Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 211 - Informasi Lelang



Shui Lan dan lainnya belum pernah melihat begitu banyak pil berkualitas sempurna dalam satu waktu ditempat yang sama. Ini adalah pertama kalinya.


"Saudara Yao, semua pil ini buatanmu?" Bing Xueyu tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.


"Ya, apakah ada masalah?"


"Masalah? Tentu saja tidak..."


Shui Lan memperhatikan Yao Han sejenak sebelum diam-diam tersenyum tipis. Sorot mata Yao Han tidak menunjukkan dia berbohong dan Shui Lan mengetahuinya dengan jelas.


'Masih semuda ini mampu membuat begitu banyak pil kualitas sempurna. Memang pantas sebagai penerus Senior Angin Timur.'


Dengan hati-hati, Shui Lan melirik Feng Xian. Tanpa mempedulikan apa yang didepannya, Feng Xian lebih menikmati Arak Persik Bulan.


Shui Lan tidak keberatan mengeluarkan lebih banyak batu roh untuk memborong semua pil itu, yang akan sangat berguna untuk murid-muridnya yang berada di tingkat Ranah Dasar dan Ranah Pondasi.


"Aku juga akan memberikan ini sebagai tanda perkenalan dan kenang-kenangan. Tolong diterima."


Yao Han mengeluarkan dua botol kaca yang berisi setengah cairan bening dan empat buah Bunga Teratai Biru. Empat bunga Yao Han berikan pada masing-masing orang, sedangkan untuk botol kaca dia berikan pada Shui Lan dan Bing Xueyu.


Bing Xueyu kemudian memahami kebiasaan unik Yao Han yang pernah diceritakan Shenghao, yang membuatnya dikenal sebagai Tabib Teratai Biru.


"Saudara Yao, apakah ini Serum Penyembuh?"


"Benar. Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"


Seingat Yao Han, orang luar yang mengetahui tentang Serum Penyembuh adalah Shenghao, Honghao, dan Wu San. Ketika Bing Xueyu menceritakan garis besarnya dia tahu dari Shenghao, Yao Han mengangguk mengerti.


"Jadi begitu. Serum Penyembuh ini..."


Yao Han menjelaskan lebih rinci. Shui Lan dan Tetua Mu takjub mengetahui ada obat dengan khasiat tinggi seperti itu.


"Saudara muda, jika aku ingin membeli ini lebih banyak, berapa harganya?"


"Maaf, Matriark. Sampai sekarang aku belum berniat menjualnya."


Yao Han memiliki maksud tersendiri belum menjual Serum Penyembuh, bahkan tidak berniat menjualnya sampai kapanpun. Ada sesuatu yang menahannya, tetapi dia tidak menjelaskan lebih jauh.


Serum Penyembuh itu Yao Han berikan secara terbatas pada orang tertentu. Yao Han menyarankan agar digunakan dengan bijak. Yao Han juga menjelaskan cara kerjanya, karena bahan utama Serum Penyembuh mengandung unsur yang berlawanan dengan ilmu yang dipelajari anggota sekte Benteng Es Utara dan Sekte Ombak Bunga.


"Terima kasih, Saudara muda. Kami menghargai hadiahmu ini."


Yao Han menanggapi dengan senyum ramah. Sebelum mereka pergi, Bing Xueyu mengundang Yao Han untuk berkunjung ke Benteng Es Utara dan mengatakan adiknya ingin bertemu dengannya lagi.


"Aku sudah berjanji pada Paman Bing dan Adik Yunzi. Aku akan datang berkunjung setelah semua urusanku selesai."


Shui Lan dan lainnya kemudian berpamitan pada Feng Xian.


"Kusarankan sekte kalian tidak ikut campur dalam perang yang akan datang."


Ucapan Feng Xian bagaikan petir disiang hari. Melihat reaksi diam mereka, Feng Xian melanjutkan kata-katanya.


"Aku rasa kalian tidak cukup bodoh untuk tidak menyadari perang akan kembali terjadi dan kali ini skalanya sangat besar."


Shui Lan tersenyum pahit. "Senior, Sekte Ombak Bunga mungkin akan terlibat. Jika perang meluas ke Negeri Tanah Hijau, kami tidak akan ikut campur lebih jauh."


Shui Lan mengerti pesan tersembunyi dari kata-kata Feng Xian.


Feng Xian melirik Bing Xueyu. "Gadis kecil, sampaikan juga pada ayahmu."


"Junior mengerti, Senior."


Rombongan kecil Shui Lan tidak berlama-lama lagi dan pergi meninggalkan Rumah Pengobatan.


Tidak lama mereka pergi, Yao Han kedatangan tamu lain yang tidak asing.


"Manajer Zhao?"


Zhao Yi tersenyum lebar lalu masuk dan menemukan Feng Xian sedang duduk santai minum arak. Aroma arak yang menggoda membuat Zhao Yi juga ingin mencicipinya, tetapi berusaha menahan keinginannya.


"Senior Feng, aku manajer Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju, Zhao Yi." Zhao Yi memberi salam hormat dan bersikap sopan.


"Hm. Ada apa kau datang kemari?" Feng Xian bersikap tidak tahu apa-apa.


Zhao Yi mengatakan maksud kedatangannya yang ingin memberi salam pada Feng Xian setelah mendengar kabar kemunculannya di Kota Rubah Salju, tetapi dia baru bisa melakukannya setelah rombongan kecil Shui Lan pergi.


"Kalau hanya itu, kau tidak perlu melakukannya. Aku hanya kebetulan lewat dan mampir menemui muridku yang nakal ini."


Zhao Yi tertawa canggung, sedangkan Yao Han menghela napas panjang. Yao Han masih tidak percaya dengan alasan kedatangan Feng Xian.


"Sebenarnya aku datang karena baru teringat satu hal. Aku juga ingin minta maaf pada Saudara Yao karena tidak memberitahunya lebih awal."


"Tentang apa itu, Manajer Zhao?"


"Tentang lelang tahunan yang diadakan Menara Harta Giok. Ini juga berkaitan dengan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa yang kau cari..."


Zhao Yi menjelaskan atau lebih tepatnya sengaja membocorkan informasi pada Yao Han bahwa ada kemungkinan tanaman sihir yang dicari Yao Han itu akan menjadi salah satu barang yang dijual dalam lelang.


Menara Harta Giok memindahkan tempat lelang tahunan di Kota Musim Semi karena Kota Harta Giok dijadikan sebagai tempat Pertemuan Kultivator Muda aliran putih dan netral. Dikarenakan pertemuan itu berakhir dengan kekacauan, akibatnya acara lelang tahunan ikut terkena imbasnya dan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.


"Jadi aku harus mengikuti lelang untuk mendapatkan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa ini..."


"Tidak harus, Saudara Yao. Kalau kau mau, aku akan menghubungi cabang toko di Kota Musim Semi untuk tidak menjualnya dan menyimpannya untukmu."


Yao Han tersenyum kecut. Tawaran Zhao Yi memang memudahkannya mendapatkan tanaman sihir yang dia cari untuk Tian Jian secara gratis. Namun Yao Han menolak tawaran itu karena terlalu mengandalkan nama besar gurunya.


"Ada pilihan yang lebih mudah, kenapa kau mengambil pilihan yang lebih sulit? Kau itu aneh sekali." Feng Xian mengejek Yao Han.


"Guru, mau sampai kapan aku terus mengandalkan nama besar Guru untuk mendapatkan sesuatu yang kuinginkan atau mempermudah jalanku?"


Yao Han tidak mau mengandalkan latar belakang yang bisa membuat menjadi anak manja. Dia ingin berusaha dengan kemampuannya sendiri agar tidak selamanya berada dalam bayang-bayang Feng Xian.


Yao Han tidak masalah mengeluarkan kekayaan pribadinya untuk mendapatkan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa, setidaknya dia tidak bergantung pada orang lain.


Zhao Yi kagum dengan pola pikir Yao Han. Orang lain akan seenaknya dan selalu mengandalkan latar belakangnya, tetapi berbeda dengan Yao Han yang ingin mandiri.


"Terserah kau saja. Jadi apa yang ingin kau lakukan selanjutnya? Situasi dunia sedang tidak baik. Kau ingin menetap lebih lama di kota ini?"


- - -