
Dengan petunjuk Fu Mian, dengan mudah Yao Han menemukan Penginapan Bintang Api. Bangunannya tidak kalah megah dari Toko Harta Giok, terdiri dari tiga lantai dan dibagian depan terdapat dua penjaga dengan praktik Pondasi Bumi tahap puncak.
Dua penjaga menyambut Yao Han dengan baik dan mempersilahkannya masuk. Ada tiga gadis penerima tamu dengan praktik sama dengan dua penjaga, yaitu Pondasi Bumi.
"Selamat datang di Penginapan Bintang Api, ada yang bisa kami bantu, Tuan Muda?" salah satu gadis menyapa Yao Han dengan ramah sambil tersenyum manis.
"Ya, aku ingin menyewa kamar. Berapa harga untuk satu hari?"
Gadis itu menjelaskan bahwa per harinya, kamar termurah dan yang paling umum disewa dihargai dua puluh batu roh, kamar kualitas menengah dihargai enam puluh batu roh, dan kualitas baik dihargai seratus batu roh.
"Penginapan kami juga menyediakan satu kamar terbaik. Per hari dihargai tiga ratus batu roh." Gadis itu menutup penjelasannya, "Tuan Muda mau menyewa kamar yang mana dan untuk berapa hari?"
"Mohon tunggu sebentar." Yao Han berlagak seperti orang berpikir.
Yao Han meminta pendapat dua gurunya.
"Sebenarnya menyewa kamar terbaik untukmu tidak masalah karena memiliki banyak batu roh, tetapi itu akan menarik perhatian yang tidak perlu. Pilih saja kamar kualitas menengah," jawab Meirong.
"Baik, Guru."
Yao Han mengalihkan perhatian ke gadis yang mengajaknya bicara tadi, "Nona, aku ingin menyewa satu kamar kualitas menengah untuk lima hari."
Yao Han mengeluarkan tiga ratus batu roh. Dia tidak menyadari tindakan kecilnya itu membuat tiga gadis didepannya menahan napas sejenak.
"Baik, Tuan Muda. Ini kunci kamar Anda. Mari aku antarkan."
Setelah Yao Han dan salah satu teman mereka tidak dalam jarak pandangan, dua gadis yang tersisa saling berbisik.
"Tuan Muda tadi pasti bukan orang biasa."
"Aku setuju denganmu. Dengan batu roh yang dia bayar barusan, dia juga bisa membayar kamar terbaik untuk satu hari."
"Menurutmu kita harus memberitahu manajer tentang ini?"
"Kurasa sebaiknya begitu, agar kita tidak salah bertindak."
***
"Nona, terima kasih sudah mengantarkanku. Mohon terima ini."
Gadis yang mengantarkan Yao Han ke kamar yang dia sewa mematung. Dia menahan diri agar tubuhnya tidak gemetaran dan meloncat kegirangan saat Yao Han memberikan satu batu roh biru sebagai tip.
Selain batu roh, Yao Han juga memberikan tiga botol kecil yang samar-samar mengeluarkan aroma wangi. Itu adalah wewangian yang dia buat dari ekstrak Bunga Teratai Biru.
"Terima kasih, Tuan Muda."
Yao Han mengangguk pelan sambil tersenyum tipis. Setelah gadis itu meninggalkannya, barulah Yao Han masuk ke dalam kamar penginapan.
Ukuran kamar itu sekitar dua kali ukuran kamar yang ditempati Yao Han di kediaman Feng Xian. Ada dua jendela berukuran cukup besar, satu kasur empuk dan beberapa tambahan barang lainnya.
Meirong dan Yutian keluar dari Dimensi Pagoda, lalu sama-sama membuat formasi penghalang tak terlihat yang menyegel kamar itu.
"Guru, apa setiap bangunan usaha bisnis dari sekte besar selalu dijaga oleh kultivator tingkat tinggi?" Yao Han bertanya karena teringat dengan penjaga Toko Harta Giok dan Penginapan Bintang Api.
Meirong dan Yutian tertawa kecil.
"Penjaga yang kau lihat sebelumnya memang memiliki tingkat praktik tinggi untuk seusia mereka. Namun, bagi sekte besar bintang sembilan dan sepuluh, mereka tidak lebih dari sekedar penjaga. Beda halnya jika berada di sekte kecil atau menengah, mereka bisa menjadi pemimpin sekte atau tetua penting." Yutian menjelaskan.
Yao Han manggut-manggut setelah mendapat sedikit gambaran tentang perbedaan kekuatan berdasarkan tingkatan sekte.
Melihat ke atas, Yao Han menemukan langit malam dihiasi bulan separuh penuh. Ada juga awan-awan yang sedikit menghalangi sinar bulan. Kemudian dia mengeluarkan peralatan melukis.
Selama hampir setengah jam dia melukis pemandangan langit malam dan setelah melihat hasilnya, Yao Han menghela napas panjang.
"Lumayan, lumayan." Meirong mengelus kepala Yao Han lembut. Dia mengerti Yao Han kecewa dengan kemampuan melukisnya yang biasa saja, "Bukankah Senior Feng mengatakan kemampuanmu akan menjadi lebih baik setelah melihat dunia lebih luas? Jadi jangan berkecil hati terlebih dahulu."
Yao Han tersenyum mendengar kata-kata hiburan dari Meirong. Yao Han menyimpan kembali alat lukis.
"Kenapa tidak bermain seruling saja? Kemampuanmu yang satu ini bukankah lebih baik daripada melukis?" celetuk Yutian.
Yao Han kemudian mengambil serulingnya, setelah menarik napas dalam, dia meniupnya. Tiupan napasnya mengandung Qi dan alunan merdu mulai terdengar mengudara.
Kemurnian dan kekuatan Qi Yao Han membuat suara seruling itu terdengar sampai ratusan meter. Suara merdu menghibur dan memanjakan telinga setiap orang yang mendengarnya.
Meirong dan Yutian memejamkan mata sambil tersenyum, menikmati permainan seruling Yao Han yang menjadi salah satu kesukaan baru mereka.
"Siapa yang memainkan seruling sebagus ini?"
"Darimana asalnya?"
Beberapa orang terheran dengan suara seruling tersebut.
"Kalau aku tidak salah lihat, Saudara Yao membawa seruling. Mungkinkah dia yang memainkannya?"
Dalam ruangannya, Fu Mian mengelus dagunya. Dia sempat melihat seruling berwarna hijau giok yang tersemat di pinggang Yao Han.
"Seandainya benar, berarti murid Senior Angin Timur bukan hanya seorang Alkemis hebat di usia muda, tetapi juga pemain alat musik yang handal," puji Fu Mian kembali melanjutkan pekerjaannya sambil ditemani alunan suara seruling.
Puas memainkan seruling selama hampir setengah jam, Yao Han memutuskan bermeditasi.
Kali ini meditasi Yao Han sedikit berbeda. Setelah membentuk mantra tangan, tubuhnya mulai melayang dan dia bersila dalam posisi melayang.
Ini bagian dari salah satu sihir unsur angin yang diajarkan Feng Xian. Bermeditasi sambil menjaga kestabilan posisi tubuh, Yao Han melakukan ini untuk agar fokusnya semakin meningkat.
***
Keesokan harinya.
Yao Han baru membuka mata saat sinar matahari mengenai dirinya.
"Oh, sudah pagi ternyata."
Yao Han merenggangkan otot-ototnya dan menghirup udara segar pagi hari.
"Hm... kegiatan apa yang sebaiknya kulakukan hari ini?" gumamnya pelan.
Yao Han belum merencanakan kegiatannya selama di Kota Cahaya Bulan. Memang benar dia ingin menikmati suasana kota, tetapi bingung untuk memulai harinya.
"Bagaimana kalau sarapan dulu? Seingatku dikota ini ada restoran khusus kultivator?" Meirong menyarankan.
Kebutuhan Yao Han terhadap makanan memang berkurang, setara dengan kemampuan kultivator Ranah Pondasi dalam hal menahan lapar. Namun, Yao Han adalah tipe orang yang suka makan.
"Maksudmu Restoran Nagarasa?" tanya Yutian dan Meirong membenarkan, "Sebaiknya kau mencoba kesana Han'er, itu adalah restoran terbaik di Benua Bulan Biru."
---