Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 51 - Muncul Kembali



Qian Yue memutuskan lebih terbuka terhadap Yao Han dan mengatakan dia ingin membeli setiap pil yang dia miliki. Tidak perlu khawatir dengan batu roh, karena dia punya banyak.


Yao Han tertawa kecil. Hal ini sudah diprediksi ketiga gurunya. Apalagi dengan kedatangan Qian Yue dari pusat membuktikan prediksi mereka benar.


"Tidak masalah, Nona Qian. Aku memiliki banyak pil dari hasil latihanku. Sebelumnya aku ingin menjualnya secara perlahan, tetapi karena Nona berkata demikian, sepertinya aku tidak perlu menahan diri."


Dalam satu ayunan tangan, Yao Han memunculkan begitu banyak kotak kayu beragam ukuran berisi botol pil yang hampir memenuhi separuh ruangan Fu Mian.


Manajer toko itu terbatuk-batuk, sedangkan mata Qian Yue melebar, tidak menyangka Yao Han membawa begitu banyak pil. Dilihat sekilas, mungkin jumlah pil mencapai angka puluhan ribu.


Yao Han menyerahkan sebuah kertas yang berisi daftar nama pil dan harga berdasarkan kualitasnya. Qian Yue hanya bisa menelan ludah gugup sambil membaca tulisan pada kertas itu.


Satu hal yang membuat Qian Yue bisa cukup tenang adalah harga yang dipasang Yao Han jauh lebih murah dari perkiraannya, sehingga dia tidak perlu mengeluarkan begitu banyak batu roh.


Yao Han juga menambahkan tidak perlu membeli semua pil dengan batu roh. Sebagai gantinya, dia menginginkan pihak toko memberikan beberapa pusaka, terutama yang berwujud pedang.


"Ah, iya ada satu hal lagi. Apakah toko ini menjual..."


***


Seseorang melesat turun beberapa puluh meter dari Toko Harta Giok, menarik perhatian beberapa orang. Tidak biasanya ada orang terbang di Kota Cahaya Bulan dan juga sudah lama sekali ada yang melakukannya.


Orang ini adalah seorang pria, memakai jubah putih dengan garis-garis hitam di beberapa bagian. Wajahnya terlihat datar terkesan dingin. Orang-orang masih terlihat bingung sambil melihat ke arahnya saat pria itu berjalan mendekati Toko Harta Giok.


Setelah beberapa saat kemudian ada yang mengenali pria tersebut.


"Hei, apa aku salah melihat? Bukankah dia orang itu?"


"Benar, dia akhirnya muncul kembali. Apa yang dia lakukan disini?"


"Apa kau lupa? Hanya satu tujuannya datang kemari, bukan?"


"Ah, ya kau benar. Aku lupa karena sudah cukup lama sejak terakhir kali dia muncul ke kota ini."


"Ssst, pelankan suaramu atau sebaiknya kalian diam. Dia bisa mendengar percakapan kalian. Jika dia tersinggung, nyawa kalian akan melayang."


"Itu tidak mungkin... Aku hanya tidak menyangka bisa melihat Angin Timur kembali..."


Ya, pria yang mendarat turun di Kota Cahaya Bulan beberapa saat lalu dan sekarang berjalan ke arah Toko Harta Giok adalah Feng Xian. Pria itu tetap memasang wajah datar meski mengetahui orang-orang menatap dan membicarakannya.


Dua penjaga Toko Harta Giok, yang melihat Feng Xian semakin mendekat, menatapnya sejenak sebelum mengenalinya. Mereka saling pandang dengan wajah memucat.


Jelas dua penjaga mengenali Feng Xian meski dia lama tidak terlihat, karena semua anggota Menara Harta Giok dan pekerja toko diwajibkan menghapalkan wajahnya.


"S-Senior..." Dua penjaga memberi hormat, tubuh mereka gemetaran dan berkeringat dingin.


"Ambil ini." Feng Xian dengan wajah dan suara datar menyerahkan satu batu roh biru yang setara satu batu roh kuning.


"Senior bisa masuk tanpa perlu membayar pajak masuk."


Mana mungkin dua penjaga itu berani menerima pajak masuk dari Feng Xian, sebab dirinya adalah tamu istimewa Menara Harta Giok dan satu-satunya orang yang dibebaskan pajak masuk semua Toko Harta Giok.


Hanya dalam waktu tiga hitungan sejak dia masuk, suasana ramai di dalam toko mendadak hening. Perhatian semua orang mengarah pada satu pria di dekat pintu masuk.


Semua orang segera mengenali sosoknya, terutama setelah ada satu orang yang berseru tertahan, "A-Angin Timur!"


Terkejut adalah reaksi semua orang yang ada disana. Ada juga yang wajahnya memucat, tubuh gemetaran, dan sampai lupa menahan napas. Kegiatan jual beli disana terhenti hanya dengan kehadiran Feng Xian disana.


Feng Xian tidak melakukan apapun, tetapi cukup dengan hawa keberadaannya saja membuat orang-orang tertekan, apalagi hampir semua yang ada di sana praktiknya dibawah Ranah Jiwa.


Salah satu orang menghampiri Feng Xian dan memberikan hormat. Fu San menahan diri untuk tidak gemetaran.


"Senior, selamat datang di Toko Harta Giok. Senang bertemu dengan Anda kembali. Apa ada yang bisa kubantu?"


"Sepertinya kau sudah lupa bagaimana sebaiknya bersikap denganku." Feng Xian mendengkus pelan, "Berhentilah bersikap formal seperti itu."


"M-maafkan aku, Senior."


"Aish, sudahlah. Panggilkan saja atasanmu."


Fu San meminta Feng Xian menunggu sejenak dan langsung menuju ke lantai empat dimana ruang Fu Mian berada.


Feng Xian melirik pada orang-orang yang masih menatapnya, "Ada apa dengan kalian? Selesaikan saja urusan kalian disini, tidak perlu menatapku."


Feng Xian berkata lirih, tetapi suaranya jelas seperti berbisik disamping setiap orang. Buru-buru mereka mengalihkan perhatian dan sibuk dengan urusan masing-masing.


Proses jual beli kembali berlangsung tetapi dengan suasana nyaris hening. Mereka berbicara dengan berbisik-bisik takut mengganggu Feng Xian, meski sebenarnya pria itu juga tidak peduli.


"Senior Angin Timur, maaf aku tidak menyambutmu secara langsung." Fu Mian berlari cepat ke lantai satu dan dengan cepat mengatur napasnya sebelum memberi salam pada Feng Xian.


"Oh, manajer toko ini masih dirimu? Kupikir akan berganti lagi."


Fu Mian tersenyum tipis, "Senang Senior masih mengingatku. Sebuah kehormatan bagiku."


"Kau pikir aku ini sudah pikun?" Feng Xian mendengkus pelan, "Lagipula kau terlalu berlebihan. Ah, sudahlah. Bawa aku ke ruanganmu."


Fu Mian tersenyum canggung lalu membawa Feng Xian ke lantai empat. Setelah dia tidak terlihat, barulah orang-orang di lantai satu bernapas lega.


Fu San, asisten Fu Mian berpikir, 'Karena Senior Angin Timur muncul kembali, tidak lama lagi Kota Cahaya Bulan akan didatangi banyak orang.'


Dalam perjalanan menuju ruangannya, Fu Mian mengajak Feng Xian bicara, "Senior, ini kejutan bagi kami. Senang melihat anda kembali dan aku juga tidak menyangka mendapat kabar anda memiliki murid."


Feng Xian hanya mengangguk pelan. Fu Mian mengetahui kedatangan Feng Xian hanya dengan satu tujuan yaitu menjual pil, tetapi dia menanyakan apakah Feng Xian juga ingin menemui Yao Han karena sedang berada di toko.


Feng Xian menghentikan langkahnya dan mengerutkan dahi, "Monster kecil itu ada disini? Kenapa dia masih di kota ini?"


Fu Mian terbatuk pelan dan tersenyum canggung mendengar panggilan Feng Xian terhadap Yao Han. Disaat yang sama dia bingung karena Feng Xian tampaknya tidak tahu tentang Yao Han di Kota Cahaya Bulan.


---