
"Aku terkejut kau mengetahuinya. Apa kau mendengarnya dari gurumu? Jangan tersinggung, Saudara Kecil, tetapi mengingat karakter gurumu..."
"Tidak apa-apa, Senior. Guru Feng pernah mendengarnya dari Menara Harta Giok."
"Hm? Ah, tentu saja." Wu San berseru pelan, "Meski hubungan gurumu dengan Menara Harta Giok hanya sebatas bisnis, bisa dikatakan wajar jika beliau pernah mendengar tentang ini." Wu San mengganguk beberapa kali meyakini pemikirannya.
Feng Xian memang pernah mendengar tentang Pertemuan Kultivator Muda sekilas saat mengunjungi markas utama Menara Harta Giok di Kota Harta Giok, tetapi penjelasan secara rinci dia ketahui dari Meirong yang pernah ikut hadir dalam pertemuan saat seusia Yao Han.
Pertemuan Kultivator Muda sudah menjadi tradisi sekte bintang sepuluh aliran putih sejak kurang lebih lima ribu tahun lalu.
Pertama kali diajukan oleh Sekte Gunung Langit dengan tujuan mempererat hubungan antar sekte bintang sepuluh aliran putih melalui generasi muda, yaitu murid terbaik sekte yang berada di Ranah Dasar.
Pertemuan ini biasanya diadakan setiap sepuluh, lima belas, atau dua puluh tahun sekali yang hampir bertepatan dengan kemunculan generasi terbaik setiap sekte di Ranah Dasar atau paling tinggi di Ranah Pondasi.
Seingat Yao Han, Meirong sebenarnya bukan murid terbaik Sekte Gunung Langit pada masa mudanya. Dia ikut hadir ke pertemuan ini karena menemani murid paling berbakat Sekte Gunung Langit saat itu yang ratusan tahun kemudian dikenal sebagai salah satu Jagoan Pilar aliran putih, yaitu Pilar Cahaya.
Sudah dilaksanakan selama ribuan kali, pertemuan yang awalnya sekedar untuk mempererat hubungan antar sekte besar aliran putih, perlahan disusupi kepentingan politik. Tidak sekali dua kali dalam pertemuan menjadi ajang adu kekuatan dan gengsi antar generasi muda, sehingga menimbulkan sikap arogansi satu sama lain.
Sekte terbesar aliran putih yang mengirimkan perwakilan generasi muda dalam pertemuan ini juga tidak selalu sama. Namun sejak awal diadakan, pertemuan ini dihadiri oleh empat sekte besar yang masih bertahan dan mengukuhkan diri sebagai sekte terbesar bintang sepuluh.
Sekte ini adalah Sekte Gunung Langit, Sekte Pedang Abadi, Sekte Teratai Putih, dan Sekte Ombak Bunga.
Dimasa lalu, pihak aliran putih sempat meraih masa kejayaannya dengan memiliki tujuh sekte bintang sepuluh, hanya saja hal tersebut tidak berlangsung lama, karena satu diantaranya mengalami kemunduran akibat perang kultivator dan konflik internal sekte. Sementara dua yang lain musnah tinggal sejarah akibat menyinggung Feng Xian.
Pertemuan Kultivator Muda biasanya diadakan di salah satu sekte bintang sepuluh secara bergantian. Kebiasaan itu kemudian berubah dan tempat pertemuan diganti ke Kota Harta Langit, kota kultivator terbesar di wilayah Negeri Awan Biru.
Kebiasaan baru ini sudah berlangsung selama enam pertemuan terakhir dan berjalan lancar atas bantuan Menara Harta Giok, pengelola Kota Harta Langit yang ditunjuk sebagai penyelenggara pertemuan.
Pertemuan kali ini tidak lagi sama seperti sebelumnya. Bukan hanya tempat pertemuan yang berganti lagi, tetapi juga dengan perwakilan yang menghadirinya.
Selain empat sekte besar aliran putih yang sudah bisa dipastikan hadir, ada juga Istana Bintang Api yang menjadi sekte aliran putih bintang sepuluh yang baru. Begitu juga dengan dua sekte terbesar aliran netral yang akhirnya mengikuti jejak Menara Harta Giok sebagai sekte bintang sepuluh, yaitu Benteng Es Utara dan Sekte Taring Buas.
Tidak hanya Yao Han, Shenghao dan Honghao dibuat terkejut dengan penjelasan Wu san. Bahkan ada kabar, karena tidak ingin kalah dengan sekte besar lainnya, Menara Harta Giok juga akan mengirimkan murid jenius generasi terbaru mereka dalam pertemuan ini.
Mendengar nama Benteng Es Utara, Yao Han teringat dengan putri sulung Bing Houyi sekaligus kakak perempuan Bing Yunzhi yang bernama Bing Xueyu. Berdasarkan bakatnya, Yao Han yakin gadis itu yang akan hadir mewakili Benteng Es Utara.
Pertemuan yang tidak biasa ini atas permintaan Sekte Taring Buas karena mereka sudah menjadi sekte bintang sepuluh. Pihak aliran putih akhirnya menyetujui meski mengetahui ada maksud lain dari permintaan Sekte Taring Buas.
Banyak dari para petinggi dan kultivator yang lebih senior meyakini pertemuan kali ini menjadi ajang adu bakat untuk memastikan generasi muda sekte mana yang akan memiliki masa depan yang paling cerah di kalangan sekte aliran putih dan netral.
Wu San menambahkan Pertemuan Kultivator Muda akan berlangsung dalam waktu dekat di Kota Harta Giok. Wu Bai bisa saja mengirimkan pesan agar Shenghao dan Honghao langsung datang ke kota ini, tetapi kedua murid ini perlu mendapat beberapa arahan terlebih dahulu.
Selain itu, perjalanan ke sana juga bisa membahayakan mereka jika bertemu dengan kultivator aliran hitam atau sesat yang melihat perkembangan praktik mereka saat ini, sehingga diperlukan pengawalan khusus.
Shenghao tersenyum tipis, sedikit tidak rela berpisah dengan Yao Han karena merasa akan mendapat pengalaman yang lebih banyak jika terus berpetualang bersama pemuda.
"Saudara Shenghao, kau berkata seolah kita tidak akan bertemu lagi." Tanggapan Yao Han membuat Shenghao tersenyum canggung, "Semoga kita selalu dalam kondisi baik-baik saja, sehingga di masa depan kita bisa berjumpa lagi."
"Ah, tentu saja, Saudara Yao. Aku harap juga demikian."
Wu San tersenyum tipis melihat keakraban Yao Han dengan dua murid jenius Sekte Teratai Putih itu. Sebelum membawa keduanya pergi, Wu San memberikan tiga buah kertas jimat pada Yao Han sebagai hadiah. Dua diantaranya disebut Jimat Peledak dan satu lainnya disebut Jimat Teleportasi.
Jimat Peledak digunakan untuk menyerang musuh, bisa membuat lima sampai sepuluh kultivator puncak Ranah Pondasi terluka parah bahkan tewas. Sementara Jimat Teleportasi digunakan untuk memindahkan seseorang dalam waktu singkat sejauh satu kilometer secara acak, mirip seperti batu ruang.
Dua jenis jimat ini merupakan karya Wu San yang paling berharga, sehingga dia merasa pantas untuk menjadikannya sebagai hadiah. Yao Han tidak berniat menolaknya. Setelah menerima dan menyimpan hadiah Wu San, Yao Han mengeluarkan sebuah tas ruang yang dia berikan pada Shenghao.
Tiga anggota Sekte Teratai Putih itu kaget mendengar penjelasan Yao Han tentang isi tas ruang tersebut, tidak lain adalah sumber daya pil untuk lima orang Pasukan Teratai lainnya yang satu generasi dengan Shenghao dan Honghao.
"Saudara Kecil, sebenarnya kami membutuhkan sumber daya pil untuk tiga orang murid saja. Dua orang sudah menerimanya darimu jadi kami hanya butuh untuk satu orang lagi, tetapi pemberianmu..."
Wu San merasa pemberian Yao Han terlalu besar untuk diberikan pada ketujuh orang Pasukan Teratai generasi terbaru. Disaat yang sama, dia juga merasa hadiah pemberiannya tidak bisa dibandingkan dengan hadiah dari Yao Han.
"Mohon jangan ditolak, aku memang sudah menyiapkannya jauh-jauh hari sejak mengetahui identitas lain Saudara Shenghao dan Honghao sebagai pasukan khusus Sekte Teratai Putih..."
Tidak hanya sumber daya pil, Yao Han juga memberikan sebuah botol kaca. Didalamnya terdapat cairan bening yang mengisi separuh botol. Cairan ini pernah dilihat oleh Shenghao dan Honghao saat Yao Han menggunakannya di Kota Mawar Hitam.
Yao Han hanya menyebutkan cairan bening ini berfungsi untuk mengobati luka fisik luar maupun dalam. Akan sangat efektif untuk kultivator Ranah Dasar dan Pondasi, tetapi hanya sedikit berkhasiat bagi kultivator Ranah Inti apalagi Ranah Jiwa.
Yao Han sangat berpesan agar cairan bening ini hanya digunakan untuk ketujuh orang Pasukan Teratai segenerasi dengan Shenghao atau setidaknya sesama anggota Sekte Teratai Putih. Boleh digunakan pada orang luar jika dalam kondisi sangat mendesak. Tidak lupa Yao Han memberikan kertas berisi petunjuk penggunaan cairan itu.
Wu San sampai kehabisan kata-kata, "Saudara Kecil, Sekte Teratai Putih berhutang padamu..."
"Senior terlalu sungkan. Anggap ini hadiah dari seorang teman."
Tindakan Yao Han membuat Wu San kagum, dia merasa Yao Han sama sekali tidak mirip dengan gurunya. Hadiah terakhir dari Wu San adalah medali pengenal miliknya. Wu San segera memaksa Yao Han menerima medali itu saat melihat tanda-tanda Yao Han akan menolaknya.
"Kalau ada waktu, mampirlah ke sekte kami. Pintu sekte kami akan selalu terbuka untukmu, Saudara Kecil." Wu San menepuk pundak Yao Han.
"Baiklah, Senior."
Wu San mengeluarkan sebuah benda berbentuk perahu yang bisa muat diisi lima sampai tujuh orang. Pusaka berbentuk perahu itu akan digunakan sebagai alat transportasi mereka bertiga kembali ke sekte.
"Sampai jumpa lagi, hati-hati dalam perjalanan." Yao Han melambaikan tangan saat pusaka perahu itu mulai melayang membawa ketiga orang itu, kemudian melesat pergi dan menghilang di kejauhan.
---