Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 84 - Tidak Berubah



Suara deritan engsel pintu depan rumahnya yang tidak terawat selama bertahun-tahun membuat Yao Han menghela napas panjang. Langkah kakinya membawanya ke bagian belakang rumah. Saat dia berjalan, dalam kepalanya berputar ingatan tentang masa kecilnya di rumah ini.


Di belakang rumah, ada lahan kecil yang terdapat tiga makam sederhana. Itu adalah makam ayah, ibu, dan Nenek Yue. Yao Han berlutut di depan tiga makam itu sambil mengatupkan kedua tangan didepan dada.


'Ayah, Ibu, Nenek... aku kembali...'


Shenghao dan Honghao dengan keinginan mereka sendiri mengikuti tindakan Yao Han di belakang pemuda itu untuk memberikan penghormatannya pada mendiang keluarga Yao Han, sementara Bolang hanya diam berdiri dan melihat tidak jauh dari tiga pemuda itu.


"Sepertinya butuh waktu lama untuk membersihkan rumahmu, Saudara Yao..." komentar Honghao saat Yao Han berkata ingin membersihkan rumahnya.


"Ya begitulah, kalian beristirahatlah, biar aku tangani ini."


"Eh, mana bisa begitu. Jangan sungkan meminta bangun kami, Saudara Yao," sergah Shenghao.


"Aku tidak sungkan. Rumahku ini kecil, jadi aku sendiri sudah cukup untuk membersihkannya."


Meski begitu, Shenghao dan Honghao tetap ingin membantu Yao Han. Bolang pun ikut membantu, dia menuju bagian depan rumah untuk mencabuti rumput.


Sebagai permulaan, Yao Han meletakkan Bunga Teratai Biru di beberapa bagian rumah untuk menutupi bau debu atau aroma tidak sedap dari rumahnya yang tidak terawat. Bunga yang sama dia letakkan pada makam keluarganya.


Untuk mempercepat pekerjaan bersih-bersih rumah, Yao Han sampai menggunakan sihir unsur angin. Tindakannya itu hampir membuat Shenghao dan Honghao tidak melakukan apa-apa selain melihat, sehingga dalam waktu singkat, bagian dalam rumah Yao Han sudah bersih.


Pada bagian rumah yang rusak, Yao Han menggantikannya dengan membuat sulur-sulur tanaman yang berasal dari sihir unsur kayu. Shenghao dan Honghao terpana melihat sulur-sulur tanaman sebesar lengan orang dewasa menutupi hampir seluruh bagian rumah Yao Han.


Melihat hal ini, Honghao tersenyum kecut. Dirinya sudah lama menerima sihir unsur kayu dari Yao Han, tetapi sihir paling sederhana sekalipun masih belum mampu dia kuasai. Honghao bertekad untuk berlatih lebih giat.


Yao Han menyarankan Honghao untuk mendalami teknik yang mampu meningkatkan energi kehidupan. Seharusnya teknik ini jauh lebih mudah dikuasai dibandingkan sihir unsur kayu yang lain.


Bolang masuk dengan wajah kaget, karena melihat rumah bagian depan Yao Han tertutupi sulur tanaman. Pria dengan wujud lain Serigala Malam itu semakin terkejut karena hal tersebut karena Yao Han baru saja melepaskan sihir unsur kayu.


Bolang tidak menyangka tuannya itu tidak hanya murid Angin Timur, tetapi juga menjadi pewaris kekuatan Cheng Long sang Naga Selatan, meski dia belum mengetahui hal yang sebenarnya tentang Yao Han.


"Leluhur kami selalu mengingatkan agar selalu berhati-hati jika bertemu Naga Selatan, kekuatannya mampu menakuti seluruh siluman bahkan Raja Siluman, tidak terkecuali kaum hewan roh. Siapa sangka setelah menghilang selama lebih dari seratus tahun, akan muncul kultivator muda seperti Naga Selatan..."


Bolang merasa dirinya tidak salah pilih ketika mengabdikan diri sebagai pengikut Yao Han.


Setelah memastikan semua bagian rumah bersih dan tiba waktunya beristirahat, Yao Han mengajak ketiga orang itu makan bersama. Aroma makanan dari Restoran Nagarasa menguar di seluruh penjuru rumah kecil Yao Han bercampur dengan aroma Bunga Teratai Biru.


Selesai makan, keempat orang itu mengambil tempat untuk melakukan kegiatan masing-masing. Shenghao dan Honghao kembali melanjutkan latihan meningkatkan praktik karena mereka sedikit lagi memasuki Ranah Dasar tingkat empat belas.


Yao Han memberikan beberapa tanaman sihir untuk Bolang dan memintanya juga ikut berlatih, sedangkan dirinya memilih duduk bersila di teras depan rumah.


"Qi disini tidak terlalu buruk..." gumam Yao Han merasakan Qi di wilayah Kota Bukit Bunga sebelum larut dalam meditasinya selama beberapa jam.


Kemunculan Hua Ren di depan rumahnya di malam hari mengherankan Yao Han karena sebelumnya pria tua itu mengatakan akan menemuinya esok hari.


"Han'er, pil buatanmu sangat bagus. Sayangnya kau mengatakan pil buatanmu hanya bisa dikonsumsi paling banyak dua butir pil saja."


Yao Han tersenyum tipis, penampilan Hua Ren sekarang seperti pria berumur empat puluh tahunan. Dia kemudian menjelaskan pil buatannya akan lebih efektif pada manusia biasa yang mana setiap butirnya bisa mengembalikan penampilan menjadi sepuluh tahun lebih muda.


Dengan kemampuannya saat ini, dia baru bisa membuat Pil Panjang Umur seperti yang dikonsumsi Hua Ren.


Pil Panjang Umur termasuk pil kelas tiga, ada jenis pil yang jauh lebih baik daripada pil ini yang bernama Pil Seratus Tahun. Termasuk pil kelas sembilan yang hanya bisa dibuat oleh alkemis setingkat Raja dan Kaisar Pil. Seperti namanya, pil ini mampu menambah usia sebanyak seratus tahun.


"Hm, begitu..." Hua Ren manggut-manggut mengerti. Meski usianya sudah lebih dari seratus tahun dan anaknya termasuk anggota sekte, pengetahuannya tentang dunia kultivator tidak terlalu luas karena hampir tidak pernah meninggalkan kota yang dia pimpin.


"Ng... Han'er, apa kau memiliki pil lainnya? Kalau kau tidak keberatan bisakah aku memintanya? Atau aku bisa membayarnya dengan cara mencicil?"


Sebagai walikota Hua Ren merasa malu mengatakan hal ini, tetapi setelah merasakan khasiat Pil Panjang Umur buatan Yao Han, dia hampir tidak bisa menahan diri.


"Pria tua ini... apa dia pikir Han'er anak kemarin sore? Berani sekali dia memanfaatkan kebaikan Han'er."


Yutian mendengkus kesal, ingin sekali dia keluar dari Dimensi Pagoda dan memberi pelajaran pada Hua Ren yang dianggapnya kelewat batas, tetapi dia dicegah oleh Meirong.


"Tidak perlu kau turun tangan, biarkan Han'er yang memutuskan."


"Walikota tidak perlu sungkan, aku masih memilki beberapa pil untuk Anda dan tidak perlu membayar."


Yao Han memahami tidak mungkin untuk membeli kebutuhan sumber daya praktik dengan kondisi Hua Ren sekarang. Yao Han mengeluarkan dua botol giok yang berisi pil untuk kebutuhan praktik di Ranah Pondasi dan lainnya. Dia juga menggunakan Teknik Dewa Racun untuk menghilangkan racun dalam tubuh Hua Ren.


Pria tua itu terpana, karena Qi Yao Han jauh lebih kuat dari yang dia miliki. Hua Ren juga baru menyadari tidak bisa membaca praktik Yao Han dengan jelas, meski mengetahui pemuda itu masih di Ranah Dasar.


"Setelah menghilang beberapa tahun, sepertinya kau mendapat begitu banyak keberuntungan, Han'er." Hua Ren merasakan tubuhnya terasa jauh lebih ringan daripada yang pernah dia ingat.


Yao Han hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Hua Ren. Dia kemudian meminta Hua Ren membantunya mengumpulkan semua penduduk Kota Bukit Bunga dalam satu tempat. Yao Han berencana membantu semua orang dengan kemampuan pengobatannya.


"Walikota, aku berniat menyembuhkan tanganmu, tetapi kemampuanku belum sejauh itu."


Hua Ren terkejut, "Memangnya ada kemampuan seperti itu?"


Yao Han menjelaskan ada sebuah pil yang mampu menumbuhkan bagian tubuh yang hilang seperti Hua Ren yang kehilangan tangan kirinya. Nama pil ini disebut Pil Regenerasi Surgawi. Sayangnya membutuhkan seorang Kaisar Pil untuk membuatnya karena termasuk pil kelas sebelas. Bahan yang dibutuhkan juga langka.


Hua Ren kemudian menyadari satu hal. Yao Han yang dia kenal dulu memang sudah berubah begitu banyak, tetapi sifatnya yang ringan tangan masih terjaga sampai sekarang.


Hua Ren tidak berniat mengganggu Yao Han lebih lama dan kembali ke rumahnya untuk meningkatkan praktiknya sambil memikirkan rencana terkait permintaan Yao Han.


---