
Yao Han meminta Meirong, Yutian, dan Bolang mengawasi dari Dimensi Pagoda. Dirinya tidak memerlukan pengawalan karena jika ada sesuatu tiba-tiba menyerangnya, dia bisa langsung pergi ke Dimensi Pagoda untuk berlindung atau bersembunyi.
Dengan Tubuh Sembilan Bintang, Yao Han memiliki cukup banyak keuntungan dalam mengatasi hawa dingin pada tingkat tertentu, jadi hawa dingin di wilayah itu tidak terlalu mempengaruhinya.
Namun untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Yao Han segera mengalirkan Qi unsur tanah dan logam secara bersamaan untuk menguatkan tubuhnya. Kemudian membentuk segel tangan sihir Lentera Api, muncul bola-bola api kecil cukup banyak yang mengelilingi dan menghangatkan tubuh Yao Han.
Persiapan Yao Han sangat tepat, karena semakin jauh di berjalan, hawa dingin terasa semakin kuat dan butiran salju turun semakin banyak dan deras. Seperti yang dikatakan Bolang, kultivator di puncak Ranah Pondasi sekalipun kesulitan bertahan di tempat ini.
Merasa sedikit kecewa, Yao Han dengan kekuatan mata khususnya belum menemukan Teratai Jiwa Es.
"Sebenarnya aku sedikit ragu ada Teratai Jiwa Es tumbuh disini, tetapi aku setuju tanaman sihir itu bisa menyebabkan fenomena ini." Yutian berpendapat.
"Tuan She, jika wilayah dingin ini mencakup beberapa kilometer, kemungkinan Teratai Jiwa Es yang tumbuh disini ada banyak, bukan begitu?" sahut Bolang.
"Ya, kau ada benarnya. Hawa dingin satu Teratai Jiwa Es berusia seribu tahun bisa dirasakan paling jauh tiga ratus meter. Kemungkinan lain, hanya ada satu atau dua Teratai Jiwa Es yang tumbuh, tetapi usianya begitu tua. Lima ribu tahun? Sepuluh ribu tahun? Mengingat semakin tua tanaman itu, semakin dingin pula hawa dingin yang bisa dilepaskannya."
"Aku belum pernah mengetahui ada tanaman sihir setua itu. Sudah pasti menjadi harta berharga dan kalau dijual akan sangat mahal."
Yutian tertawa karena ucapan Bolang secara tidak langsung menunjukkan Serigala Malam itu memiliki jiwa bisnis. Sesuatu yang hampir tidak pernah ditemukan pada hewan roh.
"Jika kau pergi ke wilayah Benteng Es Utara di wilayah paling utara Negeri Awan Biru, tidak sulit menemukan tanaman sihir berunsur es setua itu. Suatu hari berkunjung kesana, aku pernah menemukan satu Teratai Jiwa Es berusia lima ribu tahun dan masih mengingat betapa dinginnya hawa yang dilepaskannya. Saat dipanen sekalipun, masih terasa hawa dingin sejauh seratus meter dan memerlukan tempat penyimpanan khusus." Yutian tertawa pelan mengingat pengalamannya beberapa ratus tahun lalu.
"Han'er, berhenti."
Seruan singkat Meirong menghentikan langkah kaki Yao Han, serta perbincangan Yutian dan Bolang.
"Ada apa, Guru Hong?"
"Ada sesuatu yang menghalangi penglihatan Indera Surgawiku, jaraknya sekitar tujuh ratus meter dari tempatmu berdiri."
"Formasi penghalang?" gumam Yutian yang mencoba memeriksa dan merasakan hal yang sama dengan Meirong.
Menggunakan Indera Surgawi, kedua guru Yao Han dan Bolang menemukan sesuatu yang menghalangi penglihatan mereka itu berbentuk kubah melengkung.
"Mungkin ada orang yang memasangnya?" Bolang berpendapat.
"Jikapun benar ada kultivator yang memasangnya, dilihat dari besarnya penghalang ini, praktiknya setidaknya di Ranah Inti," sahut Meirong.
Tanpa meminta pendapat kedua gurunya, Yao Han meneruskan perjalanannya. Sambil melangkah lebih cepat, Yao Han terus mengaktifkan kekuatan Mata Tembus Pandang dan meningkatkan kewaspadaan, tidak peduli hawa dingin yang semakin terasa menusuk.
Yao Han berhenti sekitar seratus meter dari sesuatu yang disebut penghalang ini.
"Hm, penghalang tidak terlihat ya..." gumam Meirong.
"Aneh sekali..." Yao Han menggaruk kepalanya bingung, kemudian memantapkan diri untuk melangkah melewati penghalang.
"Hm?" Yao Han merasakan dirinya menembus sesuatu. Ternyata penghalang itu selain tembus pandang juga bisa dilewati. Kewaspadaan Yao Han semakin meningkat sambil melihat sekitar.
'Sesuatu ganjil apa yang menyebabkan keanehan ini?' Yao Han tidak lagi merasakan hawa dingin yang ekstrim, karena hawa dingin dalam penghalang sama seperti hawa dingin malam hari di Kota Bukit Bunga, sedangkan tanahnya tertutupi salju tetapi tidak setebal yang dilalui Yao Han sebelumnya.
Suara langkah kaki pelan masih bisa didengar Yao Han dan membuat perhatiannya terfokus kesana. Dibalik pepohonan, muncul sesosok makhluk yang membuat napas Yao Han tertahan sejenak. Selain ukurannya sebesar gajah dewasa, Yao Han mengetahui jenis makhluk itu hanya ada dalam legenda.
Fisiknya campuran dari beberapa hewan. Tubuh utamanya seperti kuda, bersisik seperti naga, berkepala singa, dan sebuah tanduk di kepalanya berbentuk spiral meruncing pada bagian ujung. Tubuhnya didominasi warna putih, kecuali pada tanduk, rambut singa, dan ekor pendek berumbai yang berwarna biru. Ada juga dua garis biru tua dan muda memanjang, disisi kiri dan kanan tubuhnya.
"H-Hewan roh yang setara dengan Feniks dan Ular Giok... Kirin..." suara Bolang bergetar. Matanya melebar karena kaget melihat salah satu hewan roh tingkat tinggi. Reaksi serupa ditunjukkan Meirong dan Yutian.
Makhluk yang berjalan pelan mendekati Yao Han memang adalah seekor Kirin. Saking terpananya, Yao Han hanya diam mematung, tetapi tidak takut atau waspadai pada makhluk itu karena tidak memancarkan aura permusuhan.
Kirin berwarna putih itu berhenti menjaga jarak sekitar sepuluh meter dari Yao Han. Pandangan mata biru langit Kirin dan mata abu-abu Yao Han saling bertemu. Yao Han lalu tersadarkan saat mengetahui pandangan Kirin itu terasa berbeda dari hewan lainnya.
'Makhkuk ini menggunakan Indera Surgawi padaku...'
Barulah Yao Han menyadari hewan roh didepannya memiliki praktik di Ranah Inti, tepatnya Ranah Inti tahap menengah dan jenis inti yang dibentuknya adalah Inti Emas. Yao Han kagum, tetapi tidak terlalu terkejut karena kedua gurunya juga membentuk jenis inti yang sama.
"Anak muda, kau memiliki aura yang unik, mengingatkanku pada seseorang yang kukenal dekat."
Yao Han menahan napas sejenak lalu menyipitkan matanya. Bukan karena Kirin itu bisa bicara bahasa manusia, hal tersebut wajar setelah hewan roh mencapai Ranah Inti, melainkan karena Kirin itu menyebutnya sebagai 'anak muda', sesuatu yang mengejutkannya. Suara Kirin itu terdengar tenang dan berwibawa.
"Siapa orang yang kau maksud?" tanya Yao Han menanggapi ucapan makhluk didepannya.
"Sebenarnya aku sudah hidup begitu lama dan sepengetahuanku, satu-satunya yang memiliki aura unik sepertimu adalah seseorang bernama Feng Xian. Kau mungkin lebih mengenalnya sebagai Angin Timur."
Dahi Yao Han mengerut dalam dan pandangannya menajam, "Bagaimana bisa kau mengetahui nama lengkap Angin Timur? Seingatku, hanya sesama jagoan kultivator Empat Penjuru yang saling mengetahui nama lengkap masing-masing. Siapa kau sebenarnya?"
"Hm?" Kirin itu sedikit memiringkan kepalanya, "Seharusnya aku yang bertanya demikian, anak muda. Dari reaksimu, kau seolah mengetahui cukup dalam tentang Empat Penjuru. Siapa kau sebenarnya?"
---
Catatan penulis:
Nama keren makhluk yang dilihat Yao Han pada episode ini adalah Ice Frozen Kirin.