirong dan ungu kebiruan untuk Yao Han.


"Baru kali ini aku mengetahui ada Alkemis lain yang bisa membuat pil tanpa tungku selain Saudara Feng." Bing Lizi berkomentar. Ucapannya itu lebih ditujukan pada Meirong, bukan Yao Han. Bing Lizi berpendapat Yao Han wajar bisa melakukan hal yang sama karena Yao Han adalah murid Feng Xian.


"Aku justru baru tahu Api Alkemi bisa dijadikan sebagai tungku." Tian Jian berpendapat berbeda.


Yutian kemudian meluruskan sebenarnya Yao Han diangkat murid untuk Dao Melukis dan Musik oleh Feng Xian, sedangkan guru Dao Alkemi Yao Han adalah Meirong, tapi sesekali Feng Xian memberikan masukan Alkemi. Yutian menambahkan sebelumnya Meirong tidak menggunakan Api Alkemi sebagai tungku sampai kemudian mendengar cerita pengalaman Alkemi Feng Xian dari Chen Long dalam sebuah pertemuan tak sengaja.


"Ah, begitu rupanya." Bing Lizi mengangguk mengerti sambil mengelus dagu. Dia melanjutkan memperhatikan kegiatan Yao Han dan Meirong dengan pandangan tertarik.


"Yang aku kagumkan adalah kecepatan dan kestabilan kualitas pil yang dihasilkan. Jumlahnya lebih banyak dari yang dihasilkan dalam satu set proses dan juga kualitasnya selalu sama." Tian Jian mengungkapkan kekagumannya.


"Itu jelas karena dipengaruhi pengalamannya selama beberapa tahun selama tinggal di Pulau Bulan Bintang. Tantangan Saudara Feng jelas bukan main-main dan hanya bisa disanggupi oleh tidak sembarang orang, terutama dari generasi muda. Kunci keberhasilan Xiao Han adalah sikap pantang menyerahnya dan kemauan belajarnya yang tinggi." Bing Lizi menimpali ucapan Tian Jian.


***


Meirong dan Yao Han kemudian membagi tugas. Meirong akan membuat pil yang dibutuhkan dari proses awal, sedangkan Yao Han akan memperbaiki kualitas pil yang sudah terkumpul. Yao Han tersenyum tipis karena catatan yang diberikan tetua sekte sebelumnya memudahkan pekerjaan agar tidak terlalu susah menghapal jumlah pil setiap murid.


Untuk memperbaiki kualitas Pil Pengumpul Qi kualitas normal menjadi sempurna, maka Yao Han membutuhkan empat butir pil. Jumlah ini tidak sama untuk pil lain, seperti Pil Hati Perak yang membutuhkan delapan butir pil kualitas normal untuk menjadikannya satu butir kualitas sempurna.


Kegiatan Yao Han lebih lama jika dibandingkan membuat pil dari bahan baku mentah, tapi itu bukan masalah. Seiring berjalannya waktu, Yao Han menjadi terbiasa dan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu butir pil kualitas sempurna dari proses perbaikan pil menjadi lebih singkat.


Yao Han tidak keluar ruangan sama sekali, kecuali untuk menerima hidangan yang disajikan untuknya dan diantarkan oleh Zi Dan. Ada juga aturan baru yang melarang siapapun membuat keributan di sekitar ruangan yang ditempati Yao Han, termasuk Hua Feng yang tidak berani berkunjung untuk sekedar melihat-lihat.


Tiga hari berlalu dan Yao Han baru keluar menampakkan diri pada hari keempat dipagi hari. Aroma harum pil kualitas sempurna menyebar keluar ruangan. Suasana sepi adalah pemandangan pertama yang dilihat Yao Han.


"Hm? Kemana perginya orang-orang?"


Yao Han kebingungan sebentar sebelum berjalan santai menuju gedung petinggi Sekte Bintang Ungu.


"Saudara Yao!"


Yao Han menoleh ke samping dan menemukan Zi Dan berjalan agak cepat mendekatinya.


"Oh, aku ingin menemui Patriark, Tetua Zi."


"Apa ada yang kau butuhkan? Kenapa kau tidak minta tolong padaku saja?"


"Tidak ada hal penting yang aku butuhkan, aku hanya ingin menemui Patriark untuk menyampaikan sesuatu."


"Kalau begitu, biar kuantar kau kesana."


"Baiklah."


Zi Dan tidak mencium aroma pil saat berjalan didekat Yao Han, melainkan aroma bunga wangi dan segar. Sebelum meninggalkan ruangannya, Yao Han menghilangkan aroma pil dengan menyemprotkan wewangian dari ekstrak Bunga Teratai Biru disekujur tubuh.


***


Suasana di gedung para petinggi Sekte Bintang Ungu mendadak hening setelah melihat banyak kotak dan botol giok berisi pil yang ditunjukkan Yao Han. Sebelumnya mereka dibuat kaget karena mendengar Yao Han sudah menyelesaikan pesanan pil mereka lebih cepat dari perkiraan mereka atau perkiraan Yao Han sendiri.


Saat Yao Han meminta mereka untuk memeriksa pil pesanan itu, tubuh semua petinggi sekte itu bergetar hebat dan nyaris pingsan. Mereka tidak pernah melihat pil kualitas sempurna dalam jumlah besar seperti itu sebelumnya.


Setelah berhasil menenangkan diri, Zi Xing bertanya tentang harga yang harus mereka bayar. Mereka sudah siap mengosongkan harta sekte demi mendapatkan sumber daya berkualitas tinggi dan tersisa sekitar sepuluh persen saja untuk membayar Yao Han.


"Saudara Yao, apa setelah ini kau akan langsung pergi? Tolong jangan tersinggung, karena mengingat urusanmu tidak banyak disekte kami." Zi Xing bertanya murni ingin tahu saja.


"Jika diizinkan, aku ingin menumpang satu hari lagi disini."


"Oh, tentu saja. Kau boleh tinggal disini selama yang kau mau."


Zi Xing atau tetua lain tidak berani mengatakan tidak pada Yao Han. Selain karena latar belakangnya, juga karena rasa terimakasih mereka pada Yao Han karena bersedia membuatkan pil untuk sekte. Diam-diam mereka berharap Yao Han bisa tinggal lebih lama di Sekte Bintang Ungu.


---


Catatan Author:


Kenapa lama update? Jawabannya simpel dan klasik, yaitu author makin gedek sama ini platform. Udah bukan hal baru sebenarnya sejak pandemi virus viral menyerang. Author masih bertahan demi pembaca setia aja. Cielah bisa aja nih. Hahaha.


Sedikit tambahan, pada chapter yang entah keberapa nantinya, si MC bakal punya hewan peliharaan yang sekaligus menjadi teman dekat dan pengikutnya. Uniknya adalah si MC bisa memahami bahasa hewan peliharaannya ini.


Namanya Xiao Hu.


Nah, kira-kira hewan apa yang menjadi teman dekatnya si MC? Monggo yang mau nebak silakan komen. Eh, jangan lupa like-nya, ya.


Salam panas dingin,


Author, Maswaw.