
Zhao Yi berjalan kembali ke toko dengan perasaan tak karuan, antara terpana pada kemampuan Yao Han dan keheranan dengan pola pikirnya.
Beberapa orang yang berpapasan dengan Zhao Yi mendekati pria itu dan bertanya tentang Yao Han, tetapi pada saat itu Zhao Yi tidak memberikan jawaban langsung.
"Tidak lama lagi kalian akan mengetahui siapa pemuda itu. Hanya saja aku ingatkan untuk tidak mencari masalah dengannya atau kalian menyesal seumur hidup."
Tanpa diperingatkan sekalipun, banyak orang yang sudah menyadari Yao Han bukan pemuda biasa. Aura aneh yang menyelimuti tubuh pemuda berwajah ramah itu yang menjadi salah satu pertimbangan orang-orang.
Hanya dalam waktu beberapa jam saja, Yao Han dengan aksinya membuat rumah kayu menggunakan sihir unsur menjadi perbincangan hampir semua orang di Kota Rubah Salju.
Yao Han sudah menduga hal ini dan sesuai yang dia harapkan. Orang-orang juga banyak yang berkumpul untuk melihat dari jarak tertentu rumah kayu buatannya itu.
Keesokkan harinya, dipagi hari makin banyak orang yang berkumpul disekitar rumah Yao Han. Itu dikarenakan didepan bangunan kecil itu ada sebuah papan kecil yang bertuliskan sesuatu seperti pengumuman.
'Rumah Pengobatan - Aku tidak peduli kalian manusia biasa atau kultivator. Dari sekte tertentu atau bukan. Aliran putih, hitam, netral, atau tidak beraliran sekalipun. Silahkan datang kemari, aku akan mengobati kalian semampuku. Jangan khawatir tentang biaya, bayarlah semampu kalian. Salam hangat, Tabib Yao.'
Begitulah tulisan pada papan kecil itu yang berhasil menarik perhatian orang-orang untuk membaca dan membicarakan rumah kayu aneh itu beserta pemiliknya.
Zhao Yi mendengar laporan tentang hal ini dari Zhao Er.
"Kusarankan kau mendatangi Saudara Yao jika memiliki keluhan, Zhao Er."
"Aku berencana demikian, tapi aku hanya bingung dengan besarnya biaya yang harus aku keluarkan."
"Bahkan jika kau tidak memiliki apapun untuk membayar, dia sama sekali tidak masalah. Dia yang mengatakan itu kemarin dan aku juga sudah menerima jasa pengobatannya."
"Benarkah? Aku merasa mendengar omong kosong, Manajer. Kau tahu, yang sedang kita bicarakan ini murid Senior Angin Timur dan beliau terkenal sangat perhitungan. Aku rasa Saudara Yao mewarisi sifat gurunya itu."
"Jangan samakan dia dengan gurunya. Sifat mereka bertolak belakang. Ini juga pertama kalinya aku mengetahui ada pasangan guru dan murid yang sifatnya berbeda jauh. Seharusnya kau sudah menyadari itu sejak awal bertemu dengannya."
"Lalu berapa harga yang kau bayar untuknya kemarin?"
"Kemarin aku sempat bercanda tidak bisa membayarnya, tapi akhirnya aku membayarnya seratus batu roh. Mana berani aku tidak membayarnya."
Zhao Er terbatuk pelan, "Mahal sekali."
"Kau lihat aku, tidak pernah tubuhku sebaik ini sebelumya. Seratus batu roh adalah harga yang pantas. Aku jamin kau tidak akan menyesal. Jangan lewatkan kesempatan ini karena dia tidak lama tinggal di kota ini."
"Jadi, aku harus mengeluarkan seratus batu roh?"
"Apa kau tidak mendengarku tadi? Atau kau tidak bisa memahami tulisan yang ada pada papan didepan rumahnya itu? Kau boleh tidak membayar, tapi itu juga kalau kau berani."
Zhao Er meninggalkan Zhao Yi dengan perasaan bimbang. Seratus batu roh bukan harta kecil untuknya. Namun kesempatan mendapatkan jasa pengobatan Yao Han adalah hal langka yang sayang untuk dilewatkan.
***
Tidak seperti Yao Han yang menikmati menu makanan dari Restoran Nagarasa karena dia memang suka makan, Bing Lizi dan yang lain makan hanya untuk memuaskan lidah. Setidaknya makanan itu mengandung Qi yang berguna untuk kultivator.
"Berapa lama kau akan tinggal di kota ini, Han'er?" tanya Meirong.
"Mungkin paling lama satu minggu. Ada apa, Guru?"
"Apa tujuanmu setelah ini ke Kota Musim Semi?"
"Rencanaku begitu. Aku bisa mendapatkan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa untuk Paman Guru Tian."
"Tidak perlu terburu-buru, nikmati saja perjalananmu. Mencari kebenaran tentang praktik dan keberadaan Senior Chen lebih penting daripada mendapatkan bunga itu. Aku bisa menunggu untuk membentuk tubuh fisikku kembali." Tian Jian menanggapi.
Yao Han hanya tersenyum. Setidaknya dibutuhkan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa berusia dua ratus tahun untuk membentuk tubuh fisik Tian Jian karena menyesuaikan kekuatannya saat ini yang setara dengan Pondasi Bumi tahap puncak.
"Lagipula sekarang situasi sedang panas. Persiapan para sekte besar yang terlibat dalam perang akan menimbulkan gejolak hebat dibanyak tempat."
"Sekte Awan Bulan dalam posisi tersudut, mereka akan melawan tujuh sekte besar sekaligus. Jika mereka musnah, keseimbangan kekuatan antara aliran akan menghilang."
"Mereka tidak mungkin selemah itu. Sebagai salah satu sekte tertua di Benua Bulan Biru, mereka pasti memiliki kekuatan tersembunyi yang tidak bisa diperkirakan dengan akurat. Dan kita tahu, Sekte Awan Bulan jauh lebih berbahaya daripada sekte besar aliran hitam manapun."
Yutian tidak sependapat dengan Meirong yang hanya dibalas lirikan singkat.
"Sekte Awan Bulan akan mengerahkan sekte yang mereka naungi. Dan ada kemungkinan akan membentuk aliansi tandingan untuk melawan aliansi putih-netral. Namun aku berharap Lembah Hati Racun tidak akan ikut dalam perang ini."
"Kau hanya bisa berharap. Agar keseimbangan terjaga, mau tidak mau mereka harus ikut terlibat. Namun sama sepertimu, aku juga berharap Sekte Gunung Langit diam saja walaupun itu sangat mustahil."
Yao Han hanya diam mendengarkan. Perang bukan hal baru, bahkan wajar dalam dunia kultivator. Namun lama hidup ditempat penuh kedamaian, Yao Han merasa risih hanya dengan mendengar kata perang.
Meskipun belum sekalipun terlibat dalam sebuah perang, Yao Han sudah merasa akrab dengan suasana perang melalui ingatan yang dibagikan Meirong dan Yutian. Feng Xian juga pernah iseng membagikan ingatannya menghancurkan sekte-sekte yang pernah menyinggungnya dimasa lalu.
Selesai sarapan, Yao Han mengisi waktu membuat jimat. Dia ingin mengasah lebih jauh kemampuannya dibidang ini. Tujuan lain adalah dia bisa menjual kertas jimat untuk menambah pundi-pundi harta biarpun sedikit.
Tanpa harus keluar rumah atau mengintip dari balik pintu, Yao Han bisa melihat banyak orang melihat ke arah rumahnya ini, tapi belum ada satupun calon pasien yang datang berkunjung. Jadi dia hanya bisa menunggu.
Beberapa jam berlalu dan saat hampir tengah hari, calon pasien yang ditunggu Yao Han datang juga. Dia adalah seorang pria berusia tiga puluhan tahun dan merupakan kultivator bebas. Praktiknya berada di Ranah Dasar tingkat sembilan.
Keluhan pria itu adalah keracunan ringan tapi sangat menggangu karena racun sudah bersarang selama beberapa bulan. Semudah membalikkan tangan, Yao Han membersihkan racun dalam tubuhnya.
Pria itu merasa senang tapi kebingungan saat ingin membayar jasa Yao Han.
---