
Jiu Jinyu menyeringai mendengar pertanyaan Bing Lizi. Tatapannya terlihat dingin sekaligus angkuh, membuatnya terlihat semakin cantik dengan cara yang berbeda.
"Chen Long, huh? Nama itu terlalu bagus untuk dimiliki naga busuk sepertinya." Jiu Jinyu tertawa dingin penuh ejekan.
"Sebenarnya sangat aneh kau berakhir ditempat ini, tapi itu tidak terlalu penting sekarang. Yang ingin kutahu adalah keberadaan Saudara Chen."
Bing Lizi berusaha menjaga sikap tenangnya, meskipun menyadari Jiu Jinyu akan sulit diajak bicara dengan baik-baik.
"Ratu ini tidak tahu. Walaupun mengetahuinya, untuk apa Ratu ini memberitahumu? Sama sekali tidak ada keuntungannya. Dasar manusia rendahan busuk!"
Bing Lizi mengerutkan dahi, sedangkan Yao Han dan lainnya agak tercengang dengan gaya bicara Jiu Jinyu yang berubah layaknya ratu penguasa, meskipun dia sudah terlihat cukup tenang.
Terkait Jiu Jinyu yang disebut sebagai Ratu Rubah oleh Bing Lizi, membuat Yao Han teringat dengan cerita yang pernah dia dengar saat pertama bertemu dengan Bing Lizi dan Tian Jian.
Jiu Jinyu tidak lain adalah pemimpin dari kaum hewan roh Rubah Api Giok Ekor Sembilan, yang tempat tinggal mereka ditemukan secara tidak sengaja dan disinggahi oleh Bing Lizi dan Chen Long saat pergi berkelana seratus tahun lalu.
Seperti yang dikatakan Bing Lizi, keberadaan Jiu Jinyu ditempat itu sangat aneh. Mungkin dia juga berpindah tempat secara misterius seperti halnya Bing Lizi dulu yang kemudian diselamatkan Tian Jian.
Tatapan mata Bing Lizi menjadi dingin pada Jiu Jinyu yang membalasnya dengan tatapan sama dinginnya penuh keangkuhan.
"Kau ternyata sulit diajak bicara. Kau benar-benar tidak tahu atau sekedar berpura-pura?"
"Hmph, tidak ada gunanya juga Ratu ini berbohong!"
"Kalau begitu, aku akan bertanya hal lain. Apa yang sebenarnya terjadi setelah aku menghilang dari tempat itu?"
"Hmph, manusia hina sepertimu tidak pantas menerima jawaban dari Ratu ini!"
Jawaban Jiu Jinyu yang penuh kesombongan membuat emosi Bing Lizi tersulut, membuatnya murka dan menampilkan sisi lain dari dirinya.
"Jawab pertanyaanku dengan benar!"
Tidak hanya membentak, Bing Lizi juga melepaskan kekuatannya. Yao Han dan lainnya dengan sigap mundur menjauh sambil terkejut, sambil merasakan suhu udara disekitar tempat mereka berdiri turun dengan cepat karena pengaruh kekuatan Bing Lizi.
Secara perlahan, terbentuk lapisan es menutupi tanah dan turun butiran salju. Jiu Jinyu berusaha menutupi keterkejutannya karena Bing Lizi membentak sekaligus melepaskan kekuatan untuk menakutinya.
"Berani sekali kau berteriak pada Ratu ini! Majulah, biar kucabik-cabik tubuhmu!"
"Dasar rubah betina bodoh. Dengan kondisimu saat ini, kau ingin melawan?" Bing Lizi tertawa sinis. Auranya menjadi lebih dingin dan menakutkan karena hawa pembunuh merembes keluar dari tubuhnya.
Sebuah tombak es berujung runcing terbentuk ditangan Bing Lizi yang kemudian diarahkan tepat didepan wajah Jiu Jinyu.
"Aku merasa kau mengetahui keberadaan Saudara Chen. Kalau kau masih tidak mau mengatakannya, tombak ini akan menembus wajahmu itu."
"Ratu ini tidak takut dengan ancaman rendahan seperti itu. Kalaupun Ratu ini mati ditanganmu, kau tidak pernah mendapatkan apapun. Kau bisa menganggap temanmu si naga busuk itu sudah mati mengenaskan!"
"Aku sudah hidup selama seribu tahun dan kau pikir aku percaya dengan ucapan omong kosongmu itu?"
"Ratu ini mengatakan yang sebenarnya. Naga busuk itu sudah mati dalam kondisi mengenaskan!"
Bing Lizi menghela napas panjang dan menarik kembali kekuatannya. Dengan satu kibasan tangan, terbentuk lapisan es yang secara perlahan menutupi Jiu Jinyu dan akar-akar yang melilitnya.
"Kau-! Hentikan! Apa maksudmu ini?!" Jiu Jinyu mendadak panik.
"Maksudku adalah mengubahmu menjadi butiran es. Karena kau begitu keras kepala, mungkin lebih baik aku melenyapkanmu."
Jiu Jinyu bisa merasakan Bing Lizi serius dengan ucapannya. Saat lapisan itu hampir mencapai wajahnya, Jiu Jinyu menyerah.
Bing Lizi berhenti membuat lapisan es. Dengan terpaksa, Jiu Jinyu menekan harga dirinya demi bisa bertahan hidup. Dia masih memiliki sebuah ambisi dan untuk mewujudkannya, dia tidak boleh mati lebih cepat, apalagi ditempat aneh dan antah berantah ini.
"Aku menunggu jawabanmu."
Jiu Jinyu mendengkus keras. "Ada syaratnya! Kau harus membantu Ratu ini melepaskan diri."
Bing Lizi berdecak pelan, lalu meminta bantuan Yao Han karena malas turun tangan langsung. Saat Yao Han mendekat, Jiu Jinyu memandanginya dengan aneh.
"Bocah, tingkat kultivasimu sangat aneh. Namun, auramu lebih aneh. Siapa kau sebenarnya?"
"Namaku Yao Han." Yao Han membalas seadanya, lalu mengamati akar-akar yang melilit Jiu Jinyu. Merasa akar-akar itu cukup sulit dilepaskan dengan cara biasa, Yao Han mengeluarkan Pedang Langit Perak dan menebas akar-akar berukuran besar itu.
"Akhirnya Ratu ini merasakan kebebasan lagi setelah sekian lama."
Setelah terbebas dari lilitan akar, Yao Han dan lainnya bisa membaca tingkat kultivasi Jiu Jinyu yang berada di Ranah Inti Emas tahap awal.
Jiu Jinyu mengamati Yao Han dari ujung kepala sampai ujung kaki, membuat Yao Han agak sedikit risih. Sebelum Ratu Rubah itu sempat bertanya, Bing Lizi mendesaknya agar segera bicara.
"Dasar manusia rendahan tidak sabaran..."
Jiu Jinyu menjelaskan bahwa Chen Long masih hidup dan juga berada ditempat yang sama dengan mereka semua saat ini. Dia sendiri tidak mengerti alasan dirinya dan Chen Long bisa tiba-tiba berada di tempat seperti ini.
"Tepatnya dimana dia sekarang?" Bing Lizi dan lainnya merasa antusias karena mereka akan menemukan Chen Long.
"Ratu ini tidak tahu. Biasanya dia berkeliling entah kemana." Jiu Jinyu menjawab malas. "Sekali lagi Ratu ini tidak menyangka dua manusia busuk seperti kalian masih hidup." Jiu Jinyu menatap Bing Lizi penuh dendam.
Bing Lizi mengabaikan tatapan Jiu Jinyu, lalu melirik Yao Han dan lainnya. "Setidaknya dia ada disini. Cepat atau lambat kita akan bertemu dengannya."
"Meskipun naga busuk itu tidak mati, tapi dia hidup dalam kutukan."
"Apa maksudmu?"
Jiu Jinyu mengedikkan bahu. "Ratu ini tidak akan memberitahumu. Kau akan mengetahuinya nanti setelah bertemu dengannya."
Masih ada beberapa hal yang ingin Bing Lizi tanyakan, tetapi sebelum dia sempat bertanya, terdengar suara raungan dari langit.
Grooaaarrr!!!
Suara kerasnya sampai menggetarkan udara dan membuat bulu kuduk merinding. Bing Lizi dan lainnya sontak menatap ke atas dan menemukan sesuatu yang tidak terlalu jelas sedang melayang turun.
Setelah beberapa saat, barulah terlihat jelas sesuatu itu menyerupai ular dengan bentuk sisik yang aneh.
"Ular? Tidak, itu... naga!" seru Yutian.
Sesuatu itu memanglah seekor naga. Sisiknya menyerupai kulit kayu berwarna hijau kecoklatan, yang jika dilihat dari kejauhan berwarna hitam. Semakin dekat jaraknya, semakin kuat pula pancaran aura seekor naga dan energi kehidupan yang dahsyat.
"Itu bukan naga biasa, melainkan Saudara Chen."
- - -
Ilustrasi wujud hewan roh Naga Selatan Chen Long, Green Wood Dragon.