Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 117 - Es dan Bunga



Xueyu adalah anak pertama Bing Houyi sang Raja Es, pemimpin Benteng Es Utara. Termasuk salah satu gadis tercantik generasi terbaru dunia kultivator Benua Bulan Biru dan berjulukan Peri Es.


Memiliki kulit nyaris seputih salju dan sehalus giok, sangat sesuai dengan namanya. Wajahnya yang cantik, bentuk tubuh indah dan ideal untuk gadis seusianya. Rambutnya yang panjang sepinggang berwarna campuran abu-abu terang, putih, dan biru muda.


Memiliki alis hitam ramping, bulu mata lentik, sepasang mata jernih berwarna campuran biru muda dan abu-abu terang, hidung agak mancung, dan bibir ranum merah mudanya yang terlihat selalu basah.


Sementara Xinhai adalah sepupu Xueyu yang lebih tua beberapa bulan darinya. Ayahnya adalah adik kandung Bing Houyi bernama Bing An. Memiliki tinggi satu kepala diatas Xueyu dan badannya agak tegap. Wajahnya tampan dan memiliki raut wajah jenaka. Rambutnya pendek berwarna biru gelap. Hampir setiap saat dia memasang wajah ramah dan senyuman lebar.


Keduanya akan menghadiri Pertemuan Kultivator Muda di Kota Harta Giok yang dikawal oleh seorang tetua berkekuatan Ranah Jiwa tahap akhir.


Bakat kultivasi Xueyu diatas Xinhai, karena seperti sang ayah, gadis ini memiliki akar roh murni unsur es. Bakatnya jelas tinggi, meskipun tidak memiliki Mata dan Tubuh Surgawi.


Sementara Xinhai memiliki bakat bawaan seperti saudara sepupunya yang lain, Bing Yunzi adik Xueyu, yaitu akar roh dua unsur, angin dan air.


Rombongan kecil dari Benteng Es Utara ini memakai jubah putih kebiruan. Ada mantel bulu tebal berwarna biru muda. Mantel ini memiliki keunikan yang bisa menahan hawa dingin memancar keluar dari tubuh pemiliknya, sebuah kondisi yang dialami hampir seluruh anggota Benteng Es Utara.


Pakaian yang digunakan Xueyu lebih khusus lagi, karena dirinya memancarkan hawa dingin yang lebih kuat, karena mempelajari manual praktik tertinggi milik Benteng Es Utara, yaitu Kitab Es Abadi, yang bisa dibilang manual praktik unsur es terbaik diseluruh Benua Bulan Biru.


Hubungan antara Xueyu dan Xinhai sangat dekat, bahkan keduanya lebih terlihat seperti saudara kandung. Namun kadangkala yang membuat Xueyu kesal adalah sifat menggoda nan jahil sepupunya itu.


Apalagi sejak Bing Houyi pulang dari Pulau Bulan Bintang demi menemui Angin Timur untuk menyembuhkan kondisi buruk Bing Yunzi, godaan dari Xinhai semakin menjadi-jadi.


Bing Houyi pulang dengan tiga kejutan. Pertama, Yunzi yang sembuh total bahkan bisa menjalani hidup sebagai kultivator. Kedua, Angin Timur yang memiliki murid dan muridnya inilah yang menyembuhkan kondisi Yunzi. Ketiga, yang paling mengejutkan adalah Bing Houyi menawarkan perjodohan antara Yao Han, murid Angin Timur dengan Xueyu.


Bing Houyi juga mengumumkan kepada seluruh anggota Benteng Es Utara untuk mengingat wajah dan kebaikan murid Angin Timur, karena dirinya sudah mendapat pertolongan penting dari pemuda ini. Dengan kata lain, pihak Benteng Es Utara sudah menganggap murid Angin Timur sebagai separuh anggota mereka.


Meskipun Bing Houyi setengah bercanda, Xueyu menanggapi serius tindakan sang ayah. Terlebih hampir setiap hari sang adik membicarakan tentang Yao Han dan menceritakan segala kelebihan pemuda itu agar dirinya tertarik.


Sebagai gadis yang beranjak dewasa, sudah sewajarnya Xueyu mulai terpikirkan hal-hal yang berbau romantis atau hubungan asmara antar lawan jenis, tetapi dia tidak ingin memikirkannya lebih jauh.


Mengetahui wajah murid Angin Timur melalui slip giok dari sang ayah, ditambah cerita-cerita tentangnya, sedikit banyak membuat Xueyu terpikirkan juga tentang pemuda itu disaat dia sedang sendiri. Sayangnya hal ini diketahui oleh Xinhai dan berakhir dengan Xueyu yang terus saja digoda oleh sang sepupu.


Melihat bagaimana tanggapan kesal Xueyu terhadap Xinhai, tetua yang mengawal mereka menghela napas dan menegur Xinhai.


"Xinhai, berhentilah menggoda Matriark Muda, kau membuatnya tidak nyaman."


Xinhai tertawa kecil, "Tetua, Anda mengganggu kesenanganku. Lagipula panggilan Matriark Muda untuk Xuexue tidak akan berlangsung lama. Di masa depan, dia akan menjadi istri Saudara Yao, murid Senior Angin Timur itu. Saat itu terjadi, akulah yang akan menjadi pemimpin Benteng Es Utara. Hihihi."


Kedua pipi putih Bing Xueyu sedikit merona, "Diam kau!"Bing Xueyu sedikit cemberut, "Ternyata kau mengincar posisi ketua sekte dariku, Xinhai."


"Tidak, karena bakatku hanya satu tingkat dibawahmu, jika bukan kau yang menjadi ketua sekte, maka itu akan jatuh padaku. Dan aku sangat yakin, kau tidak akan menjadi Matriark Benteng Es Utara. Kau tahu alasannya, bukan?" Bing Xinhai tersenyum menggoda sambil menaikturunkan kedua alisnya.


Bing Xueyu memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan rona merah pipinya. Lagi-lagi tetua pengawal mereka menghela napas panjang.


"Saudari Bing!"


Panggilan seorang gadis agak jauh dari posisi mereka mengalihkan perhatian. Ada rombongan kecil lain mendekat ke arah mereka.


"Oh, rombongan Sekte Ombak Bunga ternyata. Senang bertemu dengan kalian." Tetua Benteng Es Utara menyapa rombongan kecil tiga orang perempuan setelah dekat dengan mereka.


Ada dua gadis seumuran Xueyu dan seorang perempuan dewasa berkekuatan Ranah Jiwa tahap menengah. Pertemuan dua rombongan membuat mereka memutuskan berjalan bersama menuju Kota Harta Giok.


Suara yang memanggil tadi berasal dari gadis yang memiliki keindahan fisik tak kalah dari Xueyu. Namanya Shui Hua berjulukan Peri Bunga, murid jenius Ranah Dasar Sekte Ombak Bunga saat ini.


Sekte Ombak Bunga memiliki beberapa keunikan. Pertama, sejak awal berdiri, semua anggotanya adalah perempuan. Kedua, dipimpin oleh tiga Matriark sekaligus dan masing-masing Matriark memiliki dua Tetua Agung.


Ketiga, penampilan yang membuat mereka sangat mudah dikenali, jubah biru langit bermotif ombak dan kelopak bunga biru gelap. Dan yang paling mencolok adalah ketika berada di luar sekte, selalu memakai topeng yang terbuat dari giok es dan tidak bisa ditembus oleh Indera Surgawi.


Matriark terkuat Sekte Ombak Bunga adalah Shui Rong, salah satu Jagoan Pilar aliran putih, Pilar Air. Sejak dia menjabat, aturan nomor satu di sekte mengalami perubahan. Yaitu anggota sekte dibebaskan memiliki pasangan, asalkan pelamar mereka mampu mengalahkan anggota sekte yang diinginkan menjadi istri dalam sebuah pertarungan persahabatan.


Namun sudah lebih dari tiga ratus tahun berlalu sejak aturan ini diubah dan diumumkan, para pelamar yang berhasil membawa calon istri hanya kurang dari lima puluh orang.


Hal ini menunjukkan bahwa anggota Sekte Ombak Bunga memiliki kemampuan sangat mumpuni sebagai salah satu sekte besar bintang sepuluh aliran putih.


Bing Xueyu saat itu memakai cadar biru sangat tipis dan Shui Hua bisa melihat gadis itu sedang kesal, sehingga Shui Hua menanyakannya.


Yang menjawab adalah Xinhai, dia menceritakan secara garis besar dan mengejutkan rombongan Sekte Ombak Bunga.


"Saudari Bing, kau calon istri murid Angin Timur?!"


 


Catatan Author:


Bing: es, Xue: salju/darah, Yu: giok/ hujan.


Arti Xueyu disini adalah giok salju.


Xin: hati, Hai: lautan


Shui: air, Hua: bunga


Rong: kehormatan


Tambahan:


Dari berita salah satu Author, saya ingin menyampaikan ulang kepada pembaca novel ini.


Mungkin kalian ada yang bosan jika author mengingatkan jangan lupa memberi like, like, dan like pada setiap chapternya. Sehingga kesannya author mengemis minta like (emang bener sih).


Kenapa? Karena ada aturan "kejam" yang mungkin hanya berlaku di platform ini.


Tidak sebandingnya ketuntasan membaca setiap chapter (dan jumlah like) dengan jumlah favorit akan berpengaruh pada level sebuah karya novel.


Jika nilai persentase kecil, maka akan menurunkan performa karya. Akibatnya, sebanyak apapun pembaca setiap harinya, bonus view yang didapat author juga sangat sedikit.


Pembaca yang tidak memberikan like atau tidak tuntas membaca setiap chapter suatu novel (secara tidak langsung) bisa menghancurkan karir seorang author di platform ini. Tentu saja pembaca seperti ini disebut pembaca jahat yang tidak tahu/ sadar diri.


Saya tidak bisa menyebutkan nama pembaca satu per satu, tetapi saya sangat berterimakasih pada mereka yang sudah meluangkan waktu untuk memberikan like, spam komen, dan bahkan memberikan dukungan berupa poin dan koin pada novel saya.


Rata-rata persentase like yang didapat novel ini tidak lebih dari 30% lho, separuhnya aja gak nyampe. "Miris..." Sebuah kondisi yang hampir ditemukan di setiap platform novel online.


Awalnya saya udah seneng banyak 'favorit', tetapi jika jumlah likenya tidak sepadan ya bisa rugi juga.


Saya pun sadar karya saya masih banyak kurangnya, tapi penghargaan like itu sangat mudah lho. Bagus gak bagus ceritanya, like aja udah. Lagian novel saya ini gak jelek-jelek banget dari segi tata cara penulisan. Hehehe.


Untuk pembaca jahat, lebih baik kalian batalkan favorit novel ini deh. Saya sudah cukup puas (bahkan sangat puas) dengan 200-500 pemberi like dan spam komen yang setia. Setidaknya persentase like terhadap jumlah favorit menjadi lebih besar dan tinggi.


Saya emang sudah berjanji terhadap diri sendiri untuk menuntaskan novel ini. Namun jika kondisi "miris" ini tetap berlanjut, saya mulai memikirkannya ulang. Mungkin akan tetap tamat, tetapi dengan alur cerita yang berbeda.


Jadi kalian yang membaca ini, semoga menjadi pembaca baik hati yang cerdas.


Salam panas dingin,


Author, Maswaw.