
Budayakan like sebelum membaca
***
Selama tinggal di Pulau Bulan Bintang, Yao Han belajar alkemi dan ilmu pengobatan yang berguna untuk manusia, sehingga dia kebingungan cara menyembuhkan Bolang sang Serigala Malam yang merupakan hewan roh tingkat menengah.
Luka yang dialami Bolang begitu parah, terlepas dia sudah mencapai Ranah Inti, tetapi sebelum kedatangan rombongan Yao Han ke desa kecil yang mengalami pembantaian, serigala itu sudah berhadapan dengan Yelang dan anak buahnya.
Seandainya hanya berhadapan dengan Yelang, Bolang masih sanggup mengimbangi kekuatan bahkan mengalahkan Yelang. Namun semua anak buah Yelang yang jumlahnya mencapai belasan ekor memiliki kekuatan Ranah Pondasi tahap puncak.
Sebenarnya jika Meirong turun tangan menyembuhkan Bolang menggunakan Api Feniks semuanya menjadi lebih mudah, tetapi Yao Han tidak mungkin meminta gurunya itu menampakkan diri di hadapan Shenghao dan Honghao.
Bolang menyadari niat Yao Han, tetapi dia menolak secara halus, "Manusia... nyawaku sudah diujung tanduk... Tidak perlu mengobatiku... Bukankah... kau ingin mendengar... penjelasan... dariku?"
Yao Han dan Bolang berpandangan sejenak, sebelum Yao Han meminta Bolang tidak berbicara lebih banyak, "Aku memang ingin mendengar penjelasanmu, tetapi kondisimu harus lebih baik dulu. Jangan menolak pengobatanku."
Bolang terdiam, tidak menunjukkan dia bersedia diobati atau menolak lebih jauh. Aura aneh di tubuh Yao Han sedikit mengintimidasinya.
Yao Han menyentuh kepala Bolang dengan kedua tangannya, lalu mengalirkan Qi unsur kayu dan air secara bersamaan. Bolang terkejut dengan Qi Yao Han yang begitu kuat untuk ukuran kultivator Ranah Dasar, apalagi Bolang bisa melihat Yao Han yang masih begitu muda.
'Pemuda ini tidak memakai jubah Sekte Teratai Putih... darimana asalnya?' Bolang bertanya-tanya.
Shenghao dan Honghao yang hanya bisa diam memutuskan berkeliling untuk melihat kondisi desa.
"Tidak ada... manusia yang selamat... jika kalian... berniat mencarinya..."
Shenghao dan Honghao saling berpandangan. Mereka sudah mendengar hal yang sama dari Yao Han, tetapi saat Bolang berkata demikian membuat hati mereka lebih sakit.
Terlambat mengetahui sebuah desa terbantai oleh sekawan hewan roh membuat mereka merasa menyesal dan bersalah.
"Saudara Yao, kami akan mengumpulkan jasad korban. Mereka pantas dimakamkan dengan layak."
Yao Han mengangguk pelan, lalu menghentikan pengobatannya sejenak untuk memberikan beberapa tas ruang pada Shenghao dan Honghao.
"Aku tahu ini tidak patut, tetapi demi menghemat waktu, kumpulkan semua jasad ke dalamnya."
Shenghao menarik napas dalam sebelum mengangguk mengerti tanpa mengeluarkan protes, lalu mulai menjauh bersama Honghao. Yao Han menunggu dua temannya itu tidak terlihat lagi, sebelum memanggil Meirong.
"Guru Hong..."
Meirong muncul di pundak kanan Yao Han dalam wujud Feniks. Bolang melebarkan mata melihat seekor hewan roh legendaris didepan matanya yang muncul entah dari mana.
"F-F-Feniks..." Bolang sedikit tergagap dan tubuhnya gemetaran.
"Yang kau lihat memang Feniks, tetapi beliau adalah guruku." Yao Han menjelaskan singkat, "Guru Hong, mohon bantuannya."
Meirong mengangguk pelan lalu mengibaskan sayap kanannya. Api Feniks dalam jumlah besar menyelimuti tubuh besar Bolang, yang membuat serigala berbulu hitam itu merasa begitu hangat.
Yao Han ikut membantu Meirong dengan kembali mengalirkan Qi unsur kayu dan air untuk mempercepat penyembuhan luka-luka Bolang sambil mengaktifkan mata khususnya mengawasi keberadaan Shenghao dan Honghao.
Kombinasi pengobatan Yao Han dan Meirong membuat luka-luka di sekujur tubuh Bolang tertutup lebih cepat. Bolang masih saja diam terpana dengan kemunculan Meirong dalam wujud Feniks.
Kemunculan dan menghilangnya sosok Meirong dari dan ke dalam udara kosong membuat Bolang keheranan, tetapi tidak berani bertanya pada Yao Han.
"Makanlah ini, kau membutuhkannya untuk mengembalikan tenagamu."
Yao Han mengeluarkan beberapa tanaman sihir yang mengandung unsur air dan kayu untuk mengembalikan tenaga Bolang yang hilang saat melawan Yelang dan anak buahnya.
Mata Bolang sedikit melebar dan napasnya tertahan. Sebagai hewan roh dengan kecerdasan yang menyamai manusia, dia mengetahui tanaman sihir yang dikeluarkan Yao Han berumur lebih dari seratus tahun.
'Manusia muda ini pasti memiliki latar belakang yang tidak biasa. Dia dengan mudahnya mengeluarkan tanaman sihir berharga.'
"Terima kasih manusia..."
"Namaku Yao Han."
Setelah menyebutkan namanya, Yao Han menjauh dari Bolang dan membiarkan serigala itu memakan tanaman sihir yang dia berikan. Yao Han mendekati jasad para anak buah Yelang.
'Sayang sekali mereka mati dengan cepat. Seharusnya mereka menerima siksaan terlebih dahulu sebelum kehilangan nyawa akibat perbuatan mereka pada penduduk desa ini.'
Yao Han memandang jasad-jasad Serigala Malam yang berserakan didepannya dengan dingin. Tanpa Yao Han sadari, tubuhnya memancarkan aura pembunuh yang menyebar sampai beberapa meter. Bolang yang sedang menikmati tanaman sihir menjadi gugup dan sedikit menggigil merasakan aura pembunuh itu.
'Manusia bernama Yao Han ini mengerikan. Bagaimana bisa kultivator Ranah Dasar seperti dia memiliki aura pembunuh sekuat ini?'
Yao Han mengeluarkan pusaka pagoda dan mengirimkan semua jasad itu ke Dimensi Pagoda. Bolang sempat mematung melihat pusaka aneh Yao Han yang dia kira bahkan bisa 'menghancurkan' siluman dengan kekuatan Ranah Inti. Andai dirinya bermasalah dengan Yao Han, Bolang khawatir dirinya akan mengalami nasib yang sama dengan Yelang.
Dari Yutian, Yao Han mengetahui Yelang membentuk Inti Biru dan praktiknya berada di Ranah Inti Biru tahap awal. Sementara Bolang, Yao Han dengan menggunakan mata khususnya mengetahui serigala itu juga membentuk Inti Biru dan praktiknya berada di Ranah Inti Biru tahap menengah.
Sama seperti dua temannya, Yao Han mengumpulkan jasad manusia dalam tas ruang. Butuh waktu cukup lama, sampai Yao Han dan dua temannya kembali ke sisi Bolang yang sudah dalam kondisi sehat secara fisik dan setengah tenaganya terisi.
Shenghao dan Honghao hanya bisa takjub dengan kemampuan penyembuhan Yao Han terhadap Bolang, tanpa mengetahui ada andil Meirong didalamnya.
"Membuatkan makam mereka satu per satu akan membutuhkan waktu lama dan pastinya sangat melelahkan, bagaimana jika kita makamkan jasad mereka dalam satu makam yang sama?" Shenghao memberi usul yang disetujui Yao Han dan Honghao.
Setelah mencari tanah kosong yang cukup luas, Shenghao menggunakan sihir unsur tanah untuk 'menggali' tanah berbentuk kotak besar.
"Biarkan aku membantu kalian."
Yao Han dan lainnya sedikit kaget menyadari Bolang mendekat lalu merubah wujudnya menjadi manusia. Penampilannya seperti pria berumur tiga puluhan tahun dan pada pakaian yang dia kenakan terdapat beberapa sobekan.
"Aku harap kalian tidak risih dengan wujud manusiaku." Bolang tampak canggung.
"Sama sekali tidak." Yao Han menimpali. Shenghao dan Honghao meskipun tidak menanggapi, diamnya mereka setuju dengan Yao Han.
Bolang dalam wujud manusia memang tidak jelek, cukup enak dipandang meski tidak bisa dibandingkan dengan ketampanan Yutian.
Keempat orang itu masuk ke dalam lubang, kemudian menyusun posisi tubuh para jasad yang sudah dikeluarkan dari tas ruang. Proses itu cukup lama pada saat menutup lubang makam.
Yao Han dan dua temannya berdoa disisi makam besar agar arwah para korban tenang di alam sana. Shenghao dan Honghao melakukan ritual sederhana agar mayat dan roh mereka yang terkubur tidak disalahgunakan oleh kultivator pengendali hantu dan mayat.
---