
Fu Mian tidak bisa menutupi rasa terkejutnya saat melihat botol giok pertama yang diperiksanya terisi penuh Pil Pengumpul Qi yang memancarkan cahaya.
'Kualitas sempurna!'
Sepanjang hidupnya, Fu Mian belum pernah menemukan Pil Pengumpul Qi kualitas sempurna dalam jumlah banyak, sedangkan dalam satu botol ditangannya berisi puluhan butir pil.
"Saudara Yao... pil ini sungguh buatanmu?" tanya Fu Mian, suaranya bergetar dan tatapannya sedikit kosong.
"Ya, apakah ada yang salah?"
Jika tidak dihadapan Yao Han, Fu Mian akan tertawa pahit mendengar jawaban ini, 'Bagaimana bisa ada yang salah dengan pil ini jika kualitasnya sempurna?'
Pil Pengumpul Qi adalah pil kelas satu, bisa dibuat oleh Alkemis Perunggu, tetapi umumnya mereka hanya menghasilkan kualitas normal. Sedangkan untuk menghasilkan kualitas baik, setidaknya membutuhkan keahlian setingkat Alkemis Perak.
Untuk menghasilkan pil kualitas super dan sempurna, Fu Mian sedikit ragu Alkemis Emas sekalipun mampu membuatnya, apalagi dalam jumlah banyak.
"Tidak, tidak ada yang salah."
Ada dua botol pil lain yang didalamnya terisi penuh oleh Pil Pengumpul Qi kualitas sempurna, sedangkan beberapa botol pil lainnya berisi pil berkualitas lebih rendah.
"Apakah hanya pil ini yang ingin kau jual, Saudara Yao?"
"Oh, ada pil lain."
Yao Han mengeluarkan lebih banyak botol pil lagi. Isi didalamnya membuat Fu Mian terbatuk-batuk beberapa kali.
"Pil Hati Perak kualitas sempurna?!"
Yao Han merasa kasihan sekaligus canggung dengan reaksi Fu Mian.
Pil Hati Perak adalah pil kelas tiga, jika Yao Han berhasil membuatnya menunjukkan dia adalah seorang Alkemis Perak. Pil ini sendiri berguna untuk membantu meningkatkan praktik dari Ranah Dasar tingkat sembilan sampai dua belas.
Fu Mian berpikir, terlepas dari Yao Han adalah seorang Alkemis Perak, kualitas pil yang dihasilkan sudah begitu tinggi.
Dia sudah lama menjadi bagian dari Menara Harta Giok dan belum pernah mengetahui ada Alkemis Perak yang mampu membuat pil kelas tiga berkualitas sempurna sebelumnya.
Memang ada pil kualitas normal dan kualitas baik juga yang jumlahnya beberapa ratus butir, tetapi tentunya pil berkualitas super dan sempurna lebih menarik perhatian.
Semua pil ini akan membuat siapapun yang menjualnya akan dicari oleh seluruh kultivator, terutama yang berasal dari sekte kecil dan menengah, serta bisa dipastikan mendapatkan keuntungan besar.
'Satu pil kualitas sempurna dari dua jenis pil ini bisa membantu meningkatkan praktik kultivator Ranah Dasar sebesar dua sampai tiga tingkat. Bukan tidak mungkin sampai empat tingkat...'
Kepala Fu Mian mendadak pening. Kejutan yang dia terima dari Yao Han kurang dari satu jam bisa membuatnya mati terkejut.
'Lama tidak terdengar kabarnya, ternyata Senior Angin Timur memiliki murid dengan bakat mengerikan.'
Setelah mendapatkan cukup ketenangan diri, Fu Mian bertanya tentang harga yang ingin Yao Han tawarkan untuk setiap jenis dan kualitas pil. Yao Han memberikan sebuah kertas yang menjadi jawaban Fu Mian, yaitu daftar harga pil.
Semakin lama Fu Mian membaca, semakin banyak kerutan yang terbentuk pada dahinya.
"Saudara Yao, kau yakin menawarkan harga pil segini?"
"Eh, apakah itu kemahalan?" Yoa Han sedikit khawatir.
Fu Mian menjelaskan harga yang ditawarkan Yao Han untuk pil kualitas normal sesuai dengan harga pasaran, tetapi harga untuk kualitas baik, super, dan sempurna, Fu Mian berpikir terlalu murah. Bahkan Toko Harta Giok akan memberikan harga lebih tinggi dari yang ditawarkan Yao Han untuk tiga kualitas pil ini.
"Kalau begitu tidak ada masalah, bukan? Aku merasa harga itu cukup untukku."
Dengan harga yang ditawarkan, Fu Mian sanggup membeli semua pil dari Yao Han. Setelah dia memberikan sekantung batu roh kuning dan diterima Yao Han, Fu Mian tersenyum tipis.
'Tidak ada kultivator muda yang memegang batu roh sebanyak ini. Namun, karena latar belakangnya yang tidak biasa, kupikir itu hal yang wajar.'
"Saudara Yao, apa mungkin kau memiliki pil jenis lainnya lagi yang ingin dijual?"
"Ya, aku akan menjualnya nanti. Hari ini kurasa cukup dua jenis pil ini dulu."
Fu Mian tertawa canggung, merasa dia terlalu serakah, "Apa kau akan kembali ke Pulau Bulan Bintang setelah ini?"
"Tidak, aku keluar pulau untuk berkelana. Namun untuk sementara aku ingin tinggal di kota ini. Setelah pergi dari sini aku akan mencari penginapan."
Fu Mian mengangguk mengerti, "Di kota ini ada banyak penginapan, tetapi yang terbaik adalah Penginapan Bintang Api."
Penginapan ini sangat terkenal karena sama seperti Toko Harta Giok, yang memiliki banyak cabang di seluruh Benua Bulan Biru. Di belakang usaha penginapan ini adalah Istana Bintang Api, sekte bintang sepuluh yang dulunya termasuk sekte aliran netral dan sekang menjadi sekte aliran putih.
Fu Mian berniat menyewakan sebuah kamar terbaik untuk Yao Han. Meski harga per malamnya disana sangat tinggi, itu masih sangat sanggup diatasi olehnya. Dia ingin mengambil sisi baik Yao Han agar menguntungkan pihaknya, tetapi setelah dipikir ulang, niat itu dia batalkan.
Fu Mian mengantarkan secara langsung Yao Han ke pintu keluar. Semua orang disana kembali terkejut, begitupun dengan dua penjaga.
"Manajer Fu, mohon terima ini. Anggap sebagai kenang-kenangan dariku."
Yao Han memberikan sebuah bunga indah berwarna biru, beraroma wangi, dan memancarkan hawa sejuk. Fu Mian mengenalinya sebagai Bunga Teratai Biru, salah satu tanaman sihir yang kegunaannya hanya sebagai wewangian atau penyejuk ruangan.
Setelah Yao Han tidak lagi dihadapannya, Fu Mian berkata pada dua penjaga agar mengingat dengan baik wajah Yao Han dan menjaga sikap didepannya.
"Jika dia datang lagi, bebaskan dari pajak masuk."
"Baik, Manajer."
Seorang pria mendekati Fu Mian yang hendak kembali ke ruangan. Dia adalah asisten Fu Mian.
"Manajer, siapa Tuan Muda tadi?"
Fu Mian tidak menjawab, melainkan menarik pundak asistennya sambil memasang wajah serius, "Ayo ikut ke ruanganku."
***
Di Kota Harta Giok, ada bangunan paling megah dan tinggi yang merupakan markas utama Menara Harta Giok. Tinggi bangunan ini sendiri hampir mencapai lima ratus meter, tepatnya empat ratus lima puluh enam meter.
Patriark Menara Harta Giok yang bernama Bao Fan sedang mengobrol santai dengan Bao Wei, putranya, saat giok suaranya memancarkan cahaya terang.
"Apa?! Kau yakin? Manajer Fu, kau tidak sedang bercanda denganku, bukan?"
"Patriark, untuk apa aku menghubungimu hanya untuk bercanda?" balas Fu Mian.
Bao Fan baru saja mendapatkan informasi mengejutkan tentang Feng Xian dan muridnya.
"Aku akan membicarakan ini dengan para petinggi dan akan mengirimkan perwakilan ke Kota Cahaya Bulan. Kau awasi saja murid Senior Angin Timur itu."
"Baik, dimengerti Patriark."
---