Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 225 - Kebiasaan Aneh



Chen Long sebenarnya terkejut saat mengetahui dirinya telah menghilang selama lebih dari seratus tahun dan terjebak dalam sebuah Dimensi Saku.


Tempat mereka berada ini tidak pernah mengalami pergantian siang dan malam, hanya ada siang sepanjang waktu, sehingga Chen Long sulit menghitung waktu yang telah berlalu.


Dia kemudian membagikan sebuah fakta yang membuat Yao Han dan lainnya balik terkejut. "Begitu rupanya. Itu menjelaskan tempat ini sangat aneh. Aliran waktunya juga berbeda dengan dunia luar. Lebih lambat."


Chen Long termasuk kultivator yang ahli dalam sihir waktu, sehingga cukup mudah dia mengetahuinya. Menurut perhitungannya, dia sudah terjebak disana selama belasan atau beberapa puluh tahun, tapi ternyata sudah lewat lebih dari seratus tahun di dunia luar."


Bing Lizi kemudian teringat dengan Dimensi Saku lainnya yang juga memiliki aliran waktu berbeda, tapi berkebalikan dari Dimensi Bunga Anggrek ini.


"Aliran waktu lebih cepat? Dimana tempat itu, Senior?" Meirong merasa antusias karena tempat seperti itu sangat menguntungkan siapapun pemiliknya.


"Ditempat yang tidak pernah terbayangkan siapapun. Berdekatan dengan salah satu dari sepuluh tempat paling berbahaya dan terlarang di Benua Bulan Biru."


Meirong, Yutian, dan Tian Jian kompak berpikir keras dan berusaha menebak lokasi keberadaan tempat itu. Yang pertama kali menebak adalah Tian Jian.


"Kalau tempat itu masih bagian dari wilayah Negeri Hutan Hijau, sebenarnya hanya ada satu tempat yang terlintas. Aku ragu, tapi apa mungkin yang Senior maksud adalah Gurun Kematian?"


Meirong dan Yutian sama-sama terbatuk keras, merasa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Bing Lizi membenarkan yang kemudian membuat Meirong curiga.


"Senior Bing, Anda tidak berencana akan menyuruh Han'er kesana, bukan?"


"Itu memang benar. Tempat yang kuberi nama Lembah Empat Penjuru itu adalah tempat terbaik untuk Xiao Han melanjutkan menaikkan tingkat kultivasinya ke ranah yang lebih tinggi lagi. Tempat itu jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan Pulau Bulan Bintang sekalipun."


Meirong tidak bisa protes karena Bing Lizi terdengar sangat meyakinkan. Sementara itu, Chen Long meminta Yao Han mengeluarkan beberapa makanan untuk mengisi perut dan memanjakan lidah.


"Mungkin sebaiknya Paman Guru Chen mencoba ini." Yao Han memberikan sebuah botol berisi tiga puluh pil berwarna cokelat.


"Pil? Semuanya buatanmu? Aku tidak percaya ini." Chen Long sulit menerima kenyataan Yao Han mampu menghasilkan jenis pil baru yang mustahil bisa dilakukan untuk Alkemis seusianya.


Pil yang diberikan Yao Han adalah Pil Nutrisi yang setiap pilnya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi selama seharian penuh. Chen Long langsung menelan semua pil itu dalam satu waktu dan merasakan khasiatnya.


"Sangat bagus, Xiao Han. Sekarang perutku sudah cukup puas, tapi belum dengan lidahku."


Kecuali Bing Lizi dan Jiu Jinyu, semuanya terbatuk keras melihat cara makan Chen Long ditambah kalimat yang dia katakan setelahnya.


Satu botol itu seharusnya cukup untuk persediaan satu orang selama satu bulan, tetapi Chen Long menghabiskannya dalam tiga tarikan napas. Bahkan dia masih ingin merasakan makanan lain untuk memanjakan lidah.


"Bagaimana dengan ini? Rumput Madu berusia seratus tahun. Biasanya aku memakannya sebagai camilan."


Chen Long menerima sebuah kantung kain berisi penuh Rumput Madu sambil mengangkat kedua alis.


"Camilan?" Kemudian Chen Long menyeringai. "Senior Feng pasti sering mengatakan dirimu orang aneh karena kebiasaanmu ini."


Yao Han tersenyum tipis. "Aku sudah terbiasa dengan itu."


Chen Long tertawa keras sambil mengacak-acak rambut Yao Han, lalu meminta Yao Han mengeluarkan Serum Waktu yang telah dibuatnya.


Satu botol Chen Long minta yang diberikan tanpa keberatan. Chen Long berjanji akan menggantinya sebelum menuangkan semua isi satu botol Serum Waktu itu ke dalam kantung berisi Rumput Madu. Dalam sekejap, semua Rumput Madu didalamnya bertambah usia menjadi setidaknya lima ratus tahun.


"Ah, ini baru nikmat. Sudah lama sekali aku tidak merasakannya." Chen Long tampak puas menikmati Rumput Madu berusia sangat tua.


Meirong dan Yutian tercengang luar biasa. Sekarang mereka bisa melihat secara langsung kebiasaan aneh Chen Long yang pernah disebutkan Feng Xian dulu.


Yao Han juga mengeluarkan Arak Persik Bulan dan menuangkannya untuk dirinya sendiri dan lainnya, kecuali Jiu Jinyu. Aroma harum dan manis arak itu menggoda penciuman Ratu Rubah.


"Hei, bocah. Namamu Yao sesuatu, bukan? Berikan juga arak untuk Ratu ini."


Yao Han menoleh lalu memandangi Jiu Jinyu dengan raut wajah aneh. Tidak mengerti jalan pikiran Jiu Jinyu yang tidak sadar dengan kondisinya.


"Paman Guru Chen..." Yao Han kemudian berbisik pada Chen Long yang membuat pria tua itu mengerutkan dahi sebentar lalu menghela napas panjang.


"Baiklah, terserah kau saja."


Chen Long mengibaskan tangannya pada Jiu Jinyu, menghilangkan akar-akar pohon besar yang melilit dan menggantinya dengan membuat gelang kayu dipergelangan tangan dan kaki Jiu Jinyu. Gelang-gelang itu menekan kekuatan Ratu Rubah sampai dia lebih lemah daripada Yao Han.


"Apa maksudnya ini, naga busuk?" Jiu Jinyu sempat merasa senang sejenak, lalu kebingungan dengan tindakan Chen Long.


Chen Long tidak menjawab dan memilih melanjutkan makan dan menikmati arak manis. "Hmm... sudah lama aku tidak merasakan arak seenak ini."


"Dasar naga busuk aneh," cibir Jiu Jinyu sambil menatap sinis.


Yao Han mendekat pada Jiu Jinyu sambil menyodorkan satu guci arak. "Silahkan diminum, Senior."


"Seharusnya kau memanggilku Ratu, bocah. Namun karena statusmu sebagai murid Angin Timur, kau boleh memanggilku Senior Jiu. Setidaknya kau lebih baik dibandingkan naga busuk dan es tua itu." Jiu Jinyu meraih dan membuka tutup guci arak, lalu mencium dalam-dalam aromanya.


Yao Han menaikkan sebelah alisnya. "Anda terdengar seperti mengenal guruku, Senior?"


"Memangnya siapa yang tidak mengenal Angin Timur Feng Xian? Satu-satunya manusia yang tinggal di Pulau Bulan Bintang."


Jawaban Jiu Jinyu tidak hanya mengejutkan Yao Han, tapi juga lainnya.


"Senior bahkan mengetahui nama lengkap guruku."


"Kami pernah bertemu bahkan Ratu ini pernah mendapatkan pertolongan darinya. Saat itu kami sama-sama berada di tingkat kultivasi Ranah Inti."


Jiu Jinyu membagikan sedikit pengalamannya. Saat itu mereka tidak sengaja bertemu, keduanya sama-sama berkelana cukup jauh dari kediaman masing-masing. Feng Xian menolong Jiu Jinyu yang dikepung oleh beberapa siluman kuat meskipun dia mengetahui Jiu Jinyu ternyata adalah hewan roh.


"Ratu ini membenci manusia. Kaum kami selalu beranggapan manusia adalah makhluk jahat dan rendahan. Bertemu dengan gurumu, Ratu ini berpikir dia adalah manusia berbeda dari lainnya. Pertemuan itu adalah yang pertama dan terakhir kalinya, tapi Ratu ini masih sering mendengar kabar yang berkaitan dengan gurumu."


Bersambung...